Anda di halaman 1dari 3

PERAN PEMUDA DALAM PELAYANAN GEREJA

2)
Oleh. Paul SinlaEloE

1)

A. CATATAN PEMBUKA

Sesuai dengan Term of Reference (TOR) yang diberikan oleh Panitia Perayaan Hari Raya
Gerejawi Jemaat Diaspora Danau Ina Oesapa kepada kami, maka pada kesempatan ini saya diberi
kepercayaan untuk menyampaikan pemikiran mengenai: Peran Pemuda dalam Pelayanan Gereja.
Agar diskusi ini lebih terfokus pada judul yang diberikan, maka dalam makalah ini pertama-tama
saya akan mengajak kita untuk memaknai gereja, selanjutnya kita membicarakan tugas gereja
yang holistik dan setelah itu akan dibahas peran yang harus diperankan oleh pemuda gereja.

B. MEMAKNAI GEREJA

Hadirnya gereja, merupakan penggenapan dari janji Tuhan Yesus Kristus sebagaimana yang
tertulis dalam kitab Matius 16:18, bahwa Dia akan mendirikan gereja-Nya. Istilah gereja berasal
dari bahasa Portugis, igreya, yang berarti kawanan domba yang dikumpulkan oleh gembala.
Dalam pemakaiannya saat ini, kata igreya merupakan bentuk terjemahan dan bahasa Yunani,
kyriake, yakni sebutan bagi orang-orang yang menjadi milik Tuhan. Istilah gereja juga memiliki
padanan dengan kata ekklesia, yang dalam bahasa Yunani berarti yang berarti dipanggil keluar
(ek = keluar; klesia dari kata kaleo = memanggil). Istilah ekklesia ini terdapat pada Kisah Rasul
5:11, Kisah Rasul 19:39, Matius 16:18, Roma 16:5.
Gereja berdasarkan 1 Petrus 2:9-10 adalah orang-orang yang dipanggil oleh Allah keluar dari
kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib untuk memberitakan perbuatan yang besar dari Dia.
Mereka dipanggil keluar dari dunia ini berarti meninggalkan sifat duniawi dan mengenakan manusia
baru untuk kemudian diutus kembali ke dalam dunia untuk memberitakan pengabaran Injil
(Yohanes 15:18-19). Orang yang pertama sekali dipanggil keluar dari dunia kegelapan dan diberi
kuasa untuk memberitakan kabar baik tentang karya penyelamatan Allah sehingga banyak orang
percaya adalah murud-murid dari Tuhan Yesus Kristus (Matius 4:18,22;10:1-4).
Berpijak dari penjelasan alkitab terkait gereja, maka dapat ditarik suatiu titik simpul bahwa gereja
pada hakekatnya adalah gerekan bukan bangunannya. Gereja bukan tempatnya berkumpul atau
kebaktian orang kristen sebagaimana yang dipahami banyak orang, melainkan gereja adalah
perkumpulan orang yang percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai
Juruselamatnya sekarang dan masa yang akan datang samapai kedatangan Tuhan Yesus Kristus
yang kedua kalinya.

C. TUGAS GEREJA YANG HOLISTIK

"Pergilah kamu ke seluruh bumi. Jadikanlah segala bangsa murid-KU dan baptislah mereka dalam
nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah
Kuperintahkan kepadamu" yang diperintahkan-Nya sebelum Ia kembali kepada Bapa-Nya. (Matius
28: 19-20). Perintah yang sama, tapi dengan kalimat yang agak berbeda diingat juga oleh Markus
dan Lukas. Dalam Markus tertulis dalam pasal 16:15, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil

1)

Makalah ini dipresentasikan dalam Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar, yang dilaksanakan oleh Panitia
Perayaan Hari Raya Gerejawi Jemaat Diaspora Danau Ina Oesapa, di tempat Kebaktian Jemaat Diaspora Danau
Ina Oesapa, pada tanggal 31 Oktober 2009.

2)

Sekbid Pengembangan Jaringan & Informasi BP. Pemuda GMIT Periode 2008/2012.

Page 1 of 3

kepada segala makhluk". Versi Lukas agak berbeda. Menurut Lukas, Tuhan Yesus Kristus berkata:
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan
menjadi saksi-KU di Yerusalem dan di seluruh dunia dan Samaria dan sampai ke ujung bumi"
(Kisah Para Rasul, 1:8).
Itulah amanat agung dari Tuhan Yesus Kristus yang harus dijalankan oleh setiap orang yang
percaya kepada-NYA. Oleh karena itu, gereja yang merupakan persekutuan orang-orang yang
percaya kepada Tuhan yaitu Yesus Kristus, wajib menjalankan amanat agung ini.
Ada 5 (lima) tugas gerja yang harus dikerjakan untuk mewujudkan Amanat Agung Tuhan Yesus
Kristus. Ke-5 (lima) tugas gereja ini, tidak bisa dibatasi dengan hanya menjalankan salah satu
tugas, sambil melupakan/mengabaikan tugas yang lain. Semua tugas tersebut harus dijalankan
oleh gereja secara holistik (menyeluruh) dan saling melengkapi (simultan), demi terwujudnya
Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Ke-5 (lima) tugas gereja dimaksud adalah:
1. Koinonia (Persekutuan)
Istilah koinonia berasal dari bahasa Yunani yang artinya persekutuan. Jika dikaitkan
dengan persekutuan dari orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, maka
persekutuan yang dibangun haruslah beralaskan atas dasar Firman Allah, Baptisan dan
Perjamuan Kudus. Artinya, persekutuan yang dibangun harus menjadi alat yang kuat untuk
mengkominikasikan berita keselamatan bagi semua orang. Dengan dasar itu pulalah anggota
persekutuan wajib saling memperdulikan dan berkumpul bersama sehingga mutu persekutuan
haruslah senantiasa dipelihara dan ditingkatkan seiring tantangan dan kecenderungan jaman.
Jadi, dalam gereja harus ada dan tercipta persekutuan, sekaligus persekutuan yang telah ada
dan tercipta harus terpelihara. Hal ini menjadi penting karena persekutuan/koinonia itu bukan
hanya merupakan persekutuan begitu saja, melainkan persekutuan yang bersifat soteriologis
(keselamatan) yang bergerak secara dinamis menuju akhir, yaitu penggenapan Hari Tuhan
(parusia).
2. Marturia (Bersaksi)
Marturia berasal dari kata martyria, yang merupakan kata serapan dari bahasa Yunani. Istilah
marturia ini, dipergunakan pada konteks gereja untuk menjelaskan aktivitas iman dalam tugas
panggilan gereja, yakni kesaksian iman. Kesaksian iman yang dimaksud adalah pemberitaan
Injil sebagai berita keselamatan bagi seluruh makhluk. Inti yang harus disampaikan dalam
kesaksian iman adalah pengalaman iman dan peristiwa iman yang dialami, dilihat dan didengar
terkait dengan kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, yang mana didalamnya ada
kabar baik yakni kabar keselamatan bagi semua orang. harus dilakukan oleh gereja baik
sebagai persekutuan maupun sebagai indivdu.
3. Diakonia (Melayani)
Diakonia berasal dari bahasa Yunani, diakonein, yang berarti melayani.Diakonia diartikan
sebagai aktivitas melayani yang dilakukan dengan setia, jujur, serta tanggungjawab. Pelayanan
diakonia sering dipahami hanya sebatas konsep caritas, membantu para janda, yatim piatu,
fakit miskin demi kesejahteraannya. Berdiakonia tak terbatas pada bantuan materi kepada
mereka yang berkekurangan, melainkan lebih kompleks. Sebenarnya, berdiakonia harus
membawa perubahan pada seseorang maupun masyarakat dan bukan sekedar menjadikan
sesorang ataupun masyarakat tersebut tidak terlantar dan tercukupi kebutuhan dasarnya saja,
tetapi harus juga dapat terangkat secara sosial. Artinya, gereja dalam pelayan diakonia harus
mencakup pendampingan/advokasi untuk membangun pemahaman terkait akar penyebab
keprihatinan sosial, sekaligus mengembangkan prakarsa pemberdayaan masyarakat untuk
memenuhi hak dan kebutuhan untuk hidup dan kehidupan yang layak.

Page 2 of 3

4. Liturgia (Pelayanan Kudus)


Kata liturgia berasal dari bahasa Yunani, leitourgia yang terbentuk dari akar kata ergon
yang berarti karya, kerja atau bakti dan leitos yang berarti umum. Dalam
perkembangannya, liturgia dimaknai sebagai Pelayanan Kudus. Dimaknai sebagi pelayanan
kudus karena Liturgi menjadi wahana utama mengantar setiap orang yang percaya kepada
Tuhan Yesus Kristus ke dalam persatuan pribadi dengan Allah. Artinya, liturgia tidak boleh
hanya dimaknai sebagai kertas panduan dalam ibadah, tetapi lebih dari itu, liturgi merupakan
tatacara dan tatakrama bagi setiap orang percaya, baik secara bersama-sama maupun sendirisendiri dalam beribadah (bersaksi, bersekutu dan melayani) karena telah mendapat berkatberkat Allah.
5. Oikonomia (Penatalayanan)
Oikonomia berasal dari istilah yunani yang terdiri dari dua kata: Oikos, yang berarti rumah,
dan Nomos, yang berarti hukum (peraturan). Jika kedua kata ini digabungkan, maka secara
harfiah Oikonomia berarti "pengaturan rumah tangga" (Household Law). Dalam
perkembangannya Oikonomia ini dipahami sebagai administrasi dalam rumah tangga yang
mana dengan sendirinya ada pengaturan, ada perencanaan dan ada satu tujuan (Purpose).
Oikonomia ini dalam tugas gereja merupakan kegiatan yang sebenarnya tidak hanya bersifat
manajerial/administrasi organisasi gereja semata seperti kearsipan dll, tapi lebih pada
penatalayanan kehidupan seperti panggilan gereja terhadap penataaan bumi di mana
termasuk semua makhluk hidup di atasnya. Artinya, oikonomia atau penatalayanan ini haruas
mencakup relasi antara manusia dengan manusia, manusia dengan Allah dan manusia dengan
lingkngan.

D. PERAN YANG HARUS DIPERANKAN OLEH PEMUDA GEREJA

Pemuda gereja memiliki posisi yang sangat strategis dalam pelayanan gereja. Strategisnya posisi
pemuda gereja dalam gereja dapat dilihat dari relasi keduanya. Gereja adalah sebuah wadah yang
mendidik dan menuntun pemuda kepada tatanan hidup dan kehidupan yang benar, sedangkan
pemuda gereja merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan gereja dengan
meneruskan perjuangan gereja di masa-masa yang akan datang.
Dalam pelayanan gereja untuk mewujudkan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, pemuda gereja
adalah subyek sekaligus obyek pelayanan. Karenanya, setiap aktifitas atau program dari pemuda
gereja baik sebagai individu maupun kelompok wajib difokuskan untuk terwujudnya Amanat Agung
Tuhan Yesus Kristus dan harus berpedoman pada 5 (lima) tugas Gereja, yakni: Marturia, Koinonia,
Diakonia, Liturgia dan Oikonomia.
Pemuda gereja dalam pelayanannya untuk mewujudkan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, tidak
boleh mengabaikan pesan yang disampaikan oleh Rasul Paulus, yakni: Jangan seorangpun
menganggap engkau rendah karena engkau muda, tetapi jadilah teladan bagi orang-orang percaya
di dalam perkataanmu, tingkah lakumu, kasihmu, imanmu, dan kesucianmu (1 Timotius, 4: 12).

E. CATATAN PENUTUP

Demikianlah sumbangan pemikiran saya mengenai: Peran Pemuda dalam Pelayanan Gereja,
kiranya bermanfaat dan ini dapat mengantarkan kita pada suatu diskusi yang lebih luas. Sola
Scriptura Verbum Dei (Hanya Alkitablah Firman Allah).

Page 3 of 3