Anda di halaman 1dari 11

PEMERIKSAAN AKUNTANSI

MAKALAH
TEORI DASAR PEMUNGUTAN PAJAK
Disusun sebagai syarat untuk mengikuti Tugas SP
Pada Program Studi Komputerisasi Akuntansi
Jenjang Diploma III STMIK IKMI Cirebon

Disusun Oleh :
Nama : Febri Nugraha
NIM

: 32130794

JURUSAN KOMPUTERISASI AKUNTANSI


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
(STMIK) IKMI CIREBON
2016

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Segala puji kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Taufiq dan Hidayah-Nya, Rahmat dan
Maghfirah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat dan salam
selalu tercurahkan kepada suri tauladan kita Baginda Nabi Muhammad SAW semoga kita semua
mendapat syafaat-Nya di kemudian hari. Aamiin.
Makalah ini merupakan salah satu syarat wajib mahasiswa untuk dapat mengikuti SP dan
vmemperbaiki nilai, di program studi Diploma 3 (D3) Komputerisasi Akuntansi Sekolah Tinggi
Manajemen Informatika (STMIK) IKMI Cirebon, Sejauh ini penulis menyadari sepenuhnya masih
banyak kekurangan pada makalah ini, karena terbatasnya kemampuan dan pengetahuan yang penulis
miliki.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak,
oleh karena itu perkenankanlah pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bapak Dadang Sudrajat, S.Si. M.Kom, selaku Ketua STMIK IKMI Cirebon.
Bapak Dian Ade Kurnia, M.Kom, selaku Puket I STMIK IKMI Cirebon.
Ibu Nining R, Dra, M.Si. selaku Puket II STMIK IKMI Cirebon.
Bapak H. Eka Jaya Wangsa, BBA, selaku Puket III STMIK IKMI Cirebon.
Bapak Yudhistira Arie Wijaya, S.Kom, selaku Ketua jurusan MI/KA STMIK IKMI Cirebon
Bapak Fidya Arie Pratama, S.Kom selaku Pembimbing SP yang telah memberikan arahan

kepada penulis.
7. Kedua orang tua yang telah memberikan dukungannya baik berupa moril maupun materil,
terima kasih atas doa, dukungan, kesabaran serta kasih sayang kalian yang membuat penulis
menjadikan yang terindah.
8. Rekan-rekan mahasiswa Komputerisasi Akuntansi
9. Teman-temanku dan semua pihak yang sudah membantu, terima kasih banyak.
Akhir kata tiada gading yang tak retak, begitu juga dengan makalah ini dan penulis mengharapkan
kritik serta saran yang membangun dari pembaca untuk penulisan makalah yang lebih baik lagi.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca. Amin
Wassalamualaikum Wr. Wb

Penulis ;
2

Febri Nugraha

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iv
3

BAB I.................................................................................................................................1
PENDAHULUAN..............................................................................................................1
A.

Latar Belakang...........................................................................................................1

B.

Rumusan Masalah......................................................................................................1

C. Tujuan.........................................................................................................................1
D.

Manfaat.......................................................................................................................1

BAB II................................................................................................................................2
PEMBAHASAN................................................................................................................2
A.

Teori-teori Pemungutan Pajak..................................................................................2

1.

Teori Asuransi..........................................................................................................2

2.

Teori Kepentingan....................................................................................................2

3.

Teori Daya Pikul......................................................................................................2

4.

Teori Bakti (kewajiban pajak mutlak)......................................................................3

5.

Teori Asas Daya Beli...............................................................................................3

6.

Teori Pembenaran Pajak menurut Pancasila............................................................3

7.

Teori Pembangunan.................................................................................................4

B.

Asas-asas pemungutan pajak...................................................................................4

C.

PRINSIP-PRINSIP PEMUNGUTAN PAJAK.........................................................5

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................7
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bab ini akan mengemukakan asas-asas ataupun teori-teori pemungutan pajak dan alasanalasan yang menjadi dasar bagi fiskus suatu negara sehingga menyebabkan fiskus/negara yang
bersangkutan merasa punya wewenang untuk memungut pajak dari penduduk wilayahnya. Dengan
kata lain apakah yang menjadi dasar fiskus suatu negara sehingga fiskus tersebut berani mengambil
harta atau penghasilan penduduknya, atau secara mudah dirumuskan apakah yang menjadi
pembenaran dari pemungutan pajak? Juga akan disajikan prinsip-prinsip pemungutan pajak secara
umum yang dikemukakan beberapa pakar.
Untuk mendapatkan pembenaran pemungutan pajak, maka dalam hukum pajak telah timbul
beberapa teori yang termasuk dalam pemungutan pajak menurut falsafah hukum
4

B. Rumusan Masalah
Untuk mengidentifikasi masalah berdasarkan uraian di atas dapat diuangkapkan dalam rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Teori apa saja yang terdapat di pemungutan pajak ?
2. Asas apa saja yang berperan dalam teori pemungutan pajak ?
3. Prinsip apa saja yang disajikan dalam teori pemungutan pajak ?

C. Tujuan
Untuk mengetahui apa yang dapat diperoleh dari makalah ini dapat diuangkapkan dalam tujuan
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui teori teori yang termuat dalam pemungutan pajak.
2. Untuk mengetahui bagaimana peran asas-asas pemungutan pajak.
3. Untuk mengetahui prinsip yang digunakan dalam teori pemungutan pajak.
D. Manfaat
Untuk menambah pengetahuan tentang Pajak khususnya mengetahui bagaimana teori-teori
pemungutan pajak dalam perpajakan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Teori-teori Pemungutan Pajak


1. Teori Asuransi
Negara dalam melaksanakan tugasnya, mencakup pula tugas melindungi jiwa raga dan harta
benda perseorangan. Oleh sebab itu negara disamakan dengan perusahaan asuransi,untuk mendapat
perlindungan warga negara membayar pajak sebagai premi. Teori ini sudah lama ditinggalkan dan
sekarang praktis tidak ada pembelanya lagi, sebab selain perbandingan ini tidak cocok dengan
kenyataan, yakni jika orang misalnya meninggal,kecelakaan atau kehilangan, negara tidak akan
mengganti kerugian seperti halnya dalam asuransi. Disamping itu tidak ada hubungan langsung
antara pembayaran pajak dengan nilai perlindungannya terhadap pembayaran pajak.
2. Teori Kepentingan
Pembagian beban pajak kepada rakyat didasarkan pada kepentingan masing-masing orang.
Semakin besar kepentingan seseorang terhadap negara, makin tinggi pajak yang harus dibayar.
Teori ini juga mengandung kelemahan, oleh karena sangat menyimpang dari keadilan. Orang
miskin mempunyai kepentingan yang lebih besar terhadap negara, misalnya dalam hal perlindungan
dan pelayanan masyarakat. Tetapi,kemampuan mereka untuk membayar pajak tentu lebih rendah.
Jadi,kalau pembayaran pajak didasarkan atas kepentingan,maka unsur keadilan akan terabaikan. Di
samping itu,ukuran untuk kepentingan susah dirumuskan,sehingga susah pula dalam perhitungan
pembebanan pajaknya
3. Teori Daya Pikul
Beban pajak untuk semua orang harus sama beratnya,artinya pajak harus dibayar sesuai dengan
daya pikul masing-masing orang. Untuk mengukur daya pikul dapat digunakan 2 pendekatakan
yaitu:

Unsur obyektif, dengan melihat besarnya penghasilan atau kekayaan yang dimiliki oleh
seseorang.

Unsur subyektif, dengan memperhatikan besarnya kebutuhan materil yang harus dipenuhi.
6

4. Teori Bakti (kewajiban pajak mutlak)


Teori ini hanya mengatakan bahwa pajak merupakan hak dari negara. Orang-orang tidak dapat
berdiri sendiri-sendiri. Mereka harus membentuk persekutuan (organisasi) yang kemudian
menjelma menjadi negara. Sebagai persekutuan ia mempunyai hak terhadap warganya. Salah
satunya adalah hak memungut pajak. Di lain pihak,pajak merupakan tanda bakti warga kepada
negara.
Dasar hukum dari pajak menurut teori ini adalah hubungan rakyat dengan negaranya. Dalam
persekutuan tersebut ada aturan yang mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak. Salah
satu hak dari negara adalah memungut pajak. Hal ini tentu erat hubungannya dengan kewajiban
yang harus dipenuhi negara. Sebab untuk memenuhi kewajiban kenegaraann yang diambil dari
rakyat berupa pajak.

5. Teori Asas Daya Beli


Dalam teori ini dikemukakan bahwa pajak dipungut atas dasar kepentingan masyarakat secara
keseluruhan. Menurut teori ini pajak hakikatnya adalah memungut daya beli dari masyarakat
selanjutnya negara akan menyalurkannya kembali kemasyarakat dalam bentuk pemeliharaan
kesejahteraan masyarakat. Tujuannya adalah mengatur kehidupan masyarakat dan membawanya
kearah tertentu.Dengan demikian kepentingan seluruh masyarakat lebih diutamakan.

6. Teori Pembenaran Pajak menurut Pancasila


Pancasila mengandung sifat kekeluargaan dan gotong royong. Gotong royong lain daripada
tolong menolong. Gotong royong adalah usaha yang dilakukan secara bersama,tanpa diberi
imbalan,yang ditujukan untuk kepentingan umum atau kepentingan bersama,seperti membuat jalan
umum,menjaga keamanan daerah, dan sebagainya. Tolong menolong yang juga merupakan
kepribadian bangsa Indonesia, ialah secara sukarela dan ikhlas melakukan usaha/pekerjaan untuk
orang lain yang sifatnya individual tanpa mengharapkan suatu imbalan dari orang lain yang
dibantu.
Pajak adalah salah satu bentuk gotong royong yang tidak perlu diisyaratkan,melainkan sudah
hidup dalam masyarakat Indonesia yang hanya perlu dikembangkan lebih lanjut. Kekeluargaan
yang juga merupakan sifat pancasila, mengandung arti bahwa setiap anggota keluarga berdasarkan
hakikat kekeluargaan mempunyai kewajiban untuk ikut membantu, mempertahankan,
melangsungkan hidup keluarga, dan menjaga nama baik keluarga tanpa mendapatkan suatu
imbalan, melainkan hanya melakukan pengorbanan saja.

7. Teori Pembangunan
Untuk Indonesia pembenaran pemungutan pajak adalah untuk pembangunan. Dalam kata
pembangunan terkandung pengertian tentang masyarakat yang adil, makmur, sejahtera lahir batin,
yang jika dirinci lebih lannjut akan meliputi semua bidang dan aspek kehidupan seperti ekonomi,
hukum,pendidikan sosial budaya dan seterusnya.

B. Asas-asas pemungutan pajak


Terdapat tiga asas pemungutan pajak
a) Asas domilsili (Asas Tempat Tinggal)
Asas ini menyatakan bahwa negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan
wajib pajak yang bertempat tinggal diwilayahnya, baik penghasilan yang berasal dari dalam
maupun luar negeri. Setiap wajib pajak yang berdomisili atau bertempat tinggal di wilayah
indonesia (Wajib Pajak Dalam Negeri) dikenakan pajak atas seluruh penghasilan yang
diperolehnya baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia.
b) Asas Sumber
Asas ini menyatakan bahwa negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang
bersumber diwilayahnya tanpa memerhatikan tempat tinggal Wajib Pajak. Setiap orang yang
memperoleh penghasilan dari Indonesia dikenakan pajak atas penghasilan yang diperolehnya
tadi.
c) Asas Kebangsaan
Asas menyatakan bahwa pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara.
Misalnya pajak bangsa asing di Indonesia dikenakan atas setiap orang asing yang bukan
berkebangsaan indonesia tetapi bertempat tinggal di Indonesia.
d) Asas Yuridis
Asas ini mengemukakan supaya pemungutan pajak harus didasarkan pada undang-undang.
Untuk Indonesia hal ini sesuai dengan delapan kata yang tercantum dalam pasal 23 ayat 2 UUD
1945 yang berbunyi segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang.
e) Asas Ekonomis
Asas ini menekankan supaya pemungutan pajak jangan sampai menghalang-halangi
produksi dan perekonomian rakyat.( contoh)
f)

Asas Finansial
8

Asas ini menekankan supaya biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memungut pajak haruslah
jauh lebih rendah daripada jumlah pajak yang terpungut.
C. PRINSIP-PRINSIP PEMUNGUTAN PAJAK
Menurut Adam Smith
a) Equality
Pembebanan pajak diantara subjek pajak hendaknya seimbang dengan kemampuannya,
yaitu seimbang dengan penghasilan yang dinikmatinya dibawah perlindungan pemerintah.
Dalam hal equity ini tidak diperbolehkan suatu negara mengadakan diskriminasi diantara
sesama wajib pajak. Dalam keadaan yang sama wajib pajak harus diperlakukan sama dan dalam
keadaan berbeda wajib pajak harus diperlakuan berbeda
b) Certainty
Pajak yang dibayar oleh wajib pajak harus jelas dan tidak mengenal kompromi. Dalam
asa ini kepastian hukum yang diutamakan adalah mengenai subjek pajak, objek pajak, tarif
pajak, dan ketentuan mengenai pembayarannya.
c) Convenience of payment
Pajak hendaknya dipungut pada saat yang paling baik bagi wajib pajak,yaitu saat
sedekat-dekatnya dengan saat diterimanya penghasilan/keuntungan yang dikenakan pajak.
d) Economic of collections
Pemungutan pajak hendaknya dilakukan sehemat mungkin,jangan sampai biaya
pemungutan pajak lebih besar dari penerimaan pajak itu sendiri.karena tidak ada artinya
pemungutan pajak kalau biaya yang dikeluarkan lebih besar dari penerimaan pajak yang akan
diperoleh.

Menurut GBHN tahun 1998


a) Peningkatan penerimaan yang sama dengan prinsip fiscal dan revenue productivty
b) Terkendali,terarah dan efisien yang sama dengan kaidah efficiency
c) Keadilan,sama dengan equality
d) Kemampuan,sama dengan ability to pay principle
9

e) Prosedur yang terus disempurnakan,sama dengan ease of compliance


f) Aparatur perpajakan yang mampu dan bersih sama dengan ease of administration dan
efficiency
g) Semua jenis pungutan dan pajak harus didasarkan atas peratuaran perundang-undangan,sama
dengan asas yuridis

10

DAFTAR PUSTAKA

http://oggypratama.blogspot.co.id/2012/05/dasar-teori-pemungutan-pajak.html
http://aryanimanist89.blogspot.co.id/2009/06/teori-teori-pemungutan-pajak.html
http://makalahqsyamlah.blogspot.co.id/2012/06/teori-pemungutan-pajak.html

11