Anda di halaman 1dari 4

Mekanisme perubahan warna pada gigi akibat faktor ekstrinsik dan instrinsik

Pewarnaan gigi intrinsik terjadi sebelum maupun setelah gigi erupsi


Sebelum erupsi dihubungkan dengan: penyakit dan medical
Penyakit dapat berupa :
1. Alkaptonuria = kelainan metabolisme tirosin dan fenilalanin sejak lahir
yang menyebabkan terjadinya penumpukan asam homogenistik.
Ditandai dengan berkurangnya hormon homogentisate dioxygenase
(HGA). Menyebabkan perubahan warna kebiru-biruan pada gigi.
2. Eritoblastosis fetalis= ibu dengan rh negatif melawan janin anak yang
memiliki rh positif. Terjadi penumpukan belivirdin dan belirubin pada
kulit dan gigi susu. Hijau, biru kehijau-hijauan, abu-abu kekuningan.
3. Porphyria congenital=peningkatan pembentukan dan eksresi porifirin.
Penumpukan porifirin(merah kecoklatan)
4. Sickle cell anemia= sama dengan eritoblastosi, bedanya terjadi pada
gigi permanen, dan mempengaruhi bentuk gigi
5. Amelogenesis imperfecta= kesalahan pembentukan matric organik.
Lapisan enamel tipis sehingga dentin yang kekunning-kunginan
terlihat. Memberikan warna gelap pada gigi.
6. Dentinogenesis Imperfekta= didalam tubulus dentin diendapkan
berbagai mineral sehingga terjadi perubahan warna. Warna biru muda
hingga biru tua dan coklat.
Medical berupa:
1. Pewarnaan tertrasiklin = kuning,abu-abu-hitam, hingga coklat-hitam.
Terjadi karena pemberian tetrasiklin pada ibu hamil trimester ketiga
sehingga tetrasiklin masuk ke enamel dan dentin dari benih gigi
2. Fluorosis= struktur mengalami mineralisasi sehingga terjadi hipoplasia
Setelah erupsi dihubungkan dengan : nekrosis pulpa, dentin
hiperkalsifikasi, restorasi, penuaan, resorpsi internal.
Perubahan warna ekstrinsik dapat berupa daily acquired stain( makanan
dan
minuman,
tembakau,
kalkulus,
bakteri
kromogenik)
dan
kimia( metallic stain dan klorheksidin)
Daily acquired stain :
1. Makanan dan minuman; anggur dan teh (Tannin: coklat atau hitam)
kopi (kafein)
2. Tembakau ; rokok(tir dan nikotin : coklat muda-tua)
3. Bakteri kromogenik : Staphylococcus aureus
pigmen kuning
emas Pseudomonas pyocyanea
pigmen hijau kebiruan
Chromogenic myobacteria Fotokromogen dan Skotokromogen
Bacillus prodigiosus
pigmen merah
Kimia
1. Metallic stain : nikel (hijau), tembaga (hijau kebiruan), besi (coklat atau
hijau kecoklatan), kadmium (kuning atau coklat keemasan)
2. Klorheksidin : Noda dari klorheksidin menyebabkan warna coklat
kekuning-kuningan sampai kecoklat-coklatan pada jaringan di rongga
mulut

ANATOMI KOMPLEKS DENTIN PULPA DAN PERIAPIKAL

Rongga pulpa
Morfologi

Tabel 1

kanal

klasifikasi

weine

PETUNJUK JUMLAH TANDUK PULPA PADA GIGI

DEWASA
Elemen Gigi
Jumlah Cusp
Insisivus sentral

Jumlah Tanduk Pulpa


3

maksila
Insisivus lateral

3 (hanya 1 pada sebuah peg

maksila
Kaninus maksila
Premolar 1 maksila
Premolar 2 maksila
Molar 1 maksila

1
2
2
4 (atau 5 pada

lateral)
1
2
2
4 (Carabelli non fungsional)

Molar 2 maksila
Insisivus sentral

Carabelli)
3 atau 4

3 atau 4
3

mandibula
Insisivus lateral

mandibula
Kaninus mandibula
Premolar 1

1
2

1
1

2-3

mungkin non fungsional)


2-3

mandibula
Premolar 2

atau

(Cusp

lingual

mandibula
Molar 1 mandibula
Molar 2 mandibula

5
4

5
4

PATOGENESISTERJADINYAPENYAKITPERIAPIKALMELIPUTIRESPONINFLAMASI
DANIMUN(PERIODONTITISAPIKALIS,ABSESAPIKALIS,GRANULOMA,DANKISTA
RADIKULAR)