Anda di halaman 1dari 56

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara maritim dan sebagian besar masyarakat
pesisir berprofesi sebagai nelayan. Berdasarkan data BPS tahun 2014, jumlah
penduduk Indonesia sekitar 237,64 juta jiwa dan terdapat 12.827 desa yang
terletak di wilayah tepi pantai dengan jumlah nelayan tangkap mencapai 2,2
juta jiwa. Dari jumlah itu, lebih dari 95% adalah nelayan tradisional yang
tinggal di pedesaan. 1,2
Desa Jambu merupakan salah satu dari 8 desa dibawah binaan
Puskesmas Mlonggo yang terletak di Kecamatan Mlonggo, Kabupaten
Jepara. Dari tahun ke tahun, jumlah nelayan di Desa Jambu semakin
meningkat. Pada tahun 2014, sebanyak 1052 penduduk Desa Jambu
bermatapencaharian sebagai nelayan. Terdapat 6 kelompok nelayan di Desa
Jambu, yaitu Mina Kencana, Mina Sejahtera, Selayar Kencana, Mina
Sejahtera, Mina Utama, Bawal Putih, dan Selayar Mina.3
Upaya Kesehatan Kerja (UKK) merupakan wadah dari serangkaian
upaya pemeliharaan kesehatan pekerja yang terencana, teratur, dan
berkesinambungan yang diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat
pekerja. Sebagai bagian Upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM). Pos
UKK

sangat diperlukan dalam rangka memperluas jangkauan pelayanan

kesehatan kerja dasar untuk pekerja, mengingat masih banyak para pekerja,

khususnya pekerja sektor informal yang belum mendapat pelayanan


kesehatan kerja dasar. 4,5,6
Berdasarkan fakta dari Pak Sholikul Hadi selaku Ketua kelompok
Nelayan Mina Kencana, selama ini belum pernah ada penyuluhan dan
pemeliharaan kesehatan nelayan. Sebagian besar anggota kelompok belum
memahami keselamatan dan kesehatan kerjal. Nelayan sering mengalami
kecelakaan kerja saat berlayar dan diobati seadanya, misalnya dengan
remason dan minyak solar. Selain itu, masih banyak nelayan yang
mempunyai perilaku kesehatan kurang baik, yaitu merokok, minum minuman
keras, dan minuman berenergi terlalu sering. Nelayan juga sering
mengeluhkan kondisi kesehatan yang tidak mendukung produktivitas kerja.
Dengan adanya pembentukan pos UKK nelayan di Desa Jambu sesuai
dengan arahan dari Dinas Kesehatan Kota Jepara,

diharapkan dapat

memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi peningkatan kesehatan,


pencegahan penyakit,dan pengobatan sederhana bagi masyarakat nelayan
yang berisiko terpajan oleh pekerjaan dan lingkungannya sehingga mampu
meningkatkan kesehatan nelayan dan dapat meningkatkan produktivitas kerja
nelayan Desa Jambu.
1.2 Batasan Judul
Laporan dengan judul Pembentukan UKK Nelayan Kelompok Mina
Kencana di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Periode
2016 mempunyai batasan-batasan berikut:
1. Pembentukan merupakan proses, cara, atau perbuatan yang bertujuan
menjadikan sistem atau susunan (pemerintahan, perserikatan, dan
sebagainya), dalam hal ini adalah UKK nelayan.

2. Upaya Kesehatan Kerja (UKK) merupakan wadah dari serangkaian upaya


pemeliharaan

kesehatan

pekerja

yang

terencana,

teratur,

dan

berkesinambungan yang diselengggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat


pekerja.
3. Kelompok Mina Kencana Nelayan merupakan kelompok para nelayan di
Desa Jambu yang bergabung sejak tahun 1992.
4. Desa Jambu Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara merupakan desa tempat
dilakukan pembentukan UKK Nelayan Kelompok Mina Kencana yang
termasuk wilayah kerja Puskesmas Mlonggo.
5. 2016 merupakan waktu dilakukannya pembentukan UKK Nelayan
Kelompok Mina Kencana di Desa Jambu.
1.3 Batas Operasional
1. Upaya Kesehatan Kerja (UKK) merupakan wadah dari serangkaian upaya
pemeliharaan

kesehatan

berkesinambungan

yang

pekerja

yang

diselengggarakan

terencana,
dari,

oleh,

teratur,
dan

dan
untuk

masyarakat pekerja.
2. Pembentukan UKK Nelayan Mina Kencana adalah proses membentuk pos
upaya kesehatan kerja nelayan Mina Kencana sesuai dengan langkahlangkah yang telah ditetapkan oleh pedoman, berupa pembentukan kader,
pelatihan kader, Survei Mawas Diri (SMD), Musyawarah Masyarakat
Pekerja tingkat Desa, dan peresmian pembentukkan UKK.xx
3. Kader UKK adalah anggota nelayan yang dipilih oleh secara musyawarah
dengan kriteria memiliki jiwa pelopor, penggerak masyarakat, dan
bersedia bekerja secara sukarela sejumlah 10-20 orangxx
1.4 Ruang Lingkup
Ruang Lingkup penelitian akan dilakukan meliputi:

1.Lokasi : Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara


2.Waktu : 15 April sampai 25 April 2016
3.Sasaran: Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di Kelompok Mna
Kencana, Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara
4.Metode: Pengamatan terlibat
5.Materi: Pembentukan UKK Nelayan Kelompok Mina Kencana Jambu
Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara periode 2016
1.5 Tujuan
Tujuan Umum
Melaksanakan Pembentukan UKK Nelayan Kelompok Mina
Kencana di Desa Jambu periode tahun 2016.
Tujuan Khusus
1. Terbentuknya kader kesehatan pos UKK Nelayan Kelompok Mina
Kencana.
2. Terlaksananya pelatihan kader UKK dan pelatihan Survey Mawas Diri.
3. Terlaksananya Survey Mawas Diri pada kelompok nelayan Mina
Kencana
4. Terlaksananya Musyawarah Mawas Diri kelompok Nelayan Mina
Kencana.
5. Terbentuknya UKK Nelayan Kelompok Mina Kencana di Desa Jambu
periode 2016.
6. Terbentuknya Surat Keputusan Pembentukan Nelayan Kelompok Mina
Kencana.
7. Terbentuknya syarat kelengkapan pembentukan UKK.
8. Terbentuknya program kegiatan pos UKK.
1.6 Tinjauan Pustaka
1.6.1 Pengertian
Pos UKK merupakan wadah dari serangkaian upaya pemeliharaan
kesehatan [ekerja yang terencana, teratur, dan berkesinambungan yang

diselenggarkan dari, oleh, dan untuk masyarakat pekerja. Selain itu, Pos
UKK

juga

merupakan

bentuk

Upaya

kesehatan

Bersumberdaya

Masyarakat (UKBM) yang memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi


masyarakat pekerja terutama pekerja informal.4,5
1.6.2 Dasar hukum
Dasar hukum Pembentukan pos UKK adalah sebagai berikut5
UUD tahun 1945 pasal 28
UU no I tahun 1970 tentang Tenaga Kerja
UU no. 23 tahun 1992 pasal 23 tentang Kesehatan Kerja
UU no 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
Kepmenkes 128 tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas
Permenaker 1758 tahun 2003 tentang Standar Pelayanan Kesehatan

Dasar
Kemennaker tentang Kewajiban melapor PAK/PAHK.

1.6.3 Tujuan
Tujuan umum dibentuknya UKK adalah mewujukan masyarakat pekerja
yang sehat dan produktif. Sedangkan tujuan khususnya adalah sebagai
berikut.5

Meningkatnya pengetahuan masyarakat pekerja tentang kesehatan

kerja.
Meningkatnya kemampuan masyarakat pekerja, untuk menolong

dirinya sendiri.
Meningkatnya pelayanan kesehatan kerja yang dilaksanakan olee
kader, masyarakat pekerja, dan tenaga kesehatan yang terlatih
kesehatan kerja.

Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyrakat pekera


terhadap risiko dan bahaya akibat kerja yang dapat menimbulkan

gangguan kesehatan.
Meningkatnya dukungan dari pengambil kebijakan terhadap pos

UKK.
Meningkatnya peran aktif lintas program da lintas sektor terkait
dalam penyelenggaran pos UKK.

1.6.4 Manfaat
Manfaat Pos UKK adalah4
a. Bagi masyarakat pekerja
Permasalahan kesehatan kerja dapat dideteksi secara dini, dan
masyarakat pekerja dapat memperoleh pelayanan kesehatan
kerja yang dapat dijangkau.
b. Bagi kader kesehatan
Kader mendapatkan informasi lebih awal tentang kesehatan kerja
dan dapat memberikan kebanggaan karena ikut serta dalam
pembangunan kesehatan.
c. Bagi puskesmas
Memperluas jangkauan
mengoptimalkan

fungsi

pelayanan
puskemas

Puskesmas
utamanya

dan

dapat

pemberdayaan

masyarakat.
d. Bagi sektor lain
Dapat memadukan kegiatan sektor utamanya yang berkaitan
dengan kesejahteraan dan kegiatan pemberdayaan masyrakat dapat
dilakukan lebih efektif dan efisien.

1.6.5 Syarat Pembentukan pos UKK4,5


Untuk membentuk pos UKK, diperlukan beberapa persyaratan, yaitu:
a.
b.
c.
d.

Ada kelompok pekerja yang membutuhkan pelayanan kesehatan kerja


Ada keinginan masyarakat pekerja untuk membentuk pos UKK
Ada kesediaan masyarakat pekerja menjadi kader pos UKK
Ada tempat yang memadai untuk dijadikan pos UKK yang dilengkapi

dengan papan nama pos UKK untuk melakukan kegiatan.


e. Tersedianya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) kit dan
pertolongan pertama pada penyakit (P3P) kit
f. Tersedianya contoh Alat Pelindung Diri (APD) untuk pekerja sesuai
g.
h.
i.
j.
k.

dengan jenis pekerjaannya,


Timbangan badan dan alat pengukur tinggi badan.
Meja, kursi, tempat tidur, dan lemari obat.
Adanya buku pencatatan dan pelaporan
Adanya buku panduan dan media penyuluhan
Alat tulis.
Persyaratan 1-6 mutlak harus dipenuhi sebelum dibentuk pos UKK dan
persyaratan yang lain dapat dilengkapi secara bertahap sesuai dengan
kemampuan masyarakat pekerja.

1.6.6 Mekanisme pembentukan pos UKK


Pembentukan pos UKK melalui tahap-tahap sebagai berikut:
-

Pertemuan tingkat desa bertujuan untuk meningkatkan kepedulian


masyarakat pekerja terhadap pentingnya kesehatan bagi pekerja
dengan melibatkan perangkat desa, pekerja, pengusaha, lintas sektor
terkait, LSM, ormas, dll.

Survey Mawas Diri (SMD) bertujuan untuk melakukan identifikasi

masalah kesehatan pekerja.


Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bertujuan untuk menetapkan

prioritas masalah dan menetapkan rencana pemecahan masalah


Pelatihan kader pos UKK bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan

dan keterampilan kader dalam pelayanan kesehatan kerja.


Pembentukan pos UKK, bila langkah 1-4 sudah dilakukan.
Pembinaan pos UKK.

1.6.7 Peran pos UKK


Peran pos UKK adalah:4,5
-

Melakukan identifikasi masalah kesehatan di lingkungan kerja dan

sumber daya pekerja.


Menyusun rencana pemecahan masalah kesehatan di lingkungan kerja.
Melaksanakan kegiatan kesehatan di lingkungan kerja melalui promosi

kesehatan kerja.
Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dalam upaya kesehatan di

lingkungan kerja.
Melakukan pelayanan kesehatan kerja dasar.
Melaksanakan kewaspadaan dini terhadap berbagai risiko dan masalah

kesehatan pekerja.
Melaksanakan rujukan ke puskesmas.
Pencatatan dan pelaporan.

1.6.8 Peran puskesmas5,6


-

Sebagai fasilitator dalam pembentukan dan pembinaan pos UKK di

wilayah kerjanya.
Memfasilitasi pemeriksaan kesehatan pekerja secara berkala.
Sebagai rujukan pelayanan kesehatan kerja.

Menggalang kerjasama dengan berbagai pihak dalam pembinaan dan

pengembangan pos UKK


Membangun komitmen dengan kader, tokoh masyarakat, tokoh agama,
perusahaan, dan sektor swasta dalam pembinaan dan pengembangan
pos UKK.

1.6.9 Operasionalisasi kegiatan pos UKK


-

Waktu buka pos UKK disepakati oleh kelompok masyarakat pekerja

sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.


Ada pembagian tugas diantara kader
Ada struktur organisasi pos UKK minimal ada ketua, sekretaris,

bendahara, dan anggota


Ada rencana kerja pos UKK
Ada mekanisme pelayanan kesehatan kerja
Ada pencatatan kegiatan pos UKK

1.6.10 Jenis pelayanan kesehatan di pos UKK5


a. Pelayanan promotif
-

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).


Penyuluhan kesehatan kerja
Konsultasi kesehatan kerja sederhana (seperti gizi, APD, berhenti

merokok, kebugaran, dll)


Sarasehan untuk melakukan perubahan menuju norma sehat dalam

bekerja.
- Pencatatan dan pelaporan.
b. Pelayanan preventif
- Mendata jenis pekerjaan agar dapat mengetahui risiko yang mungkin
-

timbul.
Pengenalan risiko bahaya di tempat kerja.
Penyediaan contoh dan kepatuhan penggunaan APD

10

- Mendorong upaya perbaikan lingkungan kerja seperti perbaikan


aliran udara, penglolaan limbah cair, dan perbaikan ergonomi
(kesesuaian alat dengan manusia)
Membantu pelaksanaan pemeriksaan kesehatan awal dan berkala (oleh

petugas kesehatan).
c. Pelayanan kuratif
-

P3K dan P3P


Pencatatan dan pelaporan

1.6. 11 Syarat kader pos UKK4,5


Kader pos UKK adalah pekerja yang mempunyai kesadaran dan mau
bekerja secara sukarela untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan diri
serta kelompoknya agara dapat bekerja dengan aman, sehat, dan produktif.
Kader pos UKK harus memiliki persyaratan sebagai berikut:
- Dipilih dari dan oleh masyarakat pekerja setempat.
- Dapat membaca dan menulis huruf latin.
- Tinggal di lingkungan tempat kerja tersebut.
- Mau dan mampu bekerja untuk masyarakat pekerja di lingkungannya
secara sukarela.
- Mempunyai waktu untuk bekerja bagi masyarakat pekerja.
- Sudah dilatih dan paham prinsip-prinsip kesehatan kerja.
- Setiap pekerja yang ingin menjadi kader pos UKK diharuskan untuk
emngikuti pelatihan kader pos UKK.
1.6.12 Pelatihan kader pos UKK5

11

Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan kader agar dapat menjalankan


kegiatan pos UKK dengan baik. Pelatihan ini dilaksanakan oleh petugas
puskesmas atau kesehatan yang paham tentang kesehatan kerja.
Materi yang harus dipahami kader pos UKK adalah:
- Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD)
- Teknik/cara melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat.
- Dasar-dasar dan upaya kesehatan kerja.
- Masalah kesehatan pekerja( disesuaikan dengan jenis pekerjaan seperti
petani, nelayan, dll.)
- Pembentukan pos UKK,
- Penyusunan rencana kerja pos UKK.
- Materi/pelajaran lain yang dianggap diperlukan pekerja di daerah
masing-masing.
1.6.13 Kegiatan kader pos UKK
a. Mempersiapkan dan melaksanakan pertemua tingkat desa.
b. Mempersiapkan dan melaksanakan serta membahas Survey Mawas Diri
bersama pertugas puskesmas/kesehatan dan lembaga masyarakat desa
(LMD).
c. Menyajikan hasil survey mawas diri dalam kelompok pekerja di desad
alam musrawarah masyarakat desa.
d. Menentukan masalah dan kebutuhan kesehatan kerja dan kegiatan
penanggulangan yang dipilih pekerja dalam musyawarah pekerja.
e. Menentukan lokasi pos UKK
f. Melaksanakan kegiatan sehari-hari pos UKK, yaitu:
- Membuat perencanaan upaya kesehatan kerja
- Kegiatan penyuluhan peningkatan kesehatan kerja dan pencegahan
penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja.
- Memberikan pertolongan pertama pada penyakit dan kecelakaan akibat
kerja.

12

- Merujuk penderita yang memerlukan perawatan lebih lanjut ke


puskesmas.
- Kegiatan pencatatan dan pelaporan
- Membina hubungan baik dengan pekerja binaanya, LMD, petugas PPL,
dan petugas puskesmas.
- Mengelola keuangan pos UKK dan Upaya Pemberdayaan Masyarakat
Pekerja.
- Membina kemampuan diri.
1.6.14 Alur kader pos UKK membuat perencanaan kegiatan
Perencanaan kegiatan pos UKK dibuat dengan urutan sebagai berikut:
- Tentukan amsalah dan kesehatan kerja yang ingin dikerjakan berdasarkan
hasil survey mawas diri.
- Menentukan prioritas masalah.
- Menentukan perkiraan biaya yang diperlukan
- Menentukan jadwal dan rencana serta target yang ingin dicapai.
1.6.15 Pembinaan pos UKK4,6
Pembinaan pos UKK dilakukan oleh:
- Aspek kesehatan pembinaan dilakukan oleh petugas puskesmas/petugas
kesehatan yang terlatih.
- Aspek
kelembagaan
pembinaan

dilakukan

oleh

perangkat

desa/kelurahan.
- Aspek teknis yang berhubungan dengan pekerjaan dibina oleh lintas
sektor terkait (PPL, LSM, swasta, dll.)
1.6.16. Ukuran keberhasilan Upaya Kesehatan Kerja di pos UKK 5
Ukuran keberhasilan kegiatan upaya kesehatan kerja di pos UKK adalah

13

- Ukuran keberhasilan keterjangkauan


Digunakan standar untuk setiap pos UKK menjangkau 10-50 pekerja
dan setiap pos UKK dikelola oleh 1-5 kader.
- Ukuran keberhasilan pelayanan
Jumlah dan jenis kegiatan kesehatan yang dilakukan
- Ukuran tingkat perkembangan
Dibagi menjadi empat, yaitu pratama, madya, purnama, dan mandiri.
Tabel 1. Tingkat Perkembangan Pos UKK
Indikator
P3K kit
Jenis Obat
3. Ergonomi
4. Intervensi
5.Penggunaan

Pratama
1kit >5 orang

Madya
Purnama Mandiri
1 kit= 30-50 1kit = 10- 1 kit =

< 5 jenis
< 5 jenis
2kali/tahun
< 30%

orang
5-10 jenis
5-10 jenis
2-3 kali/tahun
30-60%

20 orang <10 orang


>10 orang
>10 orang
4kali/tahun
>60 %

APD
Keterangan:
1. P3K Kit adalah perbandingan antara jumlah P3 kit yang dipunyai
dengan banyaknya anggota yang ada.
2. Jenis obat adalah banyaknya jenis obat-obatan yang dijual bebas
yang ada di pos UKK
3. Ergonomi adalah banyaknya cara bekerja sehat dan benar yang
diterapkan pada suatu kelompok pekerja.
4. Intervensi adalah banyaknya pertemuan yang dilakukan oleh
anggota pos UKK dalam rangka menjalankan dan meningkatkan
upaya kesehatan kerja.
5. Penggunaan APD adalah prosentase dari anggota pos UKK yang
telah menggunakan APD sewaktu bekerja.

14

BAB II
METODOLOGI
2.1 Kerangka Acuan
Penyusunan laporan studi kasus ini disusun berdasarkan pendekatan sistem,
yang terdiri dari data masukan (input), proses, dan data keluaran (output):
a. Input

Man
o Narasumber

Kepala Puskesmas Mlonggo (Dr. Fitrin Miadianti)

Pemegang

program

Mlonggo (Ibu

promosi

kesehatan

Tatik, SKM, S.Kep)

Puskesmas

dan pemegang

program UKK ( Ibu Mikha, Amd)


o Pelaksanaan

Pj Petinggi Desa Jambu ( Bapak Rohmat, S.E, MM)

15

Perangkat Desa Jambu

Bidan desa Jambu ( ibu Umi Rahmawati. Amd )

Ketua RW 06, Desa Jambu ( Bapak Ahmad Toha, S.Pd)

Kader kesehatan Desa Jambu (Bu Inda)

Ketua Kelompok Nelayan Mina Kencana (Sholikul Hadi)

Pengurus dan anggota Kelompok Mina Kencana

o Fasilitator

Pemegang

program

promosi

kesehatan

Puskesmas

Mlonggo

Pemegang program UKK Puskesmas Mlonggo

Mahasiswa PBL FK UNDIP

Money : Dana dari kelompok Mina Kencana dan swadana mahasiswa


PBL FK Undip

Material : Referensi tentang Pembentukan pos UKK : Buku Pedoman Pos


Upaya Kesehatan Kerja (2006), Pedoman Penyelenggaraan Upaya
Kesehatan Kerja (UKK) untuk Kader Pos UKK (2011), alat tulis.

Machine : sarana transportasi, alat tulis, slide presentasi, laptop, LCD,dan


kendaraan bermotor, peralatan P3K kit dari swadana mahasiswa.

Metode : pendataan dilakukan dengan wawancara, dpengamatan langsung


pada lingkungan kerja nelayan Mina Kencana, pembentukan pengurus dan

16

kader, pemberian materi dan pelatihan kader, diskusi, pengamatan terlibat


saat SMD dan MMD, serta pencatatan
b. Proses
P1 (Perencanaan)
o Pertemuan dengan Pendamping atau Pemegang Program Promkes dan
program

UKK

untuk

mendapatkan

penjelasan

tentang

alur

pembentukan UKK.
Waktu
Tempat
o Meminta

: kamis, 14 April 2016 pukul 13.00 13.30 WIB.


: ruang Promkes Puskesmas Mlonggo..
surat

pengantar

dari

Puskesmas

Mlonggo

tentang

pembentukan posko UKK nelayan untuk diserahkan kepada Petinggi


Desa Jambu.
Kegiatan : meminta surat perintah tugas dari Puskesmas Mlonggo.

Waktu

: kamis, 14 April 2016 pukul 13.00 14.00 WIB.

Tempat

: Puskesmas Mlonggo

Kegiatan : Mempelajari mengenai K3 dan UKK


Waktu
: Kamis, 14 April 2016 pukul 14.00-19.00 WIB
Tempat : Puskesmas Mlonggo

o Bertemu dengan ibu bidan untuk bertanya kondisi kesehatan nelayan


Desa Jambu.
Kegiatan : bertemu dengan bidan desa Jambu.
Waktu
Tempat

: Jumat, 15 April 2016 pukul 08.10-08.30 WIB.


: Puskesmas Mlonggo.

17

o Meminta izin kepada Petinggi Desa Jambu dan meminta data-data


tentang karakteristik Desa Jambu serta panduan melakukan SMD dan
MMD.
Kegiatan : Berkunjung ke balai Desa Jambu untuk menjalin
hubungan kerja dan menyerahkan surat perintah tugas dari Puskesmas
Mlonggo
Waktu

: Jumat, 15 April 2016 pukul 08.30 - 09.00 WIB.

Tempat

: Balai Desa Jambu.

o Melakukan survey ke Kelompok Mina Kencana dan menjalin kerja


dengan tokoh masyarakat RW 06.
Kegiatan : Berkunjung ke rumah ketua Paguyuban Kelompok
Nelayan (GAPOKNEL)
Waktu

: Jumat, 15 April 2016 pukul 09.00 11.00 WIB.

Tempat

: rumah Ketua Gapoknel Bapak Sholikul Hadi.

o Berdiskusi dengan Ketua Kelompok Mina Kencana untuk membahas


penyuluhan.
Kegiatan : berdiskusi dengan Ketua Kelompok Mina Kencana
Waktu
: Jumat, 15 April 2016 pukul 11.00-11.30 WIB.
Tempat : rumah Ketua Gapoknel
o Kegiatan : berdiskusi dengan Ibu Mikha selaku penanggung jawab
UKK tentang pelaksanaan sosialisasi UKK Nelayan
Waktu
: Jumat, 15 April 2016 pukul 11.30 12.00 WIB.
Tempat : Puskesmas Mlonggo.
o Kegiatan : Berkunjung ke rumah Ketua RW untuk penjalinan
hubungan kerja dan mendapat perijinan pembentukan UKK yang
dibuktikan melalui SK Desa Jambu.
Waktu
: Sabtu, 16 April 2016 pukul 07.30 10.00 WIB.

18

Tempat

: Rumah pak Ahmad Thoha

o Kegiatan : Koordinasi dengan Bidan Desa untuk mengetahui arahan


dan persiapan sosialisasi
Waktu
: Sabtu, 16 April 2016 pukul 10.00-11.00
o Kegiatan : Konsultasi dengan Ibu Tatik selaku PJ Promkes.
Waktu
: Sabtu, 16 April 2016 pukul 11.00-12.00

P2 (Penggerakan dan Pelaksanaan


o Kegiatan : Melakukan penyuluhan mengenai pentingnya UKK dan
mendorong masyarakat pekerja untuk berpartisipasi aktif.
Waktu
: Rumah Anggota Kelompok Mina Kencana.
Tempat : Senin, 18 April 2016
o Kegiatan : Membagikan undangan kepada anggota kelompok nelayan
Mina Kencana terkait musyawarah pembentukan UKK, melakukan
konfirmasi ke petinggi Desa dan petugas promkes serta program UKK
Waktu

: Rabu, 20 April 2016 pukul 14.00 17.00 WIB.

Tempat

: Rumah Bapak Jamalludin

o Kegiatan : Memfasilitasi

koordinasi pembentukan UKK antara

Kelompok Mina Kencana dan pejabat Desa Jambu serta membuat


perijinan tentang pembuatan SK UKK nelayan Mina Kencana ke balai
Desa Jambu. (kerjasama, bentuknya apa bentuk kerjasama dan
koordinasinya)
Waktu
: Selasa, 19 April 2009 pukul 09.00-11.00
Rabu, 20 April 2016 pukul 09.00 11.00 WIB.
Tempat : Balai Desa Jambu
o Kegiatan : Musyawarah UKK Nelayan Mina Kencana
Waktu
: Kamis, 21 April 2016
Tempat : Rumah Bapak Jamalludin
o Kegiatan : Mengundang dr. Itut sebagai pengisi materi K3 dan P3K
pada pelatihan kader pos UKK
Waktu
: Jumat, 22 April 2016 pukul 08.00 10.00 WIB.

19

Tempat : Puskesmas Mlonggo.


o Kegiatan : Pembuatan SK pembentukan UKK Nelayan Mina
Kencana
Waktu
: Jumat, 22 April 2016 pukul 08.00 10.00 WIB.
Tempat : Balai Desa Jambu
o Kegiatan : Pelatihan Kader pos UKK Nelayan Mina Kencana tentang
manajemen organisasi pos UKK, pemberian materi K3 dan P3K oleh
dr. Itut, dan pemberian panduan Survey Mawas Diri.
Waktu
: Sabtu, 23 April 2016 pukul 09.00 11.00 WIB.
Tempat : Rumah Bapak Jamalludin.
o Kegiatan : Musyawarah Masyarakat Desa membahas hasil Survey
Mawas Diri dan pembentukan program rencana kegiatan UKK
Nelayan Mina Kencana
Waktu
: Senin, 25 April 2016 pukul 09.00 11.00 WIB.
Tempat : Balai Desa Jambu

P3 (Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian)


o Kegiatan

melakukan

pengawasan,

pengendalian,

dan

penilaian pada pelaksanaan musyawarah pembentukan UKK


Nelayan Mina Kencana.
Waktu : Kamis, 21 April 2016 pukul 09.00-11.00 WIB
Tempat: Rumah Bapak Jamalludin.
o Kegiatan
: melakukan pengawasan, pengendalian,

dan

penilaian pada pelaksanaan pelatihan kader UKK Nelayan Mina


Kencana tentang materi manajemen organisasi pos UKK,
pemberian materi oleh dr. Itut, dan pemberian panduan mengenai
Survey Mawas Diri
Waktu : Sabtu, 23 April 2016 pukul 09.00-11.00 WIB
Tempat: Rumah Bapak Jamalludin.
o Kegiatan
: melakukan pengawasan, pengendalian,
penilaian pada MMD .
Waktu : Senin, 25 April 2016 pukul 09.00-12.00 WIB
Tempat: Balai Desa

dan

20

c. Output
1. Terbentuknya kader kesehatan pos UKK Nelayan Kelompok Mina
Kencana.
2. Terlaksananya pelatihan kader UKK dan pelatihan Survey Mawas Diri.
3. Terlaksananya Survey Mawas Diri pada kelompok nelayan Mina
Kencana
4. Terlaksananya Musyawarah Mawas Diri kelompok Nelayan Mina
Kencana.
5. Terbentuknya UKK Nelayan Kelompok Mina Kencana di Desa Jambu
periode 2016.
6. Terbentuknya Surat Keputusan Pembentukan Nelayan Kelompok Mina
Kencana
7. Terbentuknya syarat kelengkapan pembentukan UKK.
8. Terbentuknya program kegiatan pos UKK
2.2 Metode Pengamatan Terlibat
Metode pengamatan terlibat yang dilakukan dalam pembentukan pos UKK
Nelayan Kelompok Mina Kencana, mulai dari penyuluhan pentingnya UKK,
pembentukan kader UKK, pelatihan kader UKK Nelayan, SMD dan MMD,
serta musyawarah pembentukan UKK.
2.3 Cara Kerja
2.3.1 Identifikasi istilah
a. Upaya Kesehatan Kerja (UKK)
b. Kelompok Nelayan Mina Kencana
2.3.2 Klarifikasi istilah
o Pembentukan merupakan proses, cara, atau perbuatan yang bertujuan
menjadikan sistem atau susunan (pemerintahan, perserikatan, dan
sebagainya), dalam hal ini adalah UKK nelayan.
o Upaya Kesehatan Kerja merupakan wadah dari serangkaian upaya
pemeliharaan

kesehatan

pekerja

yang

terencana,

teratur,

dan

21

berkesinambungan

yang

diselengggarakan

dari,

oleh,

dan

untuk

masyarakat pekerja.
o Kelompok Nelayan Mina Kencana merupakan kelompok para nelayan di
Desa Jambu yang bergabung sejak tahun 1992.
o Desa Jambu Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara merupakan desa tempat
dilakukan pembentukan UKK Nelayan Kelompok Mina Kencana yang
termasuk wilayah kerja Puskesmas Mlonggo.
o Tahun 2016 merupakan waktu dilakukannya pembentukan UKK Nelayan
Kelompok Mina Kencana di Desa Jambu.
2.3.4 Daftar Masalah
a. Apakah tujuan pembentukan pos UKK?
b. Siapa yang terlibat dalam pembentukan pos UKK?
c. Kapan dilakukan pembentukan pos UKK?
d. Di mana dilakukan pembentukan pos UKK?
e. Bagaimana proses pembentukan pos UKK?
f. Apa yang harus dipersiapkan untuk pembentukan UKK?
g. Kapan dilakukan pelatihan kader UKK?
h. Di mana dilakukan pelatihan kader UKK?
i. Bagaimana cara pelatihan kader UKK?
j. Mengapa perlu diadakan pelatihan kader UKK?
k. Bagaimana hasil Survey Mawas Diri dan Musyawarah Masyarakat Pekerja
Desa Kelompok Mina Kencana?
l. Siapa yang melakukan SMD?
m. Apa hasil dari SMD Kelompok Mina Kencana?
n. Bagaimana proses pembuatan SK pos UKK Mina Kencana?

22

o. Apakah alternatif pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk


memecahkan masalah yang muncul?
p. Apakah hasil yang diharapkan dalam pembentukan UKK ini?
q. Hambatan apa saja yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan pembentukan
UKK ini dan upaya apa saja yang dipersiapkan untuk mengantisipasinya?
r. Apa

alternatif pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk

memecahkan masalah yang muncul?


2.3.5 Pengelompokkan Masalah
2.3.5.1 Tujuan
a. Apakah tujuan pembentukan UKK ini?
2.3.5.2 Pelaksanaan
a.

Siapa yang terlibat dalam pembentukan pos UKK?

b.

Kapan dilakukan pembentukan pos UKK?

c.

Di mana dilakukan pembentukan pos UKK?

d.

Bagaimana proses pembentukan pos UKK?

e.

Apa yang harus dipersiapkan untuk pembentukan UKK?

f.

Kapan dilakukan pelatihan kader UKK?

g.

Di mana dilakukan pelatihan kader UKK?

h.

Bagaimana cara pelatihan kader UKK?

i.

Mengapa perlu diadakan pelatihan kader UKK?

j.

Bagaimana hasil Survey Mawas Diri Kelompok Mina Kencana?

k.

Siapa yang melakukan SMD?

l.

Apa hasil dari SMD Kelompok Mina Kencana?

m.

Bagaimana proses pembuatan SK pos UKK Mina Kencana?

2.3.5.3 Evaluasi
a. Apakah hasil yang diharapkan dalam pembentukan UKK ini?

23

b. Hambatan apa saja yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan


pembentukan UKK ini dan upaya apa saja yang dipersiapkan untuk
mengantisipasinya?
2.3.5.4 Hasil
a. Bagaimana hasil Survey Mawas Diri dan Musyawarah Masyarakat
Pekerja Desa Kelompok Mina Kencana?
b. Apa

alternatif pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk

memecahkan masalah yang muncul?

BAB III

24

HASIL PENGAMATAN
1.1. Input
A. Kegiatan
Waktu
Tempat
Hasil

: bertemu dengan pendamping mahasiswa.


: kamis, 14 April 2016 pukul 13.00 13.30 WIB.
: ruang Promkes Puskesmas Mlonggo.
: mendapatkan penjelasan mengenai latar belakang

pembentukan UKK Nelayan di Desa Jambu, mendapatkan penjelasan


mengenai bidan Desa Jambu yang akan memfasilitasi yakni Ibu Umi,
Mendapatkan buku tentang K3 di puskesmas.
B. Kegiatan
: meminta surat perintah tugas dari Puskesmas Mlonggo.
Waktu
: kamis, 14 April 2016 pukul 13.00 14.00 WIB.
Tempat
: Puskesmas Mlonggo.
Hasil
: mendapatkan surat perintah tugas melaksanakan
Pembentukan UKK Nelayan di Desa Jambu untuk diserahkan kepada
petinggi Desa Jambu.
C. Kegiatan
: Mempelajari mengenai K3 dan UKK
Waktu
: Kamis, 14 April 2016 pukul 14.00-19.00 WIB
Tempat: Puskesmas Mlonggo
Hasil

Mengerti

mengenai

K3

dan

mengerti

gambaran

pelaksanaan teknis, mendapatkan panduan pembentukan UKK dari


Kemenkes.
D. Kegiatan
Waktu
Tempat
Hasil

: bertemu dengan bidan desa Jambu.


: Jumat, 15 April 2016 pukul 08.10-08.30 WIB.
: Puskesmas Mlonggo.
:
mendapatkan
penjelasan
mengenai

Pembentukan UKK Nelayan

persiapan

di Desa Jambu dengan saran meminta

pendampingan dari Ibu Inda selaku kader desa dan Pak Syafrudin selaku
pejabat Desa Jambu.

25

E. Kegiatan

: Berkunjung ke balai Desa Jambu untuk menjalin

hubungan kerja dan menyerahkan surat perintah tugas dari Puskesmas


Mlonggo
Waktu
Tempat
Hasil

: Jumat, 15 April 2016 pukul 08.30 - 09.00 WIB.


: Balai Desa Jambu.
: memberikan surat perintah tugas dari Puskesmas

Mlonggo, mendapatkan persetujuan dari bapak penanggung jawab


Petinggi Desa Jambu beserta pejabat desa lainnya, mendapatkan data
profil Desa Jambu, mendapatkan kontak pengurus Paguyuban Nelayan
Desa Jambu, yaitu Bapak Sholikul Hadi.
F. Kegiatan
: Berkunjung ke rumah ketua Paguyuban Kelompok
Nelayan (GAPOKNEL)
Waktu
: Jumat, 15 April 2016 pukul 09.00 11.00 WIB.
Tempat
: rumah Ketua Gapoknel
Hasil
: memberikan surat perintah tugas dari Puskesmas
Mlonggo, mendapat gambaran terkait kondisi lapangan dan bekerjasama
dalam rencana pembentukan UKK Nelayan Mina Kencana, yaitu:
- Masyarakat nelayan Mina Kencana masih sangat kurang dalam
-

perhatian kepada kesehatan.


Banyak nelayan yang mempunyai Penyakit Tidak Menular, misalnya

hipertensi, diabetes mellitus, stroke.


Sebagian masyarakat nelayan mempunyai kebiasan minum minuman

keras dan minum berenergi hampir setiap hari secara berlebihan.


Belum pernah ada penyuluhan kesehatan kepada masyarakat nelayan.
Apabila terjadi kecelakaan saat kerja, nelayan melakukan pengobatan
seadanya, misalnya mengobati luka dengan minyak solar dan balsam
remason.

1.2. Perencanaan (P1)


A. Kegiatan
Waktu

: berdiskusi dengan Ketua Kelompok Mina Kencana


: Jumat, 15 April 2016 pukul 11.00-11.30 WIB.

26

Tempat
Hasil

: rumah Ketua Gapoknel


: menentukan tempat sosialisasi UKK di kelompok nelayan

pada hari Senin, 18 April 2016 pukul 09.30 dengan target pembentukan
kader kesehatan UKK bersamaan Arisan Bersama Kelompok Mina
Kencana.
B. Kegiatan

: berdiskusi dengan Ibu Mikha selaku penanggung jawab

UKK tentang pelaksanaan sosialisasi UKK Nelayan


Waktu
: Jumat, 15 April 2016 pukul 11.30 12.00 WIB.
Tempat
: Puskesmas Mlonggo.
Hasil
: menyetujui pembentukan UKK Nelayan terpusat di
Kelompok Mina Kencana dengan pertimbangan jumlah anggota terbesar.
C. Kegiatan
: Berkunjung ke rumah Ketua RW untuk penjalinan
hubungan kerja dan mendapat perijinan pembentukan UKK yang
dibuktikan melalui SK Desa Jambu.
Waktu

: Sabtu, 16 April 2016 pukul 07.30 10.00 WIB.

Tempat

: Rumah pak Ahmad Thoha

Hasil

menyetujui pembentukan UKK dan mendapat masukan terkait


keadaaan sosial ekonomi masyarakat RW 6, yaitu sebagian besar RW

06 bekerja sebagai nelayan.


Mendapat saran untuk pendekatan kepadanelayan secara keilmuan

dan sosial.
D. Kegiatan
: Koordinasi dengan Bidan Desa untuk mengetahui arahan
dan persiapan sosialisasi
Waktu
: Sabtu, 16 April 2016 pukul 10.00-11.00
Hasil
:
- Mendapat masukan tentang rencana program kegiatan, berupa usulan
materi P3K pada saat pelatihan kader.
E. Kegiatan
: Konsultasi dengan Ibu Tatik selaku PJ Promkes.

27

Waktu

: Sabtu, 16 April 2016 pukul 11.00-12.00

Hasil

: Mendapatkan arahan untuk langkah selanjutnya, yaitu

persiapan buku administrasi pos UKK dan cara penyuluhan dengan


menggunakan presentasi serta pemutaran video.
1.3. Penggerakan dan Pelaksanaan (P2)
A. Kegiatan

: Melakukan penyuluhan mengenai pentingnya UKK dan

mendorong masyarakat pekerja untuk berpartisipasi aktif.


Waktu
: Rumah Anggota Kelompok Mina Kencana.
Tempat
: Senin, 18 April 2016 pukul 09.00-11.00
Hasil
: Penyampaian materi dan menyepakati dibentuknya pos
UKK, terbentuknya kader pos UKK sebanyak 20 orang, menyepakati
musyawarah UKK pada hari Kamis, 21 April 2016 di rumah salah satu
Anggota.
B. Kegiatan

: Membagikan undangan kepada anggota kelompok nelayan

Mina Kencana terkait musyawarah pembentukan UKK, melakukan


konfirmasi ke petinggi Desa dan petugas promkes serta program UKK
Waktu
: Rabu, 20 April 2016 pukul 14.00 17.00 WIB.
Tempat
: Rumah Bapak Jamalludin
Hasil
: Semua anggota menerima undangan dan mendapatkan
konfirmasi kedatangan petinggi Desa dan petugas promkes serta program
UKK.
C. Kegiatan

: Memfasilitasi

koordinasi pembentukan UKK antara

Kelompok Mina Kencana dan pejabat Desa Jambu serta membuat


perijinan tentang pembuatan SK UKK nelayan Mina Kencana ke balai
Desa Jambu. (kerjasama, bentuknya apa bentuk kerjasama dan
koordinasinya)
Waktu
: Selasa, 19 April 2009 pukul 09.00-11.00
Rabu, 20 April 2016 pukul 09.00 11.00 WIB.
Tempat
: Balai Desa Jambu

28

Hasil

: terbentuk koordinasi pembentukan UKK antara Kelompok

Mina Kencana dan pejabat Desa Jambu serta mengetahui alur pembuatan
SK UKK Nelayan Mina Kencana Desa Jambu.
D. Kegiatan
: Musyawarah UKK Nelayan Mina Kencana
Waktu
: Kamis, 21 April 2016
Tempat
: Rumah Bapak Jamalludin
Hasil
: Terbentuk UKK pos Nelayan dengan

kehadiran

penanggung jawab petinggi Desa Jambu, petugas kesehatan Puskesmas


Mlonggo, dan para kader Mina Kencana serta menyepakati pelatihan
kader hari Sabtu, 23 April 2016 pukul 09.00-11.00 WIB.
E. Kegiatan
: Mengundang dr. Itut sebagai pengisi materi K3 dan P3K
pada pelatihan kader pos UKK
Waktu
: Jumat, 22 April 2016 pukul 08.00 10.00 WIB.
Tempat
: Puskesmas Mlonggo.
Hasil
: Memberikan Pedoman Penyelenggaran UKK bagi Kader
UKK kepada dr. Itut, mendapat konfirmasi kedatangan dr. Itut sedikit
terlambat karena pengisian materi di Posyandu Ibu Hamil terlebih
dahulu.
F. Kegiatan

: Pembuatan SK pembentukan UKK Nelayan Mina

Kencana
Waktu
Tempat
Hasil

: Jumat, 22 April 2016 pukul 08.00 10.00 WIB.


: Balai Desa Jambu.
: Melampirkan data-data penunjang pengisian SK, yaitu

dokumentasi kegiatan, struktur kepengurusan UKK, dan landasan


pembentukan UKK. SK dapat diambil hari Senin setelah disahkan Pj.
Petinggi Desa Jambu.
G. Kegiatan
: Pelatihan Kader pos UKK Nelayan Mina Kencana tentang
manajemen organisasi pos UKK, pemberian materi K3 dan P3K oleh dr.
Itut, dan pemberian panduan Survey Mawas Diri.
Waktu
: Sabtu, 23 April 2016 pukul 09.00 11.00 WIB.
Tempat
: Rumah Bapak Jamalludin.

29

Hasil

: penyampaian materi K3 dan P3 K oleh dr Itut didampingi

Bu Mikha selaku PJ program UKK Puskesmas Mlonggo dapat


terlaksana, dihadiri 10 kader UKK, pemberian panduan Survey Mawas
diri untuk pengisian formulir SMD. Memberikan kuesioner SMD kepada
pelaksana SMD yaitu para kader kesehatan UKK selama 2 hari dan
menjelaskan tata cara pelaksanaan dan pengisian kuesioner yaitu :

Mengisi nama dan alamat responden

Menanyakan tiap item pertanyaan di kuesioner dengan option


jawaban baik dan tidak baik pada responden

Mengisi jawaban sesuai nomor kolom responden

Menanyakan beberapa item terkait kondisi kesehatan dan


penyakit dalam jangka waktu dua bulan terakhir.

Mengobservasi keadaan lingkungan rumah tiap responden


untuk dinilai pada kuesioner

Satu pelaksana SMD mewakili 3 responden pada kuesioner


SMD.

Mencatat hasil wawancara dan observasi kedalam kuesioner

Melakukan rekapitulasi hasil survei oleh masing-masing kader

Hasil survey dikumpulkan ke mahasiswa paling lambat 22


April 2016

30

H. Kegiatan

: Musyawarah Masyarakat Desa membahas hasil Survey

Mawas Diri dan pembentukan program rencana kegiatan UKK Nelayan


Mina Kencana
Waktu
: Senin, 25 April 2016 pukul 09.00 12.00 WIB.
Tempat
: Balai Desa Jambu
Hasil
: membahas hasil tabulasi SMD, perumusan dan penentuan
prioritas masalah kesehatan atas dasar pengenalan masalah dan hasil
SMD dilanjutkan dengan rekomendasi teknis dari petugas Puskesmas.
dan menyepakati pertemuan satu bulan sekali. Pertemuan perdana akan
dimulai pada hari Senin, 2 Mei 2016 dengan tema pemeriksaan
kesehatan, menindaklanjuti hasil SMD dengan penyusunan program
UKK.

1.4. Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian (P3)


A. Kegiatan

: melakukan pengawasan, pengendalian, dan penilaian pada

pelaksanaan musyawarah pembentukan UKK Nelayan Mina Kencana.


Waktu
: Kamis, 21 April 2016 pukul 09.00-11.00 WIB
Tempat
: Rumah Bapak Jamalludin.
Hasil
: dilakukannya pengamatan terlibat sejak sosialisasi hingga
musyawarah pembentukan kepengurusan, penajaman materi K3 dan
pedoman pendirian UKK.
B. Kegiatan
: melakukan pengawasan, pengendalian, dan penilaian pada
pelaksanaan pelatihan kader UKK Nelayan Mina Kencana tentang materi
manajemen organisasi pos UKK, pemberian materi oleh dr. Itut, dan
pemberian panduan mengenai Survey Mawas Diri.
Waktu
: Sabtu, 23 April 2016 pukul 09.00-11.00 WIB
Tempat
: Rumah Bapak Jamalludin.
Hasil
: dr. Itut sedikit terlambat, kader yang datang sebanyak 10
orang, pemberian materi dapat terlaksana dengan baik.

31

C. Kegiatan
MMD .
Waktu
Tempat
Hasil

: melakukan pengawasan, pengendalian, dan penilaian pada


: Senin, 25 April 2016 pukul 09.00-12.00 WIB
: Balai Desa
: Seluruh undangan datang, meliputi 12 kader UKK

Nelayan, ketua Forum Kesehatan Desa, PJ petinggi Desa Jambu, Bidan


Desa Jambu, PJ Promkes dan UKK Puskesmas Mlonggo, dan kader
kesehatan Desa Jambu. Pelaksanaan musyawarah pembentukan jadwal
rencana dan program kegiatan UKK berjalan dengan baik.
1.5. Output
Setelah dilakukan musyawarah UKK, didapatkan kepengurusan UKK
Nelayan Mina Kencana dengan hasil sebagai berikut
Tabel 2.Struktur kepengurusan UKK Nelayan Mina Kencana
Pelindung/penasehat
Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris 1
Sekretaris 2
Bendahara
Sie Upaya Kesehatan
Sie Upaya Kesehatan
Sie Usaha dan Pembiayaan

Petinggi Desa Jambu


Sholikul Hadi
Muzaidun
Khairi
Ismanto
Siti Aminah
Umi Rachmawati
Mintiasih
Bidan Umi Rachmawati
Mintiasih
Ahmad Safrudin

Kesehatan
Sie Pengamatan dan Pelaporan

Abid
Zakaria
Sie Penyuluhan
Zaidin
Nusroh
Setelah dilakukan pembentukan kader UKK Mina Kencana, dilanjutkan dengan
pelatihan kader yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 April 2016 pukul 09.0012.00 WIB di rumah Bapak Jamalludin, RT 05/RW 06 yang dihadiri 12 kader
UKK dengan rincian sebagai berikut:

32

Tabel 3. Daftar Hadir Pelatihan Kader


Nama
Muzaedun
Ahmad Syafrudin

Jabatan
Wakil Ketua
Sie. Usaha Penghasilan

Abit Zakaria
Afendi
Sofu
Kismanto
Zaidin
Paisan

kesehatan
Sie. Pengamatan
Anggota
Anggota
Anggota
Sie. Penyuluhan
Sie.Usaha dan Penghasilan

Sholikul Hadi
Jamaludin
Mintiyarsih
Nusroh

Kesehatan
Ketua
Sekretaris
Sie Upaya Kesehatan
Sie Penyuluhan

Setelah dilakukan pelatihan pengisian SMD, dilanjutkan dengan SMD kepada 43


anggota nelayan Mina Kencana yang ditabulasikan pada hari Minggu, 24 April
2016. Formulir SMD terdiri dari formulir SMD Tempat Tinggal dan formulir
SMD Tempat Kerja yang didapatkan dari Pedoman Penyelenggaraan UKK untuk
Kader UKK. Didapatkan hasil daftar penyakit yang dimiliki nelayan Mina
Kencana selama 2 bulan terakhir sebagai berikut.
Tabel 4. Data Penyakit Nelayan Mina Kencana
Penyakit
Asma
Hipertensi
Sesak napas
ISK
Jantung koroner
Suspek febris
pandangan kabur
Diabetes Melitus
Tipus

Jumlah

Prosentase
1
3
1
1
1
2
2
1
1

2%
7%
2%
2%
2%
5%
5%
2%
2%

33

Jumlah

13 orang

29%

Terdapat 13 penyakit pada nelayan selama dua bulan terakhir, yaitu asma
(2%), hipertensi 3 (7%), sesak napas (2%), ISK (2%), jantung koroner (2%),
suspek febris (5%), pandangan kabur (5%), Diabetes Mellitus (2%), tipus (2%), di
mana terdapat penyakit tidak menular dengan porsi cukup besar. Berdasarkan data
wawancara dengan Pak Sholikul, masih ada beberapa anggota nelayan yang
mempunyai penyakit tidak menular belum tersurvey di SMD, misalnya stroke.
Selain data kesehatan, SMD juga melampirkan hasil kesehatan lingkungan tempat
tinggal dan tempat kerja, dengan rincian sebagai berikut.
Tabel 5. Data Kesehatan Lingkungan
Faktor Risiko
Sinar Matahari
Pertukaran Udara
Lantai
Pencahayaan
Sumber Air
WC
Halaman
Air buangan
Pembuangan

Jumlah

Sampah
Lokasi kandang
Lokasi gudang

Pencapaian
39
41
21
33
40
32
34
18

91%
95%
48,8%
76,7%
93%
74%
79%
41,8%

Besar Masalah
9%
5%
51,2%
33,3%
7%
26%
21%
52,2%

1
13
5

2%
30%
11%

98%
70%
89%

Selain itu, dilakukan juga survey APD dan kondisi alat kerja nelayan, dengan
rincian sebagai berikut.

34

Tabel 6. Data APD Nelayan Mina Kencana


APD
Topi
Masker
Sarung Tangan
Sepatu
Pakaian khusus
Pelindung mesin
Penyedot air
P3K dan P3P
Alat kerja
Sikap kerja

Jumlah Pencapaian Besar Masalah


43
100%
0%
40
93%
7%
3
7%
93%
4
9%
91%
36
8%
92%
43
100%
0%
38
88%
12%
0
0%
100%
3
7%
93%
43
100%
0%

Setelah dilakukan tabulasi, diadakan pembahasan terkait hasil SMD pada


Musyawarah Masyarakat Desa yang dihadiri petugas kesehatan Puskesmas
Mlonggo (bidan desa, petugas program UKK, petugas program Promkes), kader
kesehatan Desa Jambu, ketua FKD, PJ. Petinggi Desa Jambu, dan para anggota
kader UKK Mina Kencana yang dilaksanakan pada hari Senin, 25 April 2016 dan
didapatkan hasil sebagai berikut:
1. Menyepakati pembinaan Puskesmas Mlonggo ke UKK Mina Kencana
pada hari Senin pertama setiap bulannya.
2. Menyepakati pertemuan perdana dengan para anggota pada hari Senin, 2
Mei 2016 pukul 11.00 WIB dengan pemeriksaan kesehatan.
3. Beberapa tema yang akan diangkat sebagai program kesehatan UKK
adalah deteksi dini Hipertensi, penyuluhan Kesehatan Lingkungan dan
PHBS, penyuluhan APD-P3K, dan pengobatan gratis.
4. Menyepakati pengadaan P3K dengan biaya swadana para anggota nelayan
dan bekerja sama dengan lintas sektoral.

35

BAB IV
PEMBAHASAN FAKTA

36

Pengamatan terlibat dilakukan sejak dari penyuluhan pentingnya UKK


pada hari Jumat, 15 April 2016 hingga Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
hari Senin, 25 April 2016 diperoleh hasil sebagai berikut :

Berdasarkan data primer dari petugas kesehatan Puskesmas Mlonggo, latar


belakang pembentukan UKK Nelayan Desa Jambu adalah turunnya surat
dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara NO. 440/1232 TAHUN 2016
tentang Revitalisasi UKBM, terutama UKK nelaya dan belum adanya

pembinaaan kerja nelayan di Kecamatan Mlonggo.


Pencarian data anggota Mina Kencana dilaksanakan pada hari JumatSabtu/ 15-16 April 2016 dengan melakukan kunjungan ke pengurus Mina
Kencana dan tokoh desa. Didapatkan terdapat 5 kelompok nelayan di Desa
Jambu dengan Mina Kencana sebagai anggota terbanyak sejumlah 150
anggota aktif.

Rerata nelayan berpendidikan SD/tidak tamat SMP.

Berdasarkan saran dari ketua RW 06, penyuluhan dilakukan dengan

pendekatan sosial dan keprofesian.


Penyuluhan dilakukan saat Arisan Nelayan Kelompok Mina Kencana
dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang di Rumah Pak Anjali, Rt 05 Rw
06. Berdasarkan data, anggota Mina Kencana yang aktif sebanyak 120
orang. Penyuluhan membahas materi pengenalan Upaya Kesehatan Kerja
dan diskusi masalah kesehatan nelayan Kelompok Mina Kencana.
Didapatkan penyakit yang dikeluhkan nelayan Mina Kencana sebagai
berikut : hipertensi, diabetes melitus, stroke, penglihatan rabun, sering
demam, dan kecelakaan akibat kerja. Sebagian besar nelayan mempunyai
perilaku merokok, minum minuman keras, dan minuman berenergi. Dari

37

hasil penyuluhan, mendapatkan kesepakatan melakukan musyawarah


pembentukkan kader hari Kamis, tanggal 21 April 2016 di rumah Pak

Jamalludin.
Pembentukkan struktur kepengurusan dilaksanakan pada hari Kamis,
tanggal 21 April 2016 pukul 09.00-11.00 WIB. Acara diawali dengan
pembukaan, pemberian sambutan dari Pj. Petinggi Desa Jambu,
pengarahan tentang pembentukan UKK menggunakan presentasi dan
LCD, pengarahan dari petugas puskesmas disampaikan oleh Bu Mikha
selaku penanggung jawab program UKK dan bu Tatik selaku penanggung
jawab program promosi kesehatan. Selain disepakati struktur organisasi,
juga ditentukan pos UKK Kelompok Mina Kencana di rumah Bapak
Jamalludin rt 05 rw 06. Berikut struktur kepengurusan UKK Mina
Kencana tahun 2016:
Pelindung/penasehat
Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris 1
Sekretaris 2
Bendahara
Sie Upaya Kesehatan
Sie Upaya Kesehatan
Sie Usaha dan Pembiayaan
Kesehatan
Sie Pengamatan dan Pelaporan
Sie Penyuluhan

Petinggi Desa Jambu


Sholikul Hadi
Muzaidun
Khairi
Ismanto
Siti Aminah
Umi Rachmawati
Mintiasih
Bidan Umi Rachmawati
Mintiasih
Ahmad Safrudin
Abid
Zakaria
Zaidin
Nusroh

38

Setelah pembentukkan kepengurusan UKK, dilanjutkan pada pelatihan


kader UKK pada tanggal Sabtu, 23 April 2016 di rumah Bapak Jamalludin
pukul 09.00-12.00 WIB. Pada acara ini diperoleh hasil sebagai berikut:

Acara ini dihadiri kader kesehatan Desa Jambu, pengurus UKK Mina
Kencana sebanyak 13 orang, pemegang program UKK, dan dr. Itut selaku

dokter Puskesmas Mlonggo.


Acara dimulai dengan pengisian materi dan simulasi sederhana oleh dr.
Itut tentang P3K dilanjutkan dengan diskusi tentang keselamatan dan
kesehatan kerja nelayan. Tema ini dipilih setelah diskusi dengan para
anggota nelayan yang selama ini memberikan pelayanan terhadap risiko

kerja dengan obat seadanya, misalnya remason dan minyak solar.


Selanjutnya diisi pengarahan Survey Mawas Diri. Format kuesioner
didapatkan dari Pedoman Penyelenggaran UKK untuk Kader UKK berisi
2 formulir tentang Survey Mawas Diri untuk Tempat Tinggal dan Survey
Mawas diri untuk Tempat Kerja. Formulir diisi untuk 40 orang di mana
setiap kader mempunyai kewajiban survey 3 orang anggota nelayan
lainnya.

Dikarenakan

kader

belum

memahami

SMD,

dilakukan

pengarahan tentang pengisian kuesioner dan menyusun kesepakatan

penilaian setiap indikator pada formulir.


Hasil Survey Mawas Diri dikumpulkan pada mahasiswa PBL paling
lambat pada hari Minggu, 24 April 2016 yang dilanjutkan tabulasi lalu
untuk dipaparkan di Musyawarah Masyarakat Desa pada hari Senin, 25
April 2016.

39

Melakukan penyebaran undangan MMD kepada para pejabat desa, bidan


Desa Jambu, petugas kesehatan Puskesmas Mlonggo, kader kesehatan
Desa Jambu, dan para kader UKK sejumlah 35 orang di Balai Desa.

Berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan Survey Mawas Diri di


Desa Jambu tanggal 23 sampai 24 April 2016 dengan metode wawancara
dan pengamatan terlibat didapatkan hasil yaitu masyarakat nelayan dalam
melaksanakan SMD masih membutuhkan adanya pengawasan dan
pendampingan oleh petugas kesehatan dalam menggali masalah kesehatan
yang ada di wilayahnya karena beberapa kader masih belum begitu
mengerti saat pengisian kuesioner dan belum pernah melakukan SMD.

Musyawarah Masyarakat Desa dilaksanakan di Balai Desa tanggal 25


April 2016 membahas tentang pemaparan hasil SMD yang dilanjutkan
tentang penyusunan penyelesaian masalah dalam rencana program UKK
Mina Kencana dihadiri petugas kesehatan Puskesmas Mlonggo (bidan
desa, petugas program UKK, petugas program Promkes), kader kesehatan
Desa Jambu, ketua FKD, PJ. Petinggi Desa Jambu, dan para anggota

kader UKK Mina Kencana


Hasil kesepakatan MMD adalah sebagai berikut:
1. Menyepakati pembinaan Puskesmas Mlonggo ke UKK Mina Kencana
pada hari Senin pertama setiap bulannya.
2. Menyepakati pertemuan perdana dengan para anggota pada hari Senin, 2
Mei 2016 pukul 11.00 WIB dengan pemeriksaan kesehatan.
3. Beberapa tema yang akan diangkat sebagai program kesehatan UKK
adalah deteksi dini Hipertensi, penyuluhan Kesehatan Lingkungan dan
PHBS, penyuluhan APD-P3K, dan pengobatan gratis.

40

4. Menyepakati pengadaan P3K dengan biaya swadana para anggota nelayan


dan bekerja sama dengan lintas sektoral

BAB V
MASALAH
Masalah adalah kesenjangan antara keadaan yang diharapkan dengan
kenyataan/keadaan yang sebenarnya yang menimbulkan rasa tidak puas, sehingga
menimbulkan rasa tanggung jawab untuk memecahkan.
Berdasarkan pembahasan dari hasil pelaksanaan kegiatan Pembentukan
UKK Nelayan Kelompok Mina Kencana Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo,
Kabupaten Jepara Periode 2016, didapatkan data-data sebagai berikut :
5.1 Data Harapan
9. Terbentuknya kader kesehatan pos UKK Nelayan Kelompok Mina
Kencana.
10. Terlaksananya pelatihan kader UKK dan pelatihan Survey Mawas Diri.
11. Terlaksananya Survey Mawas Diri pada kelompok nelayan Mina
Kencana
12. Terlaksananya Musyawarah Mawas Diri kelompok Nelayan Mina
Kencana.
13. Terbentuknya UKK Nelayan Kelompok Mina Kencana di Desa Jambu
periode 2016.

41

14. Terbentuknya Surat Keputusan Pembentukan Nelayan Kelompok Mina


Kencana.
15. Terbentuknya syarat kelengkapan pembentukan UKK.
16. Terbentuknya program kegiatan pos UKK.
5.2 Data Kenyataan
- Terbentuknya UKK Mina Kencana
- Terbentuknya struktur kepengurusan dan rencana kerja UKK Mina Kencana.
- Terlaksananya Survey Mawas Diri dan Musyawarah Mawas Diri UKK Mina
-

Kencana.
Terlaksananya pelatihan UKK tentang P3K dan Kesehatan Kerja serta

pemberian pengarahan SMD.


Terbentuknya SK Desa Jambu mengenai Pembentukan UKK dengan SK

Petinggi Desa Jambu No: 141.2/10/2016.


Syarat pembentukan UKK belum keseluruhan terlengkapi, yaitu belum
adanya buku-buku administrasi UKK Nelayan Mina Kencana, yang meliputi
buku administrasi data kunjungan tamu, data para anggota, data keuangan,
data kegiatan para anggota dan tidak ada anggota nelayan yang mempunyai

P3K kit.
Pada pelaksanaan SMD, meskipun sudah diberikan pengarahan SMD, masih
banyak kader UKK yang membutuhkan bimbingan dalam pelaksanaannya
karena tidak pernah melakukan SMD .

5. 3 Data Ketidakpuasan
-

Administrasi UKK belum lengkap


Belum lengkapnya syarat pembentukan UKK diakibatkan belum tersedianya

P3K kit.
Kader UKK belum dapat mandiri dalam melakukan SMD.

5.4 Masalah :
Dari data di atas didapatkan masalah saat ini adalah :

42

Administrasi UKK belum lengkap


Belum lengkapnya syarat pembentukan UKK diakibatkan belum tersedianya

P3K kit.
Kader UKK belum dapat mandiri dalam melakukan SMD meski sudah
diberikan pengarahan.

BAB VI
PEMECAHAN MASALAH

43

Permasalahan yang ada pada pembentukan UKK Nelayan Kelompok Mina


Kencana di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo,, Kabupaten Jepara periode tahun
2016

perlu

ditangani

dengan

strategi

pemecahan

masalah

yang

mempertimbangkan faktor sumber daya manusia, waktu, dana, sarana yang


tersedia. Alternatif pemecahan masalah yang diambil adalah :
6.1 Masalah :
- Administrasi UKK belum lengkap
Belum lengkapnya syarat pembentukan UKK diakibatkan belum
tersedianya P3K kit pada anggota nelayan
- Kader UKK belum dapat mandiri dalam melakukan SMD meski sudah
diberikan pengarahan.

44

6.2 Alternatif Pemecahan Masalah


-

Membuat buku administrasi tentang daftar data kunjungan tamu, data para
anggota, data keuangan, data kegiatan para anggota serta melakukan

pengarahan kepada kader UKK bagaimana contoh cara mengisinya.


Memberikan pemberian pentingnya materi P3K, memperlihatkan contoh P3K
sederhana, dan menyarankan adanya sistem swadana serta kerjasama lintas
sektoral di rencana kegiatan UKK dengan target setiap nelayan dapat

mempunyai P3K.
Memberikan bimbingan kembali kepada kader yang belum memahami
pengisian survey SMD dengan mendatangi langsung dan melakukan
pengamatan terlibat saat survey dan memberikan buku panduan SMD.

BAB VII

45

PROGRAM PEMECAHAN MASALAH

Sebagai bentuk upaya pemecahan masalah yang timbul pada pembentukan


UKK Nelayan Kelompok Mina Kencana di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo,,
Kabupaten Jepara periode tahun 2016, disusun program sebagai berikut :
1

Kegiatan

: Membuat buku administrasi tentang daftar data

kunjungan tamu, data para anggota, data keuangan, data kegiatan


para anggota serta melakukan pengarahan bagaimana contoh cara
Tujuan

mengisinya.
: Kader UKK dapat memahami cara pengisian buku administrasi

dengan benar.
Sasaran : seluruh kader UKK.
Pelaksana : Dokter muda FK UNDIP
Waktu
: Sabtu, 23 April 2016, pukul 12.00-12.30 WIB
Lokasi
: Rumah Bapak Jamalludin
Dana
: Dokter muda FK UNDIP
Metode : penyuluhan
Hasil

: UKK Nelayan Mina Kencana mempunyai buku administrasi


secara lengkap dan kader mengetahui bagaimana cara pengisiannya
untuk selanjutnya.
2

Kegiatan

: Memberikan materi pentingnya P3K di UKK,

memperlihatkan contoh P3K sederhana, dan menyarankan adanya


sistem swadana dan kerjasama lintas sektoral di rencana kegiatan
UKK dengan target setiap anggota nelayan dapat mempunyai
P3K.

46

Tujuan

: Kader mengetahui pentingnya P3K kit pada kehidupan seharihari nelayan dan melakukan pemberdayaan anggota agar semua
anggota mempunyai P3K.

Sasaran :seluruh kader UKK


Pelaksana : Dokter muda FK UNDIP
Waktu
: Sabtu, 23 April 2016, pukul 11.00-12.00 WIB
Lokasi
: Rumah Bapak Jamalludin
Dana
: Dokter muda FK UNDIP
Metode : penyuluhan
Hasil

: para kader UKK Mina Kencana memahami pentingnya P3K dan


menyetujui sistem menabung agar segera mempunyai P3K dengan
pemberdayaan anggota.
3

Kegiatan

: Memberikan bimbingan kembali kepada kader

yang belum memahami pengisian survey SMD dengan mendatangi


langsung dan melakukan pengamatan terlibat saat survey dan
Tujuan

memberikan buku panduan SMD.


: Kader UKK dapat secara mandiri melakukan SMD untuk

seterusnya.
Sasaran :seluruh kader UKK
Pelaksana : Dokter muda FK UNDIP
Waktu
: Sabtu, 23 April 2016, pukul 13.00-14.00 WIB
Lokasi
: Rumah Bapak Sholikul Hadi
Dana
: Dokter muda FK UNDIP
Metode : pengamatan terlibat.
Hasil

: kader UKK Mina Kencana dapat memahami bagaimana cara


melakukan pengisisan formulir SMD secara mandiri

47

BAB VIII
KESIMPULAN DAN SARAN

8.1Simpulan
Dari serangkaian kegiatan pembentukan UKK Nelayan Kelompok Mina
Kencana di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara periode
tahun 2016 dapat disimpulkan :
1 Telah terbentuk UKK Mina Kencana secara musyawarah.

48

Telah terbentuk kader kesehatan UKK dan struktur organisasi UKK


Nelayan Mina Kencana yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, sie
Penyuluhan, sie pengamatan dan pelaporan, sie. Usaha Pembiayaan

3
4
5
6

Kesehatan, sie. Upaya Kesehatan sebanyak 13 orang.


Pelatihan Kader dan pengarahan Survey Mawas Diri terlaksana.
Terlaksananya SMD dan MMD UKK Nelayan Mina Kencana.
Tersusunya perencanaan program kegiatan UKK Nelayan Mina Kencana
Terbentuknya SK Desa Jambu tentang Pembentukkan UKK Nelayan Mina

Kencana (terlampir).
Belum terpenuhinya syarat pembentukkan UKK secara keseluruhan

dikarenakan anggota nelayan tidak ada yang mempunyai P3K.


Saran
1 Kepada pengurus dan kader UKK Nelayan Mina Kencana agar:
a Berkomitmen dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan UKK dan
berinisiatif untuk membuat kegiatan-kegiatan yang lebih kreatif untuk
memecahkan masalah-masalah kesehatan yang ada di lingkungan
b
c

nelayan Kelompok Mina Kencana


Melakukan sistem menabung agar segera mempunyai P3K kit
Melakukan pembinaan kepada anggota nelayan Mina Kencana secara

proaktif dan menyeluruh .


d Berpartisipasi aktif dalam pembinaan dari Puskesmas Mlonggo.
e Melakukan kerja sama dengan lintas sektoral
Kepada pihak pejabat Desa Jambu untuk senantiasa mendukung kegiatan
UKK Nelayan Mina Kencana, terutama pada tahun pertamanya, baik dari

dukungan formal maupun informal.


Kepada pihak puskesmas agar secara berkala memantau kegiatan UKK
dan senantiasa melakukan pembinaan intensif kepada kader-kader UKK
serta dapat membantu dalam penyediaan obat sederhana

49

BAB VIII
KESIMPULAN DAN SARAN

8.1Simpulan
Dari serangkaian kegiatan pembentukan UKK Nelayan Kelompok Mina
Kencana di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara periode
tahun 2016 dapat disimpulkan :
8 Telah terbentuk UKK Mina Kencana secara musyawarah.
9 Telah terbentuk kader kesehatan UKK dan struktur organisasi UKK
Nelayan Mina Kencana yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, sie
Penyuluhan, sie pengamatan dan pelaporan, sie. Usaha Pembiayaan
10
11
12
13

Kesehatan, sie. Upaya Kesehatan sebanyak 13 orang.


Pelatihan Kader dan pengarahan Survey Mawas Diri terlaksana.
Terlaksananya SMD dan MMD UKK Nelayan Mina Kencana.
Tersusunya perencanaan program kegiatan UKK Nelayan Mina Kencana
Terbentuknya SK Desa Jambu tentang Pembentukkan UKK Nelayan Mina

Kencana (terlampir).
14 Belum terpenuhinya syarat pembentukkan UKK secara keseluruhan
3

dikarenakan anggota nelayan tidak ada yang mempunyai P3K.


Saran
4 Kepada pengurus dan kader UKK Nelayan Mina Kencana agar:
a Berkomitmen dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan UKK dan
berinisiatif untuk membuat kegiatan-kegiatan yang lebih kreatif untuk
memecahkan masalah-masalah kesehatan yang ada di lingkungan
b

nelayan Kelompok Mina Kencana


Melakukan sistem swadana agar segera mempunyai P3K kit sehingga

syarat pembentukan UKK dapat terpenuhi secara keseluruhan.


Melakukan pembinaan kepada anggota nelayan Mina Kencana secara
proaktif dan menyeluruh .

50

d Segera melengkapi administrasi dengan baik dan rapi


e Berpartisipasi aktif dalam pembinaan dari Puskesmas Mlonggo.
f Melakukan kerja sama dengan lintas sektoral
Kepada pihak pejabat Desa Jambu untuk senantiasa mendukung kegiatan
UKK Nelayan Mina Kencana, terutama pada tahun pertamanya, baik dari
dukungan formal maupun informal dan dapat melakukan pendekatan
intensip terhadap kelompok nelayan lainnya agar termotivasi dalam

melakukan pemberdayaan masyarakat.


Kepada pihak puskesmas agar secara berkala memantau kegiatan UKK
dan senantiasa melakukan pembinaan intensif kepada kader-kader UKK
serta dapat membantu dalam penyediaan obat sederhana

51

Daftar Pustaka
1. Kementrian Kesehatan RI. 2013. Risiko Kesehatan Para Nelayan dalam
Upaya Pemenuhan.. Jakarta : Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
2. Kementrian Kesehatan Ri. 2012. Pembinaan Kesehatan Kerja Nelayan
Kabupaten/Kota. Jakarta : Dirjen Kesehatan Masyarakat.
3. Pemerintah Desa Jambu. 2015. Kependudukan.
www.pemerintahdesajambu.blogspot.com. Diakses pada 19 April 2016 pukul
21.30 WIB.
4. Kementrian Kesehatan RI. 2011. Pedoman Penyelenggaraan UKK untuk
Kader Pos UKK. Jakarta : Direktor Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga.
5. Kementrian Kesehatan RI. 2006. Pos Upaya Kesehatan Kerja. Jakarta
6. Departemen Kesehatan RI. 2011. Panduan Integrasi Promosi Kesehatan di
Kabupaten/Kota. Jakarta : Pusat Promosi Kesehatan.

Lampiran 1. SK Pembentukan UKK Nelayan Mina Kencana

52

Lampiran 2. Dokumentasi Kegiatan

53

Gambar 1. Musyawarah pembentukan UKK

54

Gambar 2. Musyawarah Masyarakat Desa

Gambar 3. Penyampaian Administrasi dan Pengarahan SMD

55

Gambar 4. Pemberian Bimbingan dan Pengamatan Terlibat SMD

Gambar 5. Pemberian materi oleh dr. Itut di Pelatihan Kader UKK

56