Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH ANALISIS INDUSTRI

PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY AND TRADING COMPANY Tbk


Diselesaikan untuk memenuhi tugas mata kuliah:
Analisa Laporan Keuangan

Disusun Oleh:
Marisa Naysila
Noor Eka Amalia
Riyani Satriyanti S.

(120110110030)
(120110130039)
(120110130058)

Kelas:
Ibu Fury Kristianty Fitriyah, SE,M.Ak,Ak
Senin,12.00 s/d 14.30 WIB.

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS PADJADJARAN
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukurr penulis ucapkan kepada Allah S.W.T Tuhan Yang Maha
Esa atas berkat rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah tugas
kelompok mengenai analisis rasio keuangan PT Ultrajaya dengan baik. Makalah
sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisis Laporan
Keuangan, dalam lingkup Program Studi Akuntansi, Universitas Padjadjaran.
Menyadari bahwa dalam menyelesaikan makalah ini tidak mungkin selesai
tanpa adanya bantuan, dukungan, baik secara moril maupun material, ide dan
setiap masukan yang positif guna menyelesikan makalah ini. Oleh sebab itu kami
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Fury Kristianty Fitriyah, SE,M.Ak,Ak selaku dosen
matakuliah

Analisa

Laporan

Keuangan

yang

telah

mengajarkan materi menganalisis rasio keuangan sebuah


perusahaan.
2. Dan kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan
satu persatu, telah mendukung penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan
dan kelemahannya, baik dalam isi maupun sistematikanya. Hal ini disebabkan
oleh keterbatasan pengetahuan dan wawasan penulis. Oleh sebab itu, penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini.
Akhirnya, penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.
Bandung, 29 April 2016
Tim Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................2
DAFTAR ISI............................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................4
1.1

Latar Belakang Analisis Rasio Keuangan..................................................4

1.2

Perumusan Masalah...................................................................................5

1.3

Perumusan Masalah...................................................................................5

1.4

Manfaat Analisis Rasio Keuangan.............................................................5

BAB II LANDASAN TEORI..................................................................................6


2.1

Rasio Likuiditas.........................................................................................6

2.2

Rasio Aktivitas...........................................................................................7

2.3

Rasio Leverage..........................................................................................8

2.4

Rasio Profitabilitas.....................................................................................9

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN..........................................................10


3.1

Rasio Likuiditas.......................................................................................14

3.2

Rasio Aktivitas.........................................................................................14

3.3

Rasio Leverage........................................................................................15

3.4

Rasio Provitabilitas..................................................................................15

BAB IV PENUTUP...............................................................................................16
4.1

Kesimpulan..............................................................................................16

4.1

Saran........................................................................................................16

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................17

BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Analisis Rasio Keuangan

Analisis Rasio Keuangan adalah proses yang penuh pertimbangan dalam


rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan
pada masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang
paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang.
Menurut Statement of Financial Accounting Concept (SAFC) Nomor 1
(FASB, 1978), laporan keuangan harus memberikan informasi untuk (1)
pengambilan keputusan investasi dan kredit; (2) menilai prospek arus kas; (3)
menilai sumber daya, klaim atas sumber daya, dan perubahan sumber daya
berupa; (a) sumber daya ekonomi, kewajiban dan ekuitas pemilik; (b) kinerja dan
laba perusahaan; dan (c) kinerja dan stewardship manajement. Tujuan ini
terangkum dalam penyajian laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan
pengungkapan laporan keuangan.
Berdasarkan tujuan tersebut para pemakai laporan keuangan dapat menilai
informasi yang dihasilkan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi yang
berkaitan dengan perusahaan. Dengan membaca laporan keuangan secara tepat
maka pemakai dapat melakukan tindakan ekonomi menyangkut perusahaan yang
dilaporkan dan diharapkan menghasilkan keuntungan baginya. Dalam menilai
kondisi deuangan dan prestasi perusahaan, pemakai memerlukan beberapa
instrumen antara lain analisis rasio keuangan.
Studi ini menunjukkan analisis dari rasio keuangan. Adapun alasan penulis
memilih perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur minuman karena
minuman adalah produk konsumsi massal yang menjangkau pasar secara luas.
Maka penulis memilih PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company.

1.2Perumusan Masalah

Adapun rumusan permasalahan yang dibahas di dalam laporan ini adalah:


1.2.1 Bagaimana kondisi rasio keuangan dari PT. Ultrajaya, Tbk
1.2.2 Evaluasi kinerja perusahaan menurut hasil perhitungan rasio keuangan
dari PT Ultrajaya, Tbk
1.3Perumusan Masalah

Adapun analisis rasio keuangan dibuat dengan beberapa tujuan, diantaranya


adalah:
1.3.1

Analisis dilakukan dengan melihat secara analitis laporan keuangan

1.3.2

dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger;


Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan

1.3.3

dimasa yang akan datang


Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen, operasional,
efisiensi, dan lain-lain

1.4Manfaat Analisis Rasio Keuangan

Adapun manfaat dari analisis rasio keuangan berdasarkan pada kepentingan


para pemakai laporan keuangan yaitu:
1.4.1 Dapat dijadikan sebagai salah satu dasar dalam pengambilan
1.4.2

keputusan
Bersama dengan anggaran kas dapat digunakan untuk memprediksi

1.4.3

rasio keuangan dimasa yang akan datang


Untuk mengetahui posisi dan perkembangan perusahaan dari satu atau
beberapa

laporan

keuangan

sehingga

dapat

meramalkan

kecenderungan dimasa yang akan datang. Analisis yang dilakukan


terhadap laporan laba rugi maupun neraca merupakan penelaahan
hubungan-hubungan

dan

tendensi

atau

kecenderungan

untuk

menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan


perusahaan yang bersangkutan.

1.4.4 BAB II
1.4.5 LANDASAN TEORI

1.4.6
1.4.7

Alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan


berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan

1.4.8

keuangan (neraca, laporan laba/rugi, laporan arus kas).


Analisis rasio dapat digunakan untuk membimbing investor dan kreditor
untuk membuat keputusan atau pertimbangan tentang pencapaian
perusahaan dan prospek pada masa datang. Salah satu cara pemrosesan
dan pengintepretasian informasi akuntansi, yang dinyatakan dalam artian
relatif maupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara angka

1.4.9

yang satu dengan angka yang lain dari suatu laporan keuangan.
Analisis rasio keuangan menggunakan data laporan keuangan yang telah
ada sebagai dasar penilaiannya. Meskipun didasarkan pada data dan
kondisi masa lalu, analisis rasio keuangan dimaksudkan untuk menilai
risiko dan peluang pada masa yang akan datang. Pengukuran dan
hubungan satu pos dengan pos lain dalam laporan keuangan yang nampak
dalam rasio-rasio keuangan dapat memberikan kesimpulan yang berarti
dalam penentuan tingkat kesehatan keuangan suatu perusahaan. Tetapi bila
hanya memperhatikan satu alat rasio saja tidaklah cukup, sehingga harus
dilakukan pula analisis persaingan-persaingan yang sedang dihadapi oleh
manajement

perusahaan

dalam

industri

yang

lebih

luas,

dan

dikombinasikan dengan analisis kualitatif atas bisnis dan industri


manufaktur, analisis kualitatif, serta penelitian-penelitian industri.
2.1 Rasio Likuiditas

1.4.10 Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan


dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya (termasuk bagian dari
kewajiban jangka panjang yang telah berubah menjadi kewajiban jangka
pendek). Rasio ini terbagi atas 2 rasio, yakni:

a. Analisis Current Ratio


1.4.11
Current ratio adalah rasio antara harta lancar (current
assets) dengan hutang lancar (current liabilities).
1.4.12
Current Assets
Current ratio=
1.4.13
Current Liabilities
1.4.14
1.4.15

Rasio ini bermanfaat untuk mengetahui sampai seberapa

jauh perusahaan dapat melunasi hutang jangka pendeknya. Semakin besar


rasio yang diperoleh, semakin lancar hutang pembayaran jangka pendeknya.
b. Analisis Quick Ratio
1.4.16
Rasio antara harta lancar (Current Assets) dikurangi dengan
persedia-an (Inventory) dibagi dengan hutang lancar (Current Liabilities).
1.4.17
Current AssetsInventory
Quick ratio=
1.4.18
Current Liabilities
2.2 Rasio Aktivitas

1.4.19 Rasio aktivitas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan dan


efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya.
Rasio ini terbagi menjadi 10 rasio sebagai berikut.
1.4.20
1.4.21

Account Receivable Turnover=

1.4.22
1.4.23

Average Collection Period=

365
Account Receivable Turnover

Account Payable Turnover=

Annual Sales
Account Payable

Average Collection Period=

365
Account Payable Turnover

1.4.24
1.4.25
1.4.26
1.4.27
1.4.28
1.4.29
1.4.30

Annual Sales
Account Receivable

Inventory Turnover (at sales)=

Annual Sales
Inventory

1.4.31

Average Age of Inventory (at sales)=

1.4.32
1.4.33

Inventory Turnover ( at Cost )=

Annual COGS
Inventory

1.4.34
1.4.35

Average Age of Inventory (at Cost )=

1.4.36
1.4.37

Total Asset Turnover=

1.4.38
1.4.39

Asset Turnover=

365
Inventory Turnover (at sales)

365
Inventory Turnover( at Cost )

Annual Sales
Total Asset

Annual Sales
Assets

2.3 Rasio Leverage

1.4.40 Rasio leverage adalah rasio yang sejauh mana perusahaan dibiayai oleh
utang (dana dari pihak luar). Rasio ini juga menunjukkan indikasi tingkat
keamanan dari para pemberi pinjaman (kreditor), dalam hal ini dapat
berupa bank dan lembaga lainnya. Rasio leverage terbagi lagi dalam 2
rasio sebagai berikut:
1.4.41
1.4.42

Debt Assets=

Total Debt
Total Asset

Debt Equity=

Total Debt
Total Equity

1.4.43
1.4.44
1.4.45
1.4.46

Time Interest Earned=

Earning Before Interest Taxes


Interest

1.4.47
2.4 Rasio Profitabilitas

1.4.48 Rasio profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan


perusahaan mencetak laba. Untuk para pemegang saham (pemilik

perusahaan), rasio ini menunjukkan tingkat penghasilan mereka dalam


investasi.
1.4.49
1.4.50

Net Profit Margin=

Net Profit After Taxes


Sales

1.4.51
1.4.52

Gross Profit Margin=

Gross Profit
Sales

1.4.53
1.4.54

Operating Profit Margin=

1.4.55
1.4.56

ReturnOn Assets=

Earning Available for Common Stock


Total Asset

ReturnOn Equity=

Earning Available for Common Stock


Total Equity

1.4.57
1.4.58
1.4.59

Operating Profit
Sales

1.4.60BAB III
1.4.61ANALISA DAN PEMBAHASAN

1.4.63 Tahun
1.4.65 2 1.4.66 2 1.4.67 2 1.4.68 2 1.4.69 2
1.4.62 Rasio

1.4.82 Quick Ratio

1.4.71 1.4.72 1.4.73 1.4.74 1.4.75


1.4.77 1.4.78 1.4.79 1.4.80 1.4.81
3,34
2,47
2,02
1,48
2,00
1.4.83 1.4.84 1.4.85 1.4.86 1.4.87
1,89
1,63
1,45
0,87
1,00

1.4.88

1.4.89

1.4.90 1.4.91 1.4.92 1.4.93

1.4.94 ACTIVITY

1.4.95

1.4.96 1.4.97 1.4.98 1.4.99

1.4.100

1.4.101 1.4.102 1.4.103 1.4.104 1.4.105


10
9
9
8
10

1.4.70 LIQUIDITY
1.4.76 Current Ratio

Account
Receivable Turnover

1.4.106

Average
Collection Period

1.4.112Account Payable
Turnover
1.4.118Account Payable
Period
1.4.124

Inventory
Turnover (Sales)

1.4.130

Average Age of
Inventory (Sales)

1.4.136

Inventoory
Turnover (Cost)

1.4.107 1.4.108 1.4.109 1.4.110 1.4.111


37
39
39
44
37
1.4.113 1.4.114 1.4.115 1.4.116 1.4.117
10
7
7
5
8
1.4.119 1.4.120 1.4.121 1.4.122 1.4.123
36
49
51
71
46
1.4.125 1.4.126 1.4.127 1.4.128 1.4.129
5
6
8
6
5
1.4.131 1.4.132 1.4.133 1.4.134 1.4.135
67
56
43
64
69
1.4.137 1.4.138 1.4.139 1.4.140 1.4.141
4
5
6
4
4

1.4.142

Average Age of
Inventory (Cost)

1.4.148

Total Asset
Turnover

1.4.154

Fixed Asset
Turnover

1.4.143 1.4.144 1.4.145 1.4.146 1.4.147


88
80
64
91
101
1.4.149 1.4.150 1.4.151 1.4.152 1.4.153
1,34
1,23
1,16
0,96
0,94
1.4.155 1.4.156 1.4.157 1.4.158 1.4.159
3,90
3,58
2,87
1,97
2,00
1.4.161 1.4.162 1.4.163 1.4.164 1.4.165

1.4.160
1.4.166

LEVERAGE

1.4.172

Debt to Assets

1.4.178

Debt to Equity

1.4.184

Times Interest
Earned

1.4.167
1.4.173
22%
1.4.179
29%
1.4.185
Rp4,0
8

1.4.168
1.4.174
28%
1.4.180
40%
1.4.186
Rp3,9
1

1.4.169
1.4.175
31%
1.4.181
44%
1.4.187
Rp4,3
8

1.4.170
1.4.176
38%
1.4.182
61%
1.4.188
Rp5,5
3

1.4.171
1.4.177
39%
1.4.183
64%
1.4.189
Rp2,1
2

1.4.191 1.4.192 1.4.193 1.4.194 1.4.195

1.4.190
1.4.196

PROFITABIL
1.4.197 1.4.198 1.4.199 1.4.200 1.4.201

ITY
1.4.202

Net Profit

1.4.203 1.4.204 1.4.205 1.4.206 1.4.207


7%
9%
13%
6%
6%

Gross Profit

1.4.209 1.4.210 1.4.211 1.4.212 1.4.213


24%
29%
32%
30%
31%

Operating

1.4.215 1.4.216 1.4.217 1.4.218 1.4.219


10%
12%
15%
6%
10%

Margin
1.4.208
Margin
1.4.214

Profit Margin
1.4.220

Return On

1.4.221 1.4.222 1.4.223 1.4.224 1.4.225


10%
12%
15%
6%
5%

Return On

1.4.227 1.4.228 1.4.229 1.4.230 1.4.231


13%
16%
21%
10%
9%

Assets
1.4.226
Equity
1.4.232

1.4.233

1.4.234 2014

1.4.235 2013

1.4.236 2012

1.4.240

1.4.241 Rp
1.642.101.746.8
19

1.4.242 Rp
1.565.510.655.1
38

1.4.243 Rp
1.196.426.6
43

1.4.247

1.4.248 Rp
490.967.089.226

1.4.249 Rp
633.794.053.00
8

1.4.250 Rp
592.822.52
3

1.4.254

1.4.255 Rp
714.411.455.060

1.4.256 Rp
534.977.217.23
9

1.4.257 Rp
334.169.03
4

1.4.261

1.4.262 Rp
3.916.789.366.4
23

1.4.263 Rp
3.460.231.249.0
75

1.4.264 Rp
2.809.851.3
39

1.4.268

1.4.269 Rp
395.101.722.940

1.4.270 Rp
368.549.136.07
5

1.4.271 Rp
297.400.52
0

1.4.275

1.4.276 Rp
381.899.807.713

1.4.277 Rp
463.538.990.75
1

1.4.278 Rp
394.466.23
9

1.4.282

1.4.283 Rp
2.979.799.459.6
58

1.4.284 Rp
2.446.448.128.5
99

1.4.285 Rp
1.908.109.0
37

1.4.289

1.4.290 Rp
2.917.083.567.3
55

1.4.291 Rp
2.811.620.982.1
42

1.4.292 Rp
2.420.793.3
29

1.4.295 Fixed Assets

1.4.296

1.4.297 Rp
1.003.229.206.3
63

1.4.298 Rp
965.974.994.30
5

1.4.299 Rp
979.511.601

1.4.302 Total Debt

1.4.303

1.4.304 Rp
651.985.807.625

1.4.305 Rp
796.474.448.05

1.4.306 Rp
744.274.26

1.4.239 Current Assets

1.4.246 Current Liabilities

1.4.253 Inventory

1.4.260 Sales

1.4.267 Account Receivable

1.4.274 Account Payable

1.4.281 COGS

1.4.288 Total Asset

1.4.310

1.4.311 Rp
2.265.097.759.7
30

1.4.312 Rp
2.015.146.534.0
86

1.4.313 Rp
1.676.519.1
22

1.4.317

1.4.318 Rp
375.356.927.774

1.4.319 Rp
436.720.187.87
3

1.4.320 Rp
457.970.115

1.4.324

1.4.325 Rp
91.996.013.563

1.4.326 Rp
111.592.767.209

1.4.327 Rp
104.538.49
9

1.4.331

1.4.332 Rp
283.360.914.211

1.4.333 Rp
325.127.420.66
4

1.4.334 Rp
353.431.61
5

1.4.338

1.4.339 Rp
936.989.906.765

1.4.340 Rp
1.013.783.120.4
76

1.4.341 Rp
901.742.26
2

1.4.345

1.4.346 Rp
374.126.536.835

1.4.347 Rp
423.195.023.12
5

1.4.348 Rp
429.341.49
8

Earning Available for Common Stock1.4.352

1.4.353 Rp
283.360.914.211

1.4.354 Rp
325.127.420.66
4

1.4.355 Rp
353.431.61
5

1.4.309 Total Equity

1.4.316 Earning Before Interest and


Tax

1.4.323 Interest

1.4.330 Earning Aftar Interest and Tax

1.4.337 Gross Profit

1.4.344 Operating Profit

1.4.351

1.4.358

3.1 Rasio Likuiditas

a. Current Ratio
1.4.359
Current ratio PT ULTJ dari tahun 2010 hingga tahun 2011
mengalami penurunan, pada tahun 2010 1 perbandingan hutang lancar
mampu dijamin oleh 2,00 aset lancar. Namun pada tahun 2011 1 hutang
lancar hanya dijamin 1,48 aset lancar. Hal ini mengindikasikan adanya
pengurangan likuiditas dilingkungan perusahaan PT ULTJ.
Namun demikian pada tahun 2011 hingga tahun 2014 current ratio

1.4.360

mengalami peningkatan. Tahun 2014 ini 1 hutang lancar mampu dijamin


oleh 3,34 aset lancar. Hal ini menunjukkan pertanda baik, bahwa dimasa
yang akan datang likuiditas perusahaan akan terus meningkat. Secara
keseluruhan likuiditas PT ULTJ masih tergolong bagus, karena berada
diatas rasio 1, terlebih lagi ada potensi untuk terus mengembangkannya
dimasa yang akan datang.
b. Quick Ratio
1.4.361
Dari sisi rasio cepat PT ULTJ dapat dilihat bahwa rasio perusahaan
ini cenderung meningkat dari tahun 2012 hingga 2014. Terlihat pada tahun
2011 terjadi penurunan, namun cepat diantisipasi sehingga dapat stabil dan
kembali meningkat. Upaya penstabilan ini dapat berupa menjaga
kesesuaian utang lancar dengan aset lancar, menggunakan utang lancar
seefisien mungkin dalam perannya untuk membiayai aset lancar.
1.4.362

3.2 Rasio Aktivitas

1.4.363

Penurunan

frekuensi

perputaran

pengumpulan

piutang

menyebabkan periode pengumpulan piutang menjadi lebih lama. Hal ini


cukup beresiko untuk PT ULTJ, karena dengan lamanya periode
pengumpulan piutang membuka celah untuk piutang tidak tertagih.
1.4.364
Hal yang sama juga terjadi pada frekunsi pembayaran tagihan yang
menyebabkan periode pembayaran tagihan menjadi lebih panjang, yang
artinya kurang baik bagi perusahaan. Hal ini menunjukkan kurangnya
kemampuan PT ULTJ dalam memenuhi kewajiban-kewajiban lancarnya.
1.4.365
Perputaran persediaan yang terjadi di PT ULTJ dalam hal
menghasilkan penjualan menunjukkan pergerakan yang bagus pada tahun
2010 hingga 2011, namun pada tahun 2012 terdapat potensi negatif untuk

mencerminkan perputaran persediaan yang tidak baik. Bisa saja dalam


perusahaan masih terdapat banyak stock persediaan sehingga perputaran
menurun. Bila menumpuk persediaan akan sangat beresiko bagi
perusahaan, meningkatkan resiko keusangan dan menurun efisiensi kinerja
perusahaan.
1.4.366
Tingkat perputaran aset tetap dan total aset dari PT ULTJ kian
tahun kian meningkat. Hal ini menunjukkan peran aset dalam
menghasilkan

penjualan

dapat

dinilai

maksimal

karena

mampu

menghasilkan penjualan yang lebih besar.


1.4.367

3.3Rasio Leverage

1.4.368

Analisa leverage dari tahun ke tahun untuk PT ULTJ tergolonng


mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat dari rasio yang menunjukkan 1
aset yang di dalamnya semula terkandung kurang dari 40% utang, menjadi
kurang dari 25% utang. Dan perbandingan 1 komponen ekuitas yang
semula didalamnya terdapat 60-an% komponen utang, kini menjadi 30-an
%. Hal ini berarti bahwa perusahaan dapat mengelola pendanaan dengan
baik sehingga dapat mengurangi pendanaan yang bersumber dari utang,
sehingga dapat dikatakan sangat baik.

1.4.369

3.4 Rasio Provitabilitas

1.4.370

Dari tahun ke tahun, presentase laba kotor berbanding penjualan


cenderung menurun, namun laba usaha dan laba bersihnya bisa meningkat
kian waktu. Hal ini dapat terjadi karena ketika harga pokok penjualan yang
tidak bisa ditekan mengiringi kenaikan penjualan, perusahaan berusaha
menekan biaya dibidang lain, juga meningkatkan penghasilan lain-lain.
Sehingga meskipun laba kotor tidak mengalami kenaikan yang signifikan,
namun laba bersih bisa mencapai kenaikan yang berarti.

1.4.371

BAB IV

1.4.372

PENUTUP

1.4.373
1.4.374

4.1

Kesimpulan

4.1

Saran

1.4.375
1.4.376

1.4.377

DAFTAR PUSTAKA

1.4.378

1.4.379

Subramanyam, K. R., John J. Wild, 2009, Financial statement

analysis,. Edisi ke seputuh, McGraw-Hil


1.4.380
Elliott B., Elliott J., 2011 Financial Accounting and Reporting,
Edisi ke empat belas, Pearson Education Limited
1.4.381
Palepu Healy Bernard, 2008, Business Analysis and Valuation,
Edisi ke empat, Thomson South Western
1.4.382
Sugiono, Arief dan Edy Untung, 2008, Panduan Praktis Dasar
Analisa Laporan Keuangan, PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.