Anda di halaman 1dari 36

KETETAPAN

KONGRES XIII PEMUDA/KNPI


NOMOR : TAP 07/KONGRES-XIII/PEMUDA-KNPI/2011
Tentang
ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KONGRES XIII PEMUDA/KNPI,

Menimbang

: a. bahwa untuk memberi jaminan landasan konstitusional


keberadaan KNPI sebagai wadah berhimpun Organisasi
Kemasyarakatan Pemuda, maka dipandang perlu untuk
mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
KNPI;
b. bahwa oleh karena itu Kongres XIII Pemuda/KNPI
memandang perlu untuk menetapkan Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga KNPI;

Mengingat

: 1. Undang-undang No 8 Tahun 1985 tentang Organisasi


Kemasyarakatan;
2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI;
3. Peraturan Organisasi KNPI lainnya;
4. Keputusan DPP KNPI Nomor: KEP. ..../DPP-KNPI/..../2011
tentang Susunan Komposisi Personalia Panitia Kongres XIII
Pemuda/KNPI

Memperhatikan : 1. Nota Kesepakatan DPP KNPI hasil Kongres XII Jakarta dan
DPP KNPI hasil Kongres XII Bali pada tanggal 17 Oktober
2011;
2. Hasil Permusyawaratan dalam Sidang Pleno I Kongres XIII
Pemuda/KNPI yang mengesahkan Jadwal Acara Kongres XIII
Pemuda/KNPI, pada tanggal 25 Oktober 2011
MEMUTUSKAN
Menetapkan

: KETETAPAN KONGRES XIII PEMUDA/KNPI TENTANG


ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
KNPI

Pasal 1
Mengesahkan Jadwal Acara Kongres XIII Pemuda/KNPI sebagaimana terlampir
yang merupakan satu kesatuan tidak terpisahkan dengan ketetapan ini.
Pasal 2
Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bilamana terdapat
kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya .

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 25 Oktober 2011

KONGRES XIII PEMUDA/KNPI


PRESIDIUM SIDANG
Ketua/Anggota (MPI)

Sekretaris/Anggota
(DPD KNPI Papua)

Anggota (MPI)

Dr. Nadjamuddin Ramly, M. Si

Arnold Udam, SH

Rafli Effendy

Anggota (DPP AMPI)

Anggota
(DPP KNPI)

Anggota
(DPD KNPI Bali)

Drs. Sabil Rahman, M. Si

Abukasim Sangadji

Nyoman Gede Antaguna, SE.,


SH., MH.

Anggota
(DPP KNPI)

Anggota
(Srikandi Pemuda
Pancasila)

Anggota
(DPP BM PAN)

Drs. Mustafa M. Radja

Efalina Gultom, SE.

Ahmad Yohan, S.Ag, M. Si

ANGGARAN DASAR
Komite Nasional Pemuda Indonesia

PEMBUKAAN
Dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, generasi muda memiliki peranan yang
sangat menonjol dalam mencetuskan ide ide pembaharuan yang didasari pada
militansi dan idealisme sebagaimana dibuktikan pada tahun 1908 dengan
momentum Kebangkitan Nasional, tahun 1928 dengan lahirnya Sumpah Pemuda,
tahun 1945 dengan usaha merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,
tahun 1973 terbentuk KNPI melalui deklarasi pemuda, serta tahun 1998 dengan
semangat kejuangan yang kritis, dinamis dan rasional untuk menegakan demokrasi,
keadilan dan supremasi hukum yang berakumulasi secara sinergik dengan lahirnya
era reformasi.
Kaum muda sebagai sumber insani dan ahli waris serta penerus cita-cita bangsa,
perlu mempersiapkan dan membina diri menjadi kader-kader bangsa, agar dapat
menjadi generasi penerus yang berpandangan rasional, berbudi pekerti luhur, dan
memiliki keterampilan serta bertanggung jawab demi masa depan yang lebih baik.
Generasi muda Indonesia sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, memiliki tanggung
jawab moral untuk menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran kaum muda
sebagai suatu bangsa yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar
1945, ikut serta mengisi kemerdekaan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa
dan mempercepat pembangunan nasional demi kemajuan dan kesejahteraan
masyarakat.
Untuk melanjutkan dan melaksanakan citacita bangsa serta mempersiapkan tunas
tunas bangsa dengan panggilan sejarah dan mewujudkan tanggung jawabnya,
maka organisasi kemasyarakatan pemuda dan seluruh potensi pemuda Indonesia
yang berhimpun dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia, dengan landasan
semangat kebersamaan untuk menumbuhkan, menggerakkan militansi serta
idealisme, serta menyalurkan aspirasi dan potensi pemuda Indonesia demi
tercapainya masa depan yang lebih baik.
Sadar sepenuhnya akan panggilan sejarah, potensi, peranan, dan tanggung jawab
kaum muda, maka dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami generasi muda
Indonesia dengan ini menetapkan ANGGARAN DASAR KOMITE NASIONAL
PEMUDA INDONESIA sebagai berikut :

BAB I
NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN
Pasal 1
1. Organisasi ini bernama Komite Nasional Pemuda Indonesia disingkat KNPI.
2. KNPI didirikan pada tanggal 23 Juli 1973 di Jakarta untuk jangka waktu yang
tidak ditentukan.
3. Pusat organisasi KNPI berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

BAB II
AZAS DAN TUJUAN
Pasal 2
KNPI berazaskan Pancasila dan UUD 1945.
Pasal 3
KNPI memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Terwujudnya persatuan dan kesatuan pemuda Indonesia demi tegaknya Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
2. Terciptanya pemuda Indonesia yang memiliki kemampuan intelektual, berakhlak
mulia, dan memiliki keahlian profesional, dalam rangka menjamin
kesinambungan Pembangunan Nasional;
3. Terberdayakannya seluruh potensi pemuda Indonesia dalam berbagai dimensi
kehidupan berbangsa dan bernegara demi mempercepat terwujudnya
masyarakat Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945.
BAB III
KEDAULATAN
Pasal 4
Kedaulatan KNPI berada di tangan anggota dan dilaksanakan sepenuhnya oleh
Kongres.
BAB IV
STATUS, SIFAT DAN FUNGSI
Pasal 5
Status
Status KNPI adalah satu-satunya wadah berhimpun Organisasi Kemasyarakatan
Pemuda di Indonesia.
Pasal 6
Sifat
KNPI bersifat terbuka dan independen.
Pasal 7
Fungsi
KNPI memiliki fungsi, sebagai berikut :
1. Sebagai wadah perekat kemajemukan pemuda Indonesia dalam rangka
meningkatkan kualitas kehidupan kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara
guna mempercepat usaha pencapaian tujuan nasional;
2. Sebagai laboratorium kader pemuda Indonesia dalam rangka mengembangkan
potensi pemuda yang berwawasan kebangsaan, mandiri dan bertanggungjawab,
guna terjaminnya proses regerasi kesinambungan masa depan bangsa;

3. Sebagai wadah perjuangan pemuda Indonesia dalam rangka peningkatan


derajat, taraf hidup, status dan kesejahteraan sosial, guna mempercepat
terciptanya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.
BAB V
USAHA
Pasal 8
Berdasarkan azas, tujuan, status, sifat dan fungsinya maka KNPI sebagai wadah
berhimpun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda memiliki usaha sebagai berikut :
1. Membina dan menjalin komunikasi diantara berbagai komponen kepemudaan
yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan jenjang
struktural kepengurusan KNPI melalui serangkaian program komunikasi dan
kerjasama;
2. Menggalang kerjasama antar pemuda, baik ditingkat lokal, nasional, regional
maupun internasional, melalui program kepedulian dan kemitraan secara aktif
terhadap berbagai dinamika kemasyarakatan dan kepemudaan, baik yang
sedang berlangsung maupun yang akan terjadi dalam rangka menciptakan
ketahanan nasional dan perdamaian dunia;
3. Mengembangkan dan meningkatkan integritas moral, jati diri bangsa dan
semangat patriotisme di kalangan pemuda dan masyarakat;
4. Memelihara dan mempertahankan tegaknya Negara Kesatuan Republik
Indonesia melalui usaha pengembangan kualitas sumber daya pemuda, tingkat
partisipasi dalam pembangunan, serta komunikasi diantara sesama pemuda dan
potensi nasional lainnya;
5. Melaksanakan upaya-upaya agregasi dan artikulasi terhadap berbagai aspirasi,
dan kepentingan pemuda;
6. Menggalang, mengembangkan dan memantapkan kemampuan sosial ekonomi
pemuda dalam rangka memperkokoh ekonomi nasional dan meningkatkan
kesejahteraan rakyat.
BAB VI
KEANGGOTAAN
Pasal 9
1. Pada hakekatnya seluruh pemuda Indonesia adalah anggota KNPI;
2. Anggota KNPI adalah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang mengakui
eksistensi KNPI sebagai wadah berhimpun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda
serta wadah perekat persatuan dan kesatuan pemuda Indonesia;
3. Hak dan kewajiban anggota diatur dalam ART KNPI.

BAB VII
ORGANISASI DAN KEDUDUKAN
Pasal 10
Struktur Organisasi
1. Organisasi KNPI terdiri dari Majelis Pemuda Indonesia dan Dewan Pengurus;
2. Majelis Pemuda Indonesia merupakan forum koordinasi dan konsultasi
Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang berhimpun di KNPI guna
memberikan masukan-masukan dan saran-saran yang konstruktif dan strategis
untuk kemajuan KNPI;
3. Majelis Pemuda Indonesia hanya memiliki sifat koordinasi dari pusat sampai
kecamatan;
4. Dewan Pengurus mempunyai hubungan hirarkhi dan vertikal dari pusat sampai
kecamatan;
5. Badan Perwakilan KNPI Luar Negeri terdiri dari unsur-unsur Pemuda, Mahasiswa
dan Pelajar Indonesia yang berada di luar negeri.
Pasal 11
Hirarki dan Kedudukan Organisasi
1. KNPI terdiri dari Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan Dewan Pengurus Pusat
Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), berkedudukan di Ibukota
Negara;
2. KNPI Daerah Provinsi terdiri dari MPI Provinsi dan Dewan Pengurus Daerah
Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi, berkedudukan di
Ibukota Provinsi;
3. KNPI Daerah Kabupaten/Kota terdiri dari MPI Kabupaten/Kota dan Dewan
Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI)
Kabupaten/Kota, berkedudukan di Ibukota Kabupaten/Kota;
4. KNPI Kecamatan terdiri dari MPI Kecamatan dan Pengurus Kecamatan Komite
Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) berkedudukan di Ibukota Kecamatan.
BAB VIII
PERMUSYAWARATAN
Pasal 12

Permusyawaratan dan Rapat-Rapat

1. Jenis-jenis Permusyawaratan :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Kongres;
Kongres Luar Biasa;
Rapat Pimpinan Nasional;
Rapat Kerja Nasional;
Musyawarah Daerah KNPI (Musda KNPI) Provinsi;
Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI (Musdalub KNPI) Provinsi;
Rapat Pimpinan Daerah KNPI (Rapimda KNPI) Provinsi;
Rapat Kerja Daerah KNPI (Rakerda KNPI) Provinsi;
Musyawarah Daerah KNPI (Musda KNPI) Kabupaten/Kota;

j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.

Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI (Musdalub KNPI) Kabupaten/Kota;


Rapat Pimpinan Daerah KNPI (Rapimda KNPI) Kabupaten/Kota;
Rapat Kerja Daerah KNPI (Rakerda KNPI) Kabupaten/Kota;
Musyawarah Kecamatan KNPI (Muscam KNPI);
Musyawarah Luar Biasa KNPI (Muslubcam KNPI) Kecamatan;
Rapat Kerja KNPI Kecamatan;
Musyawarah KNPI Badan Perwakilan Luar Negeri;
Rapat Pimpinan KNPI Badan Perwakilan Luar Negeri;
Rapat Kerja KNPI Badan Perwakilan Luar Negeri.

2. Jenis-jenis Rapat :
a. Rapat Pleno Dewan Pengurus;
b. Rapat Harian Dewan Pengurus;
c. Rapat Bidang Dewan Pengurus;
d. Rapat Koordinasi dan atau Konsultasi;
e. Rapat Majelis Pemuda Indonesia;
f. Rapat Konsultasi MPI dengan Dewan Pengurus.
Pasal 13
Kongres
1. Kongres merupakan pemegang kekuasaan tertinggi KNPI di tingkat nasional;
2. Kongres diadakan sekali dalam 3 (tiga) tahun;
3. Kongres berwenang :
a. Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga;
b. Menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Pusat dan Laporan
Majelis Pemuda Indonesia;
c. Menetapkan Pokok-Pokok Program Kerja Nasional dan Organisasi (PPKNO),
serta kebijakan kebijakan organisasi lainnya;
d. Memilih dan menetapkan Ketua Umum/Ketua Formatur Dewan Pengurus
Pusat KNPI;
e. Memilih dan menetapkan Anggota Formatur;
f. Menetapkan Anggota Majelis Pemuda Indonesia;
4. Penyelenggara dan Penanggungjawab Kongres adalah Dewan Pengurus
Pusat KNPI;
5. Materi Kongres disiapkan pada Rapat Pimpinan Nasional.
Pasal 14
Kongres Luar Biasa
1. Kongres Luar Biasa dapat diadakan apabila terjadi pelanggaran terhadap
AD/ART oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat KNPI;
2. Kongres Luar Biasa diadakan atas permintaan secara tertulis dari:
a. Lebih setengah jumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Nasional
yang berhimpun, dan;
b. Lebih setengah jumlah Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi.
3. Kongres Luar Biasa berwenang untuk memilih dan menetapkan Ketua Umum
Dewan Pengurus Pusat KNPI pada periodisasi berjalan serta kebijakan
organisasi strategis lainnya yang dianggap penting dan mendesak.

Pasal 15
Musyawarah Daerah KNPI Provinsi
1. Musyawarah Daerah KNPI Provinsi adalah pemegang kekuasaan KNPI ditingkat
Provinsi;
2. Musyawarah Daerah KNPI Provinsi diadakan sekali dalam 3 (tiga) tahun;
3. Musyawarah Provinsi berwenang :
a. Menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Daerah KNPI
Provinsi dan Majelis Pemuda Indonesia Provinsi;
b. Menetapkan Pokok- Pokok Program Kerja KNPI Provinsi dan Organisasi
(PPKPO) dalam rangka penjabaran dan pelaksanaan Pokok-Pokok Program
Kerja Nasional dan Organisasi (PPKNO);
c. Memilih dan menetapkan Ketua Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi, dan;
d. Memilih dan menetapkan Anggota Majelis Pemuda Indonesia Provinsi.
4. Musyawarah Daerah KNPI Provinsi diselenggarakan dan menjadi tanggung
jawab sepenuhnya Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
5. Materi Musyawarah Daerah KNPI Provinsi disiapkan melalui Rapat Pimpinan
Daerah KNPI Provinsi.
Pasal 16
Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Provinsi
1. Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Provinsi dapat diadakan apabila Ketua
DPD KNPI Provinsi melanggar AD/ART KNPI;
2. Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Provinsi diadakan atas permintaan tertulis
dari :
a. Lebih dari setengah jumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat
Provinsi yang berhimpun, dan;
b. Lebih dari setengah jumlah Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
c. Pelaksanaan Musdalub KNPI Provinsi dikonsultasikan kepada DPP KNPI.
3. Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Provinsi berwenang untuk memilih dan
menetapkan Ketua Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi pada Periodesasi
berjalan.

Pasal 17
Musyawarah Daerah Kabupaten/Kota
1. Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota adalah pemegang kekuasaan
tertinggi KNPI ditingkat Kabupaten/Kota;
2. Musyawarah Daerah Kabupaten/Kota diadakan sekali dalam 3 (tiga) tahun;
3. Musyawarah Daerah Kabupaten/Kota berwenang :
a. Menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Daerah KNPI
Kabupaten/Kota dan Laporan Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota;
b. Menetapkan Pokok-Pokok Program Kerja KNPI Kabupaten/Kota dan
Organisasi
dalam rangka penjabaran dan pelaksanaan Pokok-Pokok
Program Kerja Provinsi dan Organisasi (PPKPO) yang merupakan
penjabaran dari Pokok-Pokok Program Kerja Nasional dan Organisasi
(PPKNO);

c. Memilih dan menetapkan Ketua Dewan Pengurus Daerah KNPI


Kabupaten/Kota, dan Anggota Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota;
4. Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota diselenggarakan dan menjadi
tanggungjawab sepenuhnya Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
5. Materi Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota disiapkan melalui Rapat
Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten/Kota.
Pasal 18
Musyawarah Daerah Luar Biasa Kabupaten/Kota
1. Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Kabupaten/Kota dapat diadakan apabila
Ketua DPD KNPI Kabupaten/Kota melanggar AD/ART KNPI;
2. Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Kabupaten/Kota diadakan atas
permintaan secara tertulis dari :
a. Lebih dari setengah jumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda tingkat
Kabupaten/Kota yang berhimpun, dan;
b. Lebih dari setengah jumlah Dewan Pengurus KNPI Kecamatan;
c. Pelaksanaan Musdalub KNPI Kabupaten/Kota dikonsultasikan kepada DPD
KNPI Provinsi.
3. Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Kabupaten/Kota berwenang untuk memilih
dan menetapkan Ketua Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota pada
Periodesasi berjalan.
Pasal 19
Musyawarah Kecamatan
1. Musyawarah KNPI Kecamatan adalah pemegang kekuasaan tertinggi KNPI
ditingkat Kecamatan;
2. Musyawarah KNPI Kecamatan diadakan sekali dalam 3 (tiga) tahun;
3. Musyawarah KNPI Kecamatan berwenang:
a. Menilai Laporan Pertanggungjawaban Pengurus KNPI Kecamatan dan
menilai Laporan Pertanggungjawaban Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan;
b. Menetapkan Pokok-Pokok Program Kerja Kecamatan dan Organisasi
(PPKCO) dalam rangka penjabaran dan pelaksanaan Pokok -Pokok Program
Kerja Kabupaten/Kota dan Organisasi (PPKKO) yang merupakan penjabaran
dari Pokok-Pokok Program Kerja Provinsi dan Organisasi (PPKPO) serta
Pokok-Pokok Program Kerja Nasional dan Organisasi (PPKNO);
c. Memilih dan menetapkan Komposisi dan Personalia Pengurus KNPI
Kecamatan, dan Anggota Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan;
4. Musyawarah KNPI Kecamatan diselenggarakan dan menjadi tanggungjawab
sepenuhnya Pengurus KNPI Kecamatan;
5. Materi Musyawarah KNPI Kecamatan disiapkan melalui Rapat Pimpinan KNPI
Kecamatan.

Pasal 20
Musyawarah Luar Biasa KNPI Kecamatan
1. Musyawarah Luar Biasa KNPI Kecamatan dapat diadakan apabila Ketua
Pengurus Kecamatan melanggar AD/ART KNPI;
2. Musyawarah Luar Biasa KNPI Kecamatan diadakan atas permintaan secara
tertulis dari :
a. Lebih dari setengah jumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda tingkat
Kecamatan yang berhimpun, dan;
b. Pelaksanaan Musyawarah Luar Biasa KNPI Kecamatan dikonsultasikan
kepada DPD KNPI Kabupaten/Kota.
3. Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Kecamatan berwenang untuk memilih dan
menetapkan Ketua Pengurus KNPI Kecamatan pada Periodisasi berjalan.
BAB IX
Pasal 21
Rapat Pimpinan Nasional
1. Rapat Pimpinan Nasional merupakan forum yang kedudukannya setingkat
dibawah Kongres;
2. Rapat Pimpinan Nasional diadakan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali diantara 2
(dua) Kongres;
3. Rapat Pimpinan Nasional berwenang :
a. Menyiapkan rancangan materi dan menetapkan peserta Kongres;
b. Merekomendasikan kebijakan kebijakan organisasi selain
organisasi yang telah ditetapkan pada Kongres;

kebijakan

4. Rapat Pimpinan Nasional diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat KNPI.


Pasal 22
Rapat Kerja Nasional
1. Rapat Kerja Nasional diadakan untuk menjabarkan hasil-hasil Ketetapan
Kongres, khususnya tentang perumusan arah dan kebijakan serta program kerja
yang akan dilaksanakan dalam satu periode Kepengurusan Dewan Pengurus
Pusat KNPI;
2. Rapat Kerja Nasional diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali diantara 2 (dua)
Kongres;
3. Rapat Kerja Nasional diadakan dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab Dewan
Pengurus Pusat KNPI.

Pasal 23
Rapat Pimpinan Daerah KNPI Provinsi
1. Rapat Pimpinan Daerah KNPI Provinsi merupakan forum yang kedudukannya
setingkat dibawah Musyawarah Daerah Provinsi;
2. Rapat Pimpinan Daerah Provinsi diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali
diantara 2 (dua) Musyawarah Daerah KNPI Provinsi;
3. Rapat Pimpinan Daerah KNPI Provinsi berwenang :
a. Memutuskan kebijakan strategis organisasi selain kebijakan organisasi
yang telah ditetapkan pada Musyawarah Daerah KNPI Provinsi atau
Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Provinsi;
b. Menyiapkan rancangan materi dan menetapkan peserta Musyawarah
Daerah KNPI Provinsi.
Pasal 24
Rapat Kerja Daerah KNPI Provinsi
1. Rapat Kerja Daerah KNPI Provinsi diadakan untuk menjabarkan hasil-hasil
Ketetapan Musyawarah Daerah KNPI Provinsi, khususnya tentang perumusan
arah dan kebijakan serta program kerja yang akan dilaksanakan dalam satu
periode masa bakti kepengurusan Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
2. Rapat Kerja Daerah KNPI Provinsi diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali
diantara 2 (dua) Musyawarah Daerah KNPI Provinsi;
3. Rapat Kerja Daerah KNPI Provinsi diselenggarakan oleh Dewan Pengurus
Daerah KNPI Provinsi.

Pasal 25
Rapat Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten/Kota
1. Rapat Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten/Kota diadakan untuk menjabarkan
hasil-hasil Ketetapan Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota dan kebijakan
strategis organisasi lainnya yang tidak bertentangan dengan hasil ketetapan
Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
2. Rapat Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten/Kota diadakan sekurang-kurangnya 1
(satu) diantara dua Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
3. Rapat Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten/Kota berwenang :
a. Memutuskan kebijakan organisasi sebagai penjabaran dari hasil Musyawarah
Kabupaten/Kota sebelumnya;
b. Menetapkan kebijakan strategis lainnya sesuai kebutuhan daerah yang akan
diberlakukan secara lokal di Kabupaten/Kota;
c. Menyiapkan rancangan materi dan menetapkan peserta Musyawarah Daerah
KNPI Kabupaten/Kota berikutnya;
4. Rapat Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten/Kota sepenuhnya diselenggarakan dan
menjadi tanggungjawab Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota.

Pasal 26
Rapat Kerja Daerah KNPI Kabupaten/Kota
1. Rapat Kerja Daerah KNPI Kabupaten/Kota diadakan untuk menjabarkan hasil-

hasil Ketetapan Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota, khususnya tentang


perumusan arah dan kebijakan serta program kerja yang akan dilaksanakan
dalam satu periode masa bakti kepengurusan Dewan Pengurus Daerah KNPI
Kabupaten/Kota;
2. Rapat Kerja Daerah Kabupaten/Kota diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali
diantara 2 (dua) Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
3. Rapat Kerja Daerah KNPI Kabupaten/Kota diselenggarakan oleh Dewan
Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota.

Pasal 27
Rapat Pimpinan KNPI Kecamatan
1. Rapat Pimpinan KNPI Kecamatan diadakan untuk menjabarkan hasil-hasil

2.
3.
a.
b.
c.

Ketetapan Musyawarah KNPI Kecamatan dan kebijakan strategis organisasi


lainnya yang tidak bertentangan dengan hasil Ketetapan Musyawarah
Kecamatan;
Rapat Pimpinan KNPI Kecamatan diadakan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali
diantara 2 (dua) Musyawarah KNPI Kecamatan;
Rapat Pimpinan KNPI Kecamatan berwenang :
Memutuskan kebijakan organisasi sebagai penjabaran dari hasil Musyawarah
KNPI Kecamatan;
Menetapkan kebijakan strategis lainnya sesuai kebutuhan daerah yang akan
diberlakukan secara lokal di Kecamatan;
Menyiapkan rancangan materi dan menetapkan peserta Musyawarah KNPI
Kecamatan berikutnya.
Pasal 28
Rapat Kerja Kecamatan

1. Rapat Kerja KNPI Kecamatan diadakan untuk menjabarkan hasil hasil

Ketetapan Musyawarah KNPI Kecamatan khususnya tentang perumusan arah


dan kebijakan serta program kerja yang akan dilaksanakan dalam satu periode
masa bakti kepengurusan KNPI Kecamatan;
2. Rapat Kerja KNPI Kecamatan diadakan sekurang-kurangnya sekali diantara
(dua) Musyawarah KNPI Kecamatan;

3. Rapat Kerja KNPI Kecamatan berwenang :


a. Memutuskan arah dan pelaksanaan program satu masa bakti kepengurusan
sebagai penjabaran dari hasil Musyawarah KNPI Kecamatan sebelumnya;
b. Menetapkan Pokok-Pokok Program Kerja yang akan dijalankan dalam satu
masa bakti Kepengurusan KNPI Kecamatan;
4. Rapat Kerja KNPI Kecamatan sepenuhnya diselenggarakan dan menjadi
tanggungjawab Pengurus KNPI Kecamatan.

BAB X
KEPENGURUSAN
Pasal 29
Dewan Pengurus Pusat
1. Dewan Pengurus Pusat KNPI dipilih oleh Kongres untuk masa jabatan 3 (tiga)
tahun;
2. Dewan Pengurus Pusat KNPI terdiri dari Pengurus Harian dan Pengurus Pleno;
3. Pengurus Harian terdiri dari seorang Ketua Umum, beberapa Ketua, seorang
Sekretaris Jenderal, beberapa Sekretaris, seorang Bendahara Umum dan
beberapa Bendahara;
4. Pengurus Pleno terdiri dari Pengurus Harian, Anggota-anggota Departemen dan
Pimpinan Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom;
5. Dalam melaksanakan program kerjanya Dewan Pengurus Pusat KNPI didukung
beberapa Badan-Badan Khusus atau Lembaga Otonom;
6. Jumlah Pengurus DPP KNPI terdiri dari 50% unsur keterwakilan 1 (satu) orang
dari 1 (satu) OKP secara eksponensial, 20% unsur kesinambungan, 20% unsur
potensi pemuda lainnya dan 10 % unsur kebutuhan organisasi.

Pasal 30
Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi
1. Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi dipilih oleh Musyawarah Daerah KNPI
Provinsi untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun;
2. Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi terdiri dari Pengurus Harian dan
Pengurus Pleno;
3. Pengurus Harian KNPI Provinsi terdiri dari seorang Ketua, beberapa Wakil
Ketua, seorang Sekretaris, beberapa Wakil Sekretaris, seorang Bendahara,
beberapa Wakil Bendahara;
4. Pengurus Pleno terdiri dari Pengurus Harian, Anggota-anggota Departemen
serta Pimpinan Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom;
5. Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi dibantu
oleh beberapa Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom;
6. Jumlah Pengurus DPD KNPI Provinsi terdiri dari 50% unsur keterwakilan 1 (satu)
orang 1 (satu) OKP secara eksponensial, 20% unsur kesinambungan, 20% unsur
potensi pemuda lainnya dan 10 % unsur kebutuhan organisasi.
Pasal 31
Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota
1. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota dipilih oleh Musyawarah Daerah
KNPI Kabupaten/Kota untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun;
2. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota terdiri dari Pengurus Harian dan
Pengurus Pleno;
3. Pengurus Harian KNPI Kabupaten/Kota terdiri dari seorang Ketua, beberapa
Wakil Ketua, seorang Sekretaris, beberapa Wakil Sekretaris, seorang
Bendahara, beberapa Wakil Bendahara;
4. Pengurus Pleno terdiri dari Pengurus Harian, Anggota-anggota Departemen
serta Pimpinan Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom;

5. Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota


dibantu oleh beberapa Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom;
6. Jumlah Pengurus KNPI Kabupaten/Kota terdiri dari 50% unsur keterwakilan 1
(satu) orang 1 (satu) OKP secara eksponensial, 20% unsur kesinambungan, 20%
unsur potensi pemuda lainnya dan 10 % unsur kebutuhan organisasi.
Pasal 32
Pengurus KNPI Kecamatan
1. Pengurus Kecamatan dipilih oleh Musyawarah KNPI Kecamatan untuk masa
jabatan 3 (tiga) tahun;
2. Pengurus KNPI Kecamatan terdiri dari seorang Ketua, beberapa Wakil Ketua,
seorang Sekretaris, beberapa Wakil Sekretaris, seorang Bendahara, dan
beberapa Wakil Bendahara;
3. Dalam melaksanakan tugasnya Pengurus KNPI Kecamatan dibantu oleh
Anggota-anggota Bagian;
4. Jumlah Pengurus KNPI Kecamatan dibagi sesuai potensi wilayah masing masing.
BAB XI
MAJELIS PEMUDA INDONESIA
Pasal 33
Majelis Pemuda Indonesia
1. Majelis Pemuda Indonesia bekerja secara kolektif dan bertugas
menyelenggarakan pengawasan, fasilitasi, mediasi dan penilaian terhadap
kinerja Dewan Pengurus KNPI sesuai tingkatannya masing-masing;
2. Pengawasan, fasilitasi, mediasi dan penilaian Majelis Pemuda Indonesia,
sebagaimana dimaksud ayat (1) diselenggarakan secara tertulis, obyektif,
rasional dan disampaikan langsung kepada Dewan Pengurus KNPI sesuai
tingkatannya dan atau disampaikan melalui forum permusyawaratan dan rapatrapat;
3. Anggota Majelis Pemuda Indonesia mencakup tokoh-tokoh pemuda, mantan
Dewan Pengurus KNPI serta para Ketua Umum OKP (ex-Officio) sesuai
tingkatannya;
4. Majelis Pemuda Indonesia dibentuk disemua tingkatan Dewan Pengurus KNPI,
terdiri dari:
a. Majelis Pemuda Indonesia ditingkat Nasional;
b. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi ditingkat Provinsi;
c. Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota ditingkat Kabupaten/Kota;
d. Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan ditingkat Kecamatan.
5. Kepemimpinan Majelis Pemuda Indonesia terdiri dari seorang Ketua, beberapa
Wakil Ketua, seorang Sekretaris, beberapa Wakil Sekretaris dan sejumlah orang
anggota;
6. Dalam hal menjamin kesinambungan organisasi maka Anggota Majelis Pemuda
Indonesia disemua tingkatan dipilih oleh Formatur dan khusus untuk Ketua
Majelis Pemuda Indonesia disemua tingkatan dipilih dengan salah satu cara
sebagai berikut yang ditetapkan oleh formatur:
a. Dipilih oleh Anggota Majelis Pemuda Indonesia,
b. Dipilih oleh Formatur.
c. Dipilih secara aklamasi oleh Ketua Formatur.

7. Dalam hal Dewan Pengurus Pusat tidak dapat menyelenggarakan Kongres


selama 6 (enam) bulan setelah masa baktinya berakhir, maka Pimpinan Majelis
Pemuda Indonesia dapat menyelenggarakan Kongres setelah mendapat
persetujuan Rapat Majelis Pemuda Indonesia;
8. Dalam hal Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi / Daerah
Kabupaten/Kota/Kecamatan tidak dapat
menyelenggarakan Musyawarah
Daerah KNPI Provinsi/Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten-Kota/Musyawarah
Kecamatan dalam jangka waktu sekurang-kurangnya dalam tempo 6 (enam)
bulan setelah masa baktinya berakhir, dan Dewan Pengurus diatas itu tidak
berinisiatif melaksanakan Musyawarah Daerah maka Majelis Pemuda Indonesia
sesuai tingkatannya dapat
berinisiatif sebagai fasilitator/mediator untuk
menyelenggarakan Musyawarah Daerah KNPI Provinsi/Musyawarah Daerah
KNPI Kabupaten-Kota/Musyawarah Kecamatan setelah mendapat persetujuan
Dewan Pengurus Pusat KNPI.
BAB XII
BADAN- BADAN KHUSUS
Pasal 34
1. Dewan Pengurus KNPI disemua tingkatan dapat membentuk Badan-Badan
Khusus atau Lembaga-Lembaga Otonom yang dibentuk menurut kebutuhan
dalam rangka mendukung pencapaian tujuan organisasi;
2. Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom adalah alat kelengkapan Dewan
Pengurus KNPI disemua tingkatan yang berorientasi pada pengembangan
keahlian, minat/bakat dan profesi pemuda Indonesia yang tidak bertentangan
dengan hakikat KNPI;
3. Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom dibentuk serta disahkan oleh Dewan
Pengurus KNPI disemua tingkatan;
4. Tugas dan kewajiban Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom diatur dalam ART
KNPI.
BAB XIII
ATRIBUT
Pasal 35
KNPI memiliki Lambang, Lagu dan atribut-atribut lainnya, yang diatur dalam ART
KNPI.
BAB XIV
KEUANGAN
Pasal 36
Sumber Dana
Keuangan KNPI diperoleh dari :
1. Iuran personalia Dewan Pengurus KNPI yang ditetapkan oleh masing-masing
tingkatan Dewan Pengurus KNPI;
2. Sumbangan anggota dari OKP yang berhimpun disemua tingkatan;
3. Bantuan perorangan dan instansi lainnya yang halal dan tidak mengikat.

Pasal 37
Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan
1. Dewan Pengurus KNPI disemua tingkatan bertanggungjawab atas penggunaan
dana dan pengelolaan harta kekayaan organisasi sesuai dengan sistem
keuangan dan akuntansi publik;
2. Bendahara Umum/Bendahara secara rutin setiap 6 (enam) bulan sekali
memberikan laporan keuangan kepada Rapat Pleno Dewan Pengurus KNPI
sesuai tingkatannya;
3. Laporan Pertanggungjawaban keuangan harus disusun berdasarkan hasil audit
oleh akuntan publik yang ditunjuk oleh Pimpinan DPP KNPI dan Pimpinan
Majelis Pemuda Indonesia;
4. Khusus dalam penyelenggaraan Kongres KNPI dan Musyawarah Daerah KNPI
Provinsi/Kabupaten/Kota dan Musyawarah KNPI Kecamatan/Distrik, pengelolaan
dan pertanggungjawaban keuangannya, dipertanggungjawabkan kepada Dewan
Pengurus berikutnya sesuai tingkatannya, melalui verifikasi yang ditunjuk khusus
untuk tugas itu.
BAB XV
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 38
1. Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan melalui Kongres dan atau
Kongres Luar Biasa yang diadakan khusus untuk itu;
2. Untuk melakukan pembubaran organisasi KNPI, Kongres Luar Biasa harus
disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah utusan yang
hadir.
BAB XVI
PEMBUBARAN ORGANISASI
Pasal 39
1.

Pembubaran organisasi KNPI hanya dapat dilakukan melalui Kongres Luar


Biasa yang diadakan khusus untuk maksud itu;

2.

Untuk melakukan pembubaran organisasi KNPI, Kongres Luar Biasa harus


disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah utusan yang
hadir;

3.

Pengalihan kekayaan organisasi setelah organisasi dibubarkan, ditentukan


lebih lanjut oleh Kongres Luar Biasa sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini.

BAB XVI
ATURAN PERALIHAN
Pasal 40
1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini, diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga;
2. Hal-hal yang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan
dengan Anggaran Dasar ini.
BAB XVI
PENUTUP
Pasal 41
1. Anggaran Dasar ini merupakan perubahan dan penyempurnaan dari Anggaran
Dasar yang ditetapkan dalam Kongres XIII Pemuda/KNPI pada tanggal 27
Oktober 2011 di Jakarta;
2. Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 27 Oktober 2011

ANGGARAN RUMAH TANGGA


Komite Nasional Pemuda Indonesia
BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Syarat-Syarat Keanggotaan
1. Yang menjadi anggota KNPI adalah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang
telah mengajukan permohonan untuk berhimpun dan terdaftar secara sah sesuai
persyaratan.
2. Persyaratan Umum OKP untuk menjadi anggota KNPI adalah :
a. Menerima Deklarasi Pemuda Indonesia, Permufakatan Pemuda Indonesia,
AD/ART, Pokok-pokok Program Kerja Nasional Organisasi (PPKNO), dan
Peraturan Organisasi KNPI lainnya;
b. Memiliki AD/ART organisasi yang mengacu kepada UU No.8 tahun 1985
tentang Organisasi Kemasyarakatan yang dibuktikan dengan Surat
Keterangan Terdaftar (SKT) dari pemerintah pusat;
c. Menyerahkan struktur komposisi kepengurusan organisasi kemasyarakatan
pemuda (OKP) yang bersangkutan baik yang di pusat maupun di daerahdaerah;
d. Benar-benar
adalah
organisasi
kepemudaan
yang
berorientasi
kemasyarakatan untuk tujuan pemberdayaan pemuda sebagaimana diatur
AD/ART OKP bersangkutan dan atau yang mengatur secara tegas batas usia
keanggotaannya maksimal 40 tahun;
e. OKP tingkat nasional yang memiliki jenjang struktur organisasi secara
vertikal, serendah-rendahnya sampai tingkat Kabupaten/Kota;
f. OKP yang akan menjadi anggota KNPI ditetapkan didalam Rapat Pimpinan
Nasional.
3. Persyaratan khusus OKP untuk menjadi anggota keberhimpunan KNPI adalah:
a. Tingkat Nasional adalah OKP tingkat nasional yang telah memiliki jenjang
kepengurusan tambah satu kepengurusan tingkat provinsi yang dibuktikan
dengan Surat Keputusan dan melampirkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT)
OKP tersebut di masing-masing pemerintah daerah;
b. Di tingkat Provinsi adalah OKP Tingkat Provinsi yang telah memiliki jenjang
kepengurusan tambah satu jumlah Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi
yang dibuktikan dengan Surat Keputusan diatasnya dan melampirkan Surat
Keterangan Terdaftar (SKT) OKP tersebut di masing-masing pemerintah
daerah Kabupaten/Kota;
c. Di tingkat Kabupaten/Kota adalah OKP nasional tingkat Kabupaten/Kota yang
telah terbentuk minimal 3 (tiga) tahun di Kabupaten/Kota bersangkutan, yang
dibuktikan dengan Surat Keputusan kepengurusan diatasnya dan
melampirkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) OKP tersebut di masingmasing pemerintah daerah Kabupaten/Kota;
d. Di tingkat Kecamatan adalah OKP nasional tingkat Kecamatan yang telah
terbentuk minimal 2 (dua) tahun di Kecamatan bersangkutan, yang dibuktikan
dengan Surat Keputusan Kepengurusan diatasnya;

e. Periodisasi masa bakti kepengurusan OKP bersangkutan belum berakhir


sesuai dengan Surat Keputusan yang diatur oleh ketentuan masa bakti
kepengurusan organisasi yang bersangkutan;
f. OKP Tingkat Nasional yang tidak tunduk dan patuh terhadap AD dan ART
OKP nya yang mengatur periodesasi kepengurusan, maka akan diturunkan
status keberhimpunannya dan atau dikeluarkan dari keberhimpunan KNPI.
4. OKP yang menjadi anggota keberhimpunan KNPI sesuai tingkatannya, wajib
dilakukan verifikasi tentang pemenuhan syarat-syarat keanggotaannya oleh tim
khusus yang dibentuk oleh Dewan Pengurus KNPI sesuai tingkatannya,
selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum Kongres/Musdaprov/MusdakabKota/Muscam berikutnya dilaksanakan;
5. OKP yang berakhir masa bakti kepengurusannya sesuai Surat Keputusan
internal organisasinya, dan sudah melampaui waktu selambat-lambatnya 1 (satu)
tahun tidak melaksanakan Kongres/Muktamar/Munas dan atau lainnya disemua
tingkatan, maka keanggotaannya dicabut untuk sementara waktu oleh Dewan
Pengurus KNPI sesuai tingkatannya, sampai batas waktu syarat-syarat dimaksud
dipenuhi;
6. OKP yang dicabut keanggotaannya untuk sementara waktu tidak memiliki hak
suara dalam musyawarah dan rapat-rapat, serta forum pengambilan keputusan
KNPI lainnya sesuai tingkatannya, sampai batas waktu syarat-syarat
keanggotaannya dipenuhi;
7. OKP yang diterima sebagai anggota keberhimpunan KNPI, dalam mengikuti
musyawarah, rapat-rapat dan forum pengambilan keputusan KNPI lainnya, untuk
pertama kalinya berstatus Undangan, dan untuk kedua kalinya sebagai Peninjau
dan setelah melalui verifikasi kelayakan persyaratan dapat menjadi Peserta yang
memiliki hak suara dan hak bicara pada Kongres/Musyawarah Daerah
berikutnya;
8. OKP yang tidak memenuhi syarat-syarat keanggotaan keberhimpunan KNPI,
hanya berstatus sebagai Observer/Pengamat/Undangan dalam musyawarah,
rapat-rapat dan forum pengambilan keputusan KNPI lainnya.
Pasal 2
Hak dan Kewajiban Anggota
1. OKP sebagai anggota keberhimpunan KNPI mempunyai hak ;
a. Mendapatkan hak suara (dipilih dan memilih);
b. Mengajukan hak bicara untuk mengajukan pendapat, saran dan usul;
c. Hak-hak lainnya secara organisatoris, setara dan seimbang sebagai anggota
KNPI lainnya, antara lain terlibat dalam kepengurusan KNPI dan kegiatankegiatan KNPI, serta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program lainnya.
2. OKP sebagai anggota keberhimpunan KNPI mempunyai kewajiban :
a. Tunduk dan taat terhadap Deklarasi Pemuda Indonesia, Permufakatan
Pemuda Indonesia, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI
serta seluruh perangkat Peraturan Organisasi lainnya;
b. Menjunjung tinggi nama baik serta misi organisasi KNPI;
c. Berperan aktif dalam program kegiatan keberhimpunan;
3. Mendukung dan mensukseskan seluruh pelaksanaan program KNPI.

Pasal 3
Pemberhentian dan Pembekuan Keanggotaan
1. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda berhenti sebagai anggota KNPI karena :
a. Atas permintaan sendiri;
b. Diberhentikan karena tidak dapat melaksanakan kewajiban sebagai anggota;
c. Tidak tunduk dan patuh terhadap aturan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga OKP bersangkutan (konsolidasi OKP tidak dilaksanakan dan
masa bakti kepengurusan telah berakhir);
2.

Dibekukan keanggotaannya karena tidak


keanggotaan keberhimpunan dalam KNPI.

lagi

memenuhi

syarat-syarat

BAB II
KEPENGURUSAN
Pasal 4
Dewan Pengurus Pusat
1.

Wewenang:
a. Menentukan kebijakan umum sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga dan ketetapan Kongres lainnya, serta kebijakan-kebijakan KNPI
lainnya;
b. Membentuk dan mengkoordinir Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom;
c. Mengesahkan susunan personalia Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi,
dan Anggota Majelis Pemuda Indonesia KNPI Provinsi sesuai dengan hasil
putusan Musyawarah Daerah KNPI Provinsi;
d. Membatalkan/meluruskan/ memperbaiki keputusan yang ditempuh Dewan
Pengurus Daerah KNPI Provinsi jika terdapat kekeliruan dalam pelaksanaan
kebijakan yang bertentangan dengan AD/ART dan Pedoman Organisasi
KNPI lainnya;
e. Mengambil alih kepengurasan DPD KNPI Provinsi untuk sementara waktu
apabila terjadi kevakuman pada kepengurusan DPD KNPI Provinsi;
f. Melaksanakan kewenangan lainnya yang diberikan oleh Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan organisasi KNPI lainnya.

2.

Untuk dapat dipilih menjadi Dewan Pengurus Pusat KNPI, maka calon anggota
pengurus harus memenuhi prosedur dan kriteria sebagai berikut :
a. Diusulkan secara tertulis oleh OKP tingkat nasional sebagai unsur
keterwakilan OKP, dan atau Dewan Pengurus Pusat KNPI demisioner
sebagai unsur kesinambungan, dan atau perseorangan sebagai unsur potensi
pemuda serta unsur kebutuhan organisasi;
b. Melampirkan daftar riwayat hidup bersamaan dengan usulan tertulis kepada
formatur Kongres terpilih;
c. Calon Pengurus yang diusulkan harus memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut :
1) Beraklak mulia dan percaya pada Tuhan Yang Maha Esa;
2) Berusia tidak lebih dari 40 (empat puluh) tahun;

3) Tidak melebihi dua periode pernah menjadi pengurus KNPI sesuai


tingkatannya;
4) Pernah dan sedang menjabat dalam kepengurusan OKP dan atau KNPI
disemua jenjang;
5) Memiliki mobilitas, prestasi, dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap
tugas-tugas organisasi;
6) Tidak tercela, anti narkoba dan atau tidak pernah berbuat hal-hal yang
bertentangan dengan hukum Negara;
7) Menerima deklarasi Pemuda Indonesia, Pemufakatan Pemuda Indonesia,
AD/ART KNPI, dan peraturan organisasi KNPI lainnya;
8) Berdomisili di Ibukota Negara dan sekitarnya, serta mempunyai waktu
yang cukup dan bersedia berpartisipasi aktif dalam kepengurusan KNPI.
3.

4.

Untuk dapat dipilih menjadi Ketua Umum DPP KNPI, maka selain memenuhi
pasal 4 ayat 2 di atas, Calon Ketua Umum harus memenuhi syarat sebagai
berikut :
a. Tidak melebihi 2 (dua) periode sebagai Ketua Umum;
b. Didukung sekurang-kurangnya 20 % suara peserta dalam Kongres;
c. Mendapatkan rekomendasi dukungan tertulis 1 (satu) Dewan Pengurus
Daerah KNPI Provinsi serta sekurang-kurangnya 4 (empat) dari OKP tingkat
nasional yang berhimpun dalam KNPI dan berstatus sebagai peserta
Kongres;
d. Menyampaikan Daftar Riwayat Hidup dan Pokok-Pokok Pikiran mengenai Visi
dan Misi serta strategi dan kebijakan dalam memajukan KNPI dihadapan
peserta Kongres.
Komposisi DPP KNPI terdiri dari Ketua Umum, beberapa Ketua, Sekretaris
Jenderal, beberapa Sekretaris, Bendahara Umum, beberapa Bendahara, serta
Departemen-Departemen.
Pasal 5
Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi

1. Wewenang:
a. Melaksanakan kebijakan organisasi di daerahnya dan memberikan petunjuk
kepada Dewan Pengurus Daerah KNPI
Kabupaten/Kota dalam
melaksanakan program sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga serta kebijakan-kebijakan KNPI lainnya;
b. Membentuk dan mengkoordinir Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom
ditingkat Provinsi;
c. Mengesahkan susunan personalia Dewan Pengurus Daerah KNPI
Kabupaten/Kota, dan Anggota Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota
sesuai dengan hasil keputusan Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
d. Membatalkan/meluruskan/memperbaiki keputusan yang diambil oleh Dewan
Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota dan keputusan Musyawarah Daerah
KNPI Kabupaten/Kota yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga serta ketentuan KNPI lainnya;
e. Mengambil alih kepengurusan DPD KNPI Kabupaten/Kota untuk sementara
waktu apabila terjadi kevakuman pada kepengurusan DPD KNPI
Kabupaten/Kota;
f. Melaksanakan kewenangan lainnya yang diberikan oleh Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga serta ketetapan Musyawarah Daerah KNPI
Provinsi.

2. Untuk dapat dipilih menjadi Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi, maka
calon anggota harus memenuhi mekanisme dan kriteria sebagai berikut :
a. Diusulkan secara tertulis oleh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP)
tingkat Provinsi sebagai unsur keterwakilan OKP
dan atau Dewan
Pengurus Daerah KNPI Provinsi sebagai unsur kesinambungan dan atau
perseorangan sebagai unsur potensi pemuda serta unsur kebutuhan
organisasi;
b. Melampirkan Daftar Riwayat Hidup bersamaan dengan usulan tertulis
kepada formatur Musyawarah Daerah KNPI Provinsi terpilih;
c. Calon pengurus DPD KNPI Provinsi yang diusulkan harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Beraklak mulia dan percaya pada Tuhan yang Maha Esa;


berusia tidak lebih dari 40 (empat puluh) tahun;
Tidak melebihi dua periode pernah menjadi pengurus KNPI Provinsi;
Pernah dan sedang menjabat dalam kepengurusan OKP tingkat provinsi
dan DPD KNPI Provinsi dan atau DPD KNPI Kabupaten/Kota;
Memiliki mobilitas, prestasi, dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap
tugas-tugas organisasi;
Tidak tercela, anti narkoba dan atau tidak pernah berbuat hal-hal yang
bertentangan dengan hukum Negara;
Menerima deklarasi Pemuda Indonesia, Pemufakatan Pemuda
Indonesia, AD/ART KNPI, dan peraturan organisasi KNPI lainnya;
Berdomisili di Ibukota Provinsi dan sekitarnya, serta mempunyai waktu
yang cukup dan bersedia berpartisipasi aktif dalam kepengurusan KNPI
Provinsi;

3. Untuk dapat dipilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi,
maka selain memenuhi pasal 5 ayat (2) di atas, calon Ketua harus memenuhi
syarat sebagai berikut :
a. Tidak melebihi 2 (dua) periode sebagai Ketua;
b. Didukung sekurang-kurangnya 20 % suara Peserta dalam Musyawarah
Daerah KNPI Provinsi;
c. Mendapatkan rekomendasi dari 1 (satu) Dewan Pengurus Daerah KNPI
Kabupaten/Kota serta sekurang-kurangnya 4 (empat) dari organisasi
Kemasyarakatan Pemuda tingkat provinsi yang berhimpun dalam KNPI;
d. Menyampaikan Daftar Riwayat Hidup dan Rencana Strategi pelaksanaan
Visi dan Misi KNPI kepada seluruh peserta Musyawarah Daerah KNPI
Provinsi.
4. Komposisi Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi terdiri dari Ketua, beberapa
Wakil Ketua, Sekretaris, beberapa Wakil Sekretaris, Bendahara, beberapa
Wakil Bendahara, serta Departemen-Departemen.

Pasal 6
Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota
1. Wewenang:
1. Melaksanakan kebijakan organisasi di daerahnya dan memberikan petunjuk
kepada Dewan Pengurus KNPI Kecamatan dalam melaksanakan program
sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta
kebijakan-kebijakan KNPI lainnya;
a. Membentuk dan mengkoordinir Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom
ditingkat Kabupaten/Kota;
b. Mengesahkan susunan personalia Dewan Pengurus KNPI Kecamatan dan
Anggota Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan;
c. Membatalkan/meluruskan/memperbaiki keputusan yang diambil oleh
Dewan Pengurus Kecamatan dan keputusan Musyawarah Kecamatan
yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga serta Pedoman Organisasi KNPI lainnya yang berlaku;
d. Mengambil alih sementara Kepengurusan Dewan Pengurus KNPI
Kecamatan bila terjadi kevakuman;
e. Melaksanakan kewenangan lainnya yang diberikan oleh Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga serta ketetapan Musyawarah Daerah KNPI
Kabupaten/Kota;
2. Untuk dapat dipilih menjadi Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota,
maka calon pengurus harus memenuhi mekanisme dan kriteria sebagai berikut:
a. Diusulkan secara tertulis oleh OKP tingkat Kabupaten/Kota sebagai unsur
keterwakilan OKP, dan atau Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota
demisioner sebagai unsur kesinambungan, dan atau perseorangan sebagai
unsur potensi pemuda serta unsur kebutuhan organisasi;
b. Melampirkan daftar riwayat hidup bersamaan dengan usulan tertulis kepada
formatur Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota terpilih;
c. Calon pengurus yang diusulkan harus memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut :
1. Beraklak mulia dan percaya pada Tuhan yang Maha Esa;
2. Berusia tidak lebih dari 40 (empat puluh) tahun;
3. Tidak melebihi dua periode pernah menjadi pengurus KNPI
Kabupaten/Kota;
4. Pernah dan sedang menjabat dalam kepengurusan OKP dan atau KNPI
Kabupaten/Kota dan KNPI Kecamatan;
5. Pernah mengikuti Latihan Kepemimpinan, setidak-tidaknya tingkat dasar;
6. Memiliki mobilitas, prestasi, dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap
tugas-tugas organisasi;
7. Tidak tercela, dan atau tidak pernah berbuat hal-hal yang bertentangan
dengan hukum Negara;
8. Menerima deklarasi Pemuda Indonesia, Pemufakatan Pemuda Indonesia,
AD/ART KNPI, dan peraturan organisasi KNPI lainnya;

9. Berdomisili di Ibukota Kabupaten/Kota serta mempunyai waktu yang


cukup dan bersedia berpartisipasi dalam kepengurusan KNPI
Kabupaten/Kota.
3. Untuk dapat dipilih menjadi Ketua Dewan Pengurus
Daerah KNPI
Kabupaten/Kota, maka selain memenuhi pasal 6 ayat (2) tersebut, calon Ketua
harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Tidak melebihi 2 (dua) periode sebagai Ketua;
b. Didukung sekurang-kurangnya 20 % suara peserta dalam Musyawarah
Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
c. Mendapatkan rekomendasi dari 1 (satu) Dewan Pengurus KNPI Kecamatan
serta sekurang-kurangnya 4 (empat) dari organisasi kemasyarakatan Pemuda
tingkat Kabupaten/Kota yang berhimpun dalam KNPI;
d. Menyampaikan Daftar Riwayat Hidup dan pokok-pokok pikiran mengenai Visi
dan Misi serta strategi dan kebijakan memajukan KNPI dihadapan peserta
Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota.
4. Komposisi Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota terdiri dari Ketua,
beberapa Wakil Ketua, Sekretaris, beberapa Wakil Sekretaris, Bendahara,
beberapa Wakil Bendahara serta Departemen-Departemen.
Pasal 7
Pengurus KNPI Kecamatan
1. Wewenang:
a. Melaksanakan kebijakan organisasi di Kecamatannya sesuai dengan
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Pedoman Organisasi
KNPI lainnya;
b. Membentuk dan mengkoordinir Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom;
c. Melaksanakan kewenangan lainnya yang diberikan oleh Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga serta Keputusan Musyawarah Kecamatan ;
2. Untuk dapat dipilih menjadi Pengurus KNPI Kecamatan, maka calon pengurus
harus memenuhi mekanisme dan kriteria sebagai berikut :
a. Diusulkan secara tertulis oleh OKP tingkat Kecamatan sebagai unsur
keterwakilan OKP, dan atau Pengurus KNPI Kecamatan demisioner sebagai
unsur kesinambungan, dan atau perseorangan sebagai unsur potensi
pemuda serta unsur kebutuhan organisasi;
b. Melampirkan daftar riwayat hidup bersamaan dengan usulan tertulis kepada
formatur Musyawarah KNPI Kecamatan terpilih;
c. Calon pengurus yang diusulkan harus memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut:
1) Beraklak mulia dan percaya pada Tuhan yang Maha Esa;
2) berusia tidak lebih dari 40 (empat puluh) tahun;
3) Tidak melebihi dua periode pernah menjadi pengurus KNPI sesuai
tingkatannya;
4) Pernah dan sedang menjabat dalam kepengurusan OKP dan atau KNPI
Kecamatan/Distrik;

5) Memiliki mobilitas, prestasi, dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap


tugas-tugas organisasi;
6) Tidak tercela, dan atau tidak pernah berbuat hal-hal yang bertentangan
dengan hukum Negara;
7) Menerima deklarasi Pemuda Indonesia, Pemufakatan Pemuda Indonesia,
AD/ART KNPI, dan peraturan organisasi KNPI lainnya;
8) Berdomisili di Ibukota Kecamatan serta mempunyai waktu yang cukup dan
bersedia berpartisipasi dalam kepengurusan KNPI Kecamatan.
3.

Untuk dapat dipilih menjadi Ketua Pengurus KNPI Kecamatan, maka selain
memenuhi pasal 7 ayat (2) tersebut, Calon Ketua harus memenuhi syarat
sebagai berikut:
a. Tidak melebihi 2 (dua) periode sebagai Ketua;
b. Didukung sekurang-kurangnya 20 % suara peserta dalam Musyawarah KNPI
Kecamatan;
c. Mendapatkan rekomendasi dari 1 (satu) Pengurus KNPI Kecamatan serta
sekurang-kurangnya 4 (empat) dari organisasi kemasyarakatan Pemuda
tingkat Kecamatan yang berhimpun dalam KNPI;
d. Menyampaikan Daftar Riwayat Hidup dan pokok-pokok pikiran mengenai Visi
dan Misi serta strategi dan kebijakan memajukan KNPI dihadapan peserta
Musyawarah KNPI Kecamatan.

4. Komposisi Pengurus KNPI Kecamatan terdiri dari seorang Ketua, beberapa


Wakil Ketua, seorang Sekretaris, beberapa Wakil Sekretaris, seorang
Bendahara, beberapa Wakil Bendahara serta Komisi- Komisi;
BAB III
PERMUSYAWARATAN
Pasal 8
Kongres
1. Kongres dihadiri oleh Peserta dan Peninjau serta Undangan DPP KNPI.
2. Peserta Kongres KNPI adalah :
a. Dewan Pengurus Pusat KNPI;
b. Unsur Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
c. Majelis Pemuda Indonesia;
d. Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Nasional.
3. Peninjau dan Undangan Kongres KNPI terdiri dari :
a. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
b. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi;
c. Undangan lainnya yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat KNPI.
4. Peserta Kongres memiliki hak bicara dan hak suara masing-masing secara
kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara;
5. Peninjau Kongres hanya memiliki hak bicara dan tidak memiliki hak suara;
6. Rancangan Materi Kongres disiapkan oleh Dewan Pengurus Pusat KNPI;
7. Sidang-sidang Kongres dipandu oleh Dewan Pengurus Pusat KNPI dan
Presidium Sidang Kongres yang terpilih;

8. Setelah Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Pusat KNPI diterima


oleh Kongres, maka Dewan Pengurus Pusat KNPI dinyatakan demisioner.

Pasal 9
Kongres Luar Biasa
1. Kongres Luar Biasa dapat diadakan apabila dipandang perlu atas permintaan
secara tertulis lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah Organisasi Kemasyarakatan
Pemuda yang berhimpun serta Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi yang
memenuhi pasal 14 ayat 1 dan 2 Anggaran Dasar KNPI;
2. Ketentuan-ketentuan lain tentang Kongres Luar Biasa berlaku sama dengan
yang diatur pada pelaksanaan Kongres sebagaimana diatur pada pasal 9
Anggaran Rumah Tangga ini yang sesuai dengan pasal 14 ayat 3 Anggaran
Dasar KNPI.
Pasal 10
Musyawarah Daerah KNPI Provinsi
1. Musyawarah Daerah KNPI Provinsi dihadiri oleh Peserta, Peninjau dan
Undangan;
2. Peserta Musyawarah Daerah KNPI Provinsi adalah:
a. Unsur Dewan Pengurus Pusat KNPI;
b. Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
c. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
d. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi;
e. Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Provinsi.
3. Peninjau adalah Dewan Pengurus KNPI Kecamatan serta undangan lainnya
yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
4. Peserta Musyawarah Daerah KNPI Provinsi memiliki hak bicara dan hak suara
masing-masing secara kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara;
5. Rancangan materi Musyawarah Daerah KNPI Provinsi disiapkan oleh Dewan
Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
6. Sidang-sidang Musyawarah Daerah KNPI Provinsi dipandu oleh Dewan
Pengurus Daerah KNPI Provinsi dan Pimpinan Sidang terpilih Musyawarah KNPI
Provinsi;
7. Setelah Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi
diterima oleh Musyawarah Daerah KNPI Provinsi, maka Dewan Pengurus
Daerah KNPI Provinsi dinyatakan demisioner.

Pasal 11
Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Provinsi
1. Musyawarah Daerah KNPI Provinsi Luar Biasa dapat diadakan apabila
dipandang perlu atas permintaan secara tertulis lebih dari (setengah)
Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang berhimpun ditingkat Provinsi serta
Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;

2. Ketentuan-ketentuan lain tentang Musyawarah Daerah KNPI Provinsi Luar


Biasa, berlaku sama dengan yang diatur pada pelaksanaan Musyawarah Daerah
KNPI Provinsi sebagaimana diatur pada pasal 10 Anggaran Rumah Tangga ini.
Pasal 12
Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota

1. Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota dihadiri oleh Peserta, Peninjau dan


Undangan.
2. Peserta Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota adalah:
a. Unsur Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
b. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
c. Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota;
d. Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Kabupaten/Kota;
e. Unsur Dewan Pengurus KNPI Kecamatan.
3. Peninjau dan undangan Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota ditetapkan
oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
4. Peserta Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota memiliki hak bicara dan
suara masing-masing secara kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara;
5. Peninjau Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota hanya memiliki hak bicara
dan tidak memiliki hak suara;
6. Rancangan Materi Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota disiapkan oleh
Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
7. Sidang-sidang Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota dipandu oleh Dewan
Pengurus Daerah Kabupaten/Kota dan Pimpinan Sidang terpilih Musyawarah
Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
8. Setelah Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Daerah KNPI
Kabupaten/Kota diterima oleh Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota, maka
Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota dinyatakan demisioner.
Pasal 13
Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Kabupaten/Kota
1. Musyawarah Daerah Luar Biasa KNPI Kabupaten/Kota dapat diadakan apabila
dipandang perlu atas permintaan secara tertulis lebih (setengah) jumlah
Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang berhimpun serta lebih (setengah)
Dewan Pengurus KNPI Kecamatan;
2. Ketentuan-ketentuan lain tentang Musyawarah Daerah KNPI Luar Biasa berlaku
sama dengan yang diatur pada pelaksanaan Musyawarah Daerah KNPI
Kabupaten/Kota sebagaimana diatur yang pada pasal 12 Anggaran Rumah
Tangga ini.
Pasal 14
Musyawarah KNPI Kecamatan
1. Musyawarah KNPI Kecamatan dihadiri oleh Peserta, Peninjau dan Undangan;
2. Peserta Musyawarah KNPI Kecamatan adalah:
a. Unsur Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
b. Dewan Pengurus KNPI Kecamatan;
c. Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan;
d. Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Kecamatan.

3. Peninjau dan undangan Musyawarah KNPI Kecamatan ditetapkan oleh Dewan


Pengurus KNPI Kecamatan;
4. Peserta Musyawarah KNPI Kecamatan memiliki hak bicara dan hak suara
masing-masing secara kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara;
5. Peninjau dan undangan Musyawarah KNPI Kecamatan hanya memiliki hak
bicara;
6. Rancangan Materi Musyawarah KNPI Kecamatan disiapkan oleh Pengurus KNPI
Kecamatan;
7. Sidang-sidang Musyawarah KNPI Kecamatan dipandu oleh Dewan Pengurus
KNPI Kecamatan dan pimpinan sidang terpilih;
8. Setelah Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus KNPI Kecamatan
diterima oleh Musyawarah KNPI Kecamatan maka Dewan Pengurus KNPI
Kecamatan dinyatakan demisioner.
BAB IV
RAPAT-RAPAT
Pasal 15
Rapat Pimpinan Nasional

1. Peserta Rapat Pimpinan Nasional terdiri dari:


a. Dewan Pengurus Pusat KNPI;
b. Unsur Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
c. Majelis Pemuda Indonesia;
d. Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Nasional.
2. Peserta Rapat Pimpinan Nasional memiliki hak bicara dan hak suara masingmasing secara kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara;
3. Peninjau ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat KNPI dan hanya memiliki hak
bicara;
4. Rancangan materi Rapat Pimpinan Nasional disiapkan oleh Dewan Pengurus
Pusat KNPI;
5. Sidang-sidang Rapat Pimpinan Nasional dipimpin oleh Dewan Pengurus Pusat
KNPI.
Pasal 16
Rapat Kerja Nasional
1. Peserta Rapat Kerja Nasional terdiri dari:
a. Dewan Pengurus Pusat KNPI;
b. Unsur Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
c. Majelis Pemuda Indonesia;
d. Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Nasional.
2. Peserta Rapat Kerja Nasional memiliki hak bicara dan hak suara masing-masing
secara kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara;
3. Peninjau dan undangan ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat KNPI dan hanya
memiliki hak bicara;
4. Rancangan materi Rapat Kerja Nasional disiapkan oleh Dewan Pengurus Pusat
KNPI;
5. Sidang-sidang Rapat Kerja Nasional dipimpin oleh Dewan Pengurus Pusat KNPI.

Pasal 17
Rapat Pimpinan Daerah KNPI Provinsi
1. Peserta Rapat Pimpinan Daerah KNPI Provinsi terdiri dari:
a. Unsur Dewan Pengurus Pusat KNPI;
b. Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
c. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi;
d. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
e. Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Provinsi.
2. Peserta Rapat Pimpinan Daerah KNPI Provinsi memiliki hak bicara dan hak
suara masing-masing secara kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara;
3. Peninjau dan undangan ditetapkan oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI
Provinsi dan hanya memiliki hak bicara;
4. Rancangan materi Rapat Pimpinan Daerah KNPI Provinsi disiapkan oleh
Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
5. Sidang-sidang Rapat Pimpinan Daerah KNPI Provinsi dipimpin oleh Dewan
Pengurus Daerah KNPI Provinsi.
Pasal 18
Rapat Kerja Daerah KNPI Provinsi
1. Peserta Rapat Kerja Daerah KNPI Provinsi terdiri dari:
a. Unsur Dewan Pengurus Pusat KNPI;
b. Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
c. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi;
d. Unsur Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
e. Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Provinsi.
2. Peserta Rapat Kerja Daerah KNPI Provinsi memiliki hak bicara dan hak suara
dan masing-masing secara Kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara;
3. Peninjau dan undangan ditetapkan oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi
dan hanya memiliki hak bicara;
4. Rancangan materi Rapat Kerja Daerah KNPI Provinsi disiapkan oleh Dewan
Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
5. Sidang-sidang Rapat Kerja Daerah KNPI Provinsi dipimpin oleh Dewan Pengurus
Daerah KNPI Provinsi.
Pasal 19
Rapat Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten/Kota
1. Peserta Rapat Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten/Kota terdiri dari:
a. Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
b. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
c. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi;
d. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Kabupaten/Kota.
2. Peserta Rapat Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten/Kota memiliki hak bicara dan
hak suara masing-masing secara kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara;
3. Peninjau dan undangan ditetapkan oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI
Kabupaten/Kota dan hanya memiliki hak bicara;
4. Rancangan materi Rapat Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten/Kota disiapkan
oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;

5. Sidang-sidang Rapat Pimpinan Daerah KNPI Kabupaten/Kota dipimpin oleh


Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota.
Pasal 20
Rapat Kerja Daerah KNPI Kabupaten/Kota
1. Peserta Rapat Kerja Daerah KNPI Kabupaten/Kota terdiri dari:
a. Unsur Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
b. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
c. Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota;
d. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Kabupaten/Kota;
e. Unsur Dewan Pengurus KNPI Kecamatan.
2. Peserta Rapat Kerja Daerah KNPI Kabupaten/Kota memiliki hak bicara dan hak
suara masing-masing secara kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara;
3. Peninjau dan undangan ditetapkan oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI
Kabupaten/Kota dan hanya memiliki hak bicara;
4. Rancangan materi Rapat Kerja Daerah KNPI Kabupaten/Kota disiapkan oleh
Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
5. Sidang-sidang Rapat Kerja Daerah KNPI Kabupaten/Kota dipimpin oleh Dewan
Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota.
Pasal 21
Rapat Pimpinan KNPI Kecamatan
1. Peserta Rapat Pimpinan KNPI Kecamatan terdiri dari:
a. Unsur Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
b. Pengurus KNPI Kecamatan;
c. Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan;
d. Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Kecamatan.
2. Peserta Rapat Pimpinan KNPI Kecamatan memiliki hak bicara dan hak suara
masing-masing secara kelembagaan mempunyai hak 1 (satu) suara;
3. Peninjau dan undangan ditetapkan oleh Dewan Pengurus KNPI Kecamatan dan
hanya memiliki hak bicara;
4. Rancangan materi Rapat Pimpinan KNPI Kecamatan disiapkan oleh Pengurus
KNPI Kecamatan;
5. Sidang-sidang Rapat Pimpinan KNPI Kecamatan dipimpin oleh Pengurus KNPI
Kecamatan.
Pasal 22
Rapat Kerja KNPI Kecamatan
1. Peserta Rapat Kerja KNPI Kecamatan terdiri dari:
a. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
b. Dewan Pengurus KNPI Kecamatan;
c. Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan;
d. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Kecamatan.
2. Peserta Rapat Kerja KNPI Kecamatan memiliki hak bicara dan hak suara
masing-masing secara kelembagaan yang mempunyai hak 1 (satu) suara;
3. Peninjau dan undangan ditetapkan oleh Dewan Pengurus KNPI Kecamatan dan
hanya memiliki hak bicara;

4. Rancangan materi Rapat Kerja KNPI Kecamatan disiapkan oleh Pengurus KNPI
Kecamatan;
5. Sidang-sidang Rapat Kerja KNPI Kecamatan dipimpin oleh Pengurus KNPI
Kecamatan.
BAB V
RAPAT RAPAT DEWAN PENGURUS
Pasal 23
Rapat Pleno Dewan Pengurus

1. Rapat Pleno Dewan Pengurus adalah institusi pengambilan keputusan tertinggi


dalam Dewan Pengurus pada masing-masing tingkatannya
2. Rapat Pleno Dewan Pengurus diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 2
(dua) bulan yang dihadiri oleh seluruh Pengurus Harian, Anggota-Anggota
Departemen serta Pimpinan Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom sesuai
tingkatannya;
3. Fungsi dan wewenang Rapat Pleno adalah:
a. Mengambil kebijakan dan keputusan yang mendasar bagi organisasi dalam
bentuk Peraturan Organisasi maupun kebijakan-kebijakan strategis lainnya;
b. Membahas, mengevaluasi, dan mengkoordinir pelaksanaan hasil-hasil
keputusan Kongres/Musyawarah Daerah/Musyawarah Kecamatan, serta
mengevaluasi perkembangan pembangunan nasional dan daerah serta
dampaknya bagi perkembangan organisasi.
Pasal 24
Rapat Harian Dewan Pengurus
1. Rapat Harian Dewan Pengurus adalah rapat yang diadakan sekurang-kurangnya
sekali dalam 1 (satu) bulan yang dihadiri oleh seluruh Pengurus Harian menurut
tingkatannya.
2. Fungsi dan wewenang Rapat Harian :
a. Mengambil keputusan-keputusan mendesak organisasi yang berkaitan
dengan kebijakan organisasi;
b. Mengambil keputusan tentang perkembangan organisasi sehari-hari baik
internal maupun eksternal.
Pasal 25
Rapat Koordinasi/Konsultasi
1. Rapat Koordinasi/Konsultasi adalah rapat yang diadakan sewaktu-waktu jika
dianggap perlu, yang dihadiri oleh seluruh atau sebagian Pengurus Harian
dengan Majelis Pemuda Indonesia dan atau Badan-Badan Khusus/Lembaga
Otonom sesuai tingkatannya;
2. Rapat Koordinasi/Konsultasi diselenggarakan untuk membahas,hal-hal khusus
yang berkaitan dengan kebijakan internal dan eksternal organisasi maupun halhal umum yang berkaitan dengan dinamika konstelasi pembangunan bangsa
disegala bidang.

Pasal 26
Rapat Bidang Dewan Pengurus
1. Rapat Bidang Dewan Pengurus adalah rapat yang diadakan sekurang-kurangnya
1 (satu) bulan sekali yang dihadiri oleh Ketua Bidang, Sekretaris Bidang,
Bendahara Bidang serta Anggota Departemen yang terkait sesuai tingkatannya;
2. Rapat Bidang Dewan Pengurus diselenggarakan
merencanakan aksi-aksi pelaksanaan program.

untuk

membahas,

Pasal 27
Rapat-rapat Khusus Lainnya
Rapat-rapat Khusus lainnya dilaksanakan Dewan Pengurus adalah rapat-rapat
lainnya yang tidak termaktub dalam Bab V Anggaran Rumah Tangga ini, seperti
Rapat Koordinator Bidang Dewan Pengurus sesuai tingkatannya.
BAB VI
KUORUM DAN PERSYARATAN
Pasal 28
1. Kongres/Kongres Luar Biasa/Musyawarah Daerah Provinsi/Musyawarah Daerah
Luar Biasa KNPI Provinsi/Musyawarah Kabupaten-Kota/Musyawarah Daerah
Luar
Biasa Kabupaten-Kota/Musyawarah
Kecamatan/Musyawarah
Kecamatan Luar Biasa dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya
(setengah) ditambah satu jumlah utusan peserta;
2. Apabila ketentuan dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat dipenuhi, maka semua
jenjang permusyawaratan di atas dapat ditunda selama dua kali 60 menit, dan
jika dalam tenggang waktu tersebut kuorum belum dapat terpenuhi, maka atas
persetujuan peserta yang hadir sidang-sidang selanjutnya dinyatakan sah;
3. Ketentuan mengenai kuorum dan persyaratan Rapat-Rapat dan Rapat-Rapat
Dewan Pengurus diberlakukan sama dengan yang diatur pada ayat 1 dan 2
pasal ini, terkecuali khusus untuk Rapat-Rapat Dewan Pengurus, penundaan
waktunya selama dua kali 30 menit.
BAB VII
RANGKAP JABATAN, PENDELEGASIAN WEWENANG
DAN PERGANTIAN ANTAR WAKTU
Pasal 29
Rangkap Jabatan
1.

Dewan Pengurus tidak diperkenankan merangkap jabatan pada:


a. Majelis Pemuda Indonesia;
b. Dewan Pengurus baik yang lebih rendah maupun lebih tinggi tingkatannya,
kecuali jika yang bersangkutan bersedia mengundurkan diri baik lisan
maupun tertulis;

2. Ketentuan lebih lanjut ayat 1 (satu) pasal ini diatur dalam Peraturan Organisasi
KNPI.
Pasal 30
Pendelegasian Wewenang
Apabila Ketua Umum/Ketua berhalangan sementara dan atau karena sesuatu sebab
tidak dapat menjalankan kewajibannya untuk sementara waktu, maka salah seorang
dari Ketua/Wakil Ketua yang ditunjuk oleh Ketua Umum/Ketua bertindak untuk dan
atas nama Ketua Umum/Ketua dalam jangka waktu yang ditentukan.
Pasal 31
Pergantian Antar Waktu
1.

Apabila Ketua Umum/Ketua berhalangan tetap dan atau karena sesuatu sebab
tidak dapat menjalankan dan atau menyelesaikan kewajibannya sampai masa
bakti kepengurusannya berakhir, maka jabatan Ketua Umum/Ketua digantikan
oleh salah seorang Ketua/Wakil Ketua yang ditetapkan dalam Rapat Pleno
Dewan Pengurus yang diagendakan untuk keperluan itu;
2. Apabila karena sesuatu sebab terjadi lowongan jabatan dalam personalia
Dewan Pengurus karena diberhentikan dengan alasan tidak aktif, dan atau
dianggap melanggar AD dan ART, Peraturan Organisasi dan atau
mengundurkan diri, maka pergantian untuk mengisi lowongan jabatan dimaksud
dilakukan dan ditetapkan melalui Rapat Pleno Dewan Pengurus dengan
mempertimbangkan secara sungguh-sungguh saran dan usulan dari Pimpinan
OKP yang mengusulkan;
3. Tindakan yang dilakukan Dewan Pengurus sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2
pasal ini harus disampaikan secara tertulis kepada Dewan Pengurus satu tingkat
diatasnya untuk disahkan, kecuali untuk Dewan Pengurus Pusat maka
pengesahannya dilakukan oleh Ketua Umum;
4. Pengukuhan personalia pengurus yang mengisi jabatan lowong antar waktu
dilakukan oleh Ketua Umum/Ketua Dewan Pengurus sesuai tingkatannya dalam
suatu Rapat Pleno yang mengagendakan khusus untuk itu, terkecuali pergantian
Ketua pengukuhannya dilakukan oleh Ketua Umum;
5. Ketentuan lebih lanjut ayat mengenai pergantian antar waktu diatur dalam
Peraturan Organisasi KNPI.
BAB VIII
BADAN-BADAN KHUSUS
Pasal 32
Status
Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom KNPI adalah alat kelengkapan Dewan
Pengurus dalam merealisasikan program kerjanya yang dibentuk menurut
kebutuhan oleh Dewan Pengurus sesuai tingkatannya.

Pasal 33
Tugas dan Kewajiban
1. Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom KNPI bertugas melaksanakan program
dan kegiatan-kegiatan KNPI sesuai dengan fungsi dan peran
bidang masingmasing;
2. Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom KNPI mempunyai tugas dan tanggung
jawab untuk
meningkatkan keahlian, minat/bakat serta profesi bagi Dewan
Pengurus KNPI dan pimpinan/anggota OKP, dalam bentuk pendidikan,
penelitian, kursus-kursus / pelatihan kerja praktis, olahraga / kesenian dan
egiatan lain sejenisnya;
3. Pimpinan Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom bertanggungjawab kepada
Dewan Pengurus sesuai tingkatannya, serta setiap 6 (enam) bulan sekali
memberikan laporan tertulis yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan dan
programnya;
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai Badan-Badan Khusus/Lembaga Otonom diatur
dalam Peraturan Organisasi KNPI.
BAB IX
MAJELIS PEMUDA INDONESIA
Pasal 34
Status
1. Majelis Pemuda Indonesia merupakan lembaga yang bekerja secara kolektif
dan bertugas menyelenggarakan pengawasan, fasilitasi, mediasi dan
penilaian terhadap kinerja Dewan Pengurus sesuai tingkatannya;
2. Anggota Majelis Pemuda Indonesia adalah tokoh- tokoh pemuda, mantan
Dewan Pengurus atau Ketua Umum /Ketua OKP (ex Officio) sesuai
tingkatannya;
3. Majelis Pemuda Indonesia dibentuk disemua tingkatan Dewan Pengurus,
terdiri dari;
a. Majelis Pemuda Indonesia ditingkat Nasional;
b. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi di Tingkat Provinsi ;
c. Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota ditingkat Kabupaten Kota;
d. Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan ditingkat Kecamatan.
4. Kepemimpinan Majelis Pemuda Indonesia terdiri dari Ketua, beberapa Wakil
Ketua, Sekretaris, beberapa Wakil Sekretaris dan sejumlah anggota.
5. Dalam hal menjamin kesinambungan organisasi maka Anggota Majelis
Pemuda Indonesia disemua tingkatan dipilih oleh Formatur dan khusus untuk
Ketua Majelis Pemuda Indonesia dipilih dengan salah satu cara sebagai
berikut yang ditetapkan oleh Formatur :
a. Dipilih oleh Anggota Majelis Pemuda Indonesia, dan atau;
b. Dipilih oleh Formatur;
c. Dipilih secara aklamasi oleh Ketua Formatur.

Pasal 35
Tugas dan Kewajiban
1. Pengawasan, fasilitasi, mediasi dan penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1)
pasal 34 di atas, dilaksanakan secara tertulis, obyektif, rasional dan disampaikan
langsung kepada Dewan Pengurus sesuai tingkatannya dan atau disampaikan
melalui forum rapat konsultasi;
2. Dalam hal Dewan Pengurus Pusat tidak dapat menyelenggarakan Kongres
selama 6 (enam) bulan setelah masa baktinya berakhir, maka Pimpinan Majelis
Pemuda Indonesia dapat menyelenggarakan Kongres setelah mendapat
persetujuan Rapat Majelis Pemuda Indonesia;
3. Dalam
hal
Dewan
Pengurus
Daerah
KNPI
Provinsi/Daerah
Kabupaten/Kota/Kecamatan tidak dapat
menyelenggarakan Musyawarah
Daerah KNPI Provinsi/Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten-Kota/Musyawarah
Kecamatan dalam jangka waktu sekurang-kurangnya dalam tempo 6 (enam)
bulan setelah masa baktinya berakhir, dan Dewan Pengurus diatas itu tidak
berinisiatif melaksanakan Musyawarah Daerah maka Majelis Pemuda Indonesia
sesuai tingkatannya dapat
berinisiatif sebagai fasilitator/mediator untuk
menyelenggarakan Musyawarah Daerah KNPI Provinsi/Musyawarah Daerah
KNPI Kabupaten-Kota/Musyawarah Kecamatan setelah mendapat persetujuan
Dewan Pengurus Pusat KNPI.

Pasal 36
Rapat Rapat
1. Rapat Majelis Pemuda Indonesia adalah rapat yang diadakan sekurangkurangnya sekali dalam 2 (dua) bulan yang dihadiri oleh anggota Majelis Pemuda
Indonesia sesuai tingkatannya;
2. Rapat Majelis Pemuda Indonesia diselenggarakan untuk membahas,
mengevaluasi, dan merumuskan penilaian terhadap kinerja Dewan Pengurus
KNPI sesuai tingkatannya serta mengambil kebijakan sesuai dengan fungsi
tugasnya.
BAB X
KEUANGAN
Pasal 37
Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan
1. Dewan Pengurus setiap tingkatan bertanggungjawab atas penggunaan dana dan
pengelolaan harta kekayaan organisasi sesuai dengan sistem keuangan di
Indonesia;
2. Bendahara Umum/Bendahara secara rutin setiap 6 (enam) bulan sekali
memberikan laporan keuangan kepada Rapat Pleno Dewan Pengurus;
3. Laporan Pertanggungjawaban keuangan harus disusun berdasarkan hasil audit
oleh akuntan publik yang ditunjuk oleh Dewan Pengurus sesuai tingkatannya dan
disepakati oleh Pimpinan Majelis Pemuda Indonesia;

4. Khusus dalam penyelenggaraan Kongres dan Musyawarah Daerah KNPI


Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan/Distrik,
semua
pemasukan
dan
pengeluaran keuangan harus dipertanggungjawabkan kepada Dewan Pengurus
KNPI masa bakti berikutnya, melalui Panitia verifikasi yang dibentuk untuk
kepentingan itu, sesuai tingkatan organisasi.
BAB XI
ATRIBUT
Pasal 38
1. Lambang KNPI adalah seperti yang terdapat dalam Lampiran Anggaran Rumah
Tangga ini, yang selanjutnya diatur dalam Peraturan Organisasi;
2. Lambang seperti tersebut pada ayat (1) dipergunakan untuk pembuatan bendera,
jaket, vandel, dan identitas KNPI;
3. Bentuk, warna, penjelasan tata cara penggunaan dan pengaturan lebih lanjut
jenis atribut seperti tersebut pada ayat (2) pasal ini, diatur dalam lampiran
Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga ini;
4. Jenis Lagu meliputi Mars Pemuda Indonesia dan Hymne Pemuda Indonesia
seperti terdapat dalam lampiran Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga ini.
BAB XII
PERATURAN PERALIHAN
Pasal 39
1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan ditetapkan
kemudian melalui Peraturan Organisasi;
2. Hal-hal yang akan diatur dan ditetapkan kemudian dalam Peraturan Organisasi,
tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga ini.
BAB XIII
PENUTUP
Pasal 40
Anggaran Rumah Tangga ini merupakan perubahan dan penyempurnaan dari
Anggaran Rumah Tangga yang ditetapkan dalam Kongres XIII Pemuda/KNPI pada
tanggal 27 Oktober 2011 di Jakarta.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 27 Oktober 2011