Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mendidik anak bukan hal yang mudah, Guru dan orang tua harus paham
betul dengan kondisi, perilaku dan karakter anak dengan baik. Di lingkungan
kita sudah lazim dikenal bahwa anak yang pintar adalah anak yang nilai raport
atau ulangan yang bagus atau hal-hal yang ukurannya sifatnya masih belum
menjadi representasi menyeluruh dari kecerdasan anak . Seorang anak bisa
jadi unggul di bidang tertentu dan lemah di bidang lain. Dengan kata lain,
anak memiliki tipe kecerdasan yang berbeda-beda.
Lebih lanjut dinyatakan bahwa kecerdasan ada pada diri setiap orang
tetapi dengan tingkat yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa setiap
individu memiliki cara unik untuk menyerap dan mengaktualisasikan
informasi dan pengetahuan.
Hubungan erat antara orang tua anak akan menciptakan rasa aman secara
emosi pada anak. Ciri-ciri anak yang merasa aman dapat dilihat secara emosi
lebih tenang ketika menghadapi perpisahan dengan Ibunya, rasa ingin tahunya
jauh lebih besar dan ingin bereksplorasi. Seperti ingin diketahui bahwa rasa
ingin tahu yang besar merupakan landasan belajar yang utama. Anak yang
selalu ingin tahu menjadi pembelajar aktif, dengan gigih berusaha mencari
jawab atas keigintahuannya. Seorang anak yang dengan rasa ingin tahu yang
besar dapat dikenali dari penampilannya yang menyenangkan, kreatif dan
tidak membosankan.
Dukungan orang tua untuk menghargai dan menghormati anak sebagai
pribadi yang unik, dengan segala keberadaannya seperti temperamen, karakter,
dan potensinya akan mendukung pertumbuhan anak untuk belajar memahami
diri dan tentunya jauh lebih mandiri.

Terfokus anak dengan kecerdasan

intrapersonal yang menonjol memiliki kepekaan perasaan dalam situasi yang


tengah berlangsung, memahami diri sendiri dan mampu mengendalikan diri
dalam situasi sulit. Ia juga mengetahui apa yang dapat dilakukan dan apa yang
tidak dapat dilakukan dalam lingkungannya.
Munculnya kecerdasan Intrapersonal pada anak usia dini telah mendapat
konsep permulaan mengenai diri, misalnya sebuah episode yang digambarkan
1

oleh Seymour Epstein dari Universitas Massachussets yaitu seorang anak kecil
bernama Diana yang berusia 2 tahun, duduk dimeja bersama keluarga
besarnya. Diana diminta menunjuk bibi Rina, dan hal itu dilakukan dengan
betul. Kemudian ada suatu permainan dimana mereka meminta Diana
menunjuk kebelbagai orang, setelah itu salah seorang diantara mereka berkata
tunjuk Diana. Anak itu bingung, iapun menunjuk kesembarang orang.
Kemudian ibunya berkata kamu tahu siapa Diana. Tunjuk pada gadis kecil
yang biasa dipanggil Diana. Sekarang ia mengerti dan tanpa ragu ragu
menunjuk dirinya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian kecerdasan intrapersonal?
2. Apa saja ciri-ciri anak yang mempunyai potensi kecerdasan intrapersonal?
3. Apa Manfaat Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal?
4. Apa yang dimaksud dengan kecerdasan intrapersonal untuk
pengembangan diri?
5. Bagaimana cara menstimulasi kecerdasan intrapersonal pada anak?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana pengertian kecerdasan intrapersonal.
2. Untuk mengetahui apa saja ciri-ciri anak yang mempunyai potensi
kecerdasan intrapersonal.
3. Untuk mengetahui Apa

Manfaat

Mengembangkan

Kecerdasan

Intrapersonal.
4. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kecerdasan intrapersonal
untuk pengembangan diri.
5. Untuk mengetahui bagaimana cara menstimulasi kecerdasan intrapersonal
pada anak.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan Intrapersonal adalah kecerdasan memahami diri sendiri,
kecerdasan mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Walaupun paling sulit

dimengerti, kecerdasan ini mungkin paling penting diantara kedelapan


kecerdasan.
Menurut May Lwin kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan
mengenai mengenai diri sendiri, kecerdasan ini merupakan kemampuan
memahami diri sendiri dan bertanggung jawab pada kehidupannya sendiri.
Sedangkan Suryadi berpendapat bahwa kecerdasan Intrapersonal
adalah kemampuan diri kita untuk berpikir secara reflektif, yaitu mengacu
pada kesadaran reflektif mengenai perasaan dan proses pemikiran diri sendiri.
Adapun kegiatan yang mencakup kecerdasan ini adalah berpikir, merancang
tujuan, refleksi merenung, membuat jurnal, menilai diri, intropeksi, dan
sebagainya.
Tokoh lain seperti Thomas Armstrong dalam bukunya Multiple
Intelligences ( 2004,h.4) Kecerdasan Intrapersonal merupakan kemampuan
memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut.
Kecerdasan ini meliputi kemampuan memahami diri sendiri yang akurat
(kekuatan dan keterbatasan diri), kesadaran akan suasana hati, maksud,
motivasi, temperamen, dan keinginan, serta kemampuan berdisiplin diri ,
memahami dan menghargai diri.
Dukungan dari tokoh lain untuk memperkuat pengertian Kecerdasan
Intrapersonal adalah Andyda Meliala ( 2004, h.81) yang menyebutkan bahwa
kecerdasan Intrapersonal merupakan kecerdasan diri sendiri, yaitu suatu
kemampuan untuk memahami diri sendiri dan bertanggung jawab atas hidup
pribadinya. Orang dengan kecerdasan ini cenderung menjadi pemikir ulung,
yang secara teratur mengadakan refleksi diri dan perbaikan diri. Penuh
percaya diri dan mandiri merupakan ciri utama pada kecerdasan ini.
Dari

beberapa

pengertian

tentang

kecerdasan

Intrapersonal

dapat

digarisbawahi bahwa kecerdasan ini menitikberatkan pada konsep pemahaman


diri atas hidup pribadinya.
Kecerdasan intrapersonal tercermin dalam kesadaran mendalam akan
kesadaran diri. Kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan yang berhubungan
dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri, yang melibatkan

kemampuan untuk secara tepat dan nyata menciptakan gambaran mengenai


diri sendiri.
Suparno menjelaskan kecerdasan intrapersonal sebagai kemampuan
yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk
bertindak secara adaptif berdasar pengenalan diri itu. Seperti yang
diungkapkan Jasmine, orang dengan kecerdasan intrapersonal tinggi pada
umumnya mandiri.
Selain itu, mereka memiliki rasa percaya diri yang besar serta senang
bekerja berdasarkan program sendiri dan hanya dilakukan sendirian. Bagian
depan otak memainkan peran dalam pengetahuan intrapersonal. Kerusakan di
bagian bawah dari bagian depan otak kemungkinan menyebabkan orang
mudah tersinggung, sedangkan kerusakan di bagian atas kemungkinan besar
menyebabkan sikap acuh tak acuh, kelesuan, kelambatan, dan apati (semacam
depresi kepribadian).
Anak

autis

merupakan

contoh

seseorang

dengan

kecerdasan

intrapersonal yang cacat. Anak itu mungkin bahkan tidak mampu merujuk
pada diri sendiri, tetapi di waktu yang sama mampu dalam bermusik,
matematika atau kemampuan lain. Kecerdasan intrapersonal tinggi dimiliki
para pendoa batin dan pembimbing rohani.
B. Ciri-Ciri Anak Yang Mempunyai Potensi Kecerdasan Intrapersonal
Ciri-ciri anak yang berpotensi mempunyai Kecerdasan Intrapersonal
diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Mengenal dirinya dengan baik termasuk kelebihan dan kekurangnnya.
Mampu introspeksi diri dan memiliki niat besar untuk memperbaiki diri.
2. Mudah menerima input bahkan kritikan terhadap dirinya, misalnya
diberitahu kalau model rambutnya tidak pas.
3. Tahu apa yang dimau dan jelas dengan yang ingin dicapainya sebagai citacita.
4. Beberapa dari mereka ada yang senang akan kesendirian, diantaranya
senang berdialog dengan dirinya sendiri.
C. Manfaat Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal
4

1. Citra Diri
Membangun citra diri yang kuat untuk memiliki emosi yang stabil.
Sesorang dengan citra diri yang lemah cenderung sulit mengontrol emosi
(labil) ketika dihadapkan pada masalah. Jika citra diri anak tidak dibangun,
maka anak cenderung mudah tersinggung, kesepian, bosan, dan sulit
menghadapi masalah.
2. Pengendalian emosi
Pengendalian emosi yang prima membawa anak kepada tujuannya.
Anak dapat melawan kemalasan, keraguan, kemarahan dan ketakutannya.
Sebaliknya lemah dalam pengendal;ian emosi dapat berdampak negatif
pada saat anak diharuskan untuk memulai suatu langkah atau tindakan.
Gagal dalam pengendalian emosi bisa mengakibatkan anak sama sekali
tidak berani mulai melangkah.Contohnya, seorang anak yang minder sulit
sekali memulai hubungan pertemanan.
3. Bertanggung jawab pada diri sendiri
Anak yang cerdas diri bertanggung jawab atas apa yang
dilakukannya,

anak

yang

bertanggung

jawab

mudah

mengakui

kesalahannya dan berniat memperbaikinya. Sebaliknya, mudah dilihat


pada anak yang tidak bertanggung jawab pada diri sendiri sering mencaricari alasan, menyalahkan orang lain atas kegagalan atau tidak tercapainya
suatu target.
4. Harga diri
Seorang pakar dari motivasi dari Amerika, Betty B. Young
menyebutkan 6 unsur pokok dari harga diri, yaitu;
a. Keamanan fisik; rasaaman dari siksaan fisik
b. Keamanan emosi; bebas dari intimidasi dan ketakutan
c. Identitas; tahu siapakah aku
d. Afiliasi; ada rasa memiliki
e. Kompetensi; percaya bahwa aku bisa
f. Punya tujuan :mempunyai rasa memiliki tujuan tujuan dan arti hidup
Anak yang memiliki rasa percaya diri disebabkan oleh pemenuhan
atas keenam unsur tersebut dapat dkatakan sebagai karakter pemenang.
Pengertian karakter pemenang adalah seorang anak yang sanggup

mengalahkan rekor terbaik dirinya sendiri, yang sanggup berkarya lebih


baik dari daripada hari kemarin.
D. Kecerdasan Intrapersonal Untuk Pengembangan Diri
Kecerdasan Intrapersonal (personal management) adalah : Kecerdasan
berkaitan dengan kemampuan individu yang memiliki kemauan kuat dan tak
mudah untuk ditentang kemauannya. Misalnya : saya harusnya menerima
tawaran dia, karena dengan menerima tawaran itu peluang saya jauh lebih
besar untuk .., saya harus lebih tegas lagi terhadap dia karena hanya dengan
cara ini saya ..Sedangkan mereka yang rendah Intrapersonalnya (level 8
10 ), kemauannya mudah diarahkan oleh pihak lain.
Oleh karena itu mereka tidak disarankan untuk menggunakan kecerdasan
ini dalam pengembangan dirinya. Banyak keraguan ketika ia berbicara dengan
dirinya sendiri. Bila kecerdasan interpersonalnya lebih tinggi maka individu
ini cenderung untuk berbicara dengan dirinya sendiri tentang orang lain bukan
kemauan dirinya. Seperti : hari raya (lebaran) sudah dekat, bagaimana Ani
(teman) bisa dapat tiket bis, sedangkan neneknya meninggal. kasihan dia,
bagaimana ia bisa pulang Dan sebagainya.
Berbicara terhadap diri sendiri seringkali dilakukan oleh individu dengan
kecerdasan intrapersonal yang tinggi. Dalam keadaan kesadaran penuh
( realita sehari-hari) individu cenderung menggunakan kecerdasan ini setiap
melakukan sesuatu. Teknik yang sering dilakukan oleh individu adalah dengan
model affirmasi . Seperti : saya harus, saya memang harus melakukan itu
. dengan cara mengulang kalimat tersebut beberapa kali untuk melakukan
penguatan atas tindakan yang akan dilakukannya. Namun teknik yang lebih
tepat lagi adalah model incantation dimana ia melibatkan faktor emosi dan
gerak ketika dia mengulang kalimatnya. Karena setiap tindakan manusia pasti
melibatkan faktor emosi. Langkah yang tepat adalah dengan urutan sebagai
berikut : THINK FEEL DO , tetapi kebanyakan manusia melakukannya
dengan DO THINK FEEL , setelah melakukan kemudian ia menyesal.
Kondisi ini juga menginformasikan bahwa manusia bertindak dikuasai oleh

kebiasaannya dan kebiasaan itu dilakukan karena pengaruh ketidaksadaran


(alam bawah sadar).
Latihan yang tepat adalah pada saat kesadaran mengalami penurunan dan
ketidaksadaran meningkat, hal ini terjadi pada saat otak berada pada
gelombang theta atau tubuh dalam keadaan relaks atau malam menjelang tidur.

BAB III
STIMULASI
KECERDASAN INTRAPERSONAL
Kecerdasan Intrapersonal anak harus dimulai dari keluarga, karena
pengenalan mengenai diri sendiri ditentukan oleh didikan keluarga. Hal yang
perlu dilakukan oleh orang tua di rumah untuk mengembangkan kecerdasan
intrapersonal anak adalah :
A. Menciptakan Citra Diri Positif
Orang tua dapat memberikan citra positif, citra diri yang baik pada anak
yaitu dengan menampilkan sikap hangat namun tegas pada anak, sehingga
anak tetap memunyai rasa hormat pada orang tua. Selain itu orang tua juga
menghormati dan peduli pada anaknya, hal ini akan menawarkan lebih mudah
pada masalah perhatian, penghargaan, dan penerimaan pada anaknya.
7

B. Menciptakan Suasana Rumah Yang Aman


Bila suasana rumah tidak mendukung kemampuan intrapersonal dan
penghargaan diri seorang anak, akibatnya yang terjadi anak akan menolak dan
tidak menghargai kondisi dan suasana rumah. Untuk itu orang tua perlu
menghindari situasi eperti itu, agar kemampuan intrapersonal anak tidak
terhambat.
C. Kondisi Lingkungan Rumah
1. Anak tentu memiliki suasana hati yang dialaminya pada suatu saat
tertentu, agar anak terbiasa dan mampu mencurahkan isi hatinya,beri anak
kegiatan

tulis

menulis

kegiatannya.

Dengan

begitu

anak

dapat

menuangkan isi hatinya dalam bentuk tulisan ataupun gambar.


2. Orang tua dapat menanyakan pada anak dengan suasana santai, hal-hal apa
saja yang ia rasakan sebagai kelebihannya dan dapat ia banggakan serta
kegiatan apa saja yang saat ini tengah ia minati. Orang tua sebaiknya
membantuvanak menemukan kekurangan dirinya, semisal sikap-sikap
negatif yang harus diperbaiki.
3. Memberikan kesempatan menggambar diri sendiri dai sudut pandang
anak. Tak jauh berbeda dengan kegiatan mengisi jurnal pribadi, kegiatan
menggambar ini akan membuat anak seakan berkaca dalam melihat
siapa dirinya sesuai dengan perasaannya, dan apa yang dia lihat sendiri, ini
berguna bagi anak untuk menambah kemampuannya melihat diri sendiri.
4. Melakukan perbincangan dengan anak semisal anak ingin seperti apa bila
besar nanti. Biarkan anak mengkhayalkan masa depannya. Dari kegiatan
ini orang tua dapat mengetahui bagaimana anak membimbing dirinya
disaat ini dan juga saat yang akan datang
5. Mengajak anak berimajinasi menjadi tokoh satu cerita. Berandai-andai
menjadi satu tokoh cerita yang dia gemari, hal ini dapat dilakukan untuk
mengasah kecerdasan intrapersonal.
6. Alangkah baiknya apabila orang tua memberi kesempatan kepada anak
untuk belajar mandiri dengan tujuan agar ia mampu membantu dirinya
sendiri, Mulailah dari hal-hal kecil dan kebiasaan sehari-hari. Caranya

dengan tidak langsung mengulurkan tangan saat anak belajar melakukan


sesuatu. Belajar memakai sepatu sendiri, kaus kaki, t-shirt, mengancingkan
baju, berjalan kaki kerumah tetangga merupakan latihan-latihan yang akan
membuat anak mandiri.
7. Seandainya anak menemui masalah, misalnya kesulitan memakai sepatu
sendiri, orang tua bisa membantu dengan memberiny jembatan berpikir ke
arah solusi yang diharapkan.misal, jika Adek tidak bisa melakukan
seperti itu , harusnya bagaimana?coba lihat baik-baik tali sepatunya, Adik
bisa kok kalau dilakukan pelan pelan. Biarkan anak menemukan solusi
sendiri dari masalahnya. Bagaimana orang tua harus menstimulasi anak
untuk berpikir kreatif menemukan beberapa alternatif solusi. Sikap kratif
ditandai dengan munculnya ide-ide baru, berbagai inovasi serta solusi
tepat disaat menemu hambatan dan kesulitan. Dengan demikian, kratifitas
adalah salah satu ciri anak tangguh yang memperkuat kemandirian. Orang
tua hendaknya memberi kepercayaan penuh atas kemampuan ini. Disini
yang diperlukan adalah kesabaran untuk menunggu hasilbyang memang
tidak bisa cepat dan instan.
8. Sejak usia dini anak membutuhkan motivasi, anak yang memiliki motivasi
menunjukkan adanya keinginan dan kemauan untuk mendapat hasil
maksimal, begitupun ketika anak anak menghadapi rintangan dan
kesulitan, ia mempunyai keinginan untuk mengatasinya. Keinginan untuk
lingkungannya

seperti

berguling,

berjalan,

berbicara,

tersenyum,

mengespresikan kegembiraan dan lainnya sesuai dengan tahapan


perkembangannya. Peran orang tualah untuk dapat menstimulasi anak
supaya anak tidak mudah menyerah, berani menghadapi kegagalan. Bila
anak tidak memiliki motivasi diri yang bai k, dalam menghadapi rintangan
anak akan lekas puas, mudah menyerah, tak semangat untuk maju dan
daya juangnya rendah.
D. Peran Guru Dan Orangtua Dalam Menstimulasi Perkembangan
Intrapersonal Pada Anak

Ada beberapa cara yang bisa Guru dan Orangtua pakai untuk menstimulasi
perkembangan Intrapersonal pada anak supaya bisa berkembang baik dan
maksimal, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Perjelas cita-cita, keinginan dan mimpi-mimpinya.
2. Menulis di buku harian.
3. Ajak anak membahas apa kekuatan dan kelemahan serta cara mengatasi
kekurangnnya.
4. Sering-seringlah minta pendapatnya dalam diskusi.
5. Ajak anak mengenal dirinya. Misal, biarkan mereka berekspresi ketika
senang, sedih, gembira, sakit, kecewa, marah, tidak suka, dll
6. Berikan mereka waktu untuk berasa dalam keheningan. Jangan diganggu
atau dianggap aneh.
7. Perbanyak buku-buku diperpustakaan dengan aneka jenis buku tentang
motivasi diri, pengalaman orang-orang yang berjuang keras menghadapi
hidup, melawan penyakit, buku cerita anak-anak yang tidak mampu. Juga
film-film perjuangan melawan kekurangan diri, seperti olimpiade orang
cacat.

10

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kecerdasan Intrapersonal adalah kecerdasan memahami diri sendiri,
kecerdasan mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Walaupun paling sulit
dimengerti, kecerdasan ini mungkin paling penting diantara kedelapan
kecerdasan.
kecerdasan interpersonal mempunyai tiga dimensi utama. Yang mana
ketiga dimensi tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh serta ketiganya
saling mengisi satu sama lainnya. Kecerdasan Intrapersonal anak harus
dimulai dari keluarga, karena pengenalan mengenai diri sendiri ditentukan
oleh didikan keluarga
B. Saran
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat
kekurangan dan kekhilafan oleh karena itu, kepada para pembaca dan para
pakar utama penulismengharapkan saran dan kritik ataupun tegur sapa yang
sifatnya membangun akan diterima dengan senang hati demi kesempurnaan
makalah selanjutnya.

11

KATA PENGANTAR

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT ,karena atas
karunia,taufiq dan hidayah-Nya lah,penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas pertama penulis dalam
mata kuliah ini, yang alhamdulillah dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya.
Terima kasih penulis ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu
dalam penyelesaian makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat tidak
hanya untuk penulis ,namun juga untuk pihak-pihak yang berkenan meluangkan
waktunya untuk membaca makalah ini.
Mengingat keterbatasan penulis sebagai manusia biasa yang tak luput dari
salah dan dosa, penulis menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu kritikan dan saran yang membangun sangat penulis
harapkan. Agar kedepannya penulis bisa lebih baik lagi.
Salah dan khilaf penulis mohon maaf. kepada Allah, penulis mohon
ampun. Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

12

Bengkulu, 2016
Penulis

i
DAFTAR
ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................


KATA PENGANTAR.......................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang...............................................................1

B.

Rumusan Masalah.........................................................2

C.

Tujuan.............................................................................
2

BAB II KAJIAN TEORI


A.

Pengertian Kecerdasan Intrapersonal............................................3

B.

Ciri-Ciri Anak Yang Mempunyai Potensi Kecerdasan Intrapersonal


4

C.

Manfaat Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal....................5

D.

Kecerdasan Intrapersonal Untuk Pengembangan Diri...................6

BAB III STIMULASI KECERDASAN INTRAPERSONAL


13

A.

Menciptakan Citra Diri Positif.......................................................8

B.

Menciptakan Suasana Rumah Yang Aman....................................8

C.

Kondisi Lingkungan Rumah..........................................................8

D.

Peran Guru Dan Orangtua Dalam Menstimulasi Perkembangan


Intrapersonal Pada Anak.......................................................................10

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan...........................................................................................12
B. Kritik dan Saran ...................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................iii

MAKALAH

ii
KECERDASAN
JAMAK

Kecerdasan Intrapersonal

Disusun Oleh :
Trisia Harliza
1416253033
Eliya Nopita
1416253049
Imelda
1416253015

14

Dosen Pembimbing :

Septi Fitriani, M.Pd

JURUSAN PENDIDIKAN GURU RAUDHATUL ATHFAL


FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI(IAIN)
BENGKULU
2016
DAFTAR PUSTAKA

Andyda Meliala, 2004. Anak Ajaib. Yogyakarta. Andi Offset


Dale R. Olen 1987. Kecakapan Hidup Pada Anak. Yogyakarta, Kanesius
May

Lwin,dkk,

2005,

Cara

membangkitkan

Berbagai

Komponen

kecerdasan. Jakarta. Gramedia


Nakita, 2006. Panduan Tumbuh Kembang. Jakarta. PT.Sarana kinasih
Pusat Bimbingan UKSW, 1981. Bagaimana Meningkatkan Pemahaman
Diri. Salatiga, Percetakan Satya Wacana
Suryadi, 2006. Kiat Jitu Mendidik Anak.Jakarta, Edsa Mahkota
Thomas Armstrong, 2002. Multiple Inteligences. Bandung, Kaifa

iii
15

Anda mungkin juga menyukai