Anda di halaman 1dari 19

LISTRIK STATIS

DISUSUN OLEH : MARIA L HINGI HOKENG


MARIA M.M WUWUR
MEKARWATI YOLANDA
SAMIUN
MITA MANDALIKA BERE
RIDWAN KONO

Pengertian Listrik Statis

Listrik statis adalah suatu kumpulan muatan listrik


dalam jumlah tertentu yang tidak mengalir atau tetap
(statis), tapi jika terjadi pengosongan muatan akan
memakan waktu yang cukup singkat. Atau definisi listrik
statis yang lainnya yaitu suatu fenomena kelistrikan yang
dimana muatan listriknya tidak bergerak dan biasanya
terdapat pada benda yang bermuatan listrik.

A. Hukum coulomb
1. Interaksi Elektostatis antar dua muatan
listrik

Satu perbedaan dari kedua gaya tersebut adalah pada gaya listrik
terdapat dua macam gaya, yaitu gaya tarik-menarik dan gaya tolakmenolak. Adapun dari gaya Grafitasi Nweton tidak terdapat gaya tolakmenolak, hanya ada gaya tari-menarik.

Benjamin Franklin menyarankan agar muatan lisrtik diberi nama


muatan positif dan muatan negative, untuk membedakan muatan-muatan
yang menyebabkan gaya tolak-menolak dengan gaya tarik-menarik.
Muatan positif merupakan muatan-muatan yang sejenis dengan muatan
pada batang kaca yang digosokkan dengan kain sutra, sedangkan muatan
negative adalah muatan-muata yang sejenis dengan muatan pada
penggaris plastik yang digosokkan dengan kain wol.

2. Gaya Coulomb antar Dua Muatan


Titik

Hasil eksperimen Coulomb menyangkut gaya yang dilakukan muatan titik terhadap
muatan titik lainnya adalah :

"besarnya gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua benda bermuatan listrik
(yang kemudian disebut gaya Coulomb) berbanding lurus dengan muatan masing-masing
benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda tersebut."
sehingga persamaan yang dapat ditulis menjadi :

Keterangan : F : Gaya Colulomb ( N )

k : Bilangan konstanta 1/4 = 9.109 Nm2/C2

q1,q2 : Muatan listrik pada benda 1 dan 2 ( C )

r : Jarak antara dua muatan ( m )

Agar lebih mudah dimengerti perhatikan ilustrasi gambar di bawah ini.

Contoh

soal
Dua muatan titik masing-masing sebesar
0,05 C dipisahkan pada jarak 10 cm.
Tentukan besarnya gaya yang dilakukan
oleh satu muatan pada muatan lainnya.

3. Resultan Gaya Coulomb pada Sebuah


Muatan Akibat Pengaruh Muatan-Muatan Lain

Secara umum, gaya total yang bekerja pada


sebuah muatan merupakan resulan
(panjumlahan vector) dari gaya-gaya yang
bekerja pada muatan tersebut akibat
interaksi dengan muatan-muatan yang ada
disekitarnya.

B. Kuat Medan Listrik

Gaya antar dua buah partikel bermuatan yang dipisahkan oleh suatu jarak tertentu
tampak kontak antar keduanya disebut sction at a distance. Cara pandang lain melihat
gaya listrik yaitu, menggunakan konsep medan. Medan adalah ruang disekitar benda
dimana setiap titik didalam ruang tersebut akan berpengaruh oleh gaya yang
ditimbulkan oleh benda. Oleh karena partikel yang dibahas menghasilkan gaya listrik,
maka medan disekitar partikel itu disebut medan listrik.

Medan listrik dapat digambarkan denagn garis-garis listrik yang menjahui (keluar
dari) muatan positif dan mendekati (masuk ke) muatan negative.

Dengan

: E = kuat medan listrik (N/C)


F = gaya Coulomb = besar muatan listrik q (N)
q = besar muatan uji (C)

1. Kuat Medan Listrik Akibat Sebuah


Muatan Titik

1. Kuat Medan Listrik Akibat Sebuah Muatan Titik

Efek medan listrik suatu muatan sumber q dapat ditinjau dengan


meletakkan suatu muatan di sekitar medan listrik yang jauh lebih kecil
dari pada muatan yang akan di hitung kuat medannya. Syarat muatan
ujio seperti ini bertujuan agar muatan uji tidak mempengaruhi kuat
medan yang akan di ukur.

Arah kuat medan listrik di suatu titik selalu searah dengan gaya
yang dialami oleh muatan uji positif di titik tersebut sehingga arah kuat
medan di suatu titk oleh muatan positif akan menjauh, sedangkan
muatan negative akan mendekat.

C. Hukum Gauss
1. Fluks Listrik

Apabila terdapat garis-garis gaya dari suatu medan listrik homogen yang
menembus tegak lurus suatu bidang seluas A, maka hasil kali antara kuat
medan listrik E dan luas bidang A yang tegak lurus dengan medan listrik itu
disebut dengan fluks listrik ().

Di mana = fluks medan listrik (N/C m2 = weber = Wb)

E = kuat medan listrik (N/C)

A = luas bidang yang ditembus listrik (m2)

= sudut antara vektor E dan garis normal bidang

2. Kuat Medan Listrik pada Pelat


Konduktor

Dalam suatu konduktor ada banyak sekali


partikek-partikel bermuatan, yang didistribusinya
tersebar didalan konduktor sehingga untuk
menentukan kuat medannya dapat digunakan
Hukum Gauss. Untuk menghitung kuat medan
listrik pada suatu jarak tertentu, gunakan konsep
Hukum Gauss sehingga harus dibuat terlebih
dahulusuatu permukaan tertutup. Permukaan
tertutup yang memudahkan perhitungan untuk
kasus ini adalah berbentuk slinder.

3. Kuat Medan Listrik pada Bola


Konduktor Berongga

Jika sebuah bola konduktor berongga atau kulit


bola yang berjari-jari diberi muatan listrik,
maka muatan tersebut akan menyebar merata
di permukaan bola sehinnga di dalam bola tidak
terdapat muatan.

D. Energi potensial Listrik


1. Energi Potensial Listrik

Penjelasan mengenai energi potensial listrik serupa dengan


penjelasan mengenai energi potensial akibat adanya medan
gravitas. Energi potensial listrik akan timbul jika subuah
muatan uji didekatkan pada subuah muatan. Besarnya energi
potensial yang timbul pada muatan sebanding denagn usaha
yang diperlukan untuk melawan gaya Coulomb. Perubahan
energi potensial yang terjadi sama dengan yang dilakukan oleh
gaya coulomb untuk berpindah dan dapat dinyatakan dengan
persamaan.

2. Potensial Listrik

Potensi listrik adalah besaran skalar (tidak memiliki arah) sehingga potensial
listrik total di suatu listrik akibat beberapa muatan lainnya merupakan
penjumlahan aljabar biasa dari potensial listrik setiap muatan tersebut.

a.

Potensial Listrik oleh Sebuah Muatan Titik

b.

Potensial Listrik oleh Beberepa Muatan Titik

c. Potensial listrik pada Bola Konduktor Berongga

Dapat disimpulkan bahwa potensial listrik dalam bola konduktor


berongga sama dengan potensial listrik di permukaan bola resebut. Oleh
karena potensial di seluruh ruang dalam bola konduktor berongga sama,
dapat dikatakan bahwa bidang di dalam bola adalah bidang ekipotensial.
Bidang ekipotensial adalah bidang yang setiap titik pada bidangtersebut
memiliki potensial listrik sama.

3. Hukum Kekekalan Energi Mekanik


dalam Medan Listrik

a)

Sebuah pertikel Dipengaruhi oleh Potensial


Listrik

Apabila

ada partikel hanya terdapat resultan gaya


yang berasal dari gaya coulomb, pada partikel
tersebut berlaku hukum kekekalan Energi
Mekanik.

b)
Sebuah partikel di Antara Dua Pelat
Sejajar

2.1.5. Kapasitor

Kapasito adalah komponen listrik yang memiliki kemampuan untuk


menyimpan muatan listrik. Pada perinsipnya, kapasitor terdiri atas du
permukaan konduktor yang dipisahkan oleh suatu bahan isolator sehingga
kedua permukaan konduktor tersebut memiliki kemampuan untuk
menyimpan muatan listrik.

Pada pembahasan sebelumnya, telah dipelajari sebelumnya bahwa


pada dua buah benda yang bermuatan tidak sejenis akan terdapat gaya
elektrostatis yang tarik-menarik.

Fungsi kapasitor dalam berbagai rangkaian listrik, yaitu:

a.

Untuk menyimpan muatan listrik dan energi listrik;

b.

Untuk memiliki frekuensi pemancar pada pesawat radio;

c.

Sebagai perata tegangan dalam catu daya ( power supply);

d.

Untuk menghilangkan percikan api pada sistem pengapian mobil.

1.

Kapasitas Kapasitor

Kemampuan kapasitor untuk memperoleh dan menyimpan muatan listrik


disebut kapasitor atau kapasitansi. Satuan kapasitas kapasitor adalah farad
(f). Kapasitas suatu kapasitor didefinisikan sebagai perbandingan tetap
antara muatan yang tersimpan dalam kapasitor dan beda potensial antara
kedua pelat konduktornya. Suatu kapasitor memiliki kasitansi satu farad
apabila beda potensial sebesar satu volt menghasilkan muatan sebesar satu
coulomb pada kapasitor tersebut.

a.

Kapasitas kapasitor pelat sejajar

b.

Dielektrik

Dielektrik adalah bahan isolatoryang digunkan untuk memisahkan


kedua pelat konduktor pada suatu kapasitor pelat sejajar. Pemasangan
dielektrik tersebut dapat meningkatkan kapasitas kapasitor.

2. Rangkaian Kapasitor
a. Rangkaian Seri Kapasitor
Tujuan Merangkai Seri kapasitor yaitu untuk mendapatkan kapasitas kapasitor yang lebih
kecil sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan untuk mendapatkan kapasitas yang lebih besar
maka kapasitor di rangkai secara paralel.
b. Rangkaian Paralel kapasitor
Tujuannya yaitu untuk merangkai seri paralel kapasitor yang di rangkai secara paralel.

3. Energi yang Tersimpan Dalam Kapasitor

Salah Satu Fungsi kapasitor yaitu untuk menyimpan energi listrik. Jika pada awalnya
beda potensial antara kedua plat kapasitor sama dengan nol, maka kapasitor tersebut tidak
akan menyimpan muatan. Setelah kapasitor tersebut di hubungkan dengan baterai maka
kapasitor akan terisi oleh muatan hingga beda potensial antara kedua plat kapasitor sama
dengan beda potensial baterai.

TERIMAH KASIH