Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY


NAMA
NOMOR INDUK
SPESIALIS

: SANDRA PRATAMA
: 12005
: TEKNIK PEMBANGKIT LISTRIK

SMK PGRI 3 KOTA MALANG JAWA TIMUR


Alamat: JL. Raya Tlogomas Gg. IX No. 29 Malang
Telp: (0341)554383 Fax : 0341-574755 Malang 65144
e-mail : smkpgri3mlg@yahoo.com; http://www.smkpgri3-mlg.sch.id

succes by discipline

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
............................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................ii
BAB PENDAHULUAN.........................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Asal Usul Energi Panas Bumi ...............................................................1
1.3 Tinjauan Pustaka.......................................................................................3
1.4 Tujuan.......................................................................................................5
BAB II ISI...............................................................................................................6
2.1 Pengertian PLTPB.....................................................................................6
2.2 Penyebaran Geothermal Power Plant Di Dunia dan Indonesia.................6
2.3 Jenis jenis PLTPB...................................................................................7
2.4
Manfaat PLTPB........................................................................................9
2.5
Keuntungan dan Kekurangan PLTPB.....................................................11
2.6
Komponen - Komponen PLTPB.............................................................11
2.7
Prinsip Kerja PLTPB..............................................................................18
BAB III PENUTUP..............................................................................................19
3.1 Kesimpulan..............................................................................................19
3.2 Saran........................................................................................................20
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................21

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan
hidayahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan karya ilmuah yang berjudul
PEMANFAATAN SALURAN IRIGASI SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK
TENAGA MIKROHYDRO di Politeknik Negeri Malang
Dalam penulisan karya tulis ini, penulis melibatkan berbagai pihak baik secara
langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan
terima kasih kepada:
1. ALLAH SWT yang telah mengizinkan kami hidup dan dalam
keadaan yang sehat walafiat sampai saat ini. Sehingga kami dapat
menyelesaikan laporan ini karena jika tidak ada izin dari-Nya maka
kami tidak akan dapat menyelesaikan laporan ini.
2. Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita ke jalan yang
benar dan kami jadikan pedoman hidup.
3. Keluarga Tercinta kami yang telah mengasuh, dan memberikan
dukungan dan segalanya yang kami butuhkan untuk bisa belajar,
dan melakukan segala aktivitas sampai saat ini terutama kepada ibu
kami yang telah melahirkan kami.
4. Semua Dosen di POLINEMA khususnya program studi teknik
listrik yang telah memberi masukan sehingga saya sebagai penulis
dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
5. Kakak kelas tingkat 2,3 & 4 program studi teknik listrik
POLINEMA
6. Teman-teman sesama mahasiswa POLINEMA khususnya program
studi teknik listrik 1B.

Saya Kami sadar dalam penyusunan karya ilmiah ini masih banyak kekurangan.
Untuk itu saran dan kriktik sangat kami harapkan demi sempurnanya karya ilmiah
ini.
Semoga semua amal baik atas bantuan, petunjuk, bimbingan dan ilmu yang telah
di berikan kepada saya, mendapat imbalan dari ALLAH SWT. Semoga karya
ilmiah inidapat bermanfaat bagi semua.

Malang, 23 Januari 2015

Sandra Pratama

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Adanya krisis energi listrik pada masing-masing daerah di Indonesia saat ini
sudah dapat dipastikan akan mengakibatkan terjadinya kelangkaan energi,hal ini
disebabkan karena saat ini pasokan listrik yang tersedia dengan jumlah pemakaian
listrik tidak seimbang. Listrik ini menjadi kebutuhan pokok bagi setiap manusia,
lebih dari 70 % peralatan rumah tangga menggunakan listrik. Selama ini banyak
orang menganggap bahwa listrik hanya dipasok dari PLN, sehingga penduduk
pelosok tidak banyak berharap akan mendapatkan listrik karena jarak begitu jauh
dan medan jalan yang sulit untuk dilalui. Padahal di pelosok-pelosok desa bisa

menghasilkan energi listrik sendiri dengan memanfaatkan saluran irigasi,sungai


kecil ataupun air terjun yang sering ditemui didaerah perbukitan. Pemanfaatan
aliran sungai kecil/irigasi dapat menghasilkan energi listrik serta dapat
menghemat listrik negara,namun memang daya yang dihasilkan tidak terlalu
besar,tetapi dengan hal ini dapat berguna bagi masyarakat. Pembangkit listrik
seperti ini disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohydro (PLTMH).
Prinsip kerjanya adalah dengan memanfaatkan tinggi terjunnya dan jumlah debit
air.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dari karya ilmiah ini adalah :

1.
2.
3.
4.
5.

Apa itu pembangkit listrik tenaga mikro hidro ( PLTMH) ?


Bagaimana teknologi mikro hidro?
Bagaimana Prinsip kerja mikro hidro?
Apa saja komponen utama atau bagian-bagian PLTMH?
Apa saja keuntungan dan Kekurangan PLTMH?

1.3 Tujuan Penulisan


Dengan di buatnya karya tulis ini, kami mempunyai tujuan pokok yang ingin di
capai adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui pengertian PLTMA.


Bisa menerapkan teknologi mikrohydro.
Untuk mengetahui Prinsip kerja PLTMH.
Untuk mengetahui komponen-komponen PLTMH dan prinsip kerjanya.
Untuk mengetahui keuntungan dibuatnya PLTMH.

BAB II
ISI
2.1

Pengertian PLTMH

Definisi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Mikrohidro adalah


istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi
air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya penghasil listrik
adalah yang memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu serta instalasi.
Pembangkit listrik kecil yang dapat menggunakan tenaga air pada saluran irigasi
dan sungai atau air terjun alam, dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head,
dalam m) dan jumlah debit airnya (m3/detik). Semakin besar kapasitas aliran
maupun ketinggiannya dari aliran air yang menuju kr turbin maka akan semakin
besar energi yang bisa dihasilkan atau untuk menghasilkan energi listrik.

Gambar. Jalur Irigasi Untuk Mikro Hidro


PLTMH umumnya merupakan pembangkit listrik jenis run of river dimana head
diperoleh tidak dengan cara membangun bendungan besar, melainkan dengan
mengalihkan aliran air sungai ke satu sisi dari sungai tersebut selanjutnya
mengalirkannya lagi ke sungai pada suatu tempat dimana beda tinggi yang
diperlukan sudah diperoleh. Air dialirkan ke power house (rumah pembangkit)
yang biasanya dibangun dipinggir sungai. Air akan memutar sudu turbin (runner),
kemudian air tersebut dikembalikan ke sungai asalnya. Energi mekanik dari
putaran poros turbin akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator.
Pembangkit listrik tenaga air dibawah 200 kW digolongkan sebagai PLTMH.
Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan adanya air yang mengalir di suatu
daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu
kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda
ketingglan daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head.
Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebasnya
yaitu energi putih. Sebab instalasi pembangkit listrik seperti ini mengunakan
sumber daya yang disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan
bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air
mengalir. Dengan perkembangan teknologi sekarang maka energi aliran air
beserta energi dari pengaruh perbedaan ketinggian dengan daerah tertentu akan
dapat diubah menjadi energi listrik. Mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro
artinya kecil sedangkan hidro artinya air. Dalam prakteknya istilah ini tidak
merupakan sesuatu yang baku namun Mikrohidro, pasti mengunakan air sebagai
sumber energinya. Yang membedakan antara istilah Mikrohidro dengan Minihidro
adalah output daya yang dihasilkan.

Mikrohidro dapat menghasilkan daya lebih rendah dari 100 W, sedangkan


minihidro daya keluarannya berkisar antara 100 sampai 5000 W. Secara teknis,
Mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan
generator. Air yang mengalir dengan kapasitas tertentu disalurkan dengan
ketinggian tertentu menuju rumah instalasi (rumah turbin). Di rumah instalasi, air
tersebut akan menumbuk turbin dimana turbin akan menerima energi air tersebut
dan mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputarnya poros turbin.
Poros yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan ke generator dengan
mengunakan kopling. Dari generator akan dihasilkan energi listrik yang akan
masuk ke sistem kontrol arus listrik, sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau
keperluan lainnya (beban). Begitulah secara ringkas proses Mikrohidro merubah
energi aliran dan ketinggian air menjadi energi listrik. Peningkatan kebutuhan
suplai daya ke daerah-daerah pedesaan di sejumlah negara, sebagian untuk
mendukung industri-industri dan sebagian untuk menyediakan penerangan di
malam hari. Kemampuan pemerintah yang terhalang oleh biaya yang tinggi untuk
perluasan jaringan listrik, dapat membuat Mikrohidro memberikan sebuah sebuah
alternatif ekonomi ke dalam jaringan. Hal ini dikarenakan Skema Mikrohidro
yang mandiri dapat menghemat dari jaringan transmisi, karena skema perluasan
jaringan tersebut biasanya memerlukan biaya peralatan dan pegawai yang mahal.
Dalam kontrak, Skema Mikro Hidro dapat didisain dan dibangun oleh pegawai
lokal, dan organisasi yang lebih kecil, dengan mengikuti peraturan yang lebih
longgar dan menggunakan teknologi lokal, seperti untuk pekerjaan irigasi
tradisional atau mesin-mesin buatan lokal. Pendekatan ini dikenal sebagai
Pendekatan Lokal.
Potensi sumber daya air yang melimpah di Indonesia karena banyak terdapatnya
hutan hujan tropis, membuat kita harus bisa mengembangkan potensi ini, karena
air adalah sebagai sumber energy yang dapat terbarukan dan alami. Bila hal ini
dapat terus dieksplorasi, konversi air menjadi energy listrik sanat menguntungkan
bagi negeri ini. Di Indonesia telah terdapat banyak sekali PLTMHdan waduk
untuk menampung air, tinggal bagaimana kita dapat mengembangkan PLTMH
menjadi lebih baik lagi dan lebih efisien.

2.2

Teknologi Mikrohidro

Tenaga listrik dari Air. Sebuah skema hidro memerlukan dua hal yaitu debit air
dan ketinggian jatuh (biasa disebut Head) untuk menghasilkan tenaga yang
bermanfaat. Ini adalah sebuah sistem konversi tenaga, menyerap tenaga dari
bentuk ketinggian dan aliran, dan menyalurkan tenaga tersebut dalam bentuk daya
listrik. Sebenarnya tidak ada sistem konversi daya yang dapat mengirim daya
yang diserap dikurangi sebagian daya hilang oleh sistem itu sendiri dalam bentuk
gesekan, panas, suara dan sebagainya.
Persamaan konversinya adalah :
Daya yang masuk = Daya yang keluar + Kehilangan (Loss) atau Daya yang keluar
= Daya yang masuk H Efisiensi konversi, Persamaan di atas biasanya digunakan
untuk menggambarkan perbedaan yang kecil. Daya yang masuk, atau total daya
yang diserap oleh skema hidro adalah daya kotor atau Pgross. Daya yang
manfaatnya dikirim adalah daya bersih, atau Pnet. Semua efisiensi dari skema
Pnet = Pgross H Eo kW Daya kotor adalah head kotor (Hgross) yang dikalikan
dengan debit air (Q) dan juga dikalikan dengan sebuah faktor (g = 9.8), sehingga
persamaan dasar dari pembangkit listrik adalah : Pnet = g HH gross H Q HEo kW
, dimana (g=9.8) dimana head dalam meter, dan debit air dalam meter kubik per
detik (second (s)). dan Eo terbagi sebagai berikut. Eo = Ekonstruksi sipil H
Epenstock H Eturbin H Egenerator H Esistem kontrol H Ejaringan H Etrafo
Biasanya E konstruksi sipil : 1.0 - (panjang saluran H 0.002 ~ 0.005)/ Hgross E
penstock : 0.90 ~ 0.95 (tergantung pada panjangnya) E turbin : 0.70 ~ 0.85
(tergantung pada tipe turbin) E generator : 0.80 ~ 0.95 (tergantung pada kapasistas
generator) E sistem control : 0.97 E jaringan : 0.90 ~ 0.98 (tergantung pada
panjang jaringan) E trafo : 0.98 E konstruksi sipil dan E penstock adalah yang
biasa diperhitungkan sebagai Head Loss (Hloss)/kehilangan ketinggian. Dalam
kasus ini, persamaan diatas dirubah ke persamaan berikut. Pnet = g H(HgrossHloss) HQ H(Eo E konstruksi sipil E penstock) kW .Persamaan sederhana ini
harus diingat karena ini adalah inti dari semua disain pekerjaan pembangkit listrik.
Ini juga penting ketka menggunakan unit-unit yang benar.

2.3

Prinsip Kerja PLTMH

PLTMH pada prinsipnya memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah air yang
jatuh ( debit ) perdetik yang ada pada saluran air/air terjun. Energi ini selanjutnya
menggerakkan turbin, kemudian turbin kita hubungkan dengan generator untuk
menghasilkan

listrik.

Hubungan

antara

turbin

dengan

generator

dapat

menggunakan jenis sambungan sabuk (belt ) ataupun sistem gear box. Jenis sabuk
yang biasa digunakan untuk PLTMH skala besar adalah jenis flat belt sedangkan
V-belt digunakan untuk skala di bawah 20 kW. Selanjutnya listrik yang dihasilkan
oleh generator ini dialirkan ke rumah-rumah dengan memasang pengaman
( sekring ). Yang perlu diperhatikan dalam merancang sebuah PLTMH adalah
menyesuaikan antara debit air yang tersedia dengan besarnya generator yang
digunakan. Jangan sampai generator yang dipakai terlalu besar atau terlalu kecil
dari debit air yang ada. Potensi daya mikrohidro dapat dihitung dengan persamaan
: Daya ( P ) = 9,8 x Q x Hn x h ; dimana : Q = debit aliran ( m 3/s ), Hn = Head
net/ tinggi jatuh air ( m ); 9,8= konstanta gravitasi bumi, h = efisiensi
keseluruhan. Misalnya diketahui data di suatu lokasi adalah sebagai berikut : Q =
100 m3/s, Hn = 2 m dan h = 0,5. Maka besarnya potensi daya ( P ) adalah : P = 9,8
x Q x Hn x hP = 9,8 x 100 x 2 x 0,5 = 980 watt

2.4

Bagian-Bagian Pltmh

PLTMH mempunyai beberapa bagian penting yang mendukung kemampuan


kerajanya. Peralatan penting yang ada antara lain :
1.

Saluran Pengambilan (Intake)

Fungsinya untuk mengalirkan air dari saluran pnghantar atau kolam tando menuju
turbin. Pipa pesat mempunyai posisi kemiringan yang tajam dengan maksud agar
diperoleh kecepatan dan tekanan air yang tinggi untuk memutar turbin.
Konstruksinya harus diperhitungkan agar dapat menerima tekanan besar yang
timbul termasuk tekanan dari pukulan air. Pipa pesat merupakan bagian yang
cukup mahal, untuk itu pemilihan pipa yang tepat sangat penting.

2.

Bendungan/weir.

Biasanya berada dibibir sungai kearah hulu sungai. Pada pintu air biasanya
terdapat perangkap sampah atau biasa disebut filter. Saluran Pembawa/ headrace.
Membawa air dari saluran Pemasukan (Intake) ke`arah Bak Pengendap. Bak
Pengendap/ Bak Penenang (Forebay). Mengendapkan tanah yang terbawa dalam
air sehingga tidak masuk ke pipa pesat. Bak pengendap sama dengan Bak
penenang pada PLTMH kecil. Pipa pesat (Penstock). Adalah pipa yang membawa
air jatuh kearah mesin Turbin. Di samping itu, pipa pesat juga mempertahankan
tekanan air jatuh sehingga energi Di dalam gerakan air tidak terbuang. Air di
dalam pipa pesat tidak boleh bocor karena mengakibatkan hilangnya tekanan air.

3.

Saringan (Sand trap)

Saringan ini dipasang didepan pintu pengambilan air, berguna untuk menyaring
kotoran kotoran atau sampah yang terbawa sehingga air menjadi bersih dan
tidak mengganggu operasi mesin PLTMH.

Gb. Saringan

4. Rumah Pembangkit/ Power House.


Adalah rumah tempat semua peralatan mekanik dan elektrik PLTMH. Peralatan
Mekanik seperti Turbin dan Generator berada dalam Rumah Pembangkit,
demikian pula peralatan elektrik seperti kontroler.
a. Turbin, merupakan salah satu bagian penting dalam PLTMH yang menerima
energi potensial air dan mengubahnya menjadi putaran (energi mekanis). Putaran
turbin dihubungkan dengan generator untuk menghasilkan listrik.

b. Generator, generator yang digunakan adalah generator pembangkit listrik AC.


Untuk memilih kemampuan generator dalam menghasilkan energi listrik
disesuaikan dengan perhitungan daya dari data hasil survei. Kemampuan
generator dalam menghasilkan listrik biasanya dinyatakan dalam VoltAmpere
(VA) atau dalam kilo volt Ampere (kVA).

c. Penghubung turbin dengan generator, penghubung turbin dengan generator atau


sistem transmisi energi ekanik ini dapat digunakan sabuk atau puli, roda gerigi
atau dihubungkan langsung pada porosnya.
1) Sabuk atau puli digunakan jika putaran per menit (rpm) turbin belum
memenuhi putaran rotor pada generator, jadi puli berfungsi untuk menurunkan
atau menaikan rpm motor generator.
2) Roda gerigi mempunyai sifat yang sama dengan puli

3) Penghubung langsung pada poros turbin dan generator, jika putaran turbin
sudah lama dengan putaran

rotor pada generator.

Gb. Instalasi PLTMH

5. Panel atau Peralatan Pengontrol Listrik.


Biasanya berbentuk kotak yang ditempel di dinding. Berisi peralatan elektronik
untuk mengatur listrik yang dihasilkan Generator. Panel termasuk alat elektrik.

6. Jaringan Kabel Listrik.


Biasanya kabel yang menyalurkan listrik dari rumah pembangkit ke pelanggan.

2.5

Keuntungan dan Kekurangan PLTMH

A. Keuntungan
Bagi kebanyakan pihak, PLTMH masih dianggap sesuatu yang jauh dari kata
"untung". PLTMH hanya berbicara dalam ruang lingkup lokal dan tak ada
yang berbicara dengan kepentingan lain. Namun penulis mempunyai pemikiran
lain. PLTMH merupakan salah satupembangkit listrik yang cukup unik karena
meskipun dalam skala kecil tetapi memiliki banyakkelebihan, yakni :
1. Energi yang tersedia tidak akan habis selagi siklus dapat kita jaga dengan baik,
seperti daerah tangkapan atau catchment area, vegetasi sungai dansebagainya.
2. Proses yang dilakukan mudah dan murah, harga turbin, generator, panel
kontrol, hingga pembangunan PLTMH itu sendiri
3. Tidak menimbulkan polutan yang berbahaya.
4. Dapat diproduksi di Indonesia, sehingga jika terjadi kerusakan tidak akan sulit
untuk mendapatkan sparepart-nya.
5. Jika menerapkan mikrohydro sebagai pembangkit listrik secara tidak langsung
kita ditutuntut untuk mengelola dan menata lingkungan agar tetap seimbang,
sehingga sudah barang tentu tidak akan menimbulkan kerusakan lingkungan
seperti banjir, tanah longsor atau erosi. Dan pada gilirannya ekosistem sungai atau
daerah tangkapan akan tetap terjaga, dengan cara ini pula pemanasan global dapat
lebih teredam.
6. Mengurangi tingkat konsumsi energi fosil, langkah ini akan berperan dalam
mengendalikan laju harga minyak di pasar internasional. Dengan kata lain, jika
akan membangun PLTMH dengan daya 100 KW (100.000 Watt) dibutuhkan biaya

Rp 500 juta. Biaya tersebut relatif murah dibandingkan dengan menggunakan


sumber listrikdari berbahan bakar fosil (BBM). Keuntungan lain yang didapat
dengan mengembangkan PLTMH,salah satunya adalah karena teknologi PLTMH
andal dan kokoh hingga mampu beroperasi lebih dari 15 tahun.
7. Biaya pengoperasiannya lebih murah.
B. Kekurangan
Dengan peralatan- peralatan yang disebut diatas, pengoperasian PLTMH dapat
dilakukan. Namun PLTMH tetap memiliki keterbatasan yang disebabkan oleh :
1. A i r.
Besarnya listrik yang dihasilkan PLTMH tergantung pada tinggi jatuh air dan
jumlah air. Pada musim kemarau kemampuan PLTMH akan menurun karena
jumlah air biasanya Berkurang.
2. Ukuran Generator.
Ukuran Generator tidak menunjukkan kemampuan produksi listriknya karena
semuanya tergantung pada jumlah air dan ketinggian jatuh air sehingga ukuran
generator bukan penentu utama kapasitas PLTMH.
3. Jumlah Pelanggan.
Jika jumlah pelanggan melebihi kemampuan PLTMH, maka kualitas listrik akan
menurun. Jika pelanggan sudah berlebih, maka penggunaan listrik harus diatur.
Aturan umum adalah 1 pelanggan paling sedikit mengkonsumsi 50 Watt listrik (3
buah lampu neon/ 3 buahlampu bohlam 10-15 Watt.
4. Jarak
Semakin dekat jarak pelanggan dengan pembangkit, maka kualitas listri juga
semakin baik. Sebaliknya jika semakin jauh jarak pelanggan, maka listrik yang
hilang juga semakin banyak yang hilang atau dayanya menurun. Jarakpelanggan
terjauh yang dianjurkan adalah antara 1-2 km. Dari PLTMH.
5. Penggunaan Listrik Oleh Pelanggan.
Jika pelanggan menggunakan listrik secara berlebih, maka kualitas listrik
menurun danmembahayakan peralatan.Satu pelanggan melanggar, maka yang rugi
adalah seluruh pelanggan.

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan

Sungai-sungai kecil di pedesaan merupakan kebutuhan hidup. Selain untuk irigasi


persawahan, kalau sungai itu meliuk turun pada kontur tanah yang curam, ia
berpotensi menjadi sumber energi. Airnya ditampung di bendungan kecil, lalu
disalurkan melalui pipa besar ke bawah, sehingga menghasilkan kekuatan seperti
air terjun yang kemudian menggerakkan turbin listrik.
Banyak sumber daya alam yang ada di negara kita belum dimanfaat secara
optimal tidak seperti di negara maju yang sudah memanfaatkan sumber daya
alamnya dengan baik seperti pembangkit listrik tenaga air. Padahal, letak negara
kita yang banyak sekali pegunungan yang tentunya banyak sekali air terjun yang
melimpah, dan banyak daerah yang letaknya di dataran tinggi belum dijangkau
aliaran listrik, dengan pembangkit listrk tenaga mikro hidro daerah tersebut akan

mendapatkan aliran listrik yang tentunya dengan perawatan yang relatif mudah
dan murah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010. http://www.kdei-taipei.org/banner/irigasi.htm


Anonim, 2010. http://www.sumantry.com/artikel/pengetahuan-dasar/65-prosespembuatan-PLTHM
Anonim,2010. http://id.wikipedia.org/wiki/PLTHM