Anda di halaman 1dari 16

Stasiun KlimatologiKelas II Karang Ploso Malang

Stasiun Klimatologi Karangploso Malang merupakan


unit pelayanan teknis dari kantor pusat BADAN
METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
(BMKG)
yang
dulu
bernama BADAN
METEOROLOGIDAN
GEOFISIKA
(BMG) . Stasiun
Klimatologi (staklim) Karangploso Malang merupakan satusatunya stasiun iklim di Jawa Timur.
Di website ini anda dapat mengetahui segala bentuk
kegiatan pengamatan di bidang meteorologi dan klimatologi
di Malang pada khususnya dan di seluruh Jawa Timur pada
umumnya yang outputnya disajikan secara aktual untuk
menunjang aktivitas Anda.
Produk jasa meteorologi / klimatologi yag dihasilkan
oleh stasiun Klimatologi Karangploso adalah distribusi

(Evaluasi) dan prakiraan sifat dan curah hujan bulanan,


prakiraan permulaan musim kemarau dan hujan, analisis
unsur-unsur iklim di Propinsi Jawa Timur.

Profil Stasiun Klimatologi Kelas II Karangploso


Malang
Nama Satuan Kerja

: Stasiun Klimatologi Karangploso


Malang

Kelas

: II (Dua)

Balai Besar

Alamat

: Jl. Zentana No. 33 Karang ploso


Malang

Desa/kelurahan

Kecamatan

: Karang ploso

Kabupaten

: Malang

Provinsi

: Jawa Timur

Koordinat

:7 54' 4.02" S 112 35' 51.19" E

Tahun Operasi

No.Telepon/Fax
464827

:0341 464827,461595/ Fax: 0341

E-mail/Websites :E-mail : Zentana33@yahoo.com/ Web :


www.staklimkarangploso.net

SEJARAH BMKG (BADAN METEOROLOGI


KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA)

Sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di


Indonesia dimulai pada tahun 1841 diawalai dengan
pengamatan yang dilakukan secara Peroroangan oleh Dr.
Onnen, Kepala Rumah Sakit di Bogor. Tahun demi tahun
kegiatannya berkembang sesuai dengan semakin
diperlukannya data hasil pengamatan cuaca dan geofisika.
Pada tahun 1866, kegiatan pengamatan perorangan tersebut
oleh Pemerintah Hindia Belanda diresmikan menjadi instansi
pemerintah dengan nama Magnetisch en Meteorologisch
Observatorium atau Observatorium Magnetik dan
Meteorologi dipimpin oleh Dr. Bergsma. Pada tahun 1879
dibangun jaringan penakar hujan sebanyak 74 stasiun
pengamatan di Jawa. Pada tahun 1902 pengamatan medan
magnet bumi dipindahkan dari Jakarta ke Bogor. Pengamatan
gempa bumi dimulai pada tahun 1908 dengan pemasangan
komponen horisontal seismograf Wiechert di Jakarta,
sedangakn pemasangan komponen vertikal dilaksanakan pada
tahun 1928. Pada tahun 1912 dilakukan reorganisasi
pengamatan meteorologi dengan menambah jaringan
sekunder. Sedangkan jasa meteorologi mulai digunakan untuk
penerangan pada tahun 1930. Pada masa pendudukan Jepang
antara tahun 1942 sampai dengan 1945, nama instansi
meteorologi dan geofisika diganti menjadi Kisho Kauso
Kusho. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada
tahun 1945, instansi tersebut dipecah menjadi dua. Di
Yogyakarta dibentuk Biro Meteorologi yang berada di
lingkungan Markas Tertinggi Tentara Rakyat Indonesia.
Di Jakarta dibentuk Jawatan Meteorologi dan
Geofisika, dibawah Kementerian Pekerjaan Umum dan
Tenaga Pada tanggal 21 Juli 1947 Jawatan Meteorologi dan
Geofisika diambil alih oleh Pemerintah Belanda dan namanya
diganti menjadi Meteorologisch en Geofisiche Dienst.
Sementara itu, ada juga Jawatan Meteorologi dan Geofisika
yang dipertahankan oleh Pemerintah Republik Indonesia ,
kedudukan instansi tersebut di Jl. Gondangdia, Jakarta. Pada

tahun 1949, setelah penyerahan kedaulatan negara Republik


Indonesia dari Belanda, Meteorologisch en Geofisiche Dienst
diubah menjadi jawatan Meteorologi dan Geofisika dibawah
Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum.
Selanjutnya, pada tahun 1950 Indonesia secara resmi
masuk sebagai anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World
Meteorological Organization atau WMO) dan Kepala
Jawatan Meteorologi dan Geofisika menjadi Permanent
Representative of Indonesia with WMO. Pada tahun 1955
Jawatan Meteorologi dan Geofisika diubah namanya menjadi
Lembaga Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen
Perhubungan, dan pada tahun 1960 namanya dikembalikan
menjadi Jawatan Meteorologi dan Geofisika di bawah
Departemen Perhubungan Udara. Pada tahun 1965, namanya
diubah menjadi Direktorat Meteorologi dan Geofisika,
kedudukannya tetap di bawah Departemen Perhubugan
Udara. Pada tahun 1972, Direktorat Meteorologi dan
Geofisika diganti namanya menjadi Pusat Meteorologi dan
Geofisika, suatu instansi setingkat eselon II di bawah
Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1980 statsunya
dinaikkan menjadi suatu instansi setingkat eselon I dengan
nama Badan Meteorologi dan Geofisika, tetap berada di
bawah Departemen Perhubungan. Terakhir pada tahun 2002,
dengan keputusan Presiden RI Nomor 46 dan 48 tahun 2002,
struktur organisasinya diubah menjadi Lembaga Pemerintah
Non Departemen (LPND) dengan nama tetap Badan
Meteorologi dan Geofisika.

SEJARAH SINGKAT STASIUN KLIMATOLOGI


KARANGPLOSO MALANG

Stasiun Klimatologi Karangploso mulai dibangun sejak


tahun 1985 - 1986 oleh BMKG Pusat Jakarta dan mulai

beroperasional penuh pada tahun 1988 dan hanya


beranggotakan 3 orang pegawai. Stasiun Klimatologi
Karangploso pertama kali dikepalai oleh Bapak Ir Bambang
Winarno (alm) dari tahun 1987 - 2004 dengan Kepala Tata
Usaha pada waktu itu Bapak Edi Waluyo dan Kepala
Kelompok Teknisi dijabat oleh bapak Ir Joko Prabowo
Pegawai mula-mula di stasiun Klimatologi Karangploso
hanya berjumlah 3 (tiga orang) antara lain :
1. Bapak Rodiman (1987- )
2. Ibu Sumarsih (1987 - sekarang)
3. Bapak Bambang Winarno (1987 - 2004)
Stasiun Klimatologi untuk pertama kalinya hanya
mengoperasikan 2 buah alat antara lain :
1. sangkar meteorologi
2. penakar hujan observasi
kemudian menyusul pegawai lagi Bapak Yudo Purnomo pada
tahun 1988, selang kemudian disusul oleh bapak Bapak Joko
Prabowo pada tahun yang sama, kemudian disusul bapak
Sarimin bulan Agustus pada tahun 1988 yang merupakan
pindahan dari Stasiun Klimatologi Pondok Betung, lalu
kemudian datang Bapak Haryono yang merupakan pindahan
dari Biak Irian Jaya (sekarang Papua).

Tugas dan Fungsi BMKG


BMKG mempunyai status sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen
(LPND), dipimpin oleh seorang Kepala Badan. BMKG mempunyai tugas :

melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas


Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika menyelenggarakan fungsi :

Perumusan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang


meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Perumusan kebijakan teknis di bidang meteorologi, klimatologi, dan


geofisika;

Koordinasi kebijakan, perencanaan dan program di bidang meteorologi,


klimatologi, dan geofisika;

Pelaksanaan, pembinaan dan pengendalian observasi, dan pengolahan data


dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Pelayanan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan


geofisika;

Penyampaian informasi kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat


berkenaan dengan perubahan iklim;

Penyampaian informasi dan peringatan dini kepada instansi dan pihak


terkait serta masyarakat berkenaan dengan bencana karena factor
meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Pelaksanaan kerja sama internasional di bidang meteorologi, klimatologi,


dan geofisika;

Pelaksanaan penelitian, pengkajian, dan pengembangan di bidang


meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Pelaksanaan, pembinaan, dan pengendalian instrumentasi, kalibrasi, dan


jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Koordinasi dan kerja sama instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan


komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keahlian dan manajemen


pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Pelaksanaan pendidikan profesional di bidang meteorologi, klimatologi,


dan geofisika;

Pelaksanaan manajemen data di bidang meteorologi, klimatologi, dan


geofisika;

Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas administrasi di lingkungan


BMKG;

Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab


BMKG;

Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BMKG;

Penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang meteorologi,


klimatologi, dan geofisika.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya BMKG dikoordinasikan oleh Menteri


yang bertanggung jawab di bidang perhubungan.

TUGAS STASIUN KLIMATOLOGI KELAS II KARANGPLOSO MALANG


Berdasarkan :

PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA


NOMOR : KEP. 008 TAHUN 2006 TENTANG URAIAN TUGAS STASIUN
METEOROLOGI, STASIUN KLIMATOLOGI, DAN STASIUN
GEOFISIKA KEPALA BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA
Menimbang:
a. bahwa berdasarkan Keputusan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika
Nomor KEP.005 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Nomor 007 Tahun 2006 telah
ditetapkan Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Meteorologi dan
Geofisika, Stasiun Meteorologi, Stasiun Klimatologi dan Stasiun
Geofisika;
b. bahwa dengan adanya penataan kembali organisasi dan tata kerja
sebagaimana tersebut pada huruf a dan untuk kelancaran
pelaksanaanTugas Pokok dan Fungsi masing-masing Stasiun , maka perlu
menetapkan uraian tugas Stasiun Meteorologi, Stasiun Klimatologi dan
Stasiun Geofisika dengan Peraturan Kepala Badan Mteorologi dan
Geofisika;
Mengingat:

1. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas,


Fungsi, Kewenangan, Susunan Organiasi dan Tata Kerja Lembaga
Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005;
2. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan
Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun
2005;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan:
PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA
TENTANG URAIAN TUGAS STASIUN METEOROLOGI, STASIUN
KLIMATOLOGI, DAN STASIUN GEOFISIKA.
BAB II
STASIUN KLIMATOLOGI
Pasal 10
1. Stasiun Klimatologi adalah Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan
Meteorologi dan Geofisika yang berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika.
2. Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, Stasiun Klimatologi secara
administratif dibina oleh Sekretaris Utama dan secara teknis operasional
dibina oleh masing-masing Deputi sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 11
Stasiun Klimatologi mempunyai tugas melaksanakan pengamatan, pengumpulan
dan penyebaran data, pengolahan, analisa dan prakiraan di dalam wilayahnya serta
pelayanan jasa klimatologi dan kualitas udara, pengamatan meteorologi pertanian
dan hidrometeorologi.
Pasal 12
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Stasiun
Klimatologi menyelenggarakan fungsi :
a. pengamatan klimatologi dan kualitas udara serta meteorologi pertanian
dan hidrometeorologi;

b. pengumpulan dan penyebaran data klimatologi, dan kualitas udara, serta


meteorologi pertanian dan hidrometeorologi;
c. pengolahan, analisa dan prakiraan klimatologi dan kualitas udara serta
meteorologi pertanian dan hidrometeorologi serta pengelolaan basis data
klimatologi;
d. pelayanan jasa klimatologi dan kualitas udara serta meteorologi pertanian
dan hidrometeorologi;
e. pelaksanaan administrasi dan kerumahtanggaan.
Pasal 13
Stasiun Klimatologi di klasifikasikan dalam 4 (empat) kelas yaitu :
a. Stasiun Klimatologi Kelas I;
b. Stasiun Klimatologi Kelas II;
c. Stasiun Klimatologi Kelas III;
d. Stasiun Klimatologi Kelas IV.
Pasal 15
STASIUN KLIMATOLOGI KELAS II
Sesuai dengan fungsinya, uraian tugas Stasiun Klimatologi Kelas II sebagai
berikut :
a. Pengamatan, meliputi:
1. Melaksanakan pengamatan klimatologi, terdiri dari pengamatan unsurunsur :
a. Radiasi matahari;
b. Suhu udara;
c. Tekanan udara;
d. Angin;
e. Kelembaban udara;
f. Curah Hujan;

g. Penguapan.
2. Melaksanakan pengamatan hidrometeorologi, terdiri dari pengamatan
unsur-unsur;
a. Intensitas curah hujan dalam 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20
menit, 30 menit, 45 menit, 1 ( satu ) jam, 2 (dua) jam, 3 (tiga) jam,
6 (enam) jam, 12 (dua belas) jam;
b. Kelembaban udara;
c. Perawanan;
d. Embun;
e. Penguapan.
3. Melaksanakan pengamatan meteorologi pertanian , terdiri dari unsurunsur:
a. Radiasi matahari;
b. Iklim mikro, meliputi : permukaan tanah gundul, suhu permukaan
tanah berumput; suhu udara pada ketinggian 5 cm, 10 cm, 20 cm,
50 cm, 100 cm, 150 cm, dan 300 cm, kelembaban udara, dan
kecepatan angin pada ketinggian 0,5 m, 1 m, 4 m, 7 m dan 10 m
c. Curah Hujan;
d. Penguapan;
e. Evapotranspirasi;
f. Suhu tanah, kedalaman 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm, 100 cm;
g. Suhu maksimum dan minimum tanah berumput;
h. Fenologi tanaman.
4. Melaksanakan pengamatan kualitas udara , terdiri dari pengamatan :
a. Polusi udara , meliputi kadar SOx, NOx, C02, CO, Ozon di
udara;
b. Debu (Suspended Particulate Mater/ SPM );
c. Kimia air hujan.

b. Pengumpulan dan penyebaran data, meliputi:


1. Melaksanakan pengumpulan data klimatologi, hidrometeorologi,
meteorologi pertanian, dan kualitas udara dari stasiun setempat,
pos kerja sama;
2. Melaksanakan pengumpulan data klimatologi dan atau hujan dari
Stasiun Meteorologi dan Stasiun Geofisika di wilayah
koordinasinya;
3. Melaksanakan penyebaran atau mengirimkan data klimatologi,
hidrometeorologi, meteorologi pertanian dan kualitas udara ke
Balai Besar Meteorologi dan Geofisika dan Kantor Pusat;
4. Melaksanakan penyebaran informasi klimatologi,
hidrometeorologi, meteorologi pertanian, dan kualitas udara
kepada pemerintah daerah , instansi terkait, dan instansi kerja
sama di wilayahnya;
5. Melaksanakan pengiriman data dan informasi terhadap kejadian
cuaca/iklim yang ekstrim ke Balai Besar Meteorologi dan
Geofisika Wilayah, dan Kantor Pusat.

c. Pengolahan data, terdiri dari:


1.
1. Melaksanakan kendali mutu ( quality control ) data klimatologi,
hidrometeorologi, meteorologi pertanian, dan kualitas udara;
2. Melaksanakan digitasi dan tabulasi data klimatologi,
hidrometeorologi, meteorologi pertanian, dan kualitas udara
menjadi data urut waktu ( data series ), data rata-rata, data
maksimum, dan data minimum berupa harian, bulanan, dan
tahunan;
3. Melaksanakan pengelolaan basis data klimatologi,
hidrometeorologi, meteorologi pertanian, dan kualitas udara;
4. Membuat catatan tentang kejadian penting dari gejala dan atau
unsur cuaca /
5. Membuat buletin data bulanan, dan tahunan.
d. Analisis dan prakiraan, terdiri dari :

1.
1. Melaksanakan pembuatan peta dan grafik data klimatologi,
hidrometeorologi, meteorologi pertanian, dan kualitas udara;
2. Melaksanakan analisis data, peta ,dan grafik data klimatologi;
3. Melaksanakan pengkajian keadaan iklim dengan keadaan
lingkungan;
4. Membuat prakiraan klimatologi;
5. Membuat pemutakhiran peta iklim secara berkala, 5 tahunan, 10
tahunan, dan 30 tahunan.
e. Pelayanan jasa , terdiri dari:
1.
1. Memberikan Informasi prakiraan bulanan di wilayahnya;
2. Memberikan Informasi prakiraan musim di wilayahnya;
3. Memberikan Informasi masing-masing usur iklim;
4. Memberikan Informasi prakiraan bulanan dan musim yang
bersumber dari Balai di wilayahnya dan Kantor Pusat;
5. Memberikan Informasi khusus, berupa peringatan dini.
f. Pemeliharaan, berupa pemeliharaan peralatan teknis, terdiri dari:
1.
1. Melaksanakan pemeliharaan peralatan teknis operasional pada
stasiun setempat;
2. Melaksanakan perbaikan peralatan teknis operasional pada stasiun
setempat;
3. Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis
operasional dari pos pengamatan kerja sama;
4. Melaksanakan penataan jaringan pos pengamatan hujan dan pos
kerja sama lainnya.
g. Koordinasi / Kerja sama, terdiri dari:

1.
1. Melaksanakan kerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat
dalam pemanfaatan informasi BMG (SATKORLAK PB, TIM
PANGAN DAERAH);
2. Melaksanakan kerja sama dengan instansi teknis di daerah dalam
pemanfaatan informasi klimatologi. (SATGAS PERTANIAN,
PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR, PENGELOLAAN DAS.
3. Melaksanakan kerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi
lainnya dalam kegiatan pengamatan dan pengumpulan data hujan
dan iklim;
4. Melaksanakan kerja sama dalam bimbingan teknis terhadap
pengamat yang bertugas pada instansi kerja sama.
h. Melaksanakan tugas administrasi meliputi ketatausahaan, kepegawaian,
keuangan, rumah tangga dan laporan stasiun.
i. Tugas tambahan, berupa tugas-tugas selain yang tercantum pada huruf a sampai
h berdasarkan pengaturan Kantor Pusat, terdiri dari:
1.
1. Melaksanakan tugas sebagai Koordinator Stasiun BMG di Propinsi
setempat, sebagai kepanjangan BMG di daerah dalam
hubungannya dengan Pemerintah Daerah setempat;
2. Melaksanakan tugas pengamatan meteorologi sinoptik sesuai
dengan kebutuhan jaringan;
3. Melaksanakan tugas untuk kegiatan pelayanan khusus;

Visi, Misi dan Tujuan BMKG


Dalam rangka mendukung dan mengemban tugas pokok dan fungsi serta
memperhatikan kewenangan BMKG agar lebih efektif dan efisien, maka
diperlukan aparatur yang profesional, bertanggung jawab dan berwibawa serta
bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), disamping itu harus dapat
menjunjung tinggi kedisiplinan, kejujuran dan kebenaran guna ikut serta
memberikan pelayanan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Oleh karena itu
kebijakan yang akan dilakukan BMKG Tahun 2010-2014 adalah mengacu pada
Visi, Misi, dan Tujuan BMKG yang telah ditetapkan.
Visi

Mewujudkan BMKG yang handal, tanggap dan mampu dalam rangka mendukung
keselamatan masyarakat serta keberhasilan pembangunan nasional, dan berperan
aktif di tingkat Internasional.
Terminologi di dalam visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Pelayanan informasi meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan
geofisika yang handal ialah pelayanan BMKG terhadap penyajian data,
informasi pelayanan jasa meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan
geofisika yang akurat, tepat sasaran, tepat guna, cepat, lengkap, dan dapat
dipertanggungjawabkan
b. Tanggap dan mampu dimaksudkan BMKG dapat menangkap dan
merumuskan kebutuhan stakeholder akan data, informasi, dan jasa
meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika serta mampu
memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa;
c. Tanggap dan mampu dimaksudkan BMKG dapat menangkap dan
merumuskan kebutuhan stakeholder akan data, informasi, dan jasa
meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika serta mampu
memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa;
d. Tanggap dan mampu dimaksudkan BMKG dapat menangkap dan
merumuskan kebutuhan stakeholder akan data, informasi, dan jasa
meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika serta mampu
memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa;
Tanggap dan mampu dimaksudkan BMKG dapat menangkap dan merumuskan
kebutuhan stakeholder akan data, informasi, dan jasa meteorologi, klimatologi,
kualitas udara, dan geofisika serta mampu memberikan pelayanan sesuai dengan
kebutuhan pengguna jasa;
Misi
Dalam rangka mewujudkan Visi BMKG, maka diperlukan visi yang jelas yaitu
berupa langkah-langkah BMKG untuk mewujudkan Misi yang telah ditetapkan
yaitu :
1. Mengamati dan memahami fenomena meteorologi, klimatologi, kualitas
udara dan geofisika.
2. Menyediakan data, informasi dan jasa meteorologi, klimatologi, kualitas
udara dan geofisika yang handal dan terpercaya.
3. Mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan di bidang meteorologi,
klimatologi , kualitas udara dan geofisika.

4. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan internasional di Bidang meteorologi,


klimatologi , kualitas udara dan geofisika.
Secara lebih rinci, maksud dari pernyataan misi di atas adalah sebagai berikut :
a. Mengamati dan memahami fenomena meteorologi, klimatologi, kualitas
udara, dan geofisika artinya BMKG melaksanakan operasional
pengamatan dan pengumpulan data secara teratur, lengkap dan akurat guna
dipakai untuk mengenali dan memahami karakteristik unsur-unsur
meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika guna membuat
prakiraan dan informasi yang akurat;
b. Menyediakan data, informasi dan jasa meteorologi, klimatologi,
kualitas udara, dan geofisika kepada para pengguna sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan mereka dengan tingkat akurasi tinggi dan tepat
waktu;
c. Mengkoordinasi dan Memfasilitasi kegiatan sesuai dengan kewenangan
BMKG, maka BMKG wajib mengawasi pelaksanaan operasional,
memberi pedoman teknis, serta berwenang untuk mengkalibrasi peralatan
meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika sesuai dengan
peraturan yang berlaku
d. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan internasional artinya BMKG dalam
melaksanakan kegiatan secara operasional selalu mengacu pada ketentuan
internasional mengingat bahwa fenomena meteorologi, klimatologi,
kualitas udara, dan geofisika tidak terbatas dan tidak terkait pada batas
batas wilayah suatu negara manapun.
Tujuan
Tujuan Rencana Strategis BMKG diarahkan untuk mempercepat pencapaian
tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan berdasarkan pemikiran konseptual
analitis, realitis, rasional dan komprehensif dan perwujudan pembangunan dalam
langkah-langkah yang sistemik dan bertahap dalam suatu perencanaan yang
bersifat strategis.