Anda di halaman 1dari 7

Berikut adalah informasi profil perusahaan:

Nama
: PT INDONESIAN FURNITURE
Alamat
: Kawasan Industri Pulogadung Blok F No. 7, Pulogadung, Jakarta Timur
NPWP
: 01.234.567.4-005.000
Tanggal Pengukuhan PKP : 24 Desember 2010
Usaha
: Industri Perkayuan (Mebel) KLU: 12345
Nomor Telepon
: (021) 1234567
Direktur Utama
: Markonah Rustini, SE, Ak., MM
Dalam bulan Maret 2011, dapat dipetik transaksi dari pembukuannya sebagai berikut :
No.
Tanggal
1 5 Maret 2011

2 7 Maret 2011

3 10 Maret
2011

4 8 Maret 2011

5 9 Maret 2011

TRANSAKSI PENYERAHAN
Mengirim surat tagihan ke Bendahara Departemen Kesehatan di
Jakarta (NPWP 00.987.654.1-007.000) atas penyerahan mebel
pada tanggal 7 Januari 2011 dengan nilai Rp 330.000.000 (harga
sudah termasuk PPN).
Mengirim satu set mebel kualitas utama ke cabang perusahaan
di Yogyakarta (NPWP 01.234.567.4-555.001). Harga pokok atas
mebel yang bersangkutan adalah Rp 750.000.000 sementara
harga jual adalah Rp 800.000.000. Perusahaan tidak memiliki ijin
pemusatan tempat pajak terutang dari Direktorat Jenderal Pajak.
Mengekspor 5 kontainer mebel kualitas utama ke Tulipe Neso
Belanda dengan nilai ekspor Rp 3.500.000.000 dengan dokumen
berupa PEB nomor 456 tanggal 10 Maret 2011 dan telah di fiat
muat oleh DJBC pada tanggal yang sama.
Mengirim beberapa lemari dari kayu jati kepada CV Jati Indah di
Cirebon (NPWP 02.987.654.7-411.000) senilai Rp 150.000.000
dalam rangka penjualan konsinyasi.
Dikirim beberapa set mebel kepada PT Bank Mandiri Tbk di
Jakarta (NPWP 01.875.321.0-091.000) dengan nilai Rp
220.000.000 (termasuk PPN). Pembayaran di terima tanggal 25

JAWABAN
Masuk di Form 1111 A2. Dengan
nomor Faktur 020.000.11.00000020
tgl 5 Maret 2011 dengan DPP Rp.
300.000.000,Masuk ke Form 1111 A2. Dengan
nomor Faktur 040.000.11.00000021
tgl 7 Maret 2011 dengan DPP Rp.
750.000.000,Masuk di Form 1111 A1 dengan
nomor PEB 456 tgl 10 Maret 2011,
DPP Rp. 3.500.000.000
Masuk di Form 1111 A2 dengan
nomor Faktur 010.000.11.00000022
tgl
8
Maret
2011.
DPP
Rp.
150.000.000
Masuk di Form 1111 A2 dengan
nomor faktur 010.000.11.00000023
tgl 9 Maret 2011, dengan DPP Rp.
1

6 14 Maret
2011

7 15 Maret
2011

8 16 Maret
2011
9 18 Maret
2011

10 22 Maret
2011

11 24 Maret
2011

Maret 2011.
Menerima pembayaran dari PT Lima Saudara di Tegal sebesar Rp
660.000.000 (termasuk PPN) NPWP 02.534.247.8-413.000 atas
penyerahan mebel pada tanggal 9 Maret 2011.
Menerima pembayaran uang muka sebesar Rp 50.000.000 dari
PT Usaha Utama di Bandung NPWP 01.432.983.3-364.000 atas
pesanan seperangkat mebel yang nilai totalnya adalah Rp
250.000.000. Sesuai perjanjian, pelunasan akan dilakukan bulan
depan (tanggal 9 April 2011), bersamaan dengan penyerahan
seluruh barang.
Mengirim surat tagihan kepada PT Bank Mandiri Tbk di Jakarta
(NPWP 01.875.321.0-091.000) atas transaksi penyerahan pada
tanggal 9 Maret 2011.
Mengambil satu set mebel untuk digunakan sebagai sampel
promosi pada bagian marketing senilai Rp 60.000.000 termasuk
laba 20%.

200.000.000
Masuk di Form 1111 A2 dengan
nomor Faktur 010.000.11.00000024
tgl 9 Maret 2011, dengan DPP Rp.
600.000.000
Masuk di Form 1111 A2 dengan
nomor Faktur 010.000.11.00000025
tgl 15 Maret 2011, dengan DPP Rp.
50.000.000

Tidak masuk ke SPT Masa PPN


karena Faktur sudah dibuat tgl 9
Maret 2011.
Tidak masuk ke SPT Masa PPN
karena pemakaian sendiri untuk
tujuan produktif sehingga PPN belum
terutang.
Memberikan satu set mebel senilai Rp 11.500.000 (termasuk Masuk di Form 1111 A2 dengan
laba 15%) kepada Sudjatmiko (non-PKP) sebagai hadiah nomor faktur 040.000.11.00000026
employee of the year 2010.
tgl 22 Maret 2011, DPP Rp.
10.000.000 (hanya HPP nya saja)
dengan nama pembeli PT Indonesian
Furniture.
Menyumbangkan satu set mebel senilai Rp 23.000.000 Masuk
di
Form
1111
AB
(termasuk laba 15%) kepada Panti Wreda Lansia Bahagia di (penyerahan
dalam
negeri
Bogor (non-PKP).
dengan
Faktur
Pajak
yang
digunggung)
dengan
DPP
Rp.
20.000.000.
Transaksi
ini
mengeluarkan Faktur Pajak tidak
lengkap dengan DPP Nilai Lain.
Nomor
Faktur
Pajak
2

040.000.11.00000027.
12 25 Maret
2011

13 26 Maret
2011

14 26 Maret
2011

15 27 Maret
2011

16 29 Maret
2011

Menyerahkan dua unit mesin bubut dan sekaligus menerima


pembayaran dari PT Cengkareng Bubutindo di Jakarta NPWP
02.211.349.2-211.000 senilai Rp 250.000.000 atas transaksi
penjualan mesin bubut yang dahulu diperoleh pada bulan Mei
2008 senilai Rp 300.000.000 dan digunakan sebagai mesin untuk
memproduksi mebel.
Mengirim satu set mebel ke pembeli akhir Aceng Sukarna di
Depok (belum memiliki NPWP) senilai Rp 10.000.000 dan
mendapat diskon sebesar 10%. Pada saat yang bersamaan telah
dibayar oleh pembeli uang sebesar Rp 5.000.000 dari total harga
transaksi.

Masuk ke Form 1111 A2 dengan


nomor Faktur 090.000.11.00000028
tanggal 25 Maret 2011, dengan DPP
Rp. 250.000.000.

Masuk
ke
Form
1111
AB
(penyerahan
dalam
negeri
dengan
Faktur
Pajak
yang
digunggung)
dengan
DPP
Rp.
9.000.000.
Transaksi
ini
mengeluarkan Faktur Pajak tidak
lengkap.
Nomor
Faktur
Pajak
010.000.11.00000029.
Diterima nota retur dari CV Jati Indah di Cirebon (NPWP Masuk ke Form 1111 A2 dengan
02.987.654.7-411.000) dengan nomor dokumen NR-87/III/2011 nomor retur NR-87/III/2011 tanggal
tanggal 23 Maret 2011 atas barang yang tidak sepenuhnya 23 Maret 2011, DPP Rp. -25.000.000,terjual senilai Rp 25.000.000. Transaksi ini berkaitan dengan
transaksi pada tanggal 8 Maret 2011.
Menjual Sedan Toyota Camry yang digunakan untuk kepentingan Masuk ke SPT Induk dalam
manajemen kepada PT Mobkas di Jakarta NPWP 01.112.334.6- Penyerahan yang tidak terutang
311.000 dengan harga jual Rp 100.000.000 (dibayar tunai pada PPN karena termasuk ke dalam
tanggal yang sama). Sedan dibeli bulan Mei 2009 dengan harga penjualan aktiva yang menurut
Rp 350.000.000.
tujuan semula tidak untuk diperjual
belikan
yang
dikecualikan
dari
pengenaan PPN (penjualan sedan).
PT Matzania di Bandung 02.534.247.8-222.000 membatalkan Masuk ke form 1111 AB - III huruf B
transaksi pembelian senilai Rp 50.000.000. Pembelian tersebut angka 2 sebesar Rp. 5.000.000
dilakukan tanggal 2 Januari 2011 dan telah diterbitkan Faktur
Pajak
pada
tanggal
yang
sama
dengan
nomor
3

17 31 Maret
2011

1 01 Maret
2011
2 07 Maret
2011

3 08 Maret
2011

4 09 Maret
2011

5 10 Maret
2011

010.000.11.00000001. Akibatnya PT Indonesia Furniture


membetulkan SPT Masa Januari 2011 dan menjadi LB Rp
5.000.000. LB tersebut dikompensasikan ke SPT Masa Maret
2011.
Menyerahkan 1 unit mesin potong kayu seharga Rp. 300.000.000
sebagai jaminan hutang kepada PT Aman Tenteram (NPWP
01.231.924.5-005.000). Hutang yang diperoleh dari PT Aman
Tenteram sebesar Rp. 250.000.000.

PEMBELIAN BKP/PEROLEHAN JKP :


Membayar gaji karyawan bagian produksi, administrasi dan
pemasaran sebesar Rp 580.000.000.
Membayar tagihan telepon senilai Rp 22.000.000 (termasuk PPN)
kepada PT TELKOM NPWP 02.468.465.6-091.000 dengan
dokumen berupa kuitansi nomor 5477878/TEL-III/2011 tanggal 2
Maret 2011.
Menemukan faktur pajak bernomor 010.000.10.00000087
bertanggal 12 Desember 2010 senilai Rp 550.000.000 (termasuk
PPN) dari PT Mesin Sejahtera NPWP 01.324.845.9.055.000 atas
pembelian tiga unit mesin gergaji kayu untuk kepentingan
produksi mebel. Mesin tersebut dibayar dan diserahkan pada
tanggal yang sama.
Dikeluarkan dari pelabuhan Tanjung Priok sejumlah kunci dan
engsel buatan La Piaza de La Grande Italia dengan CIF Rp
300.000.000 dan dikenakan Bea Masuk 50%. Dokumen berupa
PIB nomor 5694 dan PPN telah dilunasi dengan menggunakan
SSP pada tanggal 09 Maret 2011.
Menemukan faktur pajak bernomor 010.000.11.00000087
bertanggal 12 Januari 2011 senilai Rp 16.500.000 (termasuk
PPN) dari PT Baja Jaya NPWP 01.446.897.9-331.000 atas
pembelian kunci dan engsel pada tanggal yang sama dengan

Tidak masuk ke SPT Masa PPN


karena penyerahan aktiva dalam
rangka jaminan hutang piutang tidak
termasuk penyerahan BKP.

Tidak masuk ke SPT PPN karena


bukan transaksi yang terutang PPN.
Masuk ke form 1111 B2 dengan nilai
Rp. 20.000.000 tgl 2 Maret 2011.

Masuk ke form 1111 B3 karena Faktur


Pajak tidak bisa dikreditkan karena tgl
faktur terbit sebelum WP dikukuhkan
sebagai PKP.

Masuk ke form 1111 B1 dengan DPP


Rp. 450.000.000 tgl 9 Maret 2011.

Masuk ke form 1111 B2 tanggal 12


Januari 2011, dengan DPP Rp.
15.000.000

6 12 Maret
2011

7 14 Maret
2011

8 16 Maret
2011

9 18 Maret
2011

10 20 Maret
2011

11 23 Maret
2011

tanggal faktur.
Menerima faktur pajak nomor 010.000.11.00045678 bertanggal
2 Maret 2011 senilai Rp 250.000.000 atas pembelian BKP yang
terjadi pada tanggal 1 November 2011 dari PT Jong Java NPWP
02.092.308.2-443.000
Membayar Rp 27.500.000 (termasuk PPN) kepada Toko Maju
Makmur di Jakarta (PKP) dengan NPWP 02.742.904.2-417.000
atas pembelian kunci, engsel dan paku. Penyerahan telah
dilakukan pada tanggal 10 Maret 2011. Diterima dokumen
berupa Faktur Pajak dengan nomor 010.000.11.00000095
tanggal 10 Maret 2011, Faktur Pajak tersebut tidak menuliskan
NPWP PT Indonesian Furniture.
Menerima dan membayar satu unit mobil angkut/truk baru dari
PT Mobile di Jakarta NPWP 02.212.171.9-629.000 senilai Rp
600.000.000 (termasuk PPN dan PPnBM 40%) yang akan
digunakan sebagai kendaraan distribusi atas produk yang
dihasilkan. Perusahaan menerima faktur tanggal 16 Maret 2011
dengan nomor 010.000.11.00000770.
Membayar sebesar Rp 308.000.000 (termasuk PPN) kepada PT
Jasa Miharja (PKP) dengan NPWP 02.676.099.1-003.000 atas
renovasi ruang administratif dan menerima Faktur Pajak dengan
nomor 010.000.11.00007328 tanggal 09 Maret 2011.
Membeli secara tunai satu unit sedan Toyota Altis untuk mobil
dinas direktur utama seharga Rp 320 juta dari PT Toyota Astra
Motor (NPWP 01.240.374.7-421.000), termasuk PPN dan PPnBM
50%. PT Toyota Astra Motor memberikan Faktur Pajak dengan
nomor 010.000.11.00004547 tanggal 20 Maret 2011.
Membayar Rp 9.900.000 (termasuk PPN) atas biaya perbaikan
mobil Truk FUSO kepada PT Mobil Pratama di Jakarta NPWP
01.117.829.0-311.000 dan atas pembayaran ini perusahaan
menerima Faktur Pajak nomor 010.000.11.00000710 tanggal 23

Masuk ke form 1111 B3 karena faktur


pajak tidak bisa dikreditkan karena
tgl pembuatan faktur melewati 3
bulan dr saat terakhir pembuatan
faktur.
Masuk ke form 1111 B3 karena faktur
pajak tidak lengkap.

Masuk ke form 1111 B2 dengan DPP


Rp. 400.000.000

Masuk ke form 1111 B2 dengan DPP


Rp. 280.000.000

Masuk ke form 1111 B3 karena


pembelian
sedan
tidak
bisa
dikreditkan
dengan
DPP
Rp.
200.000.000
Masuk ke form 1111 B2 dengan DPP
Rp. 9.000.000

12 25 Maret
2011
13 26 Maret
2011

14 28 Maret
2011

15 29 Maret
2011

16 30 Maret
2011

Maret 2011. Mobil tersebut digunakan untuk mengirimkan mebel


pesanan dari pelanggan.
Membayar Rp 5.500.000 (termasuk Pajak) kepada PT Warteg
Jaya di Jakarta 01.239.700.6-325.000 atas penyediaan makan
dan minum untuk seluruh karyawan bulan Februari 2011.
Mengirim kembali sejumlah paku dan engsel senilai Rp
12.500.000 kepada PT Paku Bumi di Bandung NPWP
01.133.490.1-606.000 karena ternyata tidak sesuai dengan
spesifikasi yang dipesan perusahaan. Dokumen yang dibuat
adalah Nota Retur dengan nomor NR-721/NR/III/2011 tanggal 22
Maret 2011.
Membayar Rp 2.500.000 secara cash kepada PT Bogajana (PKP)
02.385.660.2-804.000 atas pembelian beras Pandan Wangi untuk
keperluan konsumsi karyawan dan menerima dokumen berupa
faktur penjualan nomor 1534/BGJ.III/2011 tanggal 28 Maret 2011.
Untuk masa Maret 2011 telah dikeluarkan biaya untuk kegiatan
membangun sendiri bangunan berupa show room seluas 400m2
dengan perincian sebagai berikut: biaya tanah Rp 250.000.000,
biaya material Rp 300.000.000 (termasuk PPN Rp. 10.000.000),
ongkos tukang Rp 125.000.000 dan biaya arsitektur Rp
20.000.000.
Membayar kepada RS Sumber Sehat sebesar Rp. 75.000.000
atas biaya pengobatan karyawan dengan kuitansi dengan nomor
KW-015/SS/III/2011.

Tidak masuk ke SPT PPN karena


bukan transaksi yang terutang PPN.
Masuk ke form 1111 B2 dengan DPP
Rp. -12.500.000

Tidak masuk ke SPT PPN karena


bukan transaksi yang terutang PPN.

Masuk ke 1111 Induk Romawi III


dengan DPP Rp. 445.000.000 dengan
PPN terutang Rp. 17.800.000

Tidak masuk ke SPT PPN karena


bukan transaksi yang terutang PPN.

INSTRUKSI :
Masukkan seluruh transaksi tersebut ke dalam SPT Masa PPN 1111 untuk masa pajak Maret 2011 atas nama PT
INDONESIAN FURNITURE dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Faktur Pajak dibuat pada saat paling lambat sesuai dengan ketentuan dalam pasal 2 PER-13/PJ./2010 tanggal 26 Maret
2010 jo PER-65/PJ/2010 yakni:
1. Saat penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak;

b.
c.
d.
e.
f.

2. Saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan Barang Kena Pajak
dan/atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak;
3. Saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan; atau
4. Saat Pengusaha Kena Pajak rekanan menyampaikan tagihan kepada Bendahara Pemerintah sebagai Pemungut Pajak
Pertambahan Nilai.
Faktur Pajak yang terakhir terbit pada bulan Februari 2011 adalah 010.000.11.00000019.
SPT Masa PPN masa sebelumnya berstatus Lebih Bayar Rp 176.000.000 dan diminta dikompensasikan dengan masa
pajak berikutnya.
Bukti pemungutan PPN atas perolehan BKP dan JKP adalah faktur pajak yang memenuhi kriteria Pasal 13 ayat (5) UU PPN
atau dokumen yang diperlakukan sama dengan Faktur Pajak, kecuali soal menyebutkan lain.
Apabila untuk masa Maret 2011 SPT perusahaan masih menunjukkan Lebih Bayar, kelebihan tersebut akan
dikompensasikan dengan masa pajak berikutnya dan apabila menunjukkan Kurang Bayar, kekurangannya akan dilunasi
pada batas akhir pelunasan.
Jika ada pembayaran dengan SSP maka NTPN boleh diisi dengan nomor apa saja sebanyak 16 digit.
Selamat Mengerjakan dan Selalu Untuk ANDA