Anda di halaman 1dari 4

SPESIFIKASI TEKNIS

REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN ASRAMA HAJI MEDAN


JL. A.H. NASUTION PANGKALAN MASYUR MEDAN
A. Lingkup Pekerjaan.
Pengadaan Segala Bahan-Bahan Untuk Penyelesaian Seluruh Pekerjaan "Revitalisasi dan Pengembangan Asrama Haji Medan, Sumatera Utara" Dengan
Menggunakan Standar Khusus Mengenai Material yang digunakan dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia, yang berlaku atas setiap jenis - jenis pekerjaan
yang bersangkutan antara lain :
SII

: Standar Industri Indonesia

SNI
AASHTO

: Standar Nasional Indonesia


: American Association of State Highway and Transportation Officals

ACI

: American Concrete Institute

AISC

: American Institute of Steel Construction

ANSI

: American National Standard Institute

ASTM

: American Society for Testing and Material

AWS

: American Welding Society Inc

CRSI

: Concrete Reinforcing Steel Institute

NEC

: National Electrical Code

BS

: British Standard

AASHTO M36 - 90

: Zinc Coated (Galvanized) Corrugated Iron or Steel Culverts and Underdrains

SK SNI M-02-1994-03
(AASHTO T11 - 90)
SNI 03-1968-1990
(AASHTO T27 - 88)
SNI 03-3422-1994
(AASHTO T88 - 90)
SNI 03-1967-1990
(AASHTO T89 - 90)
SNI 03-1966-1990
(AASHTO T90 - 87)
SNI 03-1744-1989
(AASHTO T193 - 81)
SNI 03-4141-1996

: Metode Pengujian Tentang Analisa Saringan Agregat Halus

dan Kasar.

: Metode Pengujian Tentang Analisa Saringan Agregat Halus

dan Kasar.

AASHTO T 112 - 78

: Clay Lump and Friable Particle in Aggregate.

AASHTO T 191 - 61

: Density of Soil in Place by Sand Cone.

AASHTO T 22 - 90

: Compressive Strength of Cylindrical Concrete Specimen.

AASHTO T 134 - 70

: Moisture - Density Relations of Soil - Cement Mixtures.

AASHTO T 144 - 74

: Cement Content of Soil Cement Mixtures.

AASHTO T 205 - 64

: Density of Soil in Place by the Rubber-Balloon Method.

AASHTO T 224 - 67

: Correction for Coarse Particles in the Soil Compaction Test.

AASHTO T 27 - 74

: Sieve Analysis of Fine and Course Aggregates.

AASHTO T 147 - 65

: Materials for aggregate and soil - aggregate Subbase, base and surface courses.

AASHTO M 81 - 70

: Cut-back asphalt (rapid curing type).

AASHTO M 82 - 70

: Cut-back asphalt (medium curing type).

AASHTO M 140 - 70

: Emulsified asphalt.

AASHTO M 141 - 70

: Slow curing liquid asphaltic road material.

AASHTO M 208 - 72

: Cationic emulsified asphalt.

AASHTO T135 - 76
SNI 03-4142-1996

: Wetting and Drying Test of Compacted Soil-Cement Mixtures.


: Metoda Pengujian Jumlah Bahan Dalam Agregat Yang Lolos Saringan No. 200 (0,075 Mm).

SNI 03-1968-1990

: Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus Dan Kasar.

SNI 03-4428-1997

: Metode Pengujian Agregat Halus Atau Pasir Yang Mengandung Bahan Plastis Dengan Cara Setara Pasir.

SNI 03-1969-1990

: Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Kasar.

SNI 03-1970-1990

: Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Halus.

SNI-06-2439-1991

: Metode Pengujian Kelekatan Agregat Terhadap Aspal Pensylvania DoT Test Method, No.621 Determining the Percentage of Crushed
Fragments in Gravel.

AASHTO T 97

: Kekuatan Lentur Beton.

AASHTO M 254

: Batang Dowel berlapis Plastik, Jenis A.

PBI 1971

: Peraturan Beton Bertulang Indonesia NI-2.

: Metode Pengujian Analisis Ukuran Butir Tanah Dengan Alat Hidrometer.


: Metode Pengujian Batas Cair dengan Alat Casagrande.
: Metode Pengujian Batas Plastis.
: Metode Pengujian CBR Laboratorium.

: Metode Pengujian Gumpalan Lempung Dan Butir-Butir


SII -13 1997 (AASHTO : Portland Cement.
M85 - 75)
AASHTO T 26 - 72
: Quality of Water to be used in Concrete.
AASHTO T 104 - 77
: Soundness of Aggregate by use or Sodium Sulphate.

SK SNI M-02-1994-03
: Metode Pengujian Jumlah bahan Dalam Agregat Yang Lolos Saringan No.200 (0,075 mm).
(AASHTO T11 - 90)
: Metode Pengujian Kotoran Organik Dalam Pasir untuk Campuran Mortar dan Beton.
SNI 03-2816-1992
(AASHTO T21 - 87)
: Metode Pengujian Kuat Tekan Beton.
SNI 03-1974-1990
(AASHTO T22 - 90)
: Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Lapangan.
Pd M-16-1996-03
(AASHTO T23 - 90)
: Metode Pengujian tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar.
SNI 03-1968-1990
(AASHTO T27 - 88)
: Metode Pengujian Sifat Kekekalan Bentuk Agregat Terhadap Larutan Natrium Sulfat dan Magnesium Sulfat.
SNI 03-3407-1994
(AASHTO T104 - 86)
SNI 03-2493-1991
: Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium.
(AASHTO T126 - 90)
: Metode Pengambilan Contoh Untuk Campuran Beton Segar.
SNI 03-2458-1991
(AASHTO T141 - 84)

AASHTO T26 - 79

: Quality of Water to be used in Concrete.

A.C.I. 315

: Manual of Standard Practice for Detailing Reinforced Concrete Structures, American Concrete Institute.

AASHTO M31M - 90

: Deformed and Plain Billet-Steel Bar for Concrete Reinforcement.

AASHTO M32 - 90

: Cold Drawn Steel Wire for Concrete Reinforcement.

ASTM A307

: Mild Steel Bolts and Nuts (Grade A).

AASHTO M203 - 90

: Steel Strand Uncoated Seven-Wire Stress-Relieved for Prestressed Concrete.

AASHTO M204 - 89

: Uncoated Stress-Relieved Wire for Prestressed Concrete.

AASHTO M133 - 86

: Preservatives and Pressure Treatment Process for Timber

AASHTO M168 - 84

: Wood Products

Tahapan pekerjaan Revitalisasi dan Pengembangan Asrama Haji Medan, Sumatera Utara adalah sebagai berikut :
A
I
II
II
IV

PEKERJAAN SIPIL
Pekerjaan Pendahuluan
Pekerjaan Pembongkaran
Pekerjaan Tanah
Pekerjaan Struktur Beton

PEKERJAAN ARSITEKTUR DAN LANSKAPE

I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
IX
X
XI
XII
XIII
C
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
IX
X
XI
XII
XIII
XIV
XV
XVI
XVII
XVIII
XIX
XX

Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan

Pasangan Dinding Bata & Plesteran


Finishing Lantai & Dinding
Aluminium Composite Panel ( ACP )
Glassfibre Reiforced Cemen (GRC)
Curtain Wall (CW)
Pasangan Langit-langit
Pasangan Kosen Dan Daun Pintu/Jendela
Pengecatan
Sanitasi
Pasangan Rangka Atap
Pasangan Kanopy
Power House (Rumah Genset) Dan Reservoir
Halaman, Jalan dan Drainase

PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL


Pekerjaan Transformator Daya & Panel Tegangan Menengah
Pekerjaan Generator Set ( GENSET )
Pekerjaan Panel Listrik
Pekerjaan Feeder / Kabel Shaft
Pekerjaan Instalasi Listrik & Armature
Pekerjaan Penangkal Petir
Pekerjaan Grounding System / Pentanahan
Pekerjaan Fire Alarm
Pekerjaan Sound System / Tata Suara
Pekerjaan PABX / Telephone
Pekerjaan CCTV
Pekerjaan Master Automatic Televisi ( MATV )
Pekerjaan Fire Hydrant
Pekerjaan Fire Sprinkler
Pekerjaan Plumbing
Pekerjaan Sewage Treatment Plant / Pengolahan Air Limbah
Pekejaan AC / Tata Udara
Pekerjaan Exhaust Fan
Pekerjaan Elevator / Lift
Pekerjaan Deep Well / Sumur Bor Dalam

B. Material
JENIS PEKERJAAN

NO.
1

Tiang Pancang

PERSYARATAN STANDARD MUTU BAHAN


-

Baja Struktur

a.
b.
c.
d.
e.

Beton
a. Semen Portland

b. Pasir Beton

1
2

Jenis tiang yang dipakai adalah tiang pancang type spun dengan diameter 400 mm, seperti ditunjukkanpada
gambar-gambar struktur.
Mutu beton minimum yang dipakai adalah K-600 Kg/cm yang harus sudah dicapai pada waktu pemancangan.
Penulangan menggunakan mutu baja tulangan utama (BJTD) U-22
Baja profil dan pipa sesuai dengan Fe-360 atau BJ-37 menurut PPBBI atau ASTM A-36, dengan tegangan leleh sebesar
2500 kg/cm
Baut baja biasa sesuai ASTM A307
Baut baja tegangan tinggi sesuai ASTM A-325 F (High Strenght Friction Grip).
Elektroda las mengikuti AWS E-60XX atau mutu lebih tinggi.
Angkur baut minimal setara baja ST-41.

Jenis Semen Portland yang digunakan adalah semen dengan kualitas SNI-15-2049-1994.
Tempat penyimpanan bahan beton terutama semen dan besi harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari
kelembaban, bebas dari air dan harus memenuhi syarat penumpukan semen pada lantai dengan diangkat dan diberi
landasan agar tidak berhubungan langsung dengan permukaan tanah atau lantai serta ditata/ditumpuk sesuai dengan ,
petunjuk Direksi/Konsultan MK/Konsultan Pengawas.

Pasir beton harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan - bahan organis, campuran lumpur, tanah liat dan
sebagainya dan memenuhi persyaratan komposisi butir pasir serta kekerasan yang sesuai dengan yang disyaratkan.

B. Material
NO.

JENIS PEKERJAAN
c. Koral Beton / Split

PERSYARATAN STANDARD MUTU BAHAN


1
2

Digunakan koral yang bersih, bermutu baik tidak berpori serta mempunyai ukuran bongkahan dan gradasi.
Penyimpanan/penimbunan pasir dan koral beton sebelum bahan dicampurkan harus dipisahkan satu sama lainnya,
sehingga dapat dijamin dan diketahui kedua bahan tersebut tidak tercampur untuk mendapatkan perbandingan adukan

beton yang tepat


d. A i r

1
2

e. Besi Beton

Air yang akan digunakan adalah air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam alkali dan bahan-bahan
organis lainnya yang dapat merusak beton dan memenuhi NI-3 pasal 10.
Apabila dipandang perlu Direksi/Konsultan MK/Konsultan Pengawas dapat meminta kepada Pemborong supaya air yang ,
,dipakai adalah air yang telah diperiksa dilaboratorium pemeriksaan bahan yang resmi.

Digunakan besi beton mutu U-24, besi bersih dari lapisan minyak/lemak, bebas dari cacat seperti serpih-serpih dan kotoran
lainnya. Penampang besi adalah bulat dan memenuhi persyaratan baik ukuran maupun mutunya.

Waterproofing

Batu Bata

Persyaratan batu merah harus memenuhi persyaratan seperti yang tertera dalam NI 10
Bata merah harus satu pabrik, satu ukuran, satu warna dan satu kwalitas.
Ukuran ada 2 macam :
1) Panjang 240 mm lebar 115 mm tebal 52 mm.
2) Panjang 230 mm lebar 110 mm tebal 50 mm.
Warna satu sama lainnya harus sama dan apabila dipatahkan warna penampang harus sama merata.
Bentuk bidang-bidangnya harus rata, sudut-sudutnya atau rusuk-rusuknya harus siku atau bersudut 90'.
Berat satu sama lainnya harus sama yang berarti ukuran, pembakaran dan pengadukan sama dan sempurna. Batu bata bila
dipukul dengan benda keras suaranya nyaring.
Batu bata sebelum dipasang harus dibasahi dulu dan bersih dari kotoran (harus direndam dalam air hingga buihnya habis).

Lantai Homogeneous Tile / Keramik. -

Bahan yang dipergunakan adalah jenis waterproofing liquid membrane cara coating dengan beberapa tahapan dari
merek/produk yang sudah disetujui oleh Konsultan Manajemen Konstruksi.
Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan terlebih dahulu kepada Konsultan Manajemen Konstruksi untuk
mendapatkan persetujuan lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan.
Kontraktor harus memberikan garansi pemasangan waterproofing dari pabrik selama minimal 5 (lima) tahun

Jeni / Ukuran
1. Homogeneous Tile : 60 cm x 60 cm seluruh ruangan kecuali KM
2. Keramik Lantai KM : 40 cm x 40 cm (non glazur) setara Roman
3. Keramik Dinding KM : 40 x 40 cm setara Roman
Ketebalan : Minimal 7 mm
Kekuatan Lentur : 250 kg/cm2
Mutu/Kwalitas : Tingkat I (satu)
Bahan Pengisi : Semen Khusus/SemenWarna
Bahan Perekat : 1 Pc : 3 Ps
Warna : Ditentukan kemudian
Pengendalian dari pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM, PUBB 1956 (NI-3) Standart Industri
Indonesia (SII. No. 14/51/72).

GRC (GLASSFIBRE REINFORCED CEMENT)

Glassfibre Reinforced Cement (GRC) adalah suatu produk yang terdiri dari campuran semen dan agregat halus yang diperku

at t.

Aluminium

ALUMUNIUM COMPOSITE

11

Kaca

Alumunium Composite Panel, diantara 2 lapis alumunium alloy, dengan spesifikasi sebagai berikut :
1) Ketebalan panel : 4 mm
2) Ketebalan plat Alluminium : 0,4 mm
3) Berat : 4,7 kg/m
4) Standart warna : finishing PUDF
5) Garansi warna : 10 tahun
6) Tensile strength : 4700 psi
7) STC : 27 ( ASTM E 90 ; GB/TI 7748 1999 )
Bahan composite harus dalam keadaan rata, tahan terhadap api / tidak mudah terbakar dan dalam keadaan baru.

Sistem kaca yang digunakan pada proyek ini adalah system Float yaitu mengembangkan cairan kaca diatas cairan logam

(Float Process). Jenis kaca yang digunakan untuk proyek ini adalah kaca stopsol tebal 6 mm dan kaca pintu tempered tebal
12 mm dengan mutu AA dan memenuhi persyaratan dalam PUBI 82 Pasal 63 dan SII 0189-78
Segala peralatan pelengkap ( sekrup,angkur ) harus digalvanis, atau sesuai yang disyaratkan dari pabrik yang bersangkutan.

KOSEN, DAUN PINTU DAN DAUN JENDELA.


-

12

Bentuk Profil sesuai shop drawing yang disetujui Konsultan Manajemen Konstruksi, dengan spesifikasisebagai berikut :
1) Sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82.
2) Alloy 6063 T5/Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan scrap/sisa).
3) Seluruh pekerjaan alumunium profile dengan anodizing.
Warna Profil ditentukan kemudian, dengan proses anodizing.
Profil yang dipakai dengan ukuran sesuai gambar.
Nilai Deformasi pada Curtain Wall dizinkan maksimal 2 mm

10

dengan Fiberglass alkali Resistence. Kandungan produk ini terdiri dari semen dan agregat halus dengan perbandingan 1 : 1 dan
kandungan serat Fiberglass adalah 4% s/d 5% dari jumlah berat.
Glassfibre Alakali resistan merupakan suatu serat tali yang dilindungi E Glass, dan dalam pemakaiannya dipotong
potong 18 36 mm.
a) Kekuatan Tarik Benang : 1.700 Mpa
b) Modulus elastisitas young : 72.000 Mpa
c) Berat jenis : 2,86
d) Strain pada titik patah : 2%
e) Peresapan air : <0,1%
f) Suhu luluh : 860 C
Joint panel sealent yang baik seperti urethane, bostic, silikon yang dianjurkan untuk tahan air padasambungan panel GRC.

Pengecatan

Harus benar - benar kayu mutu terbaik dari jenisnya masing - masing.

Dihindarkan adanya cacat - cacat kayu antara lain yang berupa putih kayu, pecah - pecah, melengkung, melintir, urat kapur ,
basah dan lapuk, melebihi yang diperkenankan sesuai dengan PUBI- 1982.
Syarat - syarat kelembaban kayu yang dipakai harus memenuhi syarat PKKI. Pasal 37. Dengan kadar air maksimal 24%.
Semua kayu yang dipasang/dipakai adalah kayu kelas I dan II atau yang disetujui oleh Konsultan Manajemen Konstruksi
Penimbunan kayu ditempat pekerjaan sebelum pemasangan, harus diletakkan di tempat/ruangan yang kering dengan
sirkulasi udara yang baik. tidak terkena cuaca langsung dan harus dilindungi dari kerusakan.
Semua permukaan rangka kayu harus diserut, harus rata, lurus dan siku.
Bahan cat berkualitas baik, warna sesuai dengan petunjuk dari Konsultan Manajemen Konstruksi, sedangkan untuk material
kayu dan besi digunakan cat melamine sesuai dengan perlengkapan cat (cat dasar, top coat dsb) termasuk jumlah lapisan
harus sesuai rekomondasi pembuat cat. Sedangkan untuk material besi dicat dengan anti karat zing Kromed.
Sifat umum dari bahan cat adalah tahan terhadap cuaca, mengurangi pori-pori, dan daya tutup yang tinggi.

B. Material
NO.

JENIS PEKERJAAN

PERSYARATAN STANDARD MUTU BAHAN

13

Plafon
-

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

14

Gypsum Board
Jenis Bahan : Gypsum Board
Ukuran : 120 cm x 240 cm
Ketebalan : 9 mm
Mutu Bahan : Buatan dalam negeri ex. Jayaboard atau setara
Pola Ukuran : Sesuai gambar dan ruangan
Penggantung : Galvanized wired rod M5 drat + U dan clamp channel K4-TB.C
Rangka : Furing main tee dan cross tee, atau sesuai gambar
PVC Panel
Jenis Bahan : PVC Panel
Lebar : 20 cm
Panjang : Sesuai kebutuhan
Ketebalan : 6 mm dan 7,5 mm
Mutu Bahan : Kualitas baik
Pola Ukuran : Sesuai gambar dan ruangan
Penggantung : Galvanized wired rod M5 drat + U dan clamp channel K4-TB.C
Rangka : Furing main tee dan cross tee, atau sesuai gambar
Bahan yang digunakan adalah jenis Spandek Zincalum AZ100.

Penutup Atap

Bahan atap yang digunakan tidak boleh cacat atau pecah, Kontraktor harus menjaga dengan baik terhadap bahan sebelum
atau sesudah pelaksanaan.
Bahan atap yang dipergunakan adalah atap dengan ketebalan 0,35 mm, dan warna akan ditentukan kemudian.

15

Paving Block terbuat dari block beton pracetak, dengan ketebalan minimal 10 cm dan kekuatan minimalK-225, ukuran
persegi
Paving Block

panjang (type dan pola pemasangan sesuai gambar). Sebelum pekerjaan dimulai Kontraktor harus menyerahkan contoh
bahan untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Manajemen Konstruksi.

16
-

Terbuat dari block beton pracetak dengan ukuran 15x30x60 cm atau sesuai gambar, kekuatan tekan karakteristik dari beto

12

n K-250.
Kansteen
-

Pengecatan Besi

13

Pengecatan Plafon

1
2

Finishing : Bahan cat merk Glotex atau EMCO untuk pengecatan besi.
Bahan Dasar : memakai cat meni besi yang terbuat dari campuran zincromate yang biasa dipakai dalam perkapalan yang
mempunyai sifat melindungi dari karat, biasanya berwarna hijau produksi dalam negeri.
3
Bahan Perata dasar : menggunakan plamuur atau dempul besi produk dalam negeri atau lokal.
4
Type, Warna ditentukan kemudian sesuai petunjuk Direksi/Konsultan MK/Konsultan Pengawas.
5
Pengecatan dilakukan minimal 2 lapis atau sampai memperoleh hasil penecatan yang rata dan sama tebalnya.
6
Bahan menie (primer) digunakan produk dalam negeri kualitas baik. Dilakukan minimal 1 lapis atau sampai memperoleh
hasil pengecatan yang rata sama tebalnya.
7
Bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 53, BS No.
3900:1970/1971,
AS K-14 dan NI-4 serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
8
Warna akan ditentukan kemudian.

1
2

3
4
5
6
an

14

Bahan cat setara merk Dulux/ICI,Vinilex,Jotun, warna, type ditentukan kemudian atas petunjuk Direksi/Konsultan
MK/Konsultan Pengawas.
Jenis Cat Finishing/Akhir :
Bahan setara Merk Dulux/ ICI,Vinilex,Jotun digunakan untuk Plafond bagian luar dan dalam.
Lapisan cat dasar dilakukan minimal 1 lapis merata.
Kapasitas/daya sebar maksimal 12 m2 per-liter untuk pengecatan 1 lapis.
Pengencer air bersih maksimal 20 %
Pengeringan minimal 2 jam, lapis berikutnya dapat dilakukan
Pengendalian seluruh pekerjaan ini memenuhi persyaratan dalam PUBI 1982, pasal 54, NI-4, BS No. 3900-1970, AS K-14
sesuai ketentuan teknis dari pabrik yang bersangkutan.

Pengecatan Kayu

1
2
3

Finishing: Bahan cat merk Glotex untuk pengecatan kayu.


Bahan Dasar : memakai cat meni kayu atau sejenis wood filler dari produksi dalam negeri.
Bahan Perata dasar : menggunakan plamuur atau dempul kayu produk dalam negeri atau lokal.

Medan, 04 July 2014


PT. Waskita Karya (persero) Tbk.

Ir. Adi Sutrisno


Kepala Cabang