Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Praktikum Elektronika Dasar II

GERBANG DASAR LOGIKA


(E4)
Bentuk dasar blok dari rangkaian digital adalah suatu gerbang
logika. Gerbang logika yang digunakan untuk operasi biner. [1].

Iqrima Rahmawati, Atikah, Elsa Zakiati, Ichwan Rismayandie, Nor Hasanah, Andy Azhari, dan
Sri Hartini, M.Pd
Prodi Pend. Fisika, Jurusan Pend. MIPA, FKIP, Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Brigjend H. Hasan Basry,70123 Banjarmasin
e-mail: info@unlam.ac.id
AbstrakPercobaan ini bertujuan membuat tabel kebenaran,
menganalisa prinsip kerja, dan menyusun kesimpulan (hasil
praktikum gerbang dasar logika). Metodenya memberi input
yang berbeda (1(HIGH) atau 0(LOW) pada input A dan B) dan
mengamati lampu (sebagai output) dengan VS=2Volt. Fungsi IC
secara umum yaitu mengatur tegangan input dan output dan
sebagai jantung pada suatu rangkaian, berdasarkan aplikasi dan
fungsinya, IC dapat dibedakan menjadi IC Linear, IC Digital dan
gabungan keduanya.Berdasarkan tabel kebenaran, gerbang AND,
gerbang OR, dan gerbang NOT diperoleh hasil yang sesuai
dengan prinsip kerja gerbang dasar logika dan teori.

Kata Kunci Gerbang dasar logika, gerbang AND, gerbang OR,


gerbang NOT, dan IC.

I.

PENDAHULUAN

erbang yang diterjemahkan dari istilah asing gate,


adalah elemen dasar dari semua rangkaian yang
menggunakan sistem digital. Semua fungsi digital
pada dasarnya tersusun atas gabungan beberapa logika dasar
yang disusun berdasarkan fungsi yang diinginkan. Gerbanggerbang dasar ini bekerja atas dasar logika tegangan yang
digunakan dalam teknik digital.
Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan
Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut
rangkaian logika. Gerbang logika merupakan dasar
pembentukan sistem digital. Gerbang logika beroperasi dengan
bilangan biner, sehingga disebut juga gerbang logika biner.
Berdasarkan latar belakang di atas sehingga dapat ditentukan
rumusan masalah sebagai berikut.
1. Bagaimana tabel kebenaran dari gerbang dasar logika?
2. Bagaimana prinsip kerja dasar logika?
3. Bagaimana kesimpulan hasil praktek?
Sedangkan tujuan dari percobaan ini adalah membuat tabel
kebenaran dari gerbang dasar logika, menganalisa prinsip kerja
dasar logika, dan menyusun kesimpulan hasil praktek.
II. TEORI DASAR
Komputer, kalkulator dan peralatan digital lain kadangkadang dianggap oleh orang awam sebagai sesuatu yang ajaib.
Sebenarnya peralatan digital sangat logis dalam operasinya.

Pada tahun 1854 Goerge Boole menciptakan simbolik yang


sekarang dikenal dengan aljabar Boole hanya memilki dua
keadaan atau dua harga, yaitu keadaan benar yang dinyatakan
dengan 1 atau keadaan salah yang dinyatakan dengan 0.
Aljabar Boole yang memilki dua keadaan ini semula
dimaksudkan untuk menyelesaian persoalan-persoalan logika.
Alajabar Booole diwujudkan berupa piranti atau sistem yang
disebut dengan Gerbang Logika[2].
Rangkaian-rangkaian logika ini digunakan secara luas dalam
sistem-sistem digital dan merupakan dasar dari rangkaian
clock, pencacah (counter), register geser dan pewaktu (Timer)
[3]
.
Sebuah gerbang logka memilki beberapa masukan tetapi
hanya memiliki satu keluaran. Keluarannya akan HIGH(1) atau
LOW(0) tergantung pada level digital pada terminal masukan.
Gerbang logika inilah yang digunakan untuk memproses
isyarat digital. Beberapa gerbang logika dasar yang dan
dibahas adalah gerbang logika OR, gerbang logika AND, dan
gerbang logka NOT (INVERTER) [2].
Semua gerbang logika dasar dan juga beberapa rangkaian
logika lainnya yang lebih kompleks, tersedia dalam bentuk IC
(rangkaian terpadu). Terdapat dua keluarga IC logika yang
paling umum digunakan:
TTL, yang merupakan kependekan dari transistortransistor logic. IC ini bekerja pada tegangan 5 V,
sehingga membutuhkan sebuah catu daya teregulasi
sebagai sumber tegangannya. Semua IC tipe TTL
memiliki kode dimulai dengan 74, sehingga tipe
ini dikenal juga sebagai keluarga 74XX
CMOS, yang merupakan kependekan dari
complementary MOS (metal-oxide semiconductor).
Tipe ini memiliki kode berkisar dari mulai 4000.
IC-IC tipe ini bekerja pada level tegangan antara 3
V hingga 15 V[4].
1. Gerbang AND
Gerbang AND kadang-kadang disebut gerbang semua
atau tidak. Gerbang AND yang akan kita operasikan
kebanyakan tersusun dari dioda dan transistor yang
tergabung dalam suatu IC. Untuk memperlihatkan gerbang
AND digunakan simbol logika seperti gambar berikut:

Jurnal Praktikum Elektronika Dasar II

2
yang lainnya. Sebagai contoh, sebuah pendetak (clock) yang
menghasilkan gelombang kotak secara terus-menerus (atau
disebut dengan osilator relaksasi)[2].
2. Gerbang OR
Gerbang OR kadangkadang disebut gerbang gerbang
setiap atau semua. Gerbang OR keluarannya RENDAH
apabila semua masukan adalah RENDAH. Simbol logika
untuk gerbang OR dapat dilihat pada gambar berikut.

A
A.B
Masukan

Keluaran
B

Gambar 1. Simbol dari gerbang AND


Suatu tegangan +5 V yang dibandingkan dengan GND
muncul pada A, B, atau Y yang disebut suatu biner 1 atau
suatu tegangan TINGGI (HIGH). Suatu biner 0, atau
tegangan RENDAH didefinisikan sebagai tegangan GND
(mendekati 0 V dibandingkan terhadap GND) yang muncul
pada A, B, atau Y. kita menggunakan logika positif karena
memerlukan 5 V positif untuk menghasilkan apa yang kita
sebut biner 1 [1].
Gerbang logika AND yang memilki dua masukan input
yaitu input A dan input B. operasi dari gerbang ini juga
sederhana, yaitu output Y atau keluaran Y yang akan
menjadi 1(HIGH). Jika salah satu isyarat masukannya 1,
maka sinyal keluarannya tetap 0. Dan bila kedua inputnya 0
maka outputnya akan 0.
Dalam persamaan aljabar Boole, ini dapat ditulis
Y= A.B
(1)
Dimana Y akan 1(HIGH) jika masukan A dan masukan B
adalah 1 (HIGH).
Perhatikan tabel kebenaran (Trunth Table) berikut ini dari
gerbang logika AND yang memilki dua masukan input .

A
A+B
Masukan
B

Gambar 2. Simbol dari gerbang OR


Gerbang OR keluarannya RENDAH bila semua RENDAH.
Hal ini dapat dilihat dari tabel kebenarannya[1].
Gerbang OR melaksanakan sebuah operasi logika dasar
lainnya. Dijelaskan dalam kata-kata, output sebuah gerbang
OR akan memilki level tinggi. Input-input dengan jumlah
yang lebih banyak juga dapat diterapkan. Tabel benar-salah
untuk operasi logika ini adalah:
Tabel 2. Tabel kebenaran gerbang OR
Input
Output
B
A
Y
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1

Tabel 1. Tabel kebenaran gerbang AND


Input
Output
A
B
Y
0
0
0
1
0
0
0
1
0
1
1
1
Gerbang AND dapat dianalogikan dengan model saklar
lampu. Gerbang AND dapat juga dianalogika dengan model
saluran air. Pada elektronika komputer digital, gerbang
logika AND dapat juga dinyatakan dengan komponen saklar
(switching) semikonduktor yang paling sederhana yaitu
dioda.
Gerbang logika AND memilki penerapan yang luas dalam
bidang elektronika digital, gerbang yang dimaksud antara
lain berguna dalam Fungsi Enable(mengaktifkan) dan
Disable (menon-aktifkan) suatu rangkaian elektronik.
Gerbang logika AND dapat berguna untuk mengendalikan
aktif tidaknya suatu piranti yang akan mengirimkan suatu
ragam gelombang (waveform) dari titik yang satu ke titik

Keluaran

[4]

3.

Dalam persamaan aljabar Boole, ini dapat ditulis sebagai


Y=A+ B
(2)
Fungsi gerbang logika OR dapat dinyatakan dengan simbol
+, yang berarti penambahan atau plus.
Jadi, terlepas dari piranti apa yang digunakan dan model
apa yang digunakan gerbang OR selalu menghasilkan
keluaran tinggi jika salah satu dari masukannya keadaan
tinggi[4].
Gerbang NOT
Semua gerbang yang telah dibahas mempunyai paling
sedikit dua masukan dan satu keluaran, akan tetapi gerbang
NOT hanya mempunyai satu masukan dan satu keluaran.
Rangaian NOT sering kali disebut rangkaian pembalik.
Tugas rangkaian NOT (pembalik) ialah memberikan suatu
keluaran yang tidak sama dengan masukan. Simbol untuk
pembalik (inverter), rangkaian NOT dapat dilihat pada
gambar berikut:

Jurnal Praktikum Elektronika Dasar II

Masukan

A
Keluaran

Gambar 3. Simbol dari gerbang NOT[1]


Pembalik digunakan untuk mengkomplemenkan suatu
kondisi logika (yaitu sebuah logika 1 menghasilkan output
logika 0 dan sebaliknya). Pembalik juga menyediakan
penguat arus ekstra dan sebagaimana buffer, digunakan
dalam aplikasi-aplikasi antarmuka dimana pembalik
menyediakan sarana untuk menyamakan level-level logika
yang terdapat pada input atau output suatu sistem digital.
Pernyataan Boolean bagi output, A, dari sebuah pembalik
dengan input A adalah
A=
(3)[3]
Output yang diberikan gerbang selalu merupakan
kebalikan (atau inversi) dari inputnya. Alasan inilah
menjadikan gerbang NOT disebut juga sebagai gerbang
INVERSI. Lingkaran kecil di bagian output mengindikasi
bahwa input yang diberikan akan mengalami inversi.Tabel
benar salah untuk gerbang ini adalah
Tabel 3. Tabel kebenaran gerbang NOT
A
A
0
1
1
0
[4]

III. METODE PERCOBAAN


Dalam melakukan percobaan ini diperlukan beberapa alat
dan bahan antara lain power supply sebanyak 1 buah, IC 7404
(NOT), IC 7408 (AND), IC 7432 (OR) masing-masing 1 buah,
papan rangkaian sebanyak 2 buah, kabel 6 buah, dan LED
sebanyak 1 buah.
Dari percobaan ini dapat ditentukan rumusan hipotesis pada
ketiga kegiatan yaitu jika pada rangkaian gerbang logika AND
yang memilki dua input dan keduanya atau salah satu diberikan
masukan input 0 maka outputnya 0 atau lampu LED tidak
menyala, sedangkan ketika kedua masukan diberikan input 1
maka outputnya 1 atau lampu LED menyala. jika pada
rangkaian gerbang logika OR yang memilki dua input dan
keduanya atau salah satu diberikan masukan input 1 maka
outputnya 1 atau lampu LED tidak menyala, sedangkan ketika
kedua masukan diberikan input 0 maka outputnya 0 atau lampu
LED menyala. Dan jika pada rangkaian gerbang logika NOT
diberikan masukan input 1 maka outputnya 0 atau lampu LED

tidak menyala, sedangkan ketika kedua masukan diberikan


input 0 maka outputnya 1 atau lampu LED menyala.
Identifikasi dan definisi terhadap variabel pada percobaan
yaitu untuk variabel manipulasinya adalah input pada
rangkaian dan jenis IC yaitu mengubah-ubah input atau
masukan pada ketiga gerbang dengan input 1 (HIGH) dan 0
(LOW) dan menggunakan 3 jenis IC yaitu IC 7404 untuk
gerbang NOT, IC 7408 untuk gerbang AND, dan IC 70432
untuk gerbang OR. Variabel responnya adalah nyala lampu
yaitu dengan mengamati nyala pada percobaan ketika
disambungkan dengan tegangan sumber, apa akan menyala
atau tidak tergantung pada rangkaian logika. Sedangkan
variabel kontrol pada percobaan ini adalah tegangan sumber
(VS) dan jenis lampu indikator yaitu menjaga tetap tegangan
sumber yang digunakan pada power supply yaitu 2 volt dan
jenis lampu yang digunakan selama percobaan adalah LED.
Langkah yang harus dilakukan untuk percobaan gerbang
AND yaitu membuat rangkaian seperti gambar 4, memberikan
pulsa input A dan B, kemudian memberikan tegangan pada IC
(memastikan benarnya rangkaian pada asisten sebelum
menghidupkan power supply), mengamati nyala lampu LED
dan mencatat level outputnya sesuai dengan tabel kebenaran
(tabel 1), kemudian membandingkan hasil yang diperoleh
dengan teori.
Untuk percobaan gerbang OR yaitu membuat rangkaian
seperti gambar 5, memberikan pulsa input A dan B, kemudian
memberikan tegangan pada IC (memastikan benarnya
rangkaian pada asisten sebelum menghidupkan power supply),
mengamati nyala lampu LED dan mencatat level outputnya
sesuai dengan tabel kebenaran (tabel 2), kemudian
membandingkan hasil yang diperoleh dengan teori.
Sedangkan untuk percobaan gerbang NOT yaitu membuat
rangkaian seperti gambar 6, memberikan pulsa input A,
kemudian memberikan tegangan pada IC (memastikan
benarnya rangkaian pada asisten sebelum menghidupkan power
supply), mengamati nyala lampu LED dan mencatat level
outputnya sesuai dengan tabel kebenaran (tabel 3), kemudian
membandingkan hasil yang diperoleh dengan teori.

Jurnal Praktikum Elektronika Dasar II

Gambar 4. Rancangan percobaan gerbang AND

4
(Integrated Circuit) dapat dibedakan menjadi IC Linear, IC
Digital dan juga gabungan dari keduanya.
I. IC Linear
IC Linear atau disebut juga dengan IC Analog adalah IC
yang pada umumnya berfungsi sebagai :
Penguat Daya (Power Amplifier)

Penguat Sinyal (Signal Amplifier)


Penguat Operasional (Operational Amplifier / Op Amp)
Penguat Sinyal Mikro (Microwave Amplifier)

Gambar 5. Rancangan percobaan gerbang OR

Penguat RF dan IF (RF and IF Amplifier)


Voltage Comparator
Multiplier
Penerima Frekuensi Radio (Radio Receiver)
Regulator Tegangan (Voltage Regulator)

Gambar 6. Rancangan percobaan gerbang NOT

II. IC Digital
IC Digital pada dasarnya adalah rangkaian switching yang
tegangan Input dan Outputnya hanya memiliki 2 (dua) level
yaitu Tinggi dan Rendah atau dalam kode biner
dilambangkan dengan 1 dan 0. IC Digital pada
umumnya berfungsi sebagai :
Flip-flop

IV. PEMBAHASAN
Integrated Circuit atau disingkat dengan IC adalah
Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan
ratusan, ribuan bahkan jutaan Transistor, Dioda, Resistor dan
Kapasitor yang diintegrasikan menjadi suatu Rangkaian
Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bahan utama yang
membentuk sebuah Integrated Circuit (IC) adalah Bahan
Semikonduktor. Dalam bahasa Indonesia, Integrated Circuit
atau IC ini sering diterjemahkan menjadi Sirkuit Terpadu.
IC dibuat dengan tujuan agar dalam merakit satu rangkaian,
penggunaan IC itu lebih praktis dan biayanya relatif lebih
ringan dan juga dapat mengerjakan suatu rangkaian dengan
efektif dan efisien di dibanding menggunakan transistor. Fungsi
IC sendiri ada bermacam-macam sesuai dengan kode atau tipe
IC tersebut. Tapi, Fungsi IC secara umum yaitu sebagai
mengatur tegangan input dan output dan sebagai jantung pada
suatu rangkaian, karena IC-lah yang mengatur kerja dari setiap
blok rangkaian dengan membagi tugas masing-masing blok
rangkaian tertentu. Berdasarkan Aplikasi dan Fungsinya, IC

Gerbang Logika (Logic Gates)

Timer

Counter

Multiplexer

Calculator

Memory

Clock

Microprocessor (Mikroprosesor)

Microcontroller

Jurnal Praktikum Elektronika Dasar II


Pada percobaan yang dilakukan ini menggunakan 3
macam gerbang logika dasar yaitu gerbang AND, gerbang OR,
dan gerbang NOT, dimana yang membedakan antara rangkaian
ini yaitu pemakaian IC digital yang ditanahkan pada papan
rangkaian yaitu menggunakan IC dengan tipe berbeda yaitu IC
7408 untuk gerbang AND, IC 7432 untuk gerbang OR, dan IC
7404 untuk gerbang NOT dan posisi input yang akan
menetukan nyala atau tidaknya LED yang digunakan serta
menggunakan tegangan sumber pada power supply sebesar 2V.
Pada percobaan 1 menggunakan rangkaian dengan gerbang
logika AND yang prinsip kerja dari gerbang AND adalah
kondisi keluaran (output) akan berlogika 1 bila semua saluran
masukan (input) berlogika 1, selain itu output akan berlogika 0.
Gerbang logika AND menggunakan IC berkode 7408 dimana
pada rangkaian ini menggunakan 2 input (A dan B) dan satu
keluaran yaitu lampu LED, hasil yang diperoleh berdasarkan
tabel kebenaran dari percobaaan 1 ini seperti berikut.
Tabel 4. Tabel kebenaran percobaan gerbang AND
Input
Output
Lampu
A
B
Y
0
0
0
Tidak menyala
0
1
0
Tidak menyala
1
0
0
Tidak menyala
1
1
1
Menyala
Hasil percobaan yang didapat ini sesuai dengan prinsip kerja
gerbang logika AND jika input A dan B berlogika 1 (HIGH)
maka didapatkan lampu LED yang menyala atau output yang
berlogika 1(HIGH) dan hasil percobaan ini juga sesuai dengan
teori.
. Pada percobaan 2 menggunakan rangkaian dengan
gerbang logika OR yang prinsip kerja dari gerbang OR adalah
kondisi keluaran (output) akan berlogika 0 bila semua saluran
masukan (input) berlogika 0, selain itu output akan berlogika 1.
Gerbang logika OR ini menggunakan IC berkode 7432 dimana
rangkaian ini menggunakan 2 input (A dan B). dan satu
keluaran yaitu lampu LED, hasil yang diperoleh berdasarkan
tabel kebenaran dari percobaaan 2 ini seperti berikut.
Tabel 5. Tabel kebenaran percobaan gerbang OR
Input
Output
Lampu
A
B
Y
0
0
0
Tidak menyala
0
1
1
Menyala
1
0
1
Menyala
1
1
1
Menyala
Hasil percobaan yang didapat ini sesuai dengan prinsip kerja
gerbang logika OR jika input A dan B dalam keadaan 0 (LOW)
maka didapatkan lampu LED yang tidak menyala atau output
yang berlogika 0 (LOW) dan hasil percobaan ini juga sesuai
dengan teori.

5
Sedangkan pecobaan 3 menggunakan rangkaian dengan
gerbang logika NOT yang prinsip kerjanya akan selalu
menghasilkan nilai logika yang berlawanan dengan kondisi
logika pada saluran masukannya, bila pada saluran
masukannya berlogika 1 maka pada saluran keluarannya akan
berlogika 0 dan sebaliknya. Gerbang logika NOT ini
menggunakan IC berkode 7404 dimana rangkaian ini hanya
menggunakan satu input yaitu input A dan satu keluaran yaitu
lampu LED, hasil yang diperoleh berdasarkan tabel kebenaran
dari percobaaan 3 ini seperti berikut.
Tabel 6. Tabel kebenaran percobaan gerbang NOT
A
Y=A
Lampu
0
1
Menyala
1
0
Tidak menyala
Hasil percobaan yang didapat ini sesuai dengan prinsip kerja
gerbang logika NOT jika input A berharga 0 (LOW) maka
gerbang akan memberikan output yang kebalikan dari inputnya
yaitu 1 (HIGH) atau didapatkan lampu LED yang menyala, dan
juga jika diberi input 1 (HIGH) maka outputnya berlogika 0
(LOW) atau lampu LED tidak menyala, dan hasil percobaan ini
juga sesuai dengan teori.
V.

SIMPULAN

Fungsi IC secara umum yaitu sebagai mengatur tegangan


input dan output dan sebagai jantung pada suatu rangkaian,
Berdasarkan aplikasi dan fungsinya, IC (Integrated Circuit)
dapat dibedakan menjadi IC Linear, IC Digital dan juga
gabungan dari keduanya. IC linear atau IC analog adalah IC
yang pada umumnya berfungsi sebagai penguat daya, penguat
sinyal, penguat operasional, penguat sinyal mikro, penguat RF
dan IF, voltage comparator, multiplier, penerima frekuensi
radio, dan regulator tegangan. Sedangkan IC digital pada
umumnya berfungsi sebagai flip-flop, gerbang logika, timer,
counter,
multiplexer,
calculator,
memory,
clock,
microprocessor, dan microcontroller.
Percobaan yang telah
dilakukan dengan memberikan
tegangan sumber sebesar 2 volt dari power supply pada
rangkaian gerbang logika AND, OR, dan NOT dengan
menggunakan IC 7408(AND), IC 7432 (OR), IC 7404 (NOT)
yang diberikan input 1 atau 0 kemudian mengamati lampu
LED sebagai outputnya. Diperoleh hasil berdasarkan tabel
kebenaran secara percobaan pada gerbang AND yaitu hanya
ketika input A dan B berlogika 1 (HIGH) maka didapatkan
lampu LED yang menyala atau output yang berlogika 1
(HIGH), selain itu output berlogika 0 (LOW) dan LED tidak
menyala, hasil ini sesuai dengan prinsip kerja gerbang logika
AND dan teori. Hasil pada gerbang OR yaitu hanya ketika
input A dan B berlogika 0 (LOW) maka didapatkan lampu
LED yang tidak menyala atau output yang berlogika 0 (LOW),

Jurnal Praktikum Elektronika Dasar II


selain itu output berlogika 1 (HIGH) dan LED menyala, hasil
ini sesuai dengan prinsip kerja gerbang logika OR dan teori.
Sedangkan hasil pada gerbang NOT yaitu ketika input A
berlogika 0 (LOW) maka didapatkan lampu LED yang
menyala atau output yang berlogika 1 (HIGH), dan ketika
diberi input berlogika 1 (HIGH) diperoleh LED tidak menyala
atau outputnya berlogika 0 (LOW), hasil ini sesuai dengan
prinsip kerja gerbang logika NOT dan teori.

6
lupa pula saya mengucapkan terima kasih kepada kedua orang
tua yang selalu mendoakan dan mendukung. Dan terakhir
untuk teman sekelompok yaitu kelompok IV shift I dan temanteman seperjuangan Fisika Universitas Lambung Mangkurat
angkatan 2014 yang telah membantu banyak hal dalam
menyelesaikan laporan ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1]

UCAPAN TERIMA KASIH


Saya Iqrima Rahmawati sebagai praktikan mengucapkan
rasa puji dan syukur kepada Allah SWT karena berkat rahmat
dan hidayahnya-nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini.
Dan juga mengucapkan terima kasih kepada Andy Azhari
selaku asisten praktikum pada percobaan ini yang telah
membantu saat praktikum dan pembuatan laporan. Serta tidak

[2]
[3]
[4]

Tim Dosen Pembina praktikum Elektronika Dasar II. 2016. Modul


Praktikum Elektronika Dasar II. Banjarmasin: Pend Fisika, Pend. MIPA,
FKIP, Universitas Lambung Mangkurat.
Widjanarka, Wijaya. 2006. Teknik Digital. Jakarta: Erlangga.
Tooley, Mike. 1995. Rangkaian Elektronik: prinsip dan Aplikasi Edisi
kedua. Jakarta: Erlangga.
Bishop, Owen. 2004. Dasar-dasar Elektronika. Jakarta: Erlangga.