Anda di halaman 1dari 9

BAB III

ANALISIS PENGELOLAAN ENERGI UAP DI KAMOJANG

3.1..............................................................................................................................
Sejarah dan Letak Geografis Kamojang
Unit Bisnis Pembangkita Kamojang berlokasi di daerah perbukitan sekitar 1500
meter dari permukaan laut dan 42 km kea rah tenggara Kota Bandung, terdiri dari
tiga Sub Unit Pembangkitan, yaitu : Sub UBP Kamojang, Sub UBP Darajat, Sub
UBP Gunun Salak. Unit Bisnis ini mengelola dan mengoperasikan tujuh Pusat
Listrik Tenaga Panas Bumi.

UBP Kaomjang mulai beroperasi pada 22 Oktober 1982 walaupun secara resmi
Presiden Soeharto baru meresmikan operasi Unit I pada 7 Februari 1983.
Kemudian Unit II dan Unit III beroperasi masing-masing pada Juli 1987 dan
November 1987.

Pembanguna PLTP di Sub UBP darajat diselesaika pada 1993, mulai beroperasi
pada 6 Oktober 1994, diikuti dengan pembangunan PLTP di Sub Gunung Salak
yang terdiri dari Unit I yang mulai beroperasi 12 Maret 1994, Unit II yang mulai
beroperasi pada 12 Juni 1994 dan Unit III yang beroperasi pada 16 Juli 1997.
Pada awal operasinya Unit Gunugn Salak I, II, dan III kapasitas terpasang masingmasing unit adalah 55 MW, pada tahun 2005 kapasitas unit ditingkat (uprated)
menjadi masing-masing 60 MW.

10

11

Panas Bumi adalah energi terbaru yang bersih dan memiliki beberapa
keunggulan : mudah didapat secara kontinyu dalam jumlah besar, ketersediaan
tidak berpengaruh oleh cuaca, bebas polusi udara karena tidak menghasilkan gas
yang berbahaya. Lapangan panas bumi kamojang diperkirakan memiliki potensi
energi sebesar 300 MWe. Indonesia merupakan Negara dengan potensi panas
bumi terbesar di dunia dengan potensi panas bumi sekitar 27 GWe (Potensi Panas
Bumi dunia 50 GWe). Potensi ini perlu dikembangkan untuk memenuhi
kebutuhan energi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap energi
fosil yang semakin menipis.

Saat ini UBP Kamojang mengoperasikan PLTP dengan kapasitas total sebesar
375MW.

3.2..............................................................................................................................
Manajemen Pengelolaan
PT Indonesia Power khususnya UBP Kamojang di pimpin oleh General Manager
dan dibantu oleh beberapa manager bidang seperti manager bidang logistic,
manager bidang keuangan, manager bidang teknik, manager bidang SDM dan
humas dan dibantu oleh tiga manager unit seperti unit kamojang, unit darajat dan
unit gunung salak.Dan dibantu oleh supervisor senior dan staf.

12

3.3..............................................................................................................................
Proses Produksi Energi Listrik
Energi Primer untuk PLTP Kamojang adalah Uap panas bumi yang dipasok
Pertamina di mana uap dari sumur produksi lapangan panas bumi kamojang
dialirkan melalui beberapa Pipe Line (PL 401, 402, 403, 404).

Uap dari sumur produksi mula-mula dialirkan ke Stream Receiving Header (1),
yang berfungsi menampung uap panas bumi yang disupply dari beberapa
lapangan sumur produksi uap (Vent structured) yang berfungsi untuk menjaga
tekanan pasokan uap ke pembangkit apabila terjadi perubahan pasokan dari sumur
prosukdi maupun terjadi perubahan pemebebanan dari pembangkit. Selanjutnya
melalui Flow Meter (2) dialirkan ke Separator (3) yang berfungsi untuk
memisahkan partikel padat yang terbawa dari sumur produksi dan Demister (4)
untuk memisahkan butiran air dari uap panas bumi. Hal ini dilakukan untuk
menghindari terjadinya vibrasi erosi dan pembentukan kerak pada sudu dan
nozzle turbine.

Uap yang telah dibersihkan itu dialirkan melalui Main Steam Vslve/Electric
Control Valve/Governor Valve (5) menuju ke Turbine (6). Didalam turbine, uap
tersebut berfungsi untuk memutarkan Double Flow Condensing yang dikopel
dengan Generator (7), pada kecepatan 3000 rpm. Proses ini menghasilkan energi
listrik dengan arus 3 phase, frekuensi 50 z, dan tegangan 11,8 kV. Melalui Step-up

13

transformer (8), arus listrik dinaikan teganganya hingga 150 kV, selanjutnya
dihubungkan secara pararel dengan system penyaluran Jawa-Bali (9).
Agar turbin bekerja secara efesien, maka Exhaust steam yang keluar dari turbin
harus dalam kondisi vakum (0,10 bar), dengan mengkondensasikan uap dalam
Condenser (10) kontak langsung yang dipasang dibawah turbine. Exhaust Steam
dari turbin masuk dari sisi atas condenser, kemudian terkondensasi sebagai akibat
peyerapan panas oleh air pendingin yang diinjeksikan lewat Spray-nozzle. Lewat
kondensat dijaga selalu dalam kondisi normal oleh dua buah Cooling Water Pump
(11), lalu didinginkan dalam Cooling Water (12) sebelum disirkulasikan kembali.
Untuk menjaga kevakuman condenser, gas yang tidak terkondensasi harus
dikeluarkan secara kontinyu oleh system ekstrasi gas. Gas-gas ini mengandung :
CO2 85-90% wt ; H2S 3,5% wt ; sisanya adalah N2 dan gas-gas lainnya. Di
Kamojang dan Gunung Salak, system ekstrasi gas terdiri atas frist-stage dan
second-stage (13) sedangkan di Darajat terdiri dari ejector dan liquid ring Vacuum
pump.

System pendingin di PLTP merupakan system pendingin dengan sirkulasi tertutup


dari air hasil kondensasi uap, dimana kelebihan kondensat yang terjadi direinjeksi
ke dalam sumur reinjeksi (14). Prinsip penyerapan energi panas dari air yang
disirkulasikan adalah dengan arah aliran tegak lurus, menggunakan 5 forced draft
fan. Proses ini terjadi di dalam cooling water.

14

Sekitar 70% uap yang terkondensasi akan hilang karena penguapan dalam cooling
water, sedangkan sisanya diinjeksikan kembali ke dalam reservoir (15). Reinjeksi
dilakukan untuk mengurangi pengaruh pencemaran lingkungan, mengurangi
ground subsidence, menjaga tekanan, serta recharge water bagi reservoir. Aliran
air dari reservoir disirkulasikan lagi oleh primary pump (16). Kemudian melalui
after condenser dan intercondenser (17) dimasukan kembali ke dalam condenser.

3.4..............................................................................................................................
Sumber Daya Manusia Kawasan Kamojang
.
3.5..............................................................................................................................
Sarana dan Prasarana Pembangkit Energi Uap
Sarana dan prasarana untuk unit setelah didirikan PLTP untuk sarana
pembangunan karena keterbatasan tanah yang ada maka pembangunan unit dan
sarana prasarana disesuaikan dengan tanah yang tersedia.

3.6..............................................................................................................................
Bahan Pembangkit Energi Uap
Material yang terdapat di kawasan PLTP kamojang material besi kebanyakan
memakai stainless karena dapat memperkecil proses korosi (H2S), sedangkan
cooling tower dari tahun 1882 sampai sekarang menggunakan bahan kayu kecuali
pada bagian bahwanya mengunakan beton.

15

Bahan bakar yang digunakan pada proses pembangkitan energ uap menjadi listrik
yaitu menggunakan uap yang disarikan dari bebatuan yang panas dari bawah
tanah.

3.7..............................................................................................................................
Alat Pembangkit Energi Uap
Bagian utama dari pembangkit listrik ini adalah generator, yakni mesin berputar
yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik dengan menggunakan
prinsip medan magnet dan penghantar listrik. Mesin generator ini diaktifkan
dengan menggunakan bahan energi panas bumi yang diolah sebelumnya menjadi
uap yang sangat bemanfaat dalam suatu pembangkit listrik. Di PLTP kamojang
memiliki beberapa alat yang perannya sangat
penting dan saling berkaitan, yaitu :
a. Steam Receiving Header berfungsi sebagai pengumpul uap sementara dari
beberapa sumur produksi sebelum didistribusikan menuju turbin.
b. Vent Structure berfungsi untuk pelepas uap dengan peredam suara.Vent
structure ini terbuat dari beton bertulang berbentuk bak persegi panjang,
bagian bawahnya disekat dan bagian atasnya diberi tumpukan batu agar pada
saat pelepasan uap keudara tidak mencemari lingkungan.
c. Separator berfungsi untuk untuk memisahkan zat-zat padat, silica, dan zat lain
yang bercampur dengan uap yang masuk ke dalam separator.
d. Demister berfungsi untuk untuk mengeliminasi butir - butir air yang terbawa
oleh uap dari sumur-sumur panas bumi. Di bagian bawahnya terdapat kerucut

16

yang berfungsi untuk menangkap air dan partikel - partikel padat lainnya yang
lolos dari separator, sehingga uap yang akan dikirim ke turbin merupakan uap
yang benar-benar uap yang kering dan bersih. Karena jika uap yang masuk ke
turbin tidak kering dan kotor, akan menyebabkan terjadinya vibrasi,erosi dan
pembentukkan kerak pada turbin.
e. Turbin berfungsi untuk sebagai penghasil gerakkan mekanik yang akan diubah
menjadi energi listrik melalui generator. Turbin yang digunakan disesuaikan
dengan keadaan dimana turbin tersebut digunakan. Pada sistem PLTP
Kamojang mempergunakan turbin jenis silinder tunggal dua aliran (single
cylinder double flow) yang merupakan kombinasi dari turbin aksi ( impuls )
dan reaksi.
f. Generator berfungsi untuk Generator adalah sebuah alat yang berfungsi untuk
merubah energi mekanik putaran poros turbin menjadi energi listrik. PLTP
kamojang mempergunakan generator jenis hubung langsung dan didinginkan
dengan air, memiliki 2 kutub, 3 fasa, 50 Hz dengan putaran 3000 rpm.
g. Trafo Utama ( Main Transformer ).
h. Switch Yard berfungsi sebagai pemutus dan penghubung aliran listrik yang
berada di wilayah PLTP maupun aliran yang akan didistribusikan melalui
sistem inter koneksi Jawa-Bali.
i. Kondesor suatu alat untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin dengan
kondisi tekanan yang hampa.. Uap bekas dari turbin masuk dari sisi atas
kondensor, kemudian mengalami kondensasi sebagai akibat penyerapan panas
oleh air pendingin yang diinjeksikan melalui spray nozzle.
j. Main Cooling Water Pump (MCWP) adalah pompa pendingin utama yang
berfungsi untuk memompakan air kondensat dari kondensor ke cooling tower
untuk kemudian didinginkan.
k. Cooling Tower

17

.
3.8..............................................................................................................................
Pembangkitan Energi Uap
3.9..............................................................................................................................
Pengelolaan Lingkungan Pembangkit Uap di Kamojang
Upaya perlindungan lingkungan sudah dilakukan sejak awal tahap pre
constructing, constructing dan operasi, dan telah disetujui Komisi Analisasi
Dampak Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tujuan dari usaha ini adalah untuk melindungi lingkungan dengan menggunakan
sumber-sumber alam secara efektif dan efesien, mengurangi dampak yang
merusak dari operasi pembangkit dengan terus menerus memonitor tingkat
kualitas limbah dan mendukung aktifitas masyarakat sekitar pembangkit sejalan
dengan upaya perlindungan tersebut yang pada gilirannya akan memberikan
kualitas hidup positif untuk mereka sendiri.

Terhadap lingkungan fisik, UBP Kamojang memonitor kualitas air, udara dan
kebisingan secara rutin dengan mengacu pada standar pemerintah. Setelah itu,
kerjasama dengan pihak swasta untuk mengubah CO2 menjadi gas noncondensable juga dilakukan sebagai upaya perlindungan lingkungan.

Program Community Development UBP Kamojang dilakukan secara partisitif,


berbasis masyarakat dan sumber daya setempat, serta berkelanjutan. Program
tersebut dibagi menjadi 3 kreteria yaitu :

18

1. Pelayanan

Komunitas

seperti

bangunan

pendidikan,

kesehatan

dan

pembangunan sarana umum.


2. Hubungan Komunitas seperti ceramah, penyuluhan dan komunikasi social.
3. Pemberdayaan Komunitas seperti peningkatan modal usaha, diklat
keterampilan, dan bantuan pemasaran produk masyarakat.
3.10.............................................................................................................................
Kendala Pengelolaan Pembangkit Uap di Kamojang
Kendala pada bagian unit PLTP Kamojang relatif tidak ada tetapi yang perlu
dikhawatirkan karena letaknya di daerah dataran tinggi yang berpotensi sambaran
petir yang tinggi dikhawatirkan terkena PMT (pemutus tenaga) yang dapat PMT
meledak.

3.11Cara Menanggulangi Kendala Pengelolaan Pembangkit Uap di


Kamojang
Karena kendala yang dihadapi hanya pada bagian PMT (pemutus tenaga) pihak
unit Kamojang hanya melaporkan kepada pihak PT PLN Persero sebab bagian
PMT yang berwenang hanya pihak PLN.