Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PROFESI KEGURUAN

KELOMPOK 2

Disusun oleh :
SITI FATIMAH (2120720004)
SUNDARI (2120720056)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Mutu pendidikan merupakan salah satu tolok ukur yang menentukan martabat atau kemajuan
suatu bangsa. Dengan mencermati mutu pendidikan suatu bangsa/negara, seseorang akan dapat
memperkirakan peringkat negara tersebut di antara negara-negara di dunia. Oleh karena itulah, bangsa
yang maju akan selalu menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikannya, dengan melakukan
berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, seperti meningkatkan anggaran pendidikan,
menyelenggarakan berbagai lomba dalam berbagai aspek pendidikan, atau mengirimkan para tunas
bangsa untuk menimba ilmu di negara lain. Beragam upaya ini dilakukan karena kesadaran akan
pentingnya pendidikan, dan pendidikan ini digunakan untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain.
Di indonesia, rendahnya mutu pendidikan merupakan salah stu dari empat masalah pokok
pendidikan yang telah di identifikasi sejak tahun 60-an. Perhatian terhadap pendidikan memang cukup
besar, namun meskipun sudah banyak usaha yang dilakukan, sampai kini masalah mutu pendidikan
tampaknya belum dapat di atasi. Untuk menjawab tantangan yang ditujukan kepada guru tersebut,
berbagai upaya telah dilakukan dalam peningkatan jaringan kerja guru.
1.2 Rumusa Masalah
1. Apa pengertian jaringan kerja guru?
2. Bagaimana langkah-langkah membangun jaringan kerja guru
3. Bagaimana jaringan kerja guru di indonesia saat ini?
1.3 Tujuan
1. Untuk dapat memahami jaringan kerja guru
2. Untuk mengetahui langkah-langkah membangun jaringan kerja guru
3. Untuk mengetahui jaringan kerja guru di indonesia

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Jaringan Kerja Guru
Jaringan kerja merupakan suatu perpaduan pemikiran yang logis, digambarkan dengan suatu
jaringan yang berisi lintasan-lintasan kegiatan dan memungkinkan pengolahan secara analitis. Jaringan
kerja memungkinkan suatu perencanaan yang efektif dari suatu rangkaian yang mempunyai
interaktivitas.
Sedangkan menurut Mangkunegara (2001:67) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya. Tinggi rendahnya kinerja pekerja berkaitan erat dengan sistem
pemberian penghargaan yang diterapkan oleh lembaga/organisasi tempat mereka bekerja. Pemberian
penghargaan yang tidak tepat dapat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja seseorang.
Berkaitan erat dengan kinerja guru didalam melaksanakan tugasnya sehari-hari sehingga
dalam melaksanakan tugasnya, guru perlu memiliki tiga kemampuan dasar agar kinerjanya tercapai
sebagai berikut:
1. Kemampuan pribadi meliputi hal-hal yang bersifat fisik seperti tampang, suara, mata atau
pandangan, kesehatan, pakaian, pendengaran, dan hal yang bersifat psikis seperti humor,
ramah, intelek, sabar, sopan, rajin, krestig, kepercayaan diri, optimis, kritis, obyektif, dan
rasional.
2. Kemampuan sosial antara lain bersifat terbuka, disiplin, memiliki dedikasi, tanggung jawab,
suka menolong, bersifat membangun, tertib, bersifat adil, pemaaf, jujur, demokratis, dan cinta
anak didik.
3. Kemampuan profesional sebagaimana durumuskan oleh P3G yang meliputu 10 kemampuan
profesional guru yaitu: menguasai bidang studi dalam kurikulum sekolah dan menguasai
bahan pendalaman/aplikasi bidang study, mengelola program belajar mengajar, mengelola
kelas, menggunakan media dan sumber, menguasai landasan-landasan kependidikan,
mengelola interaksi belajar mengajar, menilai prestasi siswa untuk kepentingan pendidikan,
mengenal fungsi dan program bimbingan penyuluhan, mengenal dan menyelenggarakan
administrasi sekolah, memahami prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan
guna keperluan belajar mengajar.
2.2 Langkah-langkah yang Dapat Meningkatkan Kinerja Guru
Pemerintah sering melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas guru, antara lain melalui
pelatihan, seminar dan lokakarya, bahkan melalui pendidikan formal, dengan menyekolahkan guru
2
pada tingkat yang lebih tinggi. Kendatipun dalam pelaksanaannya masih jauh dari harapan. Banyak
faktor yang mempengaruhi kinerja guru, tetapi permasalahan dalam makalah ini difokoskan pada

peran kepemimpinan kepala sekolah,pemberian kompensasi, kedisiplinan guru, dan pengembangan


Sumber Daya Guru (SDM).
A. Peran Kepala Sekolah
Kepala sekolah sebagai pimpinan top level management disekolah berperan penting
dalam memegang kunci keberhasilan. Untuk mewujudkan harapan tersebut kepala sekolah
harus kompeten. Secara umum harus memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap, performance
dan etika kerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah, yang
diuraikan kompetensi profesionalisme, kompetensi wawasan pendidikan dan manajemen,
kompetensi personal dan kompetensi sosial (Dharma, 2006:60). Kepala sekolah juga harus
memiliki jiwa kepemimpinan sesuai dengan konsep dari Ki Hajar Dewantoro (Moeljono,
2005:54) yaitu, Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
Namun tidak demikian dalam kenyataannya. Dalam praktek pendidikan sehari-hari masih
banyak kepala sekolah yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam menunaikan tugas dan
fungsinya (Mulyasa, 2005:19).
Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam
meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atasa penyelenggaraan
kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan
pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Hal tersebut menjadi lebih penting
sejalan dengan semakin kompleksnya tuntutan tugas kepala sekolah, yang menghendaki
dukungan kinerja yang semakin efektif dan efisian.
B. Pemberian Kompensasi
Berbagai aspek bidang pekerjaan baik itu di instansi pemerintahan maupun swasta
dapat memberikan kepuasan bagi pegawai apabila ada program kompensasi. Dengan adanya
kompensasi yang diberikan sesuai dengan haknya akan sangat mempengaruhi kinerja
seseorang. Untuk itu hendaknya program kompensasi ditetapkan berdasarkan prinsip adil dan
wajar, sesuai dengan undang-undang perburuhan, atau sesuai dengan peraturan kerja lembaga
masing-masing. Dengan adanya kompensasi yang cukup besar maka disiplin karyawan
semakin baik. Mereka akan menyadari serta menaati peraturan-peraturan yang berlaku.
Kompensasi dalah semua pendapatan yang berbentuk uang atau barang langsung atau
tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada
perusahaan (Hasibuan, 1990:133). Kompensasi kerja adalah segala sesuatu yang diterima oleh
karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka(Tohardi, 2002:411). Tujuan pemberian
kompensasi (balas jasa) oleh (Hasibuan, 1997:137) adalah:
Ikatan kerjasama
Kepuasan kerja
3

Pengadaan efektif
Motivasi
Stabilitas karyawan
Disiplin
Pengaruh serikat buruh

Pengaryh pemerintah

C. Kedisiplinan Guru
Disiplin adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan
perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Disiplin pada hakikatnya adalah
kemampuan untuk mengendalikan diri dalam bentuk tidak melakukan suatu tindakan yang
tidak sesuai dan bertentangan dengan sesuatu yang telah ditetapkan dan melakukan sesuatu
yang mendukung dan melindungi sesuatu yang telah ditetapkan. Dalam kehidupan sehari-hari
dikenal dengan disiplin diri, disiplin belajar dan disiplin kerja. Disiplin kerja merupakan
kemampuan seseorang untuk secara teratur, tekun secara terus menerus dan bekerja sesuai
dengan aturan-aturan yang berlaku dengan tidak melanggar aturan-aturan yang sudah
ditetapkan.
Pada dasarnya banyak indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan
suatu organisasi (Hasibuan, 1997:213) di antaranya:
Tujuan dan kemampuan
Teladan pimpinan
Balas jasa (gaji dan kesejahteraan)
Keadilan
Waskat (pengawasan melekat)
Sanksi hukuman
Ketegasan
Hubungan kemanusiaan
Disiplin juga merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia yang penting dan
merupakan kunci terwujudnya tujuan, karena tanpa adanya disiplin maka sulit mewujudkan
tujuan yang maksimal(Sedarmayanti, 221:10).
Melalui disiplin pula timbul keinginan dan kesadaran untuk menaati peraturan
organisasi dan norma sosial. Namun tetap pengawasan terhadap pelaksanaan disiplin tersebut
perlu dilakukan. Disiplin kerja dalah persepsi guru terhadap sikap pribadi guru dalam hal
ketertiban dan keteraturan diri yang dimiliki oleh guru dalam bekerja disekolah tanpa da
pelanggaran-pelanggaran yang merugikan dirinya, orang lain, atau lingkungannya.
Berdasarkan uraian di atas maka disiplin kerja yang perlu diperhatikan adalah:
4
a) Disiplin terhadap tugas kedinasan yang meliputu: mentaati peraturan kerja, menyiapkan
kelengkapan mengajar, dan melaksanakan tugas-tugas pokok.
b) Disiplin terhadap waktu yang meliputi: menepati waktu tugas, memanfaatkan waktu
dengan baik, dan menyelesaikan tugas tepat waktu.
c) Disiplin terhadap suasana kerja yang meliputi: memanfaatkan lingkungan sekolah,
menjalin hubungan dengan baik, dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d) Disiplin di dalam melanyani masyarakat yang meliputi: melayani peserta didik, melayani
orang tua siswa, dan melayani masyarakat sekitar.
e) Disiplin terhadap sikap dan tingkah laku yang meliputi: memperhatikan sikap,
memperhatikan tingkah laku, dan memperhatikan harga diri.
D. Pengembangan Sumber Daya Guru (SDM)

Upaya meningkatkan kualitas pendidikan membutuhkan waktu yang panjang,


serangkaian proses yang teratur dan sistematis, karena terkait dengan berbagai aspek
kehidupan bangsa. Kualitas pendidikan tersebut perludi sesuaikan dengan perkembangan
jaman. Perkembangan jaman yang semakin pesat membawa perubahan alam pikir manusia,
termasuk di dalamnya perubahan paradikma dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai suatu proses pembudayaan
bangsa bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang menguasai
pengetahuan, ketrampilan, keahlian serta wawasan yang sesuai dengan perkembangan iptek.
Guru adalah kondisi yang diposisikan sebagai garda terdepan dan posisi sentral di
dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Berkaitan dengan itu, maka guru akan menjadi bahan
pembicaraan banyak orang, dan tentunya tidak lain berkaitan dengan kinerja guru. Dapat di
ambil kesimpulan bahwa Manajemen kehidupan manusia diakui sangat penting karena setiap
guru memiliki kinerja yang perlu di kembangkandan dikelola.
Pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu kebutuhan yang harus
dilakukan secara terus menerus Persaingan yang ketat antar lembaga pendidikan merupakan
tantangan yang makin berat. Untuk itu tidak ada pilihan lain selain peningkatan kualitas
sumber daya manusia (Guru) untuk menghadapi persaingan yang ketat tersebut.
Mengingat bahwa guru merupakan factor yang amat penting dalam kehidupan
manusia, maka pengembangan sumber daya manusia harus dilaksanakan dengan
meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta nilai-nilai sehingga mampu
menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
2.3 RuangLingkupKerjaGuru
Kewajiban guru sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru Pasal 52 ayat (1)
mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai
5
hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan
yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok. Dalam penjelasan Pasal 52 ayat (1) huruf (e), yang
dimaksud dengan tugas tambahan, misalnya menjadi pembina pramuka, pembimbing kegiatan
karya ilmiah remaja, dan guru piket.
Dalam melaksanakan tugas pokok yang terkait langsung dengan proses pembelajaran,
idealnya guru hanya melaksanakan tugas mengampau 1 (satu) jenis matapelajaran saja sesuai dengan
kewenangan yang tercantum dalam sertifikat pendidikannya. Di samping itu, guru jga akan terlibat
dalam kegiatan manajerial sekolah/madrasah antara lain penerimaan siswa baru (PSB), penyusun
kurikulum dan perangkatnya, Ujian Nasional (UN), ujian sekolah , dan kegiatan lain. Tugas guru
dalam menejemen sekolah/madrasah tempat guru bertugas.
Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Suatu sekolah tidak dibenarkan mengisolasi diri dari masyarakat. Sekolah tidak boleh
menutup diri terhadap masyarakat sekitarnya, kita tidak boleh melaksanakan idenya sendiri dengan
tidak mau tau akam aspirasi-aspirasi masyarakat. Sekolah tidak boleh bersikap dan berlaku demikian,
sebab pada hakekatnya ia adalah milik masyarakat. Masyarakat menginginkan sekolah itu berdiri di
daerahnya untuk meningkatkan perkembangan putra-putra mereka. Masyarakat juga menginginkan
agar sekolah juga memberi pengaruh positif terhadap perkembangan masyarakat baik langsung
maupun tidak langsung. Untuk maksud ini masyarakat siap mendukung usaha-usaha sekolah di
daerahnya.
Seolah adalah merupakan sistem terbuka terhaadap lingkunganya termasuk masyarakat
penduduknya. Sebagai sistem terbuka sudah jelas ia tidak dapat mengisolasi diri, sebab hal ini ia
lakukan berarti ia menuju ke ambang kematian, akibat menentang kewajaran hukum alam. Sebai
sistem terbuka, sekolah selalu membukakan pintu terhadap kehadiran warga dan masyarakat terhadap
ide-ide mereka, terhadap kebutuhan-kebutuhan mereka, dan terhadap nilai-nilai yang ada di
masyarakat. Sebaliknya masyarakat juga membuka diri untuk dimasuki oleh aktivitas-aktivitas
sekoalh. Sekolah juga dapat belajar dari masyarakat, guru-guru dan para siswa dapat mencari
pengalaman, belajar dan praktek di masyarakat. Antara sekolah dan masyarat terjadi komunikasi dua
arah untuk bisa saling dan saling menerima. Masyarakat dalam arti sempit disini adalah masyarakat di
lingkungan sekolah itu sendiri, sedangkandalama arti luas yaitu masyarakat dalam negara dan bahkan
bila diperlukan dapat dihubungkan dengan masyarakat Internasional. Sekolah-sekolah pada umumnya
lebih banyak menghubungkan diri dari masyarakat dalam arti sempit ialah masyarakat setempat, sebab
fungsi sekolah yang pertama adalah melanyani kebutuhan masyarakat setempat. Hubungan dengan
masyarakat berarti komunikasi sekolah dengan masyarakat, ialah mengkomunikasikan masalahmasalah pendidikan baik yang bersumber dari sekolah maupun yang bersumber dari masyarakat.
6
Komunikasi inilah merupakan pintu-pintu keterbukaan sekolah terhadap masyarakat, pintu-pintu yang
menghubungkan sekolah sebagai sistem dengan masyarakat sebagai suprasistemnya.
Komunikasi itu merupakan lintasan dua arah yaitu dari arah sekolah ke masyarakat dan dari
arah masyarakat ke sekolah. Kedua kelompok kehidupan itu saling memberi informasi, berpartisipasi
membina pendidikan. Jones (1969:388) menyambut hubungan dengan masyarakat itu sebagai
hubungan dua arah tempat memadu ide antara sekolah dengan masyarakat untuk melahirkan saling
pengertian. Ide-ide tentang pendidikan tidak selalu datang dar sekolah. Lagi pula tidak semua ide
sekolah itu dapat diterima oleh mayarakat sebagai pemilik sekolah. Masyarakat yang mempunyai
kepentingan terhadap pendidikan putra-putranya sering kali punya ide tertentu yang dapat
dimanfaatkan oleh sekolah.

Dari uraian-uraian di atas dapat dipahami bahwa hubungan dengan mayarakat bagi suatu
sekolah adalah hubungan dua arah antara sekolah dengan masyarakat untuk memusyawarahkan ideide dan informasi-informasi tertentu yang berguna bagi peningkatan pendidikan.
Hubungan dengan masyarakat di dasarkan pada ketentuan bahwa :
1. Masyarakat adalah saah satu penanggung jawab sekolah,
2. Proses belajar serta media pendidikan juga terjadi dan ada di masyarakat, dan
3. Masyarakat menaruh perhatian terhadap pendidikan putra-putranya.
Hubungan Guru dengan Guru
Diasumsikan jika hubungan dan kejasama yang baik diantara individu dilakukan melalui
komunikasi yang efektif, maka kinerja atau prestasi kerja masing-masing juga akan lebih baik.
Dalam lembaga pendidikan faktor guru sebagai SDM merupakan bagian dalam menentukan
keberhasilan sekolah, pengembangan SDM yang meliputi pengembangan individu, pengembangan
karier dan pengembangan organisasi . Guru sebagai individu harus mempunyai motivasi yang tinggi
dan kemampuan berkomunikasi yang baik untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kinerja. Jika
kineja masing-masing guru tinggi, maka kualitas sekolah akan meningkat.

DAFTAR PUSTAKA
Nofia Umrotul Hasanah. Skripsi : Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/07/kinerja-guru.html
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/ilmu-komputer/analisa-jaringan-wireless-lan-di-Ipmpsumsel
wanto. Profesionalisme Guru, dalam http://www.pustekkom.go.id/teknodik
http://file2shared.wordpress.com/analisa-jaringankerja