Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN PRIMER

PADA BAYI 6 MINGGU


PERTAMA
OLEH :
Ibu Hj.Dedeh K.Y.SST

Obyek Perilaku Siswa

Mahasiswa dapat memahami tentang bayi


baru lahir
Mahasiswa dapat memahami tentang ciriciri bayi normal
Mahasiswa dapat memahami perawatan
atau asuhan pada bayi 6 minggu pertama
Mahasiswa dapat mengetahui peran bidan
pada bayi sehat
Mahasiswa dapat mengetahui tentang
metode kangguru
Mahasiswa dapat mengetahui rencana
asuhan setelah bayi baru lahir

Pendahuluan

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil


konsepsi yang dapat hidup dari dalam
uterus melalui vagina kedunia luar
Ciri-ciri bayi baru lahir yang normal yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mempunyai berat lahir 2.5 - 4kg


Lahir buku[ bulan 38 42 minggu
Lingkar kepala 33 35 cm
Bunyi jantung 120 160 x/menit
Respirasi 80 x/menit
Kulitnya tampak kemerahan

ASUHAN PRIMER
PADA BAYI 6 MINGGU
PERTAMA
Berdasarkan data susenas
2001 diketahui bahwa angka
kematian bayi terjadi sebesar
56 per 10.000 kelahiran hidup.
Kesakitan dan kematian pada
bayi baru lahir dapat dicegah
apabila bayi baru lahir
diberikan perawatan/asuhan
segera mungkin,terutama
pada usia 0-6 minggu pertama

Pengertian
Asuhan yang diberikan
pada bayi setelah masa
transisi sampai berumur 67minggu

1. Peran bidan pada bayi sehat dan rencaba


asuhan
a. Pencegahan infeksi

Cuci tangan sebelum dan setelah kontak


dengan bayi
Gunakan sarung tangan bersih saat
menangani bayi yg belum dimandikan
Semua peralatan sudah di DTT dan jangan
menggunakan alat dari bayi satu denan yang
lainnya sebelum diproses dgn benar
Pastikan handuk pakaian selimut kain dsb.
Dlam keadaan bersih sebelum dipakaikan
pada bayi termasuk penggunaan timbangan,
pta ukur, stetoskop dan peralatan lainnya

b. Penilaian awal
- menangis kuat atau bernafas tanpa
kesulitan
- warna kulit bayiu merah muda,
pucat atau kebiruan
- gerakan posisi ekstremitas atau
tonus otot bayi
c. Merawat Tali Pusat
- jaga tali pusat dalam keadaan
bersih dan kering

d. Memiliki Pemberian ASI Pedoman Umum


Menyusui
- pastikan pemberian ASU dimulai dalam jam
1
- anjurkan ibu memeluk dan menyusui
bayinya setelah tali pusat dipotonh
- lanjutkan pemberian ASI setelah tali pusat
dipotong
- minta anggota keluarganya membantu ibu
menyusukan ibunya
- jangan berikan makanan atau minuman
lain setelah ASI
- pastikan ASI diberikan hingga 6 bln
pertama kehidupan bayi
- berikan ASI setiap saat

Pemberian ASI secara Dini


Merangsang produksi ASI
Memperkuat refleks isap bayi
Promosi keterikatan ibu dan bayi
Memberikan kekebalan pasif melalui
kolostrum
Merangsang kontraksi uterus

CARA MENYUSUI
Peluk tubuh bayi dan hadapkan mukanya
kepayudara ibu sehingga berada didepan
putting susu
Dekatkan mulut ke payudara bila tampak
tanda2 siap menyusui
Cara menempelkan mulut bayi pada
payudara
Sentuhkan dagu bayi pada payudara
Tempelkan mulutnya pada areola mammae

Perhatikan gerakan menghisap dan jaga


hidung bayi tidak tertutup oleh payudara

Perawatan Payudara
Pastikan putting susu dan areola mammae
selalu dalam keadaan bersih
Gunakan kain bersih untuk menyeka
putting susu
Lecet dan retak bukan alasan untuk
menghentikan pemberian ASI, ajarkan
cara menyusukan yang benar untuk
menghindari lecet
Ajarkan cara untuk mengenali dan
mencari pertolongan bila terjadi
bendungan ASI atau mastitis

Beri vit K, tujuan untuk mencegah


terjadinya perdarahan karena
defisiebsi vit K pada BBL
Perawatan mata
Gunakan tetes mata perak nitrat 1%
salep tetrasiklin atau salep eritromisin
0,5%
Berikan dalam 1 jam kelahiran
Setelah pemberian tetes mata
profilaksis, kembalikan bayi pada ibunya
untuk disusukan dan berabung kembali

Memberikan imunisasi dasar lengkap

Tanda Bahaya Pada Neonatus


Pernafasan > 60 x/menit
Suhu 38C, < 36C
Kuning, biru, pucat
Hisapan lemah, mengantuk
berlebihan
Tali pusat merah, bengkak, berdarah
Tidak BAK > 24 jam
Mengigil, lemah, kejang

Bounding Attachment
(Metode Kangguru)
Definisi :
Metode penanganan bayi
prematur/BBLR dengan meniru perilaku
binatang Australia yang menyimpan
anaknya dikantong perut ibu sehingga
diperoleh suhu optimal bagi bayi

Keberhasilan dalam hubungan dan


ikatan batin antara seorang bayi
dengan ibunya dapat mempengaruhi
hubungan sepanjang masa.

Cara Melakukan Bounding Attacment


Dengan mengenakan popok dan
tutup kepala pada bayi baru lahir
Bayi diletakkan diantara payudara
ibu dan ditutup dengan baju ibu yang
berfungsi sebagai kantung kangguru
Posisi bayi tegak ketika ibu
berdiri/duduk dan tengkurep/miring
ketika ibu berbaring

Bayi yang dapat diberikan metode ini


adalah :
Bayi prematur dengan berat badan rendah
Hipotermia (penurun suhu badan dibawah
36.5C)
Hipotermia pada bayi dapat terjadi
karena/mekanisme kehilangan panas tubuh :
Tubuh bayi lahir belum mampu untuk melakukan
regulasi temperatur tubuh sehingga apabila
penanganan pencegahan kehilangan panas
tubuh dan lingkungan sekitar tidak disisipkan
dengan baik, nayi tersebut dapat mengalami
hipotermia yang dapat mengakibatkan atau
mengalami gangguan fatal.

Mekanisme Kehilangan Pana Tubuh


Evaporasi (penguapan cairan pada
permukaan tubuh bayi)
Konduksi (tubuh bayi bersebtuhan dengan
permukaan yang temperaturnya rendah)
Konveksi (tubuh bayi terpapar udara atau
lingkungan bertemperatur dingin)
Radiasi (pelepasan panas akibat adanya
benda yang lebih dingin didekat tubuh
bayi)

Faktor Resiko Hipotermi antara Lain :


Bayi baru lahir tidak segera
dikeringkan
Terlalu cepat dimandikan
Setelah dikeringkan tidak segera
diberi pakaian
Tutup kepala dibungkus tidak segera
didekapkan ditubuh ibu
Bayi tidak segera disusui ibunya
Bayi baru lahir dipisah dari ibunya

Mencegah Kehilangan Panas Tubuh


Keringkan tubuh bayi dengan handuk
bersih, keringkan dan hangatkan
Selimuti
Tutup bagian kepala
Minta ibu untuk mendekap tubuh bayinya
dan segera menyusukan bayinya
Tempatkan bayi dilingkungan yang hangat
Jangan segera manimbang (tanpa penutup
tubuh) dan jangan memandikan bayi
minimal 6 jam

Kondisi Yang Memerlukan Rujukan


Bayi dengan kelainan bawaan
(hidrosefalus, mikrosefalus,
megakolon, langit-langit terbelah,
bibir sumbing)
Bayi dengan gejala dan tanda
infeksi, tidak dapat menyusui atau
keadaan umumnya jelek
Asfiksia dan tidak memberi respons
yang baik terhadap tindakan
resusitasi