Anda di halaman 1dari 12

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI

PEMBERANTASAN BUTA AKSARA


Dr. KUSNIDA INDRAJAYA, M.Si
UNIVERSITAS PALANGKARAYA

SEBUAH RENUNGAN BERSAMA BAGI KITA

MASIH INGAT KISAH IBU KARTINI ?


Raden Ajeng Kartiniatau sebenarnya lebih tepat disebutRaden Ayu Kartinilahir pada21
ApriI 1879di Jepara, Jawa Tengah. Tokoh perempuan Jawa sekaligus Pahlawan Nasional
Indonesia ini dikenal sebagai sang pelopor kebangkitan para perempuan pribumi. Kartini
adalah putriRaden Mas Adipati Ario Sosroningrat,bupati Jepara dan istri pertamanya, M.A.
Ngasirah. Ia dibesarkan dalam keluargapriyayiJawa. Kartini bersekolah diELS(Europese
Lagere School)hingga usia 12 tahun. Di sekolah tersebut, Kartini belajar bahasa Belanda.
Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Meski ia

tetap belajar sendiri dan


menulis surat berbahasa Belanda kepada teman-teman
tidak bersekolah lagi, ia di rumah

korespondensinya yang berasal dan Belanda, salah satunya adalahRosa Abendanon.Dan


buku-buku, koran, dan majalah Eropa yang telah dibacanya, Kartini tertarik pada kemajuan
berpikir para perempuan Eropa. Maka, timbul keinginannya untuk memajukan perempuan

PERAN DAN FUNGSI PEREMPUAN


MANAGER

BENDAHARA

GURU

DOKTER

CHEF
BIMBINGAN KONSELING

POLISI

APA ITU LITERASI


Literasi dimaknai sebagai Melek Aksara atau Mampu
Membaca, Menulis dan Berhitung.. Namun demikian
seiring waktu makna literasi telah bergeser yaitu
menjadi KEPAHAMAN atau KEMENGERTIAN atas
kondisi dan keadaan yang berada di sekeliling. Saat
ini berkembanga literasi dalam bentuk bentuk baru
yaitu, literasi media sosial, literasi kesehatan,
literasi keuangan dan literasi lainnya.

LITERASI BAGI PEREMPUAN


Mengingat pentinganya perempuan dalam kehidupan
masyarakat, berbangsa dan bernegara maka
Perempuan telah menjadi tokoh sentral dalam literasi
masyarakat. Perempuan cerdas melahirkan generasi
cerdas, ciri perempuan cerdas adalah dengan
tingginya prosentasi literasi perempuan dalam sebuah
daerah. Ini dilatarbelakangi oleh alasan bahwa
perempuan adalah sosok yang paling berpengaruh
dalam perubahan sosial masyarakat.

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UNTUK


MEWUJUDKAN LITERASI
Mewujudkan literasi masyarakat khususnya perempuan harus disesuaikan dengan
kebutuhan perempuan itu sendiri, mari kita identifikasi kebutuhan perempuan
satu- persatu :
1.

Keuangan

2.

Berita

3.

Hiburan

4.

Keluarga

5.

Makanan dan minuman, adakah yang lainnya ?

INISIASI DAN PEMBENTUKAN PUSAT


INFORMASI PEREMPUAN
Mengingat kebutuhan perempuan yang sedemikian besar terhdap arus informasi maka
harus ada sebuah wadah yang dapat menaungi/memberikan serta memfasilitasi
kebutuhan perempuan akan informasi, antara lain adalah pembentukan Pusat Informasi
Perempuan. Dimana pada Pusat Informasi Perempuan ini, disediakan informasiinformasi yang berkaitan dengan kebutuhan/keperluan/informasi yang diperlukan oleh
perempuan, contohnya :
1.

Perkembangan harga pokok harian

2.

Mode

3.

Pasar insentif pemerintah/pasar murah

4.

Info kesehatan

5.

Info hiburan

6.

Info keuangan

DIMANA INFORMASI INI DISEDIAKAN

Pusat informasi ini disediakan di lingkungan yang berdekatan dengan aktifitas


perempuan antara lain adalah :

Pasar

Sekolah

Lingkungan ibadah

Lingkungan warga

Pusat keramaian perempuan

APA YANG BISA DIHASILKAN DARI PUSAT


INFORMASI PEREMPUAN INI
1.

Adanya gerakan bersama masyarakat ( arisan beras, ikan atau bahan pokok
lainnya)

2.

Adanya peningkatan pemahaman masyarakat ( kesehatan, pendidikan,


lingkungan, dst )

3.

Adanya inovasi baru masyarakat ( ekonomi, sosial, keamanan dan lainnya )

4.

Adanya keterikatan kaum perempuan yang lebih kuat dan berdaya

5.

Menjadi kekuatan tawar bagi pemerintah


mewujudkan program yang pro perempuan

dalam

merancang

dan

KETERKAITAN LITERASI DENGAN


PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
Dengan adanya program yang pro perempuan
maka diharapkan terwujudnya masyarakat
yang dapat menghargai kesetaraan gender,
penghormatan yang layak terhadap kaum
perempuan dan perluasan kesempatan bagi
kaum perempuan untuk berperan lebih
konkrit dalam pembangunan di segala bidang

KESIMPULAN
Makna pemberantasan buta aksara sesungguhnya adalah pencerdasan kehidupan melalui meningkatnya kemampuan
untuk menikmati, menjalani dan merencanakan hidup yang lebih baik. Bukan hanya sekedar dapat membaca, menulis

iqra, mengingat bagi


kita semua yang beragama, ajaran
agama diajarkan dan disebarluaskan
dengan melalui naskah-naskah yang
isinya adalah untuk meningkatkan
kualitas hidup manusia
dan berhitung. Itulah makna yang paling mendasar dari