Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN

INSTALASI GAWAT DARURAT

BULAN OKTOBER 201


5RUMAH SAKIT UMUM MITRA SEHAT

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Rumah sakit sebagai salah satubagian dari pelayanan kesehatan,
secara garis besar memberikan pelayananuntuk masyarakat berupa
pelayanan kesehatan, mencakup pelayanan medis, penunjang medis,
rehabilitasi medis, dan pelayanan keperawatan. Pelayanan tersebut
dilaksanakan melalui unit gawat darurat, rawat jalan, dan unit rawat inap.
Instalasi Gawat Darurat adalah suatu unit di Rumah Sakit Umum Mitra
Sehat, memiliki tim kerja dan peralatan yang memberikan pelayanan pada
pasien gawat darurat dan merupakan upaya penenngulangan gawat darurat
yang terorganisir, cepat, tepat sesuai dengan masalah emergensi pasien.
B. Ruang lingkup dan tujuan
Pelayanan ini mencakup semua pelayanan gawat darurat di Rumah Sakit
Umum Mitra Sehat yang bertujuan:
1. Mencegah kematian atau kecacatan yang mungkin terjadi pada pasien.
2. Menerima rujukan penderita
3. Penanggulangan korban bencana
4. Menanggulangi fase emergensi
5. Mengembangkan ilmu kegawatdaruratan medis
C. Dasar laporan
Laporan dibuat berdasarkan banyaknya kunjungan pasien di instalasi gawat
darurat Rumah Sakit Umum Mitra Sehat pada bulan Oktober 2015.

ISI MATERI
1. Ketenagaa yang harus di miliki
NO
1

Tenaga
dokter

Pendidikan
S1

Pelatihan
ACLS

Jumlah
4

Perawat

D III

Bidan

D III

PPGD
PPGD
BCLS
PPGDon
APN

4
8
8
4
4

Pelatihan
ACLS
PPGD
PPGD
BCLS
PPGDon
APN

Jumlah
2
2
6
6
0
0

Kenyataan yang ada


NO
1

Tenaga
dokter

Pendidikan
S1

Perawat

D III

Bidan

D III

2. Kunjungan
Berdasarkan kunjungan pasien di Istalasi Gawat Darurat kunjungan pasien
selama bulan Oktober sebanyak 318 pasien , terdiri dari
Bedah
Anak
Dalam
Rawat inap
Rawat jalan
Rujuk
Mati

60 pasien
20 pasien
193 pasien
45 pasien
271 pasien
1 pasien
1 pasien

Ke RS Betesda
DOA

Hambatan yang dihadapi selama pelayanan di instalasi gawat darurat adalah:

1. Dokter IGD masih merangkap melayani pasien di Poli rawat jalan, sehingga
bila ada pasien emergensi kadang masih menunggu sampai selesai
memeriksa pasien poli rawat jalan.
2. Kemampuan perawat yang belum memadai dalam menangani pasien
emergensi serta perawat tidak hanya bertugas di IGD tapi masih merangkap
sebagai perawat bangsal rawat inap.
3. Sedikitnya dokter yang sudah bersertifikat ACLS.
4. Petugas radiologi yang kadang tidak berada ditempat atau harus ONCALL.
BAB III PENUTUP
Berdasarkan hasil laporan dapat disimpulkan bahwa dalam menjalankan pelayanan
di instalasi gawat darurat diperlukan pelayanan yang tepat dan tepat sesuai dengan
kasus yang ada sehingga diperlukan tenaga yang teramil dan terlatih sehingga
pelayan yang cepat dan tepat sehingga tujuan pelayannan di IGD dapat terwujut
Untuk itu pengembangan ilmu dan ketrampilan petugas perlu ditingkatkan, melalui
pelatihan baik rumah sakit sendiri yang mengadakan ataupun dari luar rumah sakit