Anda di halaman 1dari 3

Ultra vires berasal dari bahasa Latin yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan

sebagai beyond the power atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan melampaui
kewenangan. Pemahaman secara akademis misalnya dituliskan oleh Timothy Endicott, ultra
vires means beyond (the agency) legal powers1. Frank Mack mengartikannya sebagai2:
The term ultra vires in its proper sense, denotes some act or transaction on the part of
corporation which although not unlawfull or contrary to public policy if done or executed by
an individual, is jet beyond the legitimate powers of the corporation as they are defined by
the statute under which it is formed, or which are applicable, or by its charter or incorporation
papers.
Robert W. Hamilton mengemukakan ultra vires sebagai: literally beyond the scope of
the purpose or powers of a corporation3. Sementara itu Stephen H. Gifis seperti dikutip oleh
Munir Fuady pada pokoknya menyatakan hukum disetiap negara tanpa melihat ke dalam
sistem mana dia tunduk umumnya menghadapi masalah yuridis yang disebut dengan
pelampauan kewenangan (ultra vires) dari suatu perseroan 4. Terminologi ultra vires dipakai
khususnya terhadap tindakan perseroan yang melebihi kekuasaannya sebagaimana diberikan
oleh Anggaran Dasarnya atau oleh peraturan yang melandasi pembentukan perseroan
tersebut.
Sementara itu Blacks Law Dictionary mendefinisikan tentang ultra vires sebagai
berikut5:

1 Timothy Endicott, Constitutional Logic, University of Toronto Law Journal, No.


53, Tahun 2003, hal. 201
2 Frank A. Mack, The Law on Ultra Vires Acts and Contracts of Private Corporations, Marquette
Law Review, website http://epublications. marquette.edu/cgi/viewcontent.cgiarticle=4163 diakses
tanggal 22 Desember 2015.
3 Robert W. Hamilton, 1991, The Law Of Corporation In Nutshell, West Publishing Company, St.
Paul, Minnesota, hal. 52
4 Munir Fuady, 2002, Doktrin-Doktrin Modern Dalam Corporate Law dan Eksistensinya Dalam
Hukum Indonesia, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung hal. 110.
5 Henry Campbell Black, 1990, Blacks Law Dictionary, St. Paul, Minn., Sixth Edition, West
Publishing Co., Hal. 1522.

An act performed without any authority to act on subject. Acts beyond the scope of the
powers of corporation, as defined by its charter or laws of state of incorporation. Acts is
ultra vires when corporation is without authority to perform it under any circumstance or for
any purpose
Definisi tentang extra vires dalam Blacks Law Dictionary hanya disebutkan beyond the
power, yang merujuk pada pengertian yang sama dengan ultra vires. Berdasarkan definisi
tersebut, dapat dilihat bahwa jika ternyata sebuah perusahaan melalui organ perusahaan
tersebut melakukan perbuatan diluar kewenangan atau melampaui kewenangan atau cakupan
bidang usaha yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar perusahaan atau badan hukum yang
dimaksud, maka perusahaan tersebut dikategorikan telah melakukan perbuatan yang
dimaksud sebagai ultra

vires. Dengan demikian doktrin ultra vires menegaskan bahwa

perusahaan atau perseroan tidak dapat melakukan kegiatan diluar apa yang diamanatkan
dalam Anggaran Dasar perseroan tersebut
Pandangan tradisional mengenai utra vires pada pokoknya memandang bahwa
tindakan itu dapat menimbulkan konsekuensi yuridis dimana tindakan tersebut batal demi
hukum (null and void) dan karena itu maka tindakan yang diklasifikan ultra vires itu tidak
dapat diratifikasi atau tidak dapat disahkan oleh perseroan melalui RUPS.
Pandangan secara tradisional juga menyediakan upaya-upaya hukum yang merupakan
konsekuensi yuridis antara lain sebagai berikut 6:

a. Pihak kreditur mempunyai hak untuk membawa gugatan untuk memaksa perseroan
untuk tidak melaksanakan kontrak ultra vires tersebut jika kreditur dapat
membuktikan bahwa dengan kontrak yang ultra vires tersebut dapat mengakibatkan
tidak cukupnya aset perseroan untuk membayar utang-utangnya,

6 Ibid Hal 130

b. Pihak perseroan dapat mengajukan gugatan terhadap direksi atau pejabat perseroan
yang melakukan perbuatan yang tergolong ultra vires tersebut,
c. Atas nama kepentingan umum, jaksa dapat melakukan gugatan yang disebut dengan
action in quo warranto untuk membubarkan perseroan.

Pandangan mengenai konsekuensi yuridis dari tindakan perseroan yang ultra vires itu
ternyata juga mengalami perkembangan dan dalam perkembangan tersebut pada pokoknya
dikemukakan,
.sebagai akibat dari berbagai modifikasi terhadap konsepsi ultra vires, telah berkembang
beberapa akibat hukum yang mungkin timbul dari adanya ultra vires antara lain tanggung
jawab pribadi. Tidak selamanya ultra vires mengakibatkan pembebanan tanggung jawab
pribadi dari direksi atau petugas yang melakukan tindakan ultra vires itu. Memang, umumnya
tindakan ultra vires menyebabkan timbulnya tanggung jawab pribadi direksi atau petugas
yang bertanggungjawab atas tindakan tersebut, antara lain berdasarkan doktrin piercing the
corporate veil.
Pandangan seperti di atas pada dasarnya sudah menunjukkan perkembangan Doktrin Ultra
vires dari sifatnya yang tradisional berkembang ke arah yang lebih luwes dan beragam. Dari
perkembangan itu pula sebenarnya tercermin mekanisme yang dapat ditempuh mengenai
bagaimana memulihkan kerugian-kerugian yang dialami oleh pihak ketiga akibat tindakan
direksi yang diklasifikasikan ultra vires.