Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat
dan penyertaan Nya, kami dapat menyelesaikan tugas Praktikum Teknologi
Bioproses tentang ALAT ALAT STERILISASI DI INDUSTRI
Tugas dalam bentuk makalah ini kami kerjakan dan disusun dengan
tujuan, yaitu untuk mengenal beberapa alat yang digunakan untuk sterilisasi
peralatan peralatan kimia ataupun industri. Dalam hal ini, kami mencoba
memahami tentang prinsip kerja serta cara penggunaan dari alat alat sterilisasi
yang telah kami diskusikan secara bersama sama. Dengan adanya makalah ini,
kami juga berharap dapat menambah wawasan kami maupun setiap pembaca yang
telah membaca makalah ini.
Kami tahu bahwa makalah ini masih memiliki beberapa kekurangan.
Untuk itu kami membuka lebar hati kami untuk setiap saran yang membangun
bagi makalah ini, demi perbaikan di hari hari yang akan datang. Kami mohon
maaf jika ada tulisan tulisan maupun informasi dalam makalah ini yang kurang
sesuai dengan pemahaman para pembaca mengenai alat alat sterilisasi tersebut.
Sekian dan terima kasih.
Medan, Oktober 2015
Penyusun,

(Grup C, III TK B)
1

DAFTAR ISI
KESIMPULAN

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN...

A. LATAR BELAKANG
B. MACAM MACAM STERILISASI

3
4

BAB II. PEMBAHASAN.

A.
B.
C.
D.
E.
F.

MOLIPORE FILTER
VACUM FILTER.
LAMINAR AIR FLOW
LAMPU UV ( ULTRA VIOLET ).
OZON STERILIZER.
BUNSEN BURNER..

5
5
6
7
8
9

BAB III. PENUTUP


A.
B.

KESIMPULAN
SARAN

10
10

DAFTAR PUSTAKA..

11

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Tahapan penting yang mutlak harus dilakukan selama bekerja di ruang

praktikum mikrobiologi adalah prinsip sterilisasi. Bahan atau peralatan yang


digunakan harus dalam keadaan steril. Steril artinya tidak didapatkan mikroba
yang tidak diharapkan kehadirannya, baik yang menganggu kehidupan dan proses
yang sedang dikerjakan. Setiap proses baik fisika, kimia dan mekanik yang
membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikrooranisme disebut dengan
sterilisasi.

Adanya

pertumbuhan

mikroorganisme

menunjukkan

bahwa

pertumbuhan bakteri masih berlangsung dan tidak sempurnanya proses sterilisasi.


Jika sterilisasi berlangsung sempurna, maka spora bakteri yang merupakan bentuk
paling resisten dari kehidupan mikroba, akan diluluhkan (Cappuccino, 1983)

1.2

Rumusan Masalah
a.
b.
c.
d.

Apakah Pengertian Sterilisasi?


Apa Sajakah Metode Sterilisasi?
Macam-Macam Sterilisasi
Alat-alat sterilisasi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Pengertian Sterilisasi
3

Sterilisasi yaitu proses membunuh semua mikroorganisme termasuk spora


bakteri pada benda yang telah didekontaminasi dengan tepat. Sterilisasi adalah
penghancuran atau pemusnahan seluruh mikroorganisme,termasuk spora.
Penguapan dengan tekanan,gas etilen oksida (ETO),dan kimia merupakan agens

sterilisasi umum.(Potter & Perry,1999:949)

Tujuan sterilisasi yaitu untuk memusnahkan semua bentuk kehidupan


mikroorganisme patogen termasuk spora, yang mungkin telah ada pada peralatan
kedokteran dan perawatan yang dipakai. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam
memilih metode sterilisasi yaitu sifat bahan yang akan disterilkan.
2.2.

Metode Sterilisasi
Metode sterilisasi antara lain :
1) Sterilisasi secara fisik
Sterilisasi secara fisik dipakai bila selama sterilisasi dengtan bahan

kimia tidak akan berubah akibat temperatur tinggi atau tekanan tinggi. Cara
membunuh mikroorganisme tersebut adalah dengan panas. Panas kering

membunuh bakteri karena oksidasi komponen-komponen sel. Daya bunuh panas


kering tidak sebaik panas basah.
Pemanasan basah dapat memakai otoklaf, tyndalisasi dan pasteurisasi.
Otoklaf adalah alat serupa tangki minyak yang dapat diisi dengan uap air.
Tyndalisasi merupakan metode dengan mendidihkan medium dengan uap
beberapa menit saja. Pasteurisasi adalah suatu cara disinfeksi dengan pemanasan
untuk mengurangi jumlah mikrooranisme tanpa merusak fisik suatu bahan.
Pemanasan kering dapat memakai oven dan pembakaran. Selain itu dapat
dilakukan penyinaran dengan sinar gelombang pendek (Waluyo, 2005).
2) Sterilisasi secara kimia
Sterilisasi secara kimia dapat memakai antiseptik kimia. Pemilihan
antiseptik terutama tergantung pada kebutuhan daripada tujuan tertentu serta efek
yang dikehendaki. Perlu juga diperhatikan bahwa beberapa senyawa bersifat
iritatif, dan kepekaan kulit sangat bervariasi.
Zat-zat kimia yang dapat dipakai untuk sterilisasi antara lain halogen
(senyawa klorin, yodium), alkohol, fenol, hidrogen peroksida, zat warna ungu
kristal, derivat akridin, rosalin, deterjen, logam-logam berat, aldehida, ETO, uap
formaldehid ataupun beta-propilakton (Volk, 1993).
3) Sterilisasi secara mekanik.
Sterilisasi secara mekanik dapat dilakukan dengan penyaringan.
Penyaringan dengan mengalirkan gas atau cairan melalui suatu bahan penyaring.
2.3.Macam-Macam Sterilisasi

2.3.1. Sterilisasi dengan pemanasan kering


a.

Pemijaran/flambir
Cara ini dipakai langsung, sederhana, cepat dan dapat

menjamin sterilisasinya, namun penggunaannya terbatas pada


beberapa alat saja, misalnya: benda-benda dari logam (instrument),
benda-benda dari kaca, benda-benda dari porselen.
b. Dengan cara udara panas kering
Cara ini pada dasarnya adalah merupakan suatu proses
oksidasi, cara ini memerlukan suhu yang lebih tinggi bila
dibandingkan dengan sterilisasi pemanasan basah. Adapun alat
yang dapat dilakukan dengan cara ini yaitu benda-benda dari
logam, zat-zat seperti bubuk, talk, vaselin, dan kaca.

2.3.2.

Sterilisasi dengan pemanasan basah.


Ada beberapa cara sterilisasi ini, yaitu:
a)
Dimasak dalam air biasa.
Suhu tertinggi 100 C, tapi pada suhu ini bentuk vegetatif
dapat dibinasakan tetapi bentuk yang spora masih bertahan. Oleh
karna itu agar efektif membunuh spora maka dapat ditambahkan
natrium nitrat 1% dan phenol 5%.
b) Dengan uap air.
Cara ini cukup efektif dan sangat sederhana. Dapat dipakai
dengan dandang/panci dengan penangas air yang bagiannya diberi
lubang/sorongan, agar uap air dapat mengalir bagian alat yang akan
disterilkan.waktu sterilisasi 30 menit.
c)
Sterilisasi dengan uap air bertekanan tinggi.

Jenis sterilisasi dengan cara ini merupakan cara yang paling


umum digunakan dalam setiap rumah sakit dengan menggunakan
alat yang disebut autoclave.
2.3.3.

Sterilisasi dengan penambahan zat-zat kimia


Cara ini tidak begitu efektif bila dibandingkan dengan cara

pemanasan kering. Cara ini dipergunakan pada bahan-bahan yang tidak


tahan pemanasan atau cara lain tidak bisa dilaksanakan karena keadaan.
Contoh zat kimia : Formaldehyda, hibitane, Cidex.
2.3.4.

Sterilisasi dengan radiasi ultraviolet


Karena disemua tempat itu terdapat kuman, maka dilakukan

sterilisasi udara dan biasanya dilakukan di tempat-tempat khusus.Misalnya:


di kamar operasi, kamar isolasi, dsb. dan udaranya harus steril. Hal ini dapat
dilakukan dengan sterilisasi udara (air sterilization) yang memakai radiasi
ultraviolet.
2.3.5.

Sterilisasi dengan filtrasi


Cara ini digunakan untuk udara atau bahan-bahan berbentuk

cairan. Filtrasi udara disebut HEPA (Hight Efficiency Paticulate Air).


Tujuannya adalah untuk filtrasi cairan secara luas hanya digunakan dalam
produksi obat-obatan atau pada sistem irigasi dalam ruang operasi, maupun
dalam perawatan medik lainnya yang membutuhkan adanya cairan steril.
Jenis filternya yang penting ialah pori-porinya harus lebih kecil dari jenis
kuman. Pori-pori filter ukurannya minimal 0,22 micron.
2.4.

Alat-Alat Sterilisasi

2.4.1. Milipore Filter


Milipore filter adalah alat sterilisasi yang menggunakan prinsip
mekanis, yaitu filtrasi. Prinsip kerja alat ini, yaitu milipore filter
dihubungkan dengan injeksi yang berfungsi sebagai penginjeksi cairan
yang akan disterilkan untuk melewati filter, dan ujung milipore tersebut
dapat dihubungkan dengan leher erlenmeyer sebagai wadah dari bahan
tidak tahan panas yang telah disterilisasi secara mekanik.
2.4.2

Vacum Filter
Vacum filter juga merupakan alat sterilisasi yang menggunakan

prinsip fisik mekanis, yaitu filtrasi, dimana terdapat penggunaan aliran


udara yang dihasilkan oleh pompa yang ditempelkan pada lubang pompa,
yang nantinya udara tersebut dikeluarkan melalui lubang yang lain.
2.4.3

Laminer Air Flow


Laminar Air Flow adalah alat sterilisasi yang menggunakan prinsip
filtrasi udara dan penggunaan radiasi ultra violet. Laminar Air Flow
digunakan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan laboratorium yang
membutuhkan kondisi steril, seperti membuka alat yang telah dsterilkan
dan menyiapkan sampel mikroba.

2.4.4.

Lampu UV
Lampu UV ( Ultra Violet ) adalah alat sterilisasi dengan prinsip

kerja, yaitu mengubah susunan kimia pada sel bakteri sehingga


mengakibatkan bakteri mati.
2.4.5

Ozon-Sterilizer
Ozon Sterilizer adalah alat sterilisasi yang berfungsi untuk

mensterilkan alat alat yang tidak berskala. Prinsip kerja Ozon Sterilizer
bagian atas adalah membunuh mikroba menggunakan Ozon ( O3 ), dimana

Ozon itu dapat merusak mekanisme dari mikroba, sehingga sel protein
pada mikroba mengalami oksidasi yang mengakibatkan perubahan fungsi
dan kematian pada mikroba, karena Ozon sendiri bersifat racun, sedangkan
fungsi dari bagian bawah Ozon Sterilizer adalah mensterilkan medium
menggunakan sinar lampu dengan panas yang tinggi, yang cara kerjanya
hamper sama dengan Oven.
2.4.5. Bunsen Burner
Bunsen Burner adalah alat sterilisasi dengan prinsip kerja, yaitu
membakar alat seperti jarum inokulum sampai membara. Bunsen Burner
berbahan bakar gas akan disalurkan langsung ke pipa tabung gas.

BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Sterilisasi adalah suatu proses penghancuran secara lengkap semua
mikroba hidup dan spora-sporanya. Ada 5 metode umum sterilisasi, yaitu :
sterilisasi uap (panas lembab), sterilisasi panas kering, sterilisasi dengan
penyaringan (filtrasi), sterilisasi gas, sterilisasi dengan Radiasi. Berdasarkan
hasil

diskusi

kami,

kami

dapat

menyimpulkan

bahwa

mikroba

( mikroorganisme ) tidak akan dapat hidup pada keaadan standar, baik itu
suhu maupun tekanan. Karena dari semua alat sterilisasi yang kami sajikan,
semuanya sama sama mengakibatkan media/bahan yang kemungkinan
terdapat mikroba hidup, berada dalam kondisi tidak standar. Contohnya:
Vacum Filter, pada alat ini keadaan media/bahan berada pada kondisi tidak

standar ( tidak 1 atm ) sehingga mikroba pun mati. Dan yang kedua dapat kita
ketahui pada Bunsen Burner, dimana ketika jarum inokulum dibakar, maka
suhu pada jarum tidak lagi standar ( suhu tinggi ) sehingga mikroba pun akan
mati.
3.2.

Saran
Saran yang dapat penulis berikan adalah agar mahasiswa dapat
memahami tentang proses sterilisasi serta macam-macam sterilisasi. Pada
makalah berikutnya menjadi lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Denz , Januari 2011,STERILISASI, http://dprayetno.wordpress.com/sterilisasi/, 19


Oktober 2015
E. I. Pradhika, 19 Mei 2010 13:51, Mikrobiologi Dasar BAB 3 SETERILISASI,
http://ekmon-saurus.blogspot.com/2008/11/bab-3-sterilisasi.html.
Mikrobiologi dasar . 19 Oktober 2015
Yalun,January 2009, Teknik-teknik sterilisasi (bagian 1: cairan dan padatan),
http://yalun.wordpress.com/2009/01/09/teknik-teknik-sterilisasi-bagian-1cairan-dan-padata/ 19 Oktober 2015

10

11