Anda di halaman 1dari 44

DISKUSI KASUS

NYERI DADA

PENDAHULUAN

NYERI DADA
Gastrointestinal (42%)
Ischemic heart disease (31%)
Chest wall syndrome (28%)
Pericarditis (4%)
Pleuritis (2%)
Pulmonary embolism (2%)
Lung cancer (1,5%)
Aortic aneurysm (1%)
Aortic stenosis (1%)
Herpes zoster (1%)

Kritek PA, Fanta CH. Pain. Dalam: Kasper DL, Hauser SL, Jameson JL, Fauci AS, Longo DL, Loscalzo J,
editors. Harrisons Principles of Internal Medicine. Edisi ke-19. New York: McGraw-Hill; 2015.

NYERI DADA
Pendekatan secara klinis harus dilakukan secara detail dari perjalanan
penyakit, karakteristik nyeri (kualitas, lokasi, pola, faktor pencetus dan
peringan, dan keluhan penyerta), faktir risiko, riwayat penyakit sebelumnya,
pemeriksaan fisik persistem, dan pemeriksaan penunjang

Kritek PA, Fanta CH. Pain. Dalam: Kasper DL, Hauser SL, Jameson JL, Fauci AS, Longo DL, Loscalzo J,
editors. Harrisons Principles of Internal Medicine. Edisi ke-19. New York: McGraw-Hill; 2015.

NYERI DADA

Kritek PA, Fanta CH. Pain. Dalam: Kasper DL, Hauser SL, Jameson JL, Fauci AS, Longo DL, Loscalzo J,
editors. Harrisons Principles of Internal Medicine. Edisi ke-19. New York: McGraw-Hill; 2015.

ILUSTRASI KASUS

IDENTITAS
Nama Pasien : Ny. S
Tempat, tanggal lahir : Purworejo, 1 Juli 1956 (59 tahun)
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama

: Islam

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga


Pendidikan

: SMP

Status Perkawinan
Alamat

: Sudah menikah

: Cempaka Putih

No Rekam Medis : 387-37-08

KELUHAN UTAMA
Nyeri dada sebelah kiri sejak 14 jam SMRS

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri sejak 14 jam SMRS. Nyeri yang
dirasakan seperti tertindih beban berat dan menjalar ke punggung, kedua
bahu dan lengan atas. Keluhan disertai mual, keringat dingin, dan rasa
berdebar. Nyeri perut, dada terasa terbakar, dan muntah disangkal. Batuk,
sesak napas dan demam disangkal. Nyeri muncul saat pasien mengambil
wudhu, berlangsung selama >30 menit. Pasien mengonsumsi 4 tablet ISDN
nyeri hanya berkurang sedikit.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien sebenarnya sudah merasakan keluhan yang serupa sejak 2 hari SMRS,
namun masih membaik setelah mengonsumsi ISDN. Pasien menderita sakit
jantung sudah sejak 8 tahun SMRS, dan dirawat sebanyak >3x karena
keluhan nyeri dadanya. Pasien mendapatkan obat cedokart 2 x tab dan
aspilet 3 x 1 tab yang diminum secara rutin. Pasien memiliki penyakit
hipertensi sejak >30 tahun yang lalu namun, sempat berobat rutin beberapa
tahun namun setelah itu tidak pernah kontrol dan hanya menebus obat
darah tinggi saat merasa tensinya sedang tinggi. Merokok, DM, kolesterol
tinggi disangkal.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


2 tahun SMRS, pasien dirawat dengan keluhan yang sama dan dilakukan
pemasangan ring. Sebelumnya pasien juga sering mengeluh sesak napas
yang dirasa memberat saat aktivitas ringan seperti mandi. Pasien tidur harus
dengan 3 bantal dan sering terbangun karena sesak. Bengkak di kaki
disangkal. Obat yang harus rutin dikonsumsi pasien menjadi 12 jenis (pasien
lupa nama obatnya) dan diminum secara rutin hingga sekarang.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Keluhan lemah sesisi dan stroke disangkal. Riwayat TB maupun pengobatan
paru yang lama disangkal.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Ibu dan adik pasien memiliki diabetes mellitus tipe II. Adik meninggal karena
stroke
Riwayat asma, dan alergi pada keluarga disangkal.

RIWAYAT SOSIAL EKONOMI, KEJIWAAN &


KEBIASAAN
Pasien ibu rumah tangga, tinggal berdua anaknya yang bekerja. Mengerjakan
pekerjaan rumah tangga sendiri. Merokok dan konsumsi alkohol disangkal

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Kesadaran : Kompos mentis
Keadaan umum

: Tampak sakit sedang

Keadaan gizi : Gizi lebih


Tinggi badan : 160 cm
Berat badan

: 70 kg

Tanda-Tanda Vital
Tekanan darah

: 160/110 mmHg

Laju nadi : 74x/menit


Suhu

: 36,5oC

Laju pernafasan : 20x/menit

PEMERIKSAAN SISTEM
Organ
Kulit

Hasil pemeriksaan
Turgor baik, tidak sianosis, tidak tampak adanya tanda inflamasi

Kepala

Normosefal, tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba massa, tidak


terdapat deformitas

Rambut
Mata

Hitam beruban, tersebar merata, tidak mudah dicabut


Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, pupil bulat, isokor,
diameter 3 mm, refleks cahaya langsung dan tidak langsung +/+

PEMERIKSAAN SISTEM
Organ
Telinga

Hasil pemeriksaan
Normotia, tidak terdapat deformitas, tidak terdapat nyeri tekan,
serumen minimal

Hidung

Tidak terdapat deformitas, tidak terdapat deviasi septum, tidak terdapat


nyeri tekan ataupun krepitasi

Tenggorok T1/T1, dinding faring tidak hiperemis, arkus faring simetris, uvula
terletak di tengah
Gigi dan
Mulut

Tidak terdapat ulkus, coated tongue ataupun oral thrust, higienitas oral

Leher

JVP 5 + 2 cmH2O, tidak terbada perbesaran kelenjar getah bening,

baik
trakea terletak di tengah, tidak teraba kelenjar tiroid

Organ
Jantung

Hasil pemeriksaan
I: Iktus kordis tidak terlihat
P: Iktus kordis tidak teraba
P: Batas jantung kanan linea sternal kanan sela iga ke-4, batas pinggang
jantung linea parasternal kiri sela iga ke-3, batas jantung kiri linea

Paru

midklavikula kiri sela iga ke-5


A: BJ I/II normal, tidak terdapat murmur, gallop S4 (+)
I: Pergerakan hemitoraks kiri dan kanan simetris saat statis maupun
dinamis, tidak terdapat retraksi dinding dada, tidak terdapat penggunaan
otot

bantu

pernafasan,

tidak

terdapat

venektasi,

tidak

terdapat

deformitas
P: Ekspansi dada simetris, fremitus kiri sama dengan kanan
P: perkusi umum sonor/sonor, batas paru hati sela iga ke-6, batas parulambung sela iga ke-7
A: Suara napas pokok vesikuler normal/normal, ronki dan wheezing
tidak ada

PEMERIKSAAN SISTEM
Organ
Abdomen

Hasil pemeriksaan
I: Buncit, tidak terdapat massa, ataupun pelebaran vena
A: Bising usus 6x/menit
P: Supel, tidak teraba massa, nyeri tekan (-), hati dan limfa tidak
teraba, ballottement test (-), nyeri tekan mcBurney (-)

Ekstremitas

P: Perkusi umum timpani, shifting dullness (-)


Akral hangat, CRT < 2 detik, tidak terdapat edema

Indikator

Nilai Rujukan

7/09/15

Hemoglobin

13.0 18.0 g/dL

14

Hematokrit

40 52%

40

Eritrosit

4.50 6.50 106/L

4,55

MCV

80.0 100.0 fL

92,8

MCH

26.0 34.0 pg

32,2

MCHC

32.0 36.0 %

34,7

RDW-CV

11.5 14.5 %

12,9

Trombosit

150 440 103/ L

260

Leukosit

5.00 10.00 103/ L

7,31

Basofil

0 1%

Eosinofil

2 4%

Neutrofil

50 70%

62

Limfosit

25 40%

26

Monosit

2 8%

Pemeriksaan
Laboratorium

Indikator

Nilai Rujukan

7/09/15

Natrium

135 145 mEq/L

148

Kalium

3.3 5.5 mEq/L

Ureum darah

20 40 mg/dL

20

Kreatinin darah

0.8 1.5 mg/dL

0,80

Asam urat

2.4 7.0 mg/dL

SGOT (AST)

0 37 U/L

28

SGPT (ALT)

0 40 U/L

18

GDS

< 180 mg/dL

94

Trigliserida

< 150 mg/dL

121

Kolesterol total

< 200 mg/dL

146

Kolesterol HDL

< 40 mg/dL = rendah

50

> 60 mg/dL = tinggi


Kolesterol LDL

< 100 mg/dL

96

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

Hemostasis

Nilai Rujukan

7/09/15

PT

9,8-11,2 detik

9,3 (9,9)

APTT

31-47 detik

30,0 (32)

Fibrinogen

150-400 mg/dL

367

INR

0,93-1.13

0,93-1,13

D-dimer kuantitatif

0,0-0,3 mg/dL

0,3

Marker Jantung

Nilai Rujukan

7/09/15

Troponin T

0,0-0,099 mg/dL

Negatif

CK

0-191 mg/dL

44

CK-MB

0-23 mg/dL

19,6

Analisa Gas Darah

Nilai Rujukan

7/09/15

pH

7,350-7,450

7,378

p CO2

35-45

34,2

p O2

75-100

54,8

O2 sat

95-98

87,6

Base excess

-2,5 2,5

-3,5

Std base excess

-5,0

Std HCO3

22-24

21,3

HCO3

21-25

20,4

Total CO2

21-27

21,4

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

PEMERIKSAAN RADIOLOGI
Paru: tidak tampak infiltrat
ataupun konsolidasi, hilus
tidak melebar, tidak tampak
cranialisasi
Jantung: CTR >50%, pinggang
jantung mendatar, apeks
terangkat.
Kesan kardiomegali

PEMERIKSAAN EKG

SR, laju QRS 60x/menit, Normo axis, P 0,10 m/s, PR interval 0,08 m/s, QRS 0,08 m/s, ST
segment normal, RVH -, LVH -, VES monomorfik quadrigemini dengan non-compensatory
pause

RESUME
Wanita 59 tahun datang dengan keluhan nyeri dada kiri seperti tertindih selama
>30 menit yang menjalar ke punggung, kedua bahu dan lengan atas. Terdapat
mual, keringat dingin, rasa berdebar. Sedikit membaik dengan ISDN. Riwayat
sakit jantung (+), pemasangan ring (+), hipertensi (+) tidak minum obat rutin,
merokok (-), DM (-), dan kolesterol tinggi (-). Terdapat keluhan OP, PND dan DOE.
Riwayat keluarga HT(+) dan DM(+)
Pada pemeriksaaan fisik JVP meningkat, batas jantung kiri linea midklavikula kiri
sela iga ke-5, gallop S4 (+), tidak terdapat hepatomegali maupun edema. Tidak
terdapat peningkatan marker troponin T, CK, maupun CK-MB.

DAFTAR MASALAH
Unstable angina pectoris
CHF fc II
VES quadrigemini
Hipertensi grade II tidak terkontrol
Obesitas grade 1

PEMBAHASAN

UNSTABLE ANGINA PECTORIS

UNSTABLE ANGINA PECTORIS

UNSTABLE ANGINA PECTORIS

CONGESTIVE HEART FAILURE

CONGESTIVE HEART FAILURE

CONGESTIVE HEART FAILURE

VES QUADRIGEMINI

VES QUADRIGEMINI

HIPERTENSI GRADE II

HIPERTENSI GRADE II

HIPERTENSI GRADE II

OBESITAS GRADE I

OBESITAS GRADE I

OBESITAS GRADE I

KESIMPULAN
Pasien perempuan usia 59 tahun dengan UAP, CHF Fc II,
Hipertensi Grade II, VES Quadrigemini dan Obesitas Grade I.

TANYA JAWAB

1. Adi Basuki
1. Saturasi 87
2. CHF ec HHD