Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH MOTOR DIESEL

POMPA INJEKSI DIESEL YANMAR


Nuzul Hidayat.S,pd . MT

Nama
Nim

: Toni Sugara
: 14073050

PENDIDIKAN TEKNIK AUTOMOTIF


UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang POMPA
INJEKSI DIESEL 1 SELINDER ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan
juga kami berterima kasih pada Bapak Nuzul Hidayat.S,pd.MT selaku Dosen mata kuliah Motor
Diesel yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Kami sangat berharap makalah ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Pompa injeksi
motor diesel 1 selinder dan juga bagaimana cara kerja dari pompa injeksi diesel ini serta
komponen-komponen dari pompa injeksi ini.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu
yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan
makalah ini di waktu yang akan datang.

Padang, 9 Oktober 2015

Penulis

Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Motor bakar diesel biasa disebut juga dengan Mesin diesel (atau mesin pemicu
kompresi) adalah motor bakar pembakaran dalam yang menggunakan panas kompresi
untuk menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang telah diinjeksikan ke
dalam ruang bakar. Mesin ini tidak menggunakan busi seperti mesin bensin atau mesin
gas. Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten
pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan
dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya
pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak
kacang (lihat biodiesel).
Mesin ini kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F.
Kettering.Mesin diesel memiliki efisiensi termal terbaik dibandingkan dengan mesin
pembakaran dalam maupun pembakaran luar lainnya, karena memiliki rasio kompresi
yang sangat tinggi. Mesin diesel kecepatan-rendah (seperti pada mesin kapal) dapat
memiliki efisiensi termal lebih dari 50%. Mesin diesel dikembangkan dalam versi dua-tak
dan empat-tak.

Pada sistem bahan bakar diesel ada 2 tipe pompa injeksi yang digunakan sebagai penekan bahan
bakar (solar) :
1. Pompa Injeksi Distributor
2. Pompa Injeksi In-line
Tapi yang mau kita bahas disini adalah tentang pompa injeksi in-line saja.
1.2.

Rumusan Masalah
1. Apa itu pompa injeksi diesel?
2. Bagaimana Cara kerja pompa injeksi diesel?
3. Apa saja komponen dari pompa injeksi diesel?

1.3.

Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang
pompa injeksi diesel 1 selinder yaitu :
a. Mengetahui cara kerja dari pompa injeksi diesel
b. Mengetahui komponen-komponen dari pompa injeksi diesel

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Pompa injeksi
Pompa injeksi bahan bakar berfungsi untuk menekan bahan bakar dengan tekanan yang
cukup melalui kerja elemen pompa. Seperti telah diuraikan di atas bahwa pompa injeksi bahan
bakar berupa pompa injeksi sebaris (gambar 19) dan pompa injeksi distributor (gambar 20).
Pompa injeksi sebaris banyak digunakan untuk mesin diesel yang bertenaga besar, karena pompa
injeksi ini mempunyai kelebihan bahwa tiap elemen pompa melayani satu silinder mesin.
Gambar 21 menunjukkan elemen pompa yang terdiri dari plunyer (plunger) dan silinder (barrel)
yang keduanya sangat presisi, sehingga celah antara plunyer dan silindernya sekitar 1/1000 mm.
Ketelitian ini cukup baik untuk menahan tekanan tinggi saat injeksi, walaupun pada putaran
rendah.
Sebuah alur diagonal yang disebut alur pengontrol (control groove), adalah bagian dari
plunyer yang dipotong pada bagian atas. Alur ini berhubungan dengan bagian atas plunyer oleh
sebuah lubang. Bahan bakar yang dikirimkan oleh pompa pemindah masuk ke pompa injeksi
dengan tekanan rendah. Plunyer bergerak turun naik dengan putaran poros nok pompa injeksi.

2.2. Cara Kerja Pompa Injeksi


1. Injection pump mendorong bahan bakar menuju Injection Nozzle dengan tekanan dan
dilengkapi dengan sebuah mekanisme untuk menambah dan mengurangi jumlah bahan bakar
yang menuju nozzle. Plunger di dorong ke atas oleh camshaft dan dikembalikan oleh Plunger
Spring. Plunger bergerak ke atas dank e bawah di dalam Plunger barrel dan pada jarak stroke
yang telah ditetapkan guna mensuplai bahan bakar dengan tekanan. Dengan naik dan turunya
Plunger berarti akan membuka dan menutup section dan discharge port sehingga mengatur
banyaknya injeksi bahan bakar. Dan pengaturan pergerakan naik turun plunger diatur oleh
governor.
2. Governor yang terpasang pada pompa injeksi digunakan untuk mengatur kecepatan mesn.
Kecepatan mesin ini sebanding dengan mengalirnya bahan bakar ke dalam silinder ruang bakar
3. Pada governor mekanik, pengaturan injeksi bahan bakarnya sesuai dengan kerja governor
yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal. Plunger dari pompa injeksi berputar oleh gerakan dari
batang gerigi pengatur bahan bakar ( Control Rod ), dengan demikian mengatur jumlah bahan
bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder.

4. Control Rod dihubungkan ke governor melalui floating lever. Bila putaran mesin naik, batang
gerigi pengatur bahan bakar bergerak mengurangi jumlah bahan bakar yang di injeksikan. Bila
putaran mesin turun, batang gerigi pengatur bahan bakar ( Control Rod ) bergerak menambah
bahan bakar yang di injeksikan. Dengan demikian governor adalah suatu mekanisme untuk lever
ratio dari floating lever.
5. Jika mesin berputar idling, gaya sentrifugal dari bobot Flyweight adalah kecil. Jika gaya
sentrifugal ini tidak cukup besar untuk mengatasi tahanan dari batang gerigi pengatur bahan
bakar ( control Rod ) mesin dapat.

Cara Kerja Elemen Pompa Injeksi Sebaris


a.

Pada saat plunyer berada pada titik terbawah, bahan bakar mengalir melalui lubang
masuk (feed hole) pada silinder ke ruang penyalur (delivery chamber) di atas plunyer.

b. Pada saat poros nok pada pompa injeksi berputar dan menyentuh tappet roller maka
plunyer bergerak ke atas. Apabila permukaan atas plunyer bertemu dengan bibir atas
lubang masuk maka bahan bakar mulai tertekan dan mengalir keluar pompa melalui pipa
tekanan tinggi ke injector.
c. Plunyer tetap bergerak ke atas, tetapi pada saat bibir atas control groove bertemu dengan
bibir bawah lubang masuk, maka penyaluran bahan bakar terhenti.
d. Gerakan pluyer ke atas selanjutnya menyebabkan bahan bakar yang tertinggal dalam
ruang penyaluran masuk melalui lubang pada permukaan atas plunyer dan mengalir ke
lubang masuk menuju ruang isap, sehingga tidak ada lagi bahan bakar yang disalurkan.
Tinggi pengangkatan nok adalah 8 mm, sehingga gerakan plunyer naik turun juga
sebesar 8 mm. Pada saat plunyer pada posisi terbawah, plunyer menutup lubang masuk
kirakira 1,1 mm dari besar diameter lubang masuk sebesar 3 mm. Dengan demikian
plunyer baru akan menekan setelah bergerak ke atas kira-kira 1,9 mm. Langkah ini
disebut prestroke dan pengaturannya dapat dilakukan dengan menyetel baut pada
tappet roller. Prestroke ini berkaitan dengan saat injeksi (injection timing) bahan bakar
keluar pompa.
Jumlah pengiriman bahan bakar dari pompa diatur oleh governor sesuai dengan
kebutuhan mesin. Governor mengatur gerakan control rack yang berkaitan dengan
control pinion yang diikatkan pada control sleeve. Control sleeve ini berputar bebas
terhadap silinder. Bagian bawah plunyer (flens) berkaitan dengan bagian bawah control
sleeve. Jumlah bahan bakar yang dikirim tergantung pada posisi plunyer dan perubahan
besarnya langkah efektif (Gambar). Langkah efektif adalah langkah plunyer dimulai dari
tertutupnya lubang masuk oleh plunyer sampai control groove bertemu dengan lubang
masuk. Langkah efektif akan berubah sesuai dengan posisi plunyer dan jumlah bahan
bakar yang diinjeksikan sesuai dengan besarnya langkah efektif.

Penekanan bahan bakar dari elemen pompa ke injector diatur oleh katup penyalur
(delivery valve). Katup penyalur ini berfungsi ganda, yaitu selain mencegah bahan bakar
dalam pipa tekanan tinggi mengalir kembali ke plunyer juga berfungsi mengisap bahan
bakar dari ruang injector setelah penyemprotan (Gambar ).Dengan demikian katup
penyalur pada pompa injeksi ini menjamin injektor akan menutup dengan cepat pada saat
akhir injeksi, karena untuk mencegah bahan bakar menetes yang dapat menyebabkan
pembakaran awal (pre-ignition) selama siklus pembakaran berikutnya.
2.3. Komponen-komponen Pompa injeksi
1.Plunyer
2.Silinder (barrel)
3. Alur pengontrol
4. Lubang masuk elemen
5. Katup penyalur
6. Sleeve pengontrol plunyer
7. Pinion pengontrol plunyer
8. Plunger driving face
9. Batang pengatur (control rack)

2.4.

Keuntungan dan kerugian pompa injeksi in-line


Keuntungan pompa injeksi inline
1. Jumlah plunger sesuai dengan jumlah silinder, sehingga jika suatu saat ada salah satu
plunger bermasalah maka engine akan tetap bisa hidup walapun pincang.

2. Konstruksinya sederhana karena tiap plunger melayani 1 silinder, waktu

penginjeksian ditentukan oleh cam shaft.


3. Harganya relatif lebih murah karena konstruksinya lebih sederhana.
Kerugian pompa injeksi inline
1. Memakan banyak tempat karena ukurannya yang relatif besar.
2. Suplai bahan bakar ke setiap silinder kemungkinan tidak sama karena plunger yang
berbeda.

BAB III KESIMPULAN


Pompa injeksi bahan bakar berfungsi untuk menekan bahan bakar dengan tekanan yang cukup
melalui kerja elemen pompa

Daftar Pustaka
http://www.skipnesia.com/2014/10/contoh-kata-pengantar-makalah-yang-baik.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Motor_bakar_diesel

http://alumnimuhngawengk.blogspot.co.id/2014/10/pompa-injeksi-inline-sebaris.html
http://arrytom1.blogspot.co.id/