Anda di halaman 1dari 15

CONTOH COVER

MAKALAH
INDIVIDU, MASYARAKAT DAN INTRAKSI SOSIAL
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Mengikuti Prakerin Tahap II
Guru Pembimbing:
Moh. Arief Hariyanto, S.Pd.

Logo SMK

Oleh :
1. NAMA SISWA (Nomor Induk)
2. NAMA SISWA (Nomor Induk)

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

SMK NURUL NURUL JADID


PAITUN PROBOLINGGO
2014

KATA PENGANTAR

Alhamdullillahhirobil alamin, segalah puji kita panjatkan kehadirat Allah SWT


atas segalah rahmat dan hidayahnya tercurahkan kepada kita yang tak terhingga ini,
sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW
dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya sampai akhir zaman amin ya robal
alamin.
Karena anugerah dan bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang
merupakan salah satu tugas dari mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kami menyadari bahwa
dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan
makalah ini.
Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi kami khususnya dan kepada para pembaca umumnya.

Paiton, 6 Februari 2014

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
b. Rumusan masalah
c. Tujuan
d. Metode dan Prosedur
e. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
a. Tindakan social
b. Interaksi Sosial
c. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
BAB III PENUTUP
a. Kesimpulan
b. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi
dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu vs individu. Individu vs kelompok.
Kelompok vs kelompok dll. Contoh guru mengajar merupakan contoh interaksi sosial
antara individu dengan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial
dan Komunikasi Sosial.
Kontak sosial dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder. Sedangkan
komunikasi sosial dapat secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi sosial secara
langsung apabila tanpa melalui perantara. Misalnya A dan B bercakap-cakap termasuk
contoh Interaksi sosial secara langsung. Sedangkan kalau A titip salam ke C lewat B dan B
meneruskan kembali ke A, ini termasuk contoh interaksi sosial tidak langsung.
Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi imitasi, sugesti,
identifikasi, indenifikasi, simpati dan empati Imitasi adalah interaksi sosial yang didasari
oleh faktor meniru orang lain. Contoh anak gadis yang meniru menggunakan jilbab
sebagaimana ibunya memakai. Sugesti adalah interaksi sosial yang didasari oleh adanya
pengaruh. Biasa terjadi dari yang tua ke yang muda, dokter ke pasien, guru ke murid atau
yang kuat ke yang lemah. Atau bisa juga dipengaruhi karena iklan.
Indentifikasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor adanya individu yang
mengindentikkan (menyadi sama) dengan pihak yang lain. Contoh menyamakan kebiasaan
pemain sepakbola idolanya. Simpati adalah interaksi sosial yang didasari oleh foktor rasa
tertarik atau kagum pada orang lain.
Empati adalah interaksi sosial yang disasari oleh faktor dapat merasakan apa yang
dirasakan oleh orang lain, lebih dari simpati. Contoh tindakan membantu korban bencana
alam. Interaksi sosial mensyaratkan adanya kontak sosial dan komunikasi sosial.
Kemudian membuat terjadinya proses sosial. Proses sosial dapat bersifat asosiatif dan
disasosiatif

Asosiatif meliputi akomodasi, difusi, asimilasi, akulturasi, kooperasi

(kerjasama) (Intinya interaksi social yang baik-baik, kerjasama, rukun, harmonis, serasa
dll). Contoh kerja sama antara depertemen pendidikan nasional dengan PT Telkom dalam
program Jardiknas.

Disasosiatif meliputi konflik, kontravensi dan kompetensi (Intinya interaksi sosial


yang tidak baik, penuh persaingan, perang dingin, bertengkar dll). Contoh Bapak memukul
anaknya karena tidak mendengarkan nasihatnya. Menyuruh pergi seorang pengemis
dengan cara membentak.
1.2. Rumusan Masalah
Berpijak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada
penulisan makalah ini adalah :
1. Seperti apakah tindakan sosial di masyarakat?
2. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial?
3. Bagaimana bentuk-bentuk interksi sosial?
1.3. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas Mata
kuliah Tempat Ruang Dan Sistem Sosial serta untuk wawasan dan ilmu kami tentang
pengaruh interaksi sosial bagi masyarakat.
1.4. Metode dan Prosedur
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan
mengumpulkan informasi dari berbagai buku dan browsing di internet.
1.5. Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun dengan menggunakan kaidah penulisan makalah secara
umum yaitu :
KATA PENGANTAR
1.1 Latar Belakang
1.2. Rumusan masalah
1.3. Tujuan
1.4. Metode dan Prosedur
1.5. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.I. Tindakan Sosial
2.2. Interaksi Sosial
2.3. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
BAB III PENUTUP
3.3 Kesimpulan
3.4 Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Tindakan Sosial


A. Pengertian Tindakan Sosial
Tindakan atau aksi berarti pmbuatan atau sesuatu yang dilakukan. Secara
sosiologis, tindakan artinya seluruh perbuatan manusia yang dilakukan secara sadar
atau tidak disadari, sengaja atau tidak disengaja yang mempunyai makna subyektif
bagi pelakunya.
Didalam sosiologi, tindakan sosoial banyak dikemukakan oleh Max Weber
(1864-1920) seorang ahli sosiologi Jerman, dimana tindakan sosial dimulai dari
tindakan individu atau perilaku individu dengan perilaku oang lain, yang
diorientasikan pada hasil tindakan tersebut, sehingga dapat dipahami secara
subjektif, maksudnya setiap tindakan sosial yang dilakukan seseorang akan
memiliki maksud atau makna tertentu.
Jadi tindakan sosial pada diri orang baru terjadi apabila tindakan tersebut
dihubungkan dengan orang lain. Tindakan sosial yang dimulai dari tindakan
indiidu-individu memiliki keunikan atau ciri tersendiri.
B. Ciri-ciri Tindakan Sosial
Bentuk tolak dari konsep dasar tentang tindakan sosial dan antar hubungan
sosial, maka terdapat lima ciri pokok yang menjadi sasaran sosiologi, yaitu:
1. Tindakan manusia yang menurut si aktor mengandung makna subyektif, hal ini
meliputi tindakan nyata.
2. Tindakan nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subyektif.
3. Tindakan yang berpengaruh positif dari suatu situasi, maka tindakan tersebut
akan diulang.
4. Tindakan itu diarahkan pada seseorang atau pada individu.
5. Tindaka itu memperhatikan tindakan individu lain dan terarah pada orang atau
individu yang di tuju.
C. Faktor Pendorong Melakukan Tindakan Sosial
Manusia merupakan makhluk yang tidak akan bisa hidup tanpa manusia
lain, sbab secara biologis manusia adalah makhluk yang palin lemah. Sejak

dilahirkan ke dunia, manusia mempunyai dua hasyat atau keinginan pokok, yaiyu
keinginan pokok, yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di
sekitarnya (masyaraakat) dan keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan
alam di skitarnya.
Untuk memperoleh kedua hasrat tersebut, manusia menggunakan akalnya
(pikiran, perasaan, dan kehendak). Menyadari kelemahan dan kekurangannya
dalam menyesuaikan diri serta menghadapi tantangan alam yang tidak mungkin
dilakukan secara sendiri-sendiri atau perorangan, manusia menghimpun diri dan
mengelompokan dirinya dengan manusia lain yang kemudian disebut masyarakat.
D. Bentuk-bentuk Tindakan Sosial
Pada dasarnya tindakan manusia, baik sebagai individu maupun makhluk
sosial terdiri dari dua tindakan pokok yaitu tindakan lahiriah dan tindakan batiniah,
sbagai berikut:
1. Tindakan lahiriah adalah tata cara bertindak yang tampak atau dapat dilihat dan
cendeung ditiru secara berulang-ulang oleh banyak orang.
2. Tindaka batiniah adalah cara berfikir, berperasaa, dan berkehendak yang
dingkapkan dalam sikap dan bertindak, dilakukan berulang kali dan di ikuti
oleh banyak orang.
Di dalam kehidupan masyarakat, kita dapat mengenali beberapa pola
tindakan bathiniah yang terdiri dari bantuk-bentuk sebagai berikut:
1. prasangka (prejudice), adalah anggapan atau penilaian terhadap suatu
penomana

tanpa

di

tunjang

dengan

bukti-bukti

yang

dapat

dipertanggungjawabkan.
2. sikap sosial (social attitude), adalah suatu bentuk pola perilaku lahiriah dan
bathiniah terhadap fenomena atua gejala yang mempunyai arti sosial.
3. pendapat umum (publik opinion), adalah suatu komposisi pikiran masyarakat
yang berpola dan dibentuk dari beberapa golongan atau kelompok.
4. propagan, adalah suatu makanisme kegiatan yang dilakukan denga cara
mempengaruhu massa atau publik agar mau untuk menerima pola fikiran
tertentu.
Pada dasarnya tindakan sosial dapat dibedakan menjadi empat tipetindakan
berdasarkan tingkat kemudahan untuk dipahami sebagai berikut:
1. Rasionalitas instrumental

Merupakan tindakan sosial murni, dimana tindakan tersebut dilakukan


dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dan tujuan yang
akan dicapai (bersifat rasional).
2. Rasionalitas berorientasi nilai.
Tindakan itu dilakukan dengan memperhitungkan manfaatnya, tetapi tujuan
yang dicapai tidak terlalu dipetimbangkan yang penting tindakan terbut baik dan
benar menuut penilaian masyarakat.
3. Tindakan afektif.
Tindakan ini dilakukan dengan dibuat-buat yang didasari oleh perasaan atau
emosi dan kepura-puraan seseorang.
4. Tindakan tradisional
Tindakan ini didasarkan atas kebiasaan-kebiasaan dalam mengerjakan sesuatu
dimasa lalunya atau yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu, tanpa pehitungan
secara matang, dan sama sekali tidak rasional.
E. Bentuk Tindakan Sosial
1. Tindakan Sosial
Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial
misalnya : Seorang pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya
secara diam diam . Menurut MAX WEBER , tindakan sosial adalah tindakan
seorang individu yang dapat mempengaruhi individu individu lainnya dalam
masyarakat . Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu :
2. Tindakan

Rasional

Instrumental

: Tindakan

yang

dilakukan

dengan

memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan.


Contoh : Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup .
3. Tindakan Rasional Berorientasi nilai : Tindakan Tindakan yang berkaitan
dengan nilai nilai dasar dalam masyarakat.
Contoh : Tindakan Tindakan yang bersifat Religio magis .
4. Tindakan Tradisional ; Tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan
Rasional.
Contoh : Berbagai macam upacara tradisi yang dimaksudkan untuk
melestarikan kebudayaan leluhur .
5. Tindakan Ofektif : Tindakan Tindakan yang dilakukan oleh seorang kelompok
orang berdasarkan perasaan emosi

2.2. Interaksi Sosial


Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang
dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang
satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya,
maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di
mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya
oleh mereka yang menggunakannya
Proses Interaksi sosial menurut Herbert Blumer adalah pada saat manusia
bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi
manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara
seseorang dengan sesamanya. Dan terakhir adalah Makna tidak bersifat tetap namun
dapat dirubah, perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang
dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. Proses tersebut disebut juga dengan
interpretative process
Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat
kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya
hubungan sosial Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian
tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels
menunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya
komunikasi atau interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu
Ciri Fisik dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang
individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras. Penampilan di sini
dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan berbusana, dan wacana.
Interaksi sosial memiliki aturan, dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi
ruang dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi dari W.I. Thomas.
Hall membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak, yaitu jarak
intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik. Selain aturan mengenai ruang Hall
juga menjelaskan aturan mengenai Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat adanya
batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Aturan yang
terakhir adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thomas. Definisi situasi
merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi. Definisi situasi ini
dibuat oleh individu dan masyarakat.
Interaksi Sosial adalah suatu proses hubungan timbale balik yang dilakukan
oleh individu dengan individu, antara indivu dengan kelompok, antara kelompok
dengan individu, antara kelompok dengan dengan kelompok dalam kehidupan social.

Dalam kamus Bahasa Indonesia Innteraksi didifinisikan sebagai hal saling


melalkukan akasi , berhubungan atau saling mempengaruhi. Dengan demikian
interaksi adalah hubungan timbale balik (social) berupa aksi salaing mempengaruhi
antara indeividu dengan individu, antara individu dankelompok dan antara kelompok
dengan dengan kelompok.
Gillin mengartikan bahwa interaksi social sebagai hubungan-hubungan social
dimana yang menyangkut hubungan antarandividu , individu dan kelompok antau
antar kelompok. Menurut Charles P. loomis sebuah hubungan bisa disebut interaksi jika
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. jumlah pelakunya dua orang atau lebih
2. adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbul atau lambinglambang
3. adanya suatu demensi waktu yang meliputi ,asa lalu, masa kini, dan masa yang
akan dating .
4. adanya tujuan yang hendak dicapai.
Syarat terjadinya interaksi adalah :
1. Adanya kontak sosial
Kata kontak dalam bahasa inggrisnya contack, dari bahasa lain con atau
cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh . Jadi
kontak berarti sama-sama menyentuh.Kontak social ini tidak selalu melalui
interaksi atau hubungan fisik, karena orang dapat melakuan kontak social tidak
dengan menyentuh, misalnya menggunakan HP, telepon dsb.
Kontak social memiliki memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Kontak social bisa bersifat positif dan bisa negative. Kalau kontak social
mengarah pada kerjasama berarti positif, kalau mengarah pada suatu
pertentangan atau konflik berarti negative.
2. Kontak social dapat bersifat primer dan bersifat skunder. Kontak social primer
terjadi apa bila peserta interaksi bertemu muka secara langsung. Misanya
kontak antara guru dengan murid dsb. Kalau kontak skunder terjadi apabila
interaksi berlangsung melalui perantara. Missal percakapan melalui telepon, HP
dsb.
2. Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak
kepihak yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Ada lima unsure pokok dalam komunikasi yaitu

1. Komunikator yaitu orang yang menyampaikan informasi atau pesan atau


perasaan atau pemikiran pada pihak lain.
2. Komunikan yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran,
informasi.
3. Pesan yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan.
4. Media yaitu alat untuk menyampaiakn pesan
5. Efek/feed back yaitu tanggapan atau perubahan yang diharapkan terjadi pada
komunikan setelah mendapat pesan dari komunikator.
Ada tiga tahapan penting dalam komunikasi:
1. Encoding . Pada tahap ini gagssaan atau program yang akan dikomunikasikan
diwujudkan dalam kalimat atau gambar . dalam tahap ini komunikator harus
memilih kata atau istilah ,kalimat dan gambar yang mudah dipahami oleh
komunikan. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang
membingungkan komunikan.
2. Penyampaian. Pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam
bentuk kalimat dan gambar disampaiakan . Penyampaian dapat berupa lisan dan
dapat berupa tulisan atau gabungan dari duanya.
3. Decoding Pada tahap ini dilakukan proses mencerna fdan memahami kalimat
serta gambar yang diterima menuruy pengalaman yang dimiliki.
Ada beberapa factor yang mendorong terjadinya interaksi social ;
Interaksi sosial terbentuk oleh factor factor berikut ini :
1. Tindakan Sosial
2. Kontak SosiaL
3. Komunikasi Sosial
Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial
misalnya : Seorang pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara
diam-diam . Menurut MAX WEBER, tindakan sosial adalah tindakan seorang
individu yang dapat mempengaruhi individu-individu lainnya dalam masyarakat .
Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu :
Tindakan Rasional Instrumental merupakan tindakan yang dilakukan
dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan . Contoh : Bekerja
Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup.
Tindakan Rasional Berorientasi nilai merupakan tindakan-tindakan yang
berkaitan dengan nilai-nilai dasar dalam masyarakat . Contoh :tindakan-tindakan
yang bersifat Religi-magis.

Tindakan

Tradisional

Tindakan

yang

tidak

memperhitungkan

pertimbangan Rasional . Contoh : Berbagai macam upacara \ tradisi yang


dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan leluhur .
Tindakan Ofektif : Tindakan Tindakan yang dilakukan oleh seorang \
kelompok orang berdasarkan perasaan \ emosi.
Dalam kehidupan sehari-hari kontak sosial dapat dilakukan dengan cara :
Kontak Sosial yang dilakukan menurut cara pihak pihak yang
berkomunikasi

Cara

kontak

sosial

itu

ada

macam

yaitu

Kontak Langsung : Pihak komunikator menyampaikan pesannya secara langsung


kepada pihak komunikan.
Kontak Tidak Langsung : Pihak komunikator menyampaikan pesannya
kepada

pihak

komunikan

melalui

perantara

pihak

ketiga

Kontak Sosial yang dilakukan menurut terjadinya proses komunikasi .


Ada 2 macam kontak sosial .
1. Kontak Primer
2. Kontak Sekunder
3. Komunikasi Sosial
Komunikasi artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain. Orang
yang menyampaikan komunikasi disebut komunikator , orang yang menerima
komunikasi disebut komunikan . Tidak selamanya kontak sosial akan menghasilkan
interaksi sosial yang baik apabila proses komunikasinya tidak berlangsungnya
secara komunikatif . Contoh : Pesan yang disampaikan tidak jelas , berbelit belit ,
bahkan mungkin sama sekali tidak dapat dipahami .

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Arti

Interaksi

Sosial

artinya

melibatkan

kedua

belah

pihak..

Faktor-faktor interaksi sosial antara lain


A. Imitasi : tindakan sosial meniru sikap,tindakan,tingkah laku atau penampilan fisik
seseorang secara berlebihan.
B. Sugesti : pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada pihak lain.
C. Identifikasi : kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan
oranglain. Simpati : suatu proses dimana seseorang merasa tertarik dengan orang
lain.
Syarat-syarat interaksi sosial antara lain: kontak :kata kontak berasal dari con atau cum
yang artinya bersama-sama dan kata tango yang artinya menyentuh.jadi secara harfiah
kontak berarti saling menyentuh. Wujud kontak sosial dibedakan menjadi tiga antara
lain:
A. kontak antarindividu contoh kontak antara anak dan orang tuanya,kontak antara
siswa dan siswa lainnya.
B. kontak antar kelompok contoh kontak antara dua perusahaan dalam hubungan
bisnis.
C. Kontak antara individu dan suatu kelompok contoh kontak antara seorang calon
anggota dan para anggota organisasiyang akan dimasukinya.
Kontak sosial langsung dan tidak langsung anatar lain kontak primer yaitu hubungan
timbal balik yang terjadi secara langsung.
Kontak sekunder yaitu kontak sosial yang memerlukan pihak ketigasebagai media
untuk melakukan hubungan timbal balik.
Bentuk-bentuk Interaksi sosial (association processes)
A. Kerja Sama
Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok uintuk
mencapai tujuan bersama.
Bentuk kerjasama antara lain kerja sama spontan yaitu kerjasama yang
terjadi secara serta-merta. kerja sama langsung yaitu kerja sama sebagai hasil dari
perintah

atasan

kepada

bawahan

atau

pengusaha

teerhadap

rakyatnya.

Kerja sama kontrak yaitu kerja sama atas dasar syarat-syarat ketetapan tertentu
yang disepakati bersama.
B. Akomodasi
Proses penyesuaian diri dari orang-perorangan . Bentuk akomodasi antara
lain:
koersi : suatu bentuk akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak pihak
tertentu terhadap pihak lain yang lebih lemah .contoh sistem pemerintahan
totalitarian.
kompromi : suatu bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan
saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian.
C. Asimilasi
Dasarnya merupakan perubahan yang dilakukan secara sukarela,yang umum
pada

dimulai

terdapat

dari

sejumlah

penggunaan
kelompok

bahasa.
yang

Syarat

memiliki

asimilasi

antara

kebudayaan

lain

berbeda.

terjadi pergaulan antaindividu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang
relatif lama.
Faktor pendorong asimilasi antara lain :
1. Toleransi

di

antara

sesama

kelompok

yang

berbeda

kebudayaan.

kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi.


2. kesediaan menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaan yang
dibawanya.
Faktor penghalang asimilasi antara lain kelompok yang terisolasi atau tersaing
(biasanya kelompok minoritas). kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan
baru yang dihadapi.
D. Akulturasi
Proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi
bagian dari kebudayaan suatu kelompok tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan
asing.
3.2. Saran
Dalam kehidupan manusia di dunia ini tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat,
maka kita sebagai manusia yang hidup bermasyarakan harus menyadari bahwa kita hidup
tidak mungkin sendirian.
Untuk itu marilah kita menjadi warga masyarakat yang baik dengan berinteraksi
antar individu dengan individu lain, antar individu dengan kelompok, bahkan kelompok
dengan kelompok agar terjalin persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Effendi, Ridwan dan Elly Malihah. (2007) . Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya
dan Teknologi. Bandung : Yasindo Multi Aspek
Hermawan, Ruswandi dan Kanda Rukandi. (2007). Perspektif Sosial Budaya.
Bandung: UPI PRESS
Hermawan, Ruswandi dkk. (2006) . perkembangan masyarakat dan Budaya.
Bandung : UPI PRESS
Kuswanto dan Bambang Siswanto. (2003). Sosiologi. Solo: Tiga Serangkai