Anda di halaman 1dari 8

Engine Management System

Ne dan G Signal Tipe Foto Diode

Disusun oleh:
1.
2.
3.
4.

Nur Adin R
Eski Marvien B
Farih Dwi P
Juri Nur D

14509134017
14509134018
14509134019
14509134020

TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016

A. Kompetensi:
Menjelaskan kerja pengontrolan pada engine Manajemen Sistem
B. Sub Kompetensi:
Setelah selesai praktek mahasiswa diharapkan dapat :
1. Mengidentifikasi lokasi Crank Angle Senor dan CAM Angle Sensor pada
obyek praktek
2. Mengidentifikasi terminal-terminal pada Crank Angle Senor dan CAM Angle
Sensor yang berhubungan dengan PCM
3. Menjelaskan prinsip kerja sensor kecepatan pada Crank Angle Sensor dan
CAM Angle Sensor yang diaplikasikan pada obyek praktek
4.

Menjelaskan konfersi putaran Crank Angle Sensor dan CAM Angle Sensor
menjadi sinyal yang masuk ke PCM

5. Melakukan pengukuran sinyal pada Crank Angle Sensor dan CAM Angle
Sensor
6. Mendiagnosis kerusakan yang terjadi pada Crank Angle Senor dan CAM
Angle Sensor, rangkaian kelistrikan dan hubungannya dengan PCM
C. Alat dan Bahan:
1. Engine stand Timor S515i
2. CRO 1 buah
3. Multimeter
4. Kabel
5. Konektor
D. Keselamatan Kerja:
1. Menjaga keselamatan dan kesehatan kerja bagi personil dan lingkungan kerja.
2. Menggunakan peralatan sesuai fungsinya dan selalu menjaga semua peralatan
dalam kondisi bersih
3. Menggunakan alat-alat keselamatan kerja sewaktu bekerja
4. Perhatikan pada saat memasang socket CRO ke socket diagnosis
5. Sesuaikan selector mmultimeter sesuai dengan kegunaannya.
E. Dasar Teori
NE sinyal berfungsi memberikan informasi posisi cam shaft dan putaran
mesin. G sinyal berfungsi sebagai informasi posisi TOP silinder, sehingga dalam satu
siklus

mesin

akan

mengirimkan

data

sejumlah

silinder

mesin.

Dengan

mengkombinasikan data NE dan G, ECU dapat menentukan TOP kompresi masingmasing silinder. Sinyal itu semua didapat dari Cam shaft Position sensor yang

mengeluarkan sinyal generator yang akan menentukan saat pengapian melalui sinyal
data posisi piston melalui deteksi posisi camshaft.
Ne dan G signal tipe foto diode adalah sebuah LED (Light Emitting Diode),
sebuah Phototransistor dan rotor yang diputarkan oleh poros pemutar atau pada poros
distributor. Terdapat juga piringan dilengkapi dengan lubang lubang yang jumlahnya
disesuaikan dengan kebutuhan jumlah sinyal yang diperlukan dalam satu siklus
mesin. Untuk sinyal pengapian pada mesin empat silinder akan tersedia empat buah
lubang

Pada saat lubang berada diantara LED dan phototransistor, cahaya dari LED akan
ditangkap oleh phototransistor sehingga phototransistor menghasilkan output.

Out put ini kemudian diperkuat melalui sebuah rangkaian penguat signal

selanjutnya dikirim ke kontrol unit sebagai sinyal pengapian

F. Langkah Kerja
1. Persiapkan alat dan bahan
2. Identifikasi posisi lokasi / tempat pemasangan sensor kecepatan untuk Ne dan G signal
pada distributor.
3. Identifikasi nama, fungsi, kontruksi, tempat pemasangan dan terminal terminal pada
sesnsor kecepatan untuk Identifikasi nama terminal, fungsi tiap terminal sensor
kecepatan untuk Ne dan G signal serta hubungan dengan PCM
4. lakukan pemeriksaan rangkaian kelistrikan pada sensor kecepatan untuk Ne dan G
signal serta hubungannya dengan PCM
langkah pemeriksaan kelistrikan Ne dan G signal
a) pemeriksaan rangkaian kelistrikan
o putar kunci kontak pada posisi OFF
o lepaskan socket pada terminal distributor
o lepaskan soket pada terminal PCM.
o periksa hubungan antara terminal kabel D pada distributor dan pada terminal
31 pada socket terminal PCM dan hubungannya dengan massa.
o periksa hubungan antara terminal kabel B pada distributor dan pada terminal
33 pada socket terminal PCM (rangkaian Ne signal)
o periksa hubungan antara terminal kabel A pada socket terminal MAP sensor
dan terminal 42 pada socket terminal PCM (rangkaian G signal)
o Periksa rangkaian kelistrikan terhadap hubungan singkat, rangkaian putus atau
kemungkinan kondisi kabel sudah mempunyai nilai hambatan yang tinggi.
o Pasang kembali socket kabel pada distributor dan PCM.

b) Pemeriksaan rangkaian terbuka pada distributor


o lepaskan socket pada terminal distributor
o putar kunci kontak pada posisi ON ( mesin dalam keadaan mati )
o periksa thubungan antara terminal D pada distributor dan terminal 31 pada
PCM dan hubungannya dengan massa.
o Periksa tegangan positif bateray(12 volt) pada terminal C distributor. Jumper
(+) voltmeter pada terminal C dan jumper (-) pada terminal D.
o Periksa tegangan pada terminal B ( tegangan Ne signal). Jumper (+) voltmeter
pada terminal B dan jumper (-) pada terminal D
o Periksa tegangan pada terminal A (tegangan G signal). Jumper (+) voltmeter
pada terminal A dan jumper (-) pada terminal D. bila tegagan pada terminal B
dan A menunjukan antara 4,2 5 volt, maka kondisi rangkaian kelistrikan dan
PCM baik. Bila sebaliknya maka kerusakan bias terjadi pada rangkaian
kelistrikan atau PCM nya.
c) pemeriksaan rangkaian terbuka pada power train control module ( PCM )
o putar kunci kontak pada posisi ON ( mesin dalam keadaan mati )
o lepaskan socket pada terminal distributor
o periksa tegangan antara terminal 33 pada PCM. Jumper ( + ) Voltmeter pada
terminal 33 dan jumper ( ) pada massa body.
o periksa tegangan antara terminal 42 pada PCM. Jumper ( + ) Voltmeter pada
terminal 42 dan jumper ( ) pada massa body. Bila tegangan menunjukan
antara 4,2 5 volt, maka kondisi PCM baik. Bila sebaliknya, maka kerusakan
terjadi pada PCM.
5.

lakukan pemeriksaan sinyal pada Crank Angle sensor dan Cam Angle sensor

hubungkan output Ne / G signal distributor dengan kabel

hidupkan mesin
hubungkan CRO dan kalibras frekuensinya.
Hubungkan kabel dari output Ne/G signal distributor dengan probe CRO
Amati dan baca frekuensi pada CRO untuk kecepatan mesin yang berbeda.
Gambar dan catat frekuensinya yang tercatat pada CRO pada langkah diatas.
6. bersihkan alat dan training objek yang digunakan
7. laporkan pada instruktur atau teknisi untuk pemeriksaan kondisi training objek.
G. Data Praktek
Mengidentifikasi terminal distributor dan hubngannya dengan PCM
Terminal

Warna kabel

Hubungan / fungsi

31 / D

Black/green

massa

33 / B

Yellow/ligh

Ne signal

42 / A

Green

G signal

distributor PCM

Memeriksa rangkaian kelistrikan distributor dan hubngannya dengan PCM


No

Pemeriksaan

Hasil / kesimpulan

Rangkaian terbuka MAP sensor

4,5 volt ( baik )

Rangkaian terbuka pada PCM/ECU

4,4 Volt ( baik )

Rangkaian kelistrikan

Tidak ada hubungan ( baik )

Pemerikasaan kerja distributor (Ne dan G signal)


Rpm mesin

Frekuensi Ne signal (Hz)

Frekuensi G signal (Hz)

750

666,67

0,31

2000

1000

11,30

3000

666,67

16,39

4000

400

18,35

5000

200

23,53

6000

500

27,35

Grafik diagram

H. Pembahasan
Ne dan G signal tipe fotodiode adalah sebuah LED (Light Emitting Diode).
Merupakan sebuah Phototransistor dan rotor yang diputarkan oleh poros pemutar atau
pada poros distributor. Terdapat juga piringan dilengkapi dengan lubang lubang yang
jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan jumlah sinyal yang diperlukan dalam satu
siklus mesin. Untuk sinyal pengapian pada mesin empat silinder akan tersedia empat
buah lubang.
Pada saat lubang berada diantara LED dan phototransistor, cahaya dari LED
akan ditangkap oleh phototransistor sehingga phototransistor menghasilkan output.
Out put ini kemudian diperkuat melalui sebuah rangkaian penguat signal selanjutnya
dikirim ke kontrol unit sebagai sinyal pengapian. Jadi apabila didalam distributor
tersebut terdapat kotoran yang berada pada lubang-lubang tersebut, maka pertemuan

cahaya antara LED dengan phototransistor hanya sebentar sehingga signal yang
dihasilkan untuk PCM akan kecil. Penyaluran signal pada crank position sensor ke
PCM, dua kali lipat timing dari penyaluran Cam position sensor ke PCM.
Pembahasan data praktik membuktikan bahwa frekuensi akan naik seiring
dengan rpm mesin. Semakin sering mesin berputar, semakin sering signal dikirimkan
per-satuan waktu. Kondisi ini dimanfaatkan untuk membaca rpm mesin karena
keduanya berbanding lurus.f

I. Kesimpulan
Setelah praktikum dapat dikatakan bahwa Ne dan G signal adalah sinyal yang
berfungsi untuk menentukan posisi dimana busi akan memercikan bunga api listrik
sehingga sesuai dengan langkah akhir kompresi pada setiap silindernya. Jadi dapat
diartikan bahwa Ne dan G sinyal adalah sebagai sumber PCM menentukan timing
pengapian pada sebuah mesin, sedangkan foto diode merupakan jenis sinyal yang di
gunakan pada distributor sebagai dasar pengukuran saat pengapian dan posisi piston
sebagai tanda penentu saat yang tepat untuk pengapian berlangsung.
Dari table diatas dapat diatas dapat disimpulkan bahwa semakin cepat putaran
mesin maka sinyal Ne dari distributor akan relatip semakin menurun sedangkan sinyal
G nya akan relative semakin meningkat.