Anda di halaman 1dari 23

REFRAT

KEPUTIHAN DALAM KEHAMILAN


KHARIMA SARI DELIA
J510155086

KEPANITERAAN KLINIK RSUD KARANGANYAR


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015

PENDAHULUAN

Kehamilan = proses yang melibatkan berbagai perubahan hormonal di d

Glikogen

sumber makanan mikroorganisme di


dalam vagina

peningkatan kadar hormon estrogen pada


akhirnya meningkatkan risiko terjadinya
keputihan patologis

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas


dirumuskan masalah sebagai berikut
yaitu apa saja jenis keputihan yang
terjadi pada kehamilan, dan bagaimana
penanganannya?

Perubahan hormonal dalam kehamilan


Progesteron

ESTROGEN

Keputihan
Definisi

Klasifikasi
Keputihan fisiologis

Keputihan Fisiologis

Bayi baru lahir - usia10 hari pengaruh


estrogen dari plasenta terhadap uterus dan
vagina janin.
Waktu di sekitar menstruasi terdapat
pengaruh estrogen
Hasrat seksual pengeluaran transudasi dari
dinding vagina
Waktu disekitar ovulasi sekret dari kelenjar
serviks uteri menjadi lebih encer.
Keluarnya lendir dari vagina akibat hormon yang
diproduksi selama kehamilan yaitu estrogen

Keputihan Patologis
infeksius

Keputihan patologis pada wanita hamil


yang paling sering trjadi adalah infeksi
berupa vaginosis bakterial,
trikomoniasis, dan kandidiasis (Kulkarni
& Durg, 2005).

Vaginosis Bakterial

infeksi genital paling sering terjadi.


Organisme penyebab vaginosis bakterial
bersifat kompleks dan biasanya
dihubungkan dengan infeksi Gardnerella
vaginalis, Mycoplasma hominis,
Mobiluncuc sp., dan bakteri anaerob

Manifestasi Klinis
50% penderita bersifat asimtomatik. Bila bergejala,
biasanya ditandai dengan adanya sekret vagina
yang keruh, encer, berwarna putih abu abu hingga
kekuning-kuningan, dengan bau busuk atau amis.
Bau bertambah setelah melakukan hubungan
sekdsual
Berdasarkan penelitian di beberapa negara
berkembang, vaginosis bakterial dapat
menimbulkan beberapa komplikasi pada kehamilan
antara lain kelahiran prematur, ketuban pecah dini,
korioamnionitis, dan endometritis postpartum

Trikomoniasis

Dapat terjadi pada wanita maupun pria,


namun insidensi lebih tinggi pada wanita.
Penularan umumnya terjadi melalui hubungan
seksual. Namun, penularan juga bisa terjadi
melalui pakaian, handuk, atau berenang.
Penyebab trikomoniasis adalah Trichomonas
vaginalis, parasit filiformis berukuran 15-18
mikron, memiliki 4 flagela dan bergerak
seperti gelombang. hidup dalam suasana pH
5-7,5

Manifestasi Klinis
Pada kasus akut, manifestasi berupa sekret
vagina seropurulen berwarna kekuning-kuningan
atau kehijauan, berbau tidak enak dan berbusa.
Pemeriksaan Dinding vagina tampak
kemerahan dan sembab. Kadang terbentuk abses
kecil pada dinding vagina dan serviks yang
dikenal sebagai strawberry appearance
Gejala yang timbul dapat disertai dispareunia,
perdarahan postcoitus, dan perdarahan diluar
siklus menstruasi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa
trikomoninasis dalam kehamilan dapat

Kandidiasis

Angka kejadian kandidiasis lebih tinggi


pada wanita hamil, dan diduga
berhubungan dengan peningkatan kadar
estrogen dan deposisi glikogen di
vagina. Pada wanita hamil, terjadinya
kandidiasis sering bersifat rekuren
Kandidiasis disebabkan oleh infeksi
jamur Candida albicans. Jamur ini
bersifat gram positif, saprofit, berbentuk
bulat hingga oval, dan berkembang biak
dengan blastopora

Manifestasi Klinis

Sekret vagina yang menggumpal dan


berwarna putih kental. Gejala lain adalah
gatal dengan intensitas sedang hingga
berat disertai rasa terbakar, kemerahan,
dan bengkak di daerah genital

Diagnosis
Diagnosis flour albus ditegakkan
berdasarkan gambaran klinis dan
pemeriksaan penunjang.
Anamnesis:

Ditanyakan mengenai usia, metode


kontrasepsi yang dipakai oleh akseptor KB,
kontak seksual, prilaku, jumlah, bau dan
warna leukorea, masa inkubasi, penyakit
yang diderita, penggunaan obat antibiotik
atau kortikosteroid dan keluhan-keluhan lain.

Pemeriksaan Penunjang

Hasil pengukuran pH cairan vagina dapat ditentukan


dengan kertas pengukur pH dan pH diatas 4,5 sering
disebabkan oleh trichomoniasis tetapi tidak cukup spesifik.
Cairan juga dapat diperiksa dengan melarutkan sampel
dengan 2 tetes larutan normal saline 0,9% diatas objek
glass dan sampel kedua dilarutkan dalam KOH 10%.
Penutup objek glass ditutup dan diperiksa dibawah
mikroskop.
Trichoma vaginalis atau clue cells ( sel epitel dengan batas
yang gelap oleh bakteri kecil ), biasanya mudah
diidentifikasikan pada preparat saline yang mana
merupakan karakteristik dari vaginosis bakteri.
Sel ragi dari candida lebih mudah didapatkan pada
preparat KOH.

Tatalaksana

Regimen yang direkomendasikan untuk


Trikomoniasis vaginalis dan vaginosis
bakterial yaitu: metronidazol tablet 400500mg 2 kali dalam sehari selama 5-7
hari.
Regimen yang direkomendasikan untuk
kandidiasis vaginalis dapat dibrikan
preparat oral berupa Fluconazole 150mg
dosis tunggal.

Adapun cara-cara pencegahan keputihan


pada ibu hamil:

Hindari pakaian dalam yang ketat dan tidak


menyerap keringat.
Pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari
katun.
Perhatikan kebersihan daerah intim.
Jangan duduk pada toilet umum jika tidak
sangat terpaksa.
Gantilah pakaian dalam setiap hari.

TERIMA KASIH