Anda di halaman 1dari 5

SKILL LAB

TES KULIT CUKIT / TKC (SKIN PRICK TEST


PENDAHULUAN:
Tes Kulit Cukit :
Suatu tes kulit yang dilakukan secara epikutan (epidermis) dengan memakai bahan
alergen (antigen) inhalan atau ingestan untuk mendiagnosis adanya reaksi alergi tipe I
dari Gell dan Coomb
INDIKASI
A. Penyakit-penyakit yang dicurigai disebabkan oleh reaksi alergi tipe I, misal:
- Rinitis alergi
- Asma Bronchiale
- Dermatitis Atopi
B. Penyakit-penyakit yang kemungkinan penyebabnya berhubungan dengan
reaksi alergi tipe II, misalnya:
- Otitis media
- Otitis Eksterna
- Sinusitis
- Faringitis / laringitis
KONTRAINDIKASI
- Dermatografisme positif
- Penyakit kulit yang luas
- Bayi dan orang tua
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan umum
Mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal mengenai TKC
Tujuan khusus
1. mahasiswa mampu menjelaskan defenisi TKC
2. mahasiswa mampu menyebut indikasi dan kontraindikasi dari TKC
3. mahasiswa mampu mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk
TKC
4. mahasiswa mampu menentukan persiapan-persiapan yang menjadi syarat bagi
penderita yang akan di tes
5. mahasiswa mampu menyebut urutan-urutan pelaksanaan TKC
6. mahasiswa mampu membaca hasil interpretasi dan efek samping

SYARAT UNTUK TKC


I. BAHAN DAN ALAT
1. Bahan alergen ingestan atau dan inhalan
2. Jarum steril No.26
3. Status pasien,spidol,mistar, kapas alkohol dan penunjuk waktu / stopwatch
4. Tempat tidur
5. Tensi meter, stetoskop
6. Tabung oksigen, ambubag
7. Cairan infus, infus set dan abocath
8. Obat-obatan untuk penanganan bila terjadi efek samping
II. PASIEN / PENDERITA
1. Bebas obat antihistamin minimal 4 hari
2. Usia sebaiknya di atas 4 tahun dan di bawah 60 tahun
CARA KERJA
1. Pertama-tama dibuat status penderita dan anamnesis
2. Pemeriksaan tanda vital (Tensi, nadi) dan fisik diagnostik
3. Disinfeksi bagian volar lengan bawah yang akan dilakukan tes dengan
memakai kapas alkohol
4. Gambar kotak-kotak dengan memakai spidol yang jumlahnya sesuai dengan
jumlah alergen yang akan di tes
5. Oleh karena adanya variasi yang berbeda pada setiap individu pada reaksi
kulit, maka penting untuk menambahkan kotak kontrol negatif dan kontrol
positif pada setiap tes
6. Berilah nomor pada kotak sesuai dengan penomoran jenis alergen, selanjutnya
tetesi kotak tersebut dengan alergen masing-masing
7. Lakukan Prick (cukit) pada masing-masing kotak dengan memakai jarum
steril No.26 dengan sudut kemiringan + 45O pada epidermis
8. Pada saat pencukitan disarankan untuk sering meraba nadi penderita
9. Lakukan pembacaan hasil setelah 15-20 menit dengan mengukur diameter
horisontal dan vertikal dari bintul (wheal) yang terjadi, bukan flare
(kemerahan)
10. Setelah pengukuran bintul selesai, penderita tidak langsung meninggalkan
tempat tes dalam 5-10 menit, untuk memantau apakah ada reaksi efek
samping.

INTERPRETASI
GRADASI DIAMETER BINTUL /WHEAL
(mm)
0
0 mm

DERAJAT HIPERSENSITIVITAS
Hipersensitivitas tidak ada atau
sangat rendah
Hipersensitivitas rendah

< 2 mm lebioh dari kontrol negatif

Hipersensitivitas sedang

> 2 mm lebih dari kontrol negatif


tetapi lebih kecil dari kontrol positif
Sama dengan kontrol positif

Lebih dari kontrol positif

Hipersensitivitas sangat kuat

Hipersensitivitas kuat

Dikatakan : Positif jika hasilnya gradasi 3 atau 4


Positif Palsu terjadi oleh karena adanya dermografisme atau reaksi iritasi
Negatif Palsu terjadi oleh karena adanya :
- Bahan alergen kadaluarsa
- Pengaruh obat
- Bayi dan orang tua
- Teknik yang salah
Faktor yang mempengaruhi hasil tes :
1. Kualitas alergen
2. Umur
3. Musim alergen
4. Obat-obatan
KEUNTUNGAN TKC DIBANDING TES KULIT LAIN
Hasilnya lebih cepat
Korelasi yang baik dengan tes intradermal
Relatif lebih aman
KERUGIAN TKC DIBANDING TES KULIT LAIN
Negatif palsu
Gradasi hasil lebih subjektif
Kualitatif