Anda di halaman 1dari 40

LK MODUL LESI ORAL

STOMATITIS AFTOSA MINOR SOLITER REKUREN

PRAWIRA S. 041.212.126
PEMBIMBING : DRG. DEWI PRIANDINI, SP.PM

Latar Belakang
Stomatitis

Rumusan Masalah
Bagaimana penatalaksanaan yang dapat
dilakukan pada kasus Stomatitis Aftosa Rekuren ?

Tujuan Laporan
untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan
yang dapat dilakukan pada kasus Stomatitis
Aftosa Rekuren

Manfaat laporan
Hasil laporan ini diharapkan dapat memberikan
wawasan kepada masyarakat umum tentang SAR.
Selain itu hasil laporan ini juga bermanfaat sebagai
tambahan pengetahuan bagi mahasiswa kedokteran
gigi dalam melakukan perawatan Stomatitis Aftosa
Rekuren

Definisi
SAR:
Suatu kondisi peradangan mukosa rongga
mulut yang muncul berulang baik
lesi ulkus tunggal
ulkus yang lebih dari satu

Definisi
SAR:
Terjadi pada:
mukosa mulut yang tidak berkeratin
palatum lunak
mukosa bukal
dasar mulut
lidah

Definisi
SAR:
Karakteristik ulserasi ini berulang kambuh
dan membuat penderitanya sangat
terganggu terutama sewaktu makan,
menelan dan berbicara

Etiologi
Tidak diketahui

Faktor
predisposisi
Penyebab penipisan mukosa
(trauma, defisiensi nutrisi
kekurangan vitamin B12 dan
asam folat, menstruasi
sehingga terjadi perubahan
hormon)

Genetik
Merokok
Disfungsi imun (atopi dan
stress)

Gambaran Klinis
Ulser soliter/ multipel, berbatas jelas, dangkal,
sakit, bulat atau oval, tertutup selaput membran
kuning, dan dikelilingi pinggiran yang eritema
dan hilang dalam beberapa hari / bulan.

Predileksi Tempat
palatum lunak, mukosa bukal dan labial, dasar
mulut dan lidah.

Tahap Perkembangan SAR


1. Tahap
premonitori
2. Tahap preulserasi
3. Tahap
ulseratif
4. Tahap
penyembuhan

Klasifikasi SAR
SAR Minor
Jumlah ulser 1-5 dan
diameter 1-10 mm
Sembuh dalam waktu 1014 hari dan tidak
menimbulkan jaringan
parut

Klasifikasi SAR
SAR Mayor
Diameter ulser 1-3 cm
Biasanya tunggal
Berlangsung lebih dari 2
minggu
Ulser besar, dalam, tepi
menonjol
Menimbulkan jaringan parut

Klasifikasi SAR
SAR Herpetiform

Jumlah ulser 20-100


Mempunyai diameter 0,5 mm3mm
Bila bergabung bentuknya
tidak teratur
Menimbulkan jaringan parut
bila ulkus menyatu

DIAGNOSIS BANDING

Ulkus
Traumatikus
Ulkus
Dekubitalis

Perawatan
Terapi eliminasi

Terapi
simtomatik

Menghindari
Pemberian
makanan tajam dan
covering agent
merangsang
(contoh Aloclair)
Peningkatan OH
untuk
mengurangi rasa
Menghindari
makan terlalu cepat
sakit dan
agar tidak tergigit
pelindung bagi
lesi sehingga
mempercepat
penyembuhan

Terapi suportif
Memperbaiki
asupan gizi
(memperbanyak
makan sayur dan
buah) agar
meningkatkan
sistem imun dan
regenerasi sel
epitel sehingga
tidak terjadi
penipisan mukosa

Kesalahan
Pola
makan

Defisiens
i Vitamin
B12

Gangguan
sintesis DNA selsel eritroblast

maturasi sel lebih


lambat
lapisan epitel
mukosa
menjadi lebih
tipis

Sel-sel tidak
beregenerasi

Stress

sel epitel
lebih peka
terhadap
rangsangan

Aderenal
korteks
mengeluarka
n kortisol
yang
menghambat
komponen
dari respon
imun

Perubaha
n tingkat
molekul
pada
berbagai
sel

Terjadi keadaan
patologis pada
sel epitel mukosa
rongga mulut

IDENTITAS PASIEN

Nama

: Yunnita

Jenis kelamin

: Wanita

Usia

: 40 tahun

Status perkawinan

: Menikah

Pekerjaan

: Swasta

Berat badan

: 42 kg

Tinggi badan

: 155 cm

Keinginan pasien
: ingin memeriksakan
bagian di dalam pipinya yang terasa perih

Keluhan utama

Pasien ingin memeriksakan pipi bagian


dalam sebelah kiri yang berwarna putih karena
sakit bila tersentuh lidah. Pasien merasa tidak
nyaman ketika makan pada sisi sebelah kiri.

ANAMNESIS
Diketahui ketika menggosok gigi (2 hari
yang lalu).
Sakit (sariawan) muncul setelah tertusuk
ujung sikat gigi 3 hari yang lalu.
Dalam waktu satu tahun, sariawan muncul
sebanyak lebih dari tiga kali dan lokasinya
selalu berubah-ubah.

ANAMNESIS
Saat dilakukan anamnesis, pasien tidak
sedang stres dan tidak dalam siklus
menstruasi.
Pasien belum memberi obat apapun untuk
sariawan tersebut dan belum
memeriksakannya ke dokter.

RIWAYAT PENYAKIT UMUM :


Keadaan umum pasien baik, tidak terdapat
penyakit sistemik.

PEMERIKSAAN UMUM :

Kondisi umum pasien baik


berat badan : 42 kg
tinggi badan: 155 cm
pengukuran nadi: 75 x / menit
pengukuran respirasi: 18 x / menit
tekanan darah: 120/60 mmHg
sklera : putih
konjungtiva : merah muda
warna kulit : sawo matang

PEMERIKAAN
ORAL) :
Bentuk

SEKITAR

MULUT

muka : simetris ovoid

Pembengkakan
Kelenjar

: TAK

limfe

submental : TAK
submandibula : TAK
servikal :TAK
Bibir

: TAK

Kulit

sekitar mulut : TAK

Lain-lain

: TAK

(EKSTRA

PEMERIKSAAN RONGGA MULUT (INTRA


ORAL) :
Oral

Higiene : sedang

debri : 1,2,3,4
stain : tidak ada
kalkulus : regio 1,2,3,4
Mukosa
Mokosa

labial : TAK

bukal : terdapat lesi erosi


berjumlah satu, berbentuk oval,
berukuran 4 mm x 2 mm, ada kelim
merah, warna putih kemerahan,
berbatas tegas, sakit pada bukal di
dekat oklusal gigi 35

PEMERIKSAAN RONGGA MULUT (INTRA


ORAL) :

Mukosa

dasar mulut : TAK

Mukosa

lidah

dorsal : TAK
lateral : TAK
ventral : TAK

PEMERIKSAAN RONGGA MULUT (INTRA


ORAL) :

Mukosa

gingiva : TAK

Mukosa

palatum

durum : TAK
mole : TAK

Mukosa orofaring :

GAMBARAN KASUS :

Keterangan :
18: Lesi erosi berjumlah satu, berbentuk oval,
berukuran 4 mm x 2 mm, ada kelim merah, warna
putih kemerahan, berbatas tegas, sakit pada bukal
di dekat oklusal gigi 35.

Lain lain : TAK


Gigi geligi :

PEMERIKSAAN RADIOLOGIS
Tidak dilakukan
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dilakukan

ANALISIS KASUS :
3 hari lalu

Stress

Sariawan

Tertusuk
ujung
sikat gigi

Stomatitis aftosa
Minor Soliter
rekuren

Mukosa bukal
kiri dekat
oklusal gigi 35

Kumur air
garam
Jarang
memakan sayur
dan buah (sering
makan
gorengan)

ANALISIS KASUS :

Stomatitis
aftosa
Minor
Soliter
rekuren

Mukosa labial : lesi erosi


berjumlah 1, berbentuk oval,
berukuran 4 x 2 mm, ada
kelim merah, berwarna putih
kemerahan, berbatas tegas,
sakit, dan terletak pada
mukosa bukal di dekat oklusal
gigi 35

DIAGNOSIS KERJA :
Stomatitis aftosa minor soliter rekuren
DIAGNOSIS BANDING:
Ulkus traumatikus
DIAGNOSIS TETAP :
Stomatitis aftosa minor soliter rekuren

RENCANA PERAWATAN :
IDENTIFIKASI
Lesi pada mukosa bukal
Faktor etiologi : tidak diketahui
Faktor
predisposisi
:
stress
defisiensi nutrisi

dan

Terapi simptomatik :
pemberian aloclair gel selama tujuh hari,
digunakan tiga kali dalam sehari
Terapi suportif :
pemberian vitamin A selama tujuh hari,
dikonsumsi satu tablet per hari, instruksi
kepada pasien untuk meningkatkan asupan
buah dan sayur serta istirahat yang cukup

Motivasi
memberitahukan kepada pasien bahwa lesi
tersebut merupakan lesi tidak berulang dan
gejalanya dapat disembuhkan dengan
memakai obat yang tepat.
Edukasi
memberi informasi mengenai penyebab
terjadinya lesi, yaitu stres dan trauma.
Instruksi
menginstruksikan pasien cara penggunaan
obat dan kontrol setelah tujuh hari.

PERAWATAN :

Tanggal
26
Oktober
2015

Anamnesis, pemeriksaan intra oral dan ekstra


oral, foto profil + foto intra oral, pengisian
status, pemberian obat :

R/ Aloclair gel Wo Sach No X


S3.dd.1. Sach obat oles mulut

R/ Vit A. 20.000 IU tab no X
S.1.d.d.1

Motivasi
memberitahukan kepada pasien bahwa
lesi tersebut merupakan lesi tidak
berulang dan gejalanya dapat
disembuhkan dengan memakai obat yang
tepat.
Edukasi
memberi informasi mengenai penyebab
terjadinya lesi, yaitu stres dan trauma.
Instruksi
menginstruksikan pasien cara
penggunaan obat dan kontrol setelah
tujuh hari.

Tanggal

Kontrol pertama

16

Pasien tidak merasa sakit pada pipi bagian


dalam sebelah kiri dan nyaman ketika
sedang makan.
Lesi pada mukosa bukal sudah hilang,
terlihat epitelnya sudah menutup dan
warnanya sudah sama dengan sekitarnya.

November
2105

Foto Kontrol Pertama ( 16 November 2015)