Anda di halaman 1dari 5

ANEMIA PADA IBU HAMIL

Pada saat menjalani masa kehamilan, seorang ibu hamil biasanya sering mengalami
keluhan yang salah satunya adalah anemia. Ketika anemia menyerang, maka hal itu
menandakan bahwa darah sang ibu tidak mempunyai asupan sel darah merah yang
cukup untuk membawa dan mengantarkan oksigen ke dalam jaringan. Karena selama
ibu hamil menjalani masa kehamilan, tubuh akan menyangga pertumbuhan janin di
dalam perut sehingga tubuh ibu hamil akan sangat membutuhkan lebih banyak lagi sel
darah merah agar tubuh tetap sehat dan kuat.
Penyebab anemia pada ibu hamil adalah menurunnya hemoglobin dalam darah.
Hemoglobin memiliki peranan penting dalam transportasi oksigen ke dalam jaringan
tubuh. Selama masa kehamilan akan terjadi sebuah peningkatan volume darah, hal
inilah yang bisa membuat hemoglobin dalam darah menurun. Sedangkan tuntutan dari
perkembangan janin akan membuat kebutuhan zat besi dalam tubuh menjadi
meningkat.
Zat besi adalah mineral yang memiliki peranan penting dalam produksi sel darah
merah. Sebelum menjalani masa kehamilan, seorang wanita membutuhkan sekitar 15
miligram (mg) zat besi setiap harinya. Berbeda dengan ibu hamil yang membutuhkan
dua kali jumlah zat besi tersebut yaitu 30 mg.
Selama trimester pertama masa kehamilan, volume plasma akan meningkat menjadi
lebih cepat dibandingkan dengan volume sel darah merah. Akibatnya, konsentrasi
darah merah menjadi menurun sampai pada akhirnya mereka memiliki kesempatan
untuk mengejar ketinggalan yaitu dengan peningkatan plasma darah. Penyebab anemia
pada ibu hamil juga bisa timbul karena ibu hamil kekurangan zat besi dan tidak dapat
mencukupi kebutuhan untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Hal ini juga yang
akan membuat jumlah hemoglobin dalam darah mengalami penurunan.
Selain kurangnya zat besi dalam tubuh, penyebab anemia pada ibu hamil selama masa
kehamilan yang lainnya mungkin karena penurunan jumlah darah yang berlebihan
seperti akibat pendarahan dari cedera atau suatu pembedahan, beberapa penyakit
kronis seperti sakit ginjal dan infeksi serius atau karena kurangnya asupan vitamin
asam folat yaitu vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi sel darah
merah. Namun, pada ibu hamil kekurangan zat besi merupakan penyebab anemia yang
paling umum.
Umumnya, banyak kaum wanita di usia subur tidak mendapatkan zat besi yang cukup,
bahkan pada saat mereka sedang tidak hamil. Wanita kehilangan zat besi bersamaan
dengan darah dan jaringan yang keluar sewaktu masa menstruasi, alasan itulah yang
menjadikan seorang wanita rentan terhadap anemia.
Seorang ibu hamil yang mendapatkan perawatan prenatal dan juga rutin mengkonsumsi
suplemen zat besi selama masa kehamilan, biasanya akan terhindar dari masalah
anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh.
Anemia yang terjadi pada ibu hamil selama masa kehamilan akan membuat ibu hamil
merasa lelah yang berlebihan dan juga stress sehingga bisa membuat ibu hamil rentan
terhadap berbagai macam penyakit. Namun, biasanya hal tersebut tidak sampai
membahayakan janin yang masih ada dalam kandungan.

Semoga informasi mengenai


bermanfaat. Salam sehat.

penyebab

anemia

pada ibu

hamil

tersebut bisa

Ibu hamil merupakan golongan yang rentan terkena anemia. Anemia yang diabaikan pada ibu
hamil akan menganggu kesehatan ibu dan janin. Meskipun anemia pada ibu hamil bukan
merupakan kelainan melainkan harus tetap ditangani dengan tepat.
Ibu hamil yang mengalami anemia akan mengalami kendala dalam mencukupi sel darah merah
yang mengangkut oksigen ke jaringan. Padahal selama kehamilan tubuh harus dapat
memproduksi lebih banyak darah untuk menunjang pertumbuhan bayi yang sehat. Anemia pada
ibu hamil dapat digolongkan anemia ringan dan anemia berat. Pada dasarnya kedua jenis anemia
pada ibu hamil harus mendapatkan penanganan segera untuk tetap menyelamatkan ibu dan janin
dari kekurangan darah selama kehamilan.
Meskipun anemia dianggap kondisi yang umum dialami oleh ibu hamil akan tetapi akan
berdampak negatif pada bayi dan ibu hamil apabila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.
Artikel bidanku kali ini akan memberikan informasi mengenai anemia pada ibu hamil, dampak
anemia pada ibu dan janin dan solusi yang tepat untuk ibu agar dapat mengurangi risiko anemia.

Anemia dan Kehamilan


Gangguan kesehatan yang seringkali menganggu ibu hamil adalah anemia. Anemia pada

ibu hamil terjadi karena adanya peningkatan jumlah plasma dan eritrosit. Peningkatan plasma
sebanyak tiga kali pada jumlah eritrosit akan menyebabkan penurunan perbandingan
hemoglobin-hematokrit sehingga akan meningkatkan risiko anemia fisiologis pada saat hamil.
Meskipun pada saat hamil anemia fisiologis termasuk dalam keadaan yang normal.
Ibu hamil dideteksi mengalami anemia apabila ditemukan kadar Hb kurang dari 11 gr/dl pada
trimester pertama dan ketiga kehamilan. Selain itu pada trimester kedua kadar Hb kurang dari
10,5 gr/dl. Sedangkan pada ibu hamil yang mengalami anemia karena penyebabnya adalah
produksi hemoglobin dimana ditemukan adanya defisiensi nutrisi atau produksi rantai
hemoglobin.
Ibu hamil adalah golongan terbesar mengalami anemia. Ditemukan 56% mengalami anemia pada
saat hamil. Penyebab anemia pada ibu hamil diantaranya adalah produksi rantai hemoglobin
karena adanya penyakit tertentu atau mengalami gangguan produksi hemoglobin karena
kurangnya zat besi, asam folat ataupun vitamin B12.
Pada kondisi tertentu ibu hamil dapat mengalami anemia karena terjadinya pendarahan, infeksi
parasit, kegagalan sumsum tulang atau penyakit tertentu lainnya. Dengan demikian penyebab
anemia pada ibu hamil berbeda-beda sehingga apabila ditarik kesimpulan dari faktor penyebab
anemia pada ibu hamil. Anemia dibedakan menjadi anemia defisiensi besi, anemia hipoplastik,
anemia megaloblastik dan anemia hemolitik. Untuk mengetahui anemia yang dialami ibu hail

diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jumlah eritrosit, eletroforesa Hb, jumlah
retikulosit dan kadar besi serum. ( Baca juga: Tanda Kehamilan )

Jenis Anemia Pada Kehamilan


Berikut ini adalah jenis anemia yang terjadi selama kehamilan diantaranya:
1. Anemia Defisiensi Zat Besi
Kondisi anemia yang terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan zat besi sehingga hemoglobin
tidak mencukupi. Padahal hemoglobin merupakan salah satu protein dalam sel darah merah yang
membawa oksigen dan paru paru ke tubuh. Pada ibu hamil yang menderita defisiensi zat besi
oksigen tidak terikat oleh darah secara cukup sehingga mengalami gangguan kekurangan zat
besi. Inilah kondisi yang paling umum yang terjadi pada ibu hamil.
2. Anemia Defisiensi Folat
Asam folat masuk dalam kelompok vitamin B. Bahkan tubuh membutuhkan folat dalam
membentuk sel sel baru bahkan sel darah merah yang sehat. Pada saat ibu hamil dibutuhkan folat
tambahan. Kekurangan folat pada ibu hail akan menyebabkan kondisi tubuh tidak dapat
membuat sel darah merah yang cukup untuk menyangkut oksigen ke seluruh tubuh. Bahkan
kekurangan folat bisa meningkatkan risiko cacar lahir.
3. Anemia Defisiensi Vitamin B12
Pada tubuh yang membentuk sel darah merah yang sehat maka dibutuhkan vitamin B12. Ibu
hamil tidak hanya mencukupi kebutuhan vitamin B12 dari makanan saja melainkan harus
mendapatkan tambahan. Apalagi untuk ibu hamil yang tidak menyukai sumber vitamin B12
yaitu daging unggas, susu dan telur akan kesulitan mencukupi kebutuhan vitamin B12.
Konsultasikan dengan dokter untuk mengurangi kekurangan vitamin B12 pada tubuh ibu hamil.

Dampak Anemia pada ibu dan janin


Anemia yang terjadi karena kekurangan zat besi yang tidak ditangani maka dapat meningkatkan
risiko seperti bayi prematur atau mengalami berat badan yang rendah saat lahir. Sedangkan pada
ibu hamil akan mengalami kehilangan sejumlah besar darah pada saat persalinan dan mengalami
depresi setelah melahirkan.
Sedangkan risiko anemia pada kehamilan yang disebabkan karena defisiensi folat maka dapat
meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau mengalami berat badan yang rendah dan juga bayi
mengalami cacat lahir yang serius pada otak dan tulang belakang.
Begitu juga dengan anemia yang disebabkan karena kekurangan vitamin B12 akan berdampak
pada perkembangan janin. Pada ibu yang mengalami anemia kekurangan vitamin B12 maka akan
meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf.
Maka dapat disimpulkan dampak anemia pada ibu dan janin diantaranya dapat menyebabkan
keguguran, pendarahan, mengalami depresi setelah melahirkan, infeksi tang berhubungan dengan

intrapartum dan postpartum. Bahkan anemia yang sangat berat ditandai dengan Hb dibawah 4 gr
akan menyebabkan gangguan jantung bahkan hingga berampak gangguan pada kehamilan dan
persalianan.

Pencegahan dan Pengobatan Anemia pada Ibu Hamil


Pencegahan ibu hamil dapat dilakukan dengan mencukupi kebutuhan zat besi. Selain itu dengan
makanan yang seimbang perlu menjadi menu untuk ibu hamil. Makanan yang kaya akan zat besi
diantaranya adalah daging merah, sayuran berdaun hijau, sereal dengan kandungan zat besi yang
dibutuhkan tubuh, kacang-kacangan dan telur. Selain itu dukung juga dengan vitamin C yang
baik untuk dapat menyerap lebih banyak zat besi.
Sedangkan untuk pengobatan ibu hamil yang mengalami anemia sebaiknya dikonsultasikan
dengan dokter. Konsumsi suplemen zat besi dan asam folat yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan
dokter atau bidan akan menyarankan anda untuk menambah dengan mengkonsumsi makanan
dengan kandungan asam folat dan zat besi yang lebih banyak. Pada ibu hamil yang mengalami
anemia akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan dalam jangka waktu tertentu untuk
mengontrol kesehatan ibu dan janin.
Pemeriksaan ibu hamil untuk mengetahui apakah ibu mengalami anemia atau tidak dapat dengan
melakukan pemeriksaan dokter. Pemeriksaan Hemoglobin yang dapat mengukur jumlah
hemoglobin sehingga protein zat besi dapat membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kemudian
dilakukan pemeriksaan hematokrit yang dapat mengukur presentase sel darah merah pada sampel
darah.
Dengan demikian anemia pada ibu hamil tidak boleh dianggap sepele meskipun pada dasarnya
ibu hamil akan mengalami anemia ringan atau berat. Bahkan apabila ditelusuri jenis anemia pada
ibu hamil berbeda beda ada yang disebabkan karena kekurangan zat besi, vitamin B12 atau asam
folat. Pada masing masing anemia harus dilakukan pengobatan dan pencegahan yang berbeda
dan dibantu dengan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan jenis anemia yang dialami oleh
ibu hamil.
Sumber : Anemia Pada Ibu Hamil - Bidanku.com http://bidanku.com/anemiapada-ibu-hamil#ixzz40sprzKSj

VIVAnews - Pada dasarnya, ibu hamil rentan mengalami anemia karena bertambahnya
kebutuhan zat besi dan vitamin-vitamin yang lain. Kehamilan juga membuat tubuh calon ibu
perlu meningkatkan produksi sel darah merah dan plasma 50% lebih banyak, karena janin plus
plasentanya juga perlu disuplai zat besi.
Sayangnya, sering kali besarnya produksi plasma itu tidak sejalan dengan sel darah merah
sehingga menyebabkan konsentrasi haemoglobin darah bisa turun. Pada kondisi normal,
konsentrasi haemoglobin paling rendah antara minggu ke-25 sampai 30, seperti yang dikutip
dari situs netdoctor.com.
Selain itu, anemia juga bisa disebabkan oleh:
1. Diet rendah zat besi. Para vegetarian mesti memerhatikan agar mengonsumsi cukup zat besi.
2. Kekurangan asam folat dan vitamin B12.
3. Kehilangan darah karena terkena haemorrhoids.

4. Wanita hamil anak kembar lebih sering terserang anemia.


Tanda-tanda anemia:
1. Mudah lelah dan kulit pucat.
2. Sering gemetar.
3. Jika sudah tergolong anemia berat (kurang dari 6 gr/desiliter darah), menyebabkan nyeri
dada dan pusing