Anda di halaman 1dari 2

YH

KERACUNAN MAKANAN

SOP
PEMERINTAH
KAB. PURBALINGGA

No. Dokumen

No Revisi

No Revisi

Tanggal Terbit

Halaman

:
Tanda Tangan

Ditetapkan Oleh
Kepala UPTD Puskesmas Karangtengah

UPTD PUSKESMAS
KARANGTENGAH
Drg Nursyarifah Widiasih
NIP : 197810142010012003

Keracunan makanan merupakan suatu kondisi gangguan pencernaan yang


1. Pengertian

disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dengan


zat pathogen dan atau bahan kimia misalnya Norovirus, Salmonella,
Clostridium perfingens, Campylobacter, dan Staphylococcus aureus

2. Tujuan

Agar petugas dapat memahami dan memberikan penanganan yang tepat


pada pasien keracunan makanan.
- Sebagai pedoman bagi petugas dalam menangani pasien dengan
keracunan makanan.

3. Kebijakan

- Dalam menegakkan diagnosa dan pengobatan pasien dengan keracunan


makanan harus mengikuti langkah-langkah dalam SOP keracunan
makanan.

4. Referensi

Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Primer Edisi I, 2013, halaman 64-66
a. Petugas menerima pasien.
b. Petugas melakukan anamnesis pada pasien.
c. Petugas menanyakan keluhan berupa diare akut, diare disertai darah
atau lendir, nyeri perut, kram otot perut, kembung.
d. Petugas menanyakan riwayat makanan/ minuman di tempat yang tidak
higienis, konsumsi daging/ unggas yang tidak matang, konsumsi
makanan laut mentah.
e. Petugas mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan
pemeriksaan.
f. Petugas mengukur tanda vital pasien meliputi tekanan darah, nadi, suhu
dan frekuensi pernafasan.
g. Petugas melakukan pemeriksaan fisik dari kepala sampai ujung kaki.
Pemeriksaan fisik difokuskan untuk menilai keparahan dehidrasi.

5. Prosedur

Petugas menemukan data tidaknya tanda-tanda tekanan darah turun,


nadi cepat, mulut kering, penurunan keringat dan urine output, nyeri
tekan perut dan bising usu lemah atau meningkat.
h. Petugas mencuci tangan setelah melakukan pemeriksaan.
i.Petugas mendiagnosa pasien keracunan makanan berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan fisik.
j. Petugas memberikan tata laksana terhadap hasil diagnosa berupa :

Self limiting, tujuan utamanya rehidrasi yang cukup dan


suplemen elektrolit. Cairan rehidrasi oral dapat diberi oralit atau
larutan intravena (RL atau NaCl). Obat absorben (misal kaolin
pectin, aluminium hidroksida) membantu memadatkan feses
diberikan bila diare tidak segera berhenti

Jika gejala menetap setelah 3-4 hari, etiologi spesifik harus


ditentukan dengan menggunakan kultur tinja. Untuk itu harus

KERACUNAN MAKANAN

SOP
PEMERINTAH
KAB. PURBALINGGA

No. Dokumen

No Revisi

Tanggal Terbit

Halaman

UPTD PUSKESMAS
KARANGTENGAH

segera dirujuk.

Modifikasi gaya hidup dan edukasi menjaga kebersihan diri

k. Petugas menulis hasil pemeriksaan, diagnosa dan terapi pada rekam


medis pasien.
l. Petugas membubuhi tanda tangan pada rekam medis.
m. Petugas menulis hasil diagnosa pada buku register.
6. Diagram Alir
Melakukan anamnesis pada pasien

Melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Menegakkan diagnosa berdasarkan anamnesis dan hasil pemreiksaan

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

Menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnosa


ke rekam medis

Menulis diagnosa pasien ke buku register

6. Unit terkait

IGD

7. Dokumen terkait

Laboratorium
Rekam medis
Register
Blanko Resep

8.
No

Rekaman Historis
Halaman

Yang Dirubah

Hasil Perubahan

Diberlakukan tanggal

Anda mungkin juga menyukai