Anda di halaman 1dari 9

ADJEKTIVA

A. Batasan dan Ciri Adjektiva


Adjektiva (kata sifat) adalah kata yang memberikan keterangan yang lebih
khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam kalimat. Adjektiva yang
memberikan keterangan terhadap nomina itu berfungsi atribut. Keterangan itu dapat
mengungkapkan suatu kualitas atau keanggotaan dalam suatu golongan. Contoh
katanya: kecil, murah, bundar, gaib, dan ganda.

Adjektiva adalah satuan gramatik (ujaran) yang terdiri atas dua kata atau lebih seang
intinya adalah adjectival(sifat)dan satuan itu tidak membentuk klausa.
Klausa adalah satuan gramatik yang minimal terdiri dari subjek-predikat maksimal
terdiri atas Subjek,Predikat,Objek,Keterangan dan mempunyai potensi sebagai
kalimat.
Adjektiva adalah kata sifat yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan
orang, benda, dan binatang.
Kalimat adjektiva adalah kalimat tunggal yang predikatnya dari kata sifat atau
adjektiva
Misalnya: Buku Bahasa Indonesia sangat tebal
Selanjutnya adjektiva juga dapat berfungsi sebagai predikat dan adverbial
kalimat, yang mengacu ke suatu keadaan. Contoh katanya: mabuk, sakit, basah, baik,
dan sadar.

Ciri adjektiva sebagai berikut:


1. Adjektiva dapat diberi keterangan pembanding seperti lebih, kurang, dan paling:
lebih besar, kurang baik, paling mahal.
2. Adjektiva dapat diberi keterangan penguat seperti sangat, amat, benar, sekali, dan
terlalu : sangat indah, amat tinggi, pandai benar, murah sekali, terlalu murah.
3. Adjektiva dapat diingkari dengan kata ingkar tidak: tidak bodoh, tidak salah, tidak
benar.

4. Adjektiva dapat diulang dengan awalan se- dan akhiran nya: sebaiknya, serendahrendahnya, sejelek-jeleknya
5. Adjektiva pada kata tertentu dapat berakhir antara lain dengan: -er, -(w)i, -iah, -if,
-al, dan ik: honorer, duniawi, ilmiah, negatif, formal, elektronik.

B. Adjektiva dari Segi Perilaku Sintaksisnya


Adjektiva dapat berfungsi sebagai predikat dalam kalimat atau sebagai keterangan
pada frasa nominal. Frasa adalah satuan tata bahasa yang tidak melampaui batas
fungsi objek atau predikat (Ramlan 1978).
Contoh: Gedung yang baru itu sangat megah
1. Fungsi Atribut
Adjektiva yang merupakan pewatas dalam prasa nominal yang
nominanya menjadi subjek, objek,atau pelengkap atau dikatakan secara
atribut. Tempatnya sebelah kanan nomina. Contoh: buku merah, harga
mahal. Jika pewatasnya lebih dari satu, rangkaian pewatasnya itu lazimnya
di hubungkan oleh kata yang. Contohnya baju putih yang panjang dan
bersih.
2. Fungsi Prediktif
a. Adjektiva yang menjalankan fungsi predikat atau pelengkap dalam klausa
dikatakan dipakai
Secara prediktif.
Contoh: gedung yang baru itu sangat megah.
Jika subjek atau predikat kalimat berupa prasa atau klausa yang panjang,
demi kejelasan batas antara subjek dan predikat itu kadang-kadang
disisipkan kata adalah. Contoh: yang disarankan padamu itu (adalah)
baik.
b. Adjektiva dapat juga merupakan inti frasa adjectival. Selaku inti frasa atau
pemerkah modalitas yang di tempatkan di sebelah kiri atau di sebelah

kanan. Contoh: tidak bodoh, tidak keras kepala, tidak berbahaya, sakit
lagi, kaya juga.
3. Fungsi Adverbial atau Keterangan
Adjektiva yang mewatasi verba yang menjadi predikat kalusa dikatakan
dipakai secara adverbial atau sebagai keterangan. Pola struktur adverbial itu
ada macam (1) (dengan) + (se) + adjektiva + (nya) yang disertai reduplikasi
dan (2) perulangan adjektiva.
Contoh: - Bekerja dengan baik
- Terbang tinggi-tinggi.

Daftar kata sifat berdasarkan proses pembentukannya:


Kata sifat dasar, kata sifat ini belum mendapatkan imbuhan apapun.
Contoh: Banyak, besar, benar, cepat, cantik, cerdas, dekat, dan lain-lain.
Kata sifat jadian, kata sifat ini terbentuk dari imbuhan ter- yang bermakna
paling.
Contoh: Bagas adalah mahasiswa terbaik.
Terbagus, terajin, termalas, terkuat, terlemah, terkotor, terbersih, dan lainlain.
Kata sifat serapan, kata sifat ini terbentuk dari kata asing yang diserap ke
dalam bahasa Indonesia.
Contoh: Kreatif, legal, positif, ekspor, impor, inovatif, religius, hewani,
alamiah, dan lain-lain.
Kata sifat reduplikasi, kata sifat ini terbentuk dari reduplikasi atau
pengulangan pada kata.

Contoh : sebaik-baiknya, sekasar-kasarnya, sehalus-halusnya, sepenuhpenuhnya, gelap gulita, pontang-panting, warna- warni.
Kata sifat majemuk, kata sifat ini tebentuk dari gabungan kata yang
membentuk makna baru yang merujuk pada sifat suatu objek atau benda.
Contoh : lapang dada, tinggi hati, rendah tangan, panjang tangan, ringan
tangan, berjiwa besar, bunga desa, keras kepala, kepala batu.

C. Pentarafan adjektiva
Adjektiva bertaraf dapat menunjukkan (1) tingkat kualitas atau intensitas
dengan

pewatas

(sesuatu

yang

digunakan

untuk

membatasi)

seperti benar, sangat, terlalu, agak, dan makin, serta (2) tingkat bandingan
dengan pewatas lebih, kurang, dan paling.
1. Tingkat kualitas:

1. Tingkat positif, tanpa pewatas.


Contoh: Indonesia kaya akan hutan
2. Tingkat intensif, dengan pewatas benar, betul, sungguh.
Contoh: Pak Asip sungguh setia dengan pekerjaannya
3. Tingkat elatif, dengan pewatas amat sangat ..., (amat) sangat ...
sekali, maha-, adiContoh: Sikapnya sangat angkuh ketika menerima kami
4. Tingkat eksesif, dengan pewatas terlalu, terlampau, kelewat, kean.
Contoh: Mobil itu terlalu mahal

5. Tingkat

augmentatif,

dengan

pewatas makin

..., makin

...

makin ..., semakin.


Contoh: Makin banyak peserta makin baik
6. Tingkat

atenuatif,

dengan

pewatas agak, sedikit, ke--an yang

direduplikasi.
Contoh: Saya merasa sedikit tertarik membaca novel itu
Pada adjektiva warna, dinyatakan dengan bentuk ke-an yang
diredupikasi. Contoh Warna bajunya agak kekuning-kuningan

2. Tingkat bandingan:

1. Tingkat

ekuatif,

dengan

pewatas se-, sama +

...

+-

nya (dengan),mengacu ke kadarkualitas yang sama atau hamper sama


Contoh : tuti secantik ibunya
Dapat juga dinyatakan dengan pemakaian sama + adjektiva + nya
diantara nomina atau sama + adjektiva + nya dibelakang nomina yang
dibandingkan.
Contoh: Kota Garut sama ramainya dengan kota Ciamis
2. Tingkat komparatif, dengan pewatas lebih ... dari(pada) ...
Contoh: Mangga arum manis lebih enak daripada mangga golek
3. Tingkat superlatif, dengan pewatas paling, terContoh: Toni yang paling pandai diantara semua mahasiswa

Bandung ialah kota terbesar yang kedua setelah Jakarta


Adjektiva dari segi bentuknya
1. Adjektiva Dasar
Contoh: Besar, kecil,dan lain-lain.
2. Adjektiva Turunan
Contoh: Getar-Gemetar

Ada beberapa macam kategori adjektiva:


- Adjektiva predikatif, adalah adjektifa yang dapat menempati posisi predikat
dalam klausa.
Contoh: Hangat, sulit, mahal.
-Adjektiva bertaraf, adalah adjektiva yang dapat berdampingan dengan agak,
sangat.
-Adjektiva tak bertaraf, adalah adjektiva yang tidak dapat berdampingan
dengan agak, sangat.
Pemakaian adjektiva:
Tingkat positif, yaitu suatu tingkat yang menerangkan bahwa nomina dalam
keadaan biasa.
Contoh: Rumah Alim besar.

Tingkat komparatif, yang menerangkan bahwa keadaan nomina melebihi


keadaan nomina lain.
Contoh: Rumah Alim lebih besar dari rumah Ehsan.
Tingkat superlative, suatu tingkat yang menerangkan bahwa keadaan nomina
melebihi keadaan beberapa atau semua nomina lain yang dibandingan..
Contoh: Anton mahasiswa yang paling pandai dikelas 1A.
Tingkat eksesif, yaitu suatu tingkat yang menerangkan bahwa keadaan nomina
berlebih-lebihan.
Contoh: Pertunjukan malam itu sangat ramai sekali.

Contoh kalimat adjektiva:


Orang tua ku sangat bangga
Baju itu sangat indah
Mobil baru mu bersih sekali
Kereta api melaju sangat cepat

Taman bunga itu sangat indah


Pohon kelapa itu sangat kuat
Nasi goreng ini sangat enak
Adik saya sangat pandai
Rumah Alim luas sekali
Mahasiswa itu sangat sopan