Anda di halaman 1dari 28

STANDAR PENAMPILAN DIRI

(PRIBADI)

Grooming (penampilan menarik):

Penampilan diri seseorang yang terjaga dan


selalu rapi secara keseluruhan dimulai dari
ujang rambut sampai ujung kaki
Orang yang berpenampilan menarik akan
menimbulkan kesan positif bagi orang lain.
Oleh karena itu
berusahalah
berpenampilan serasi dengan memperhatikan
adat dan budaya serta tata krama yang
berlaku sesuai dengan ciri ketimuran kita
yaitu rapih, indah, dan sopan

Memelihara Standar Penampilan Pribadi

Ada beberapa pengertian, antara lain adalah sbb :


1. Penampilan adalah bentuk pernyataan diri atas
penampilan yang menarik dan menimbulkan rasa
percaya diri
2. Penampilan adalah bentuk citra diri yang
terpancar dari diri seseorang dan merupakan
sarana komunikasi antara kita dengan orang lain
3. Penampilan adalah bagaimana kita memandang
dan memperlakukan diri kita, ketika orang lain
menilai kita

Untuk mencapai penampilan diri yang

menarik, bersahaja, dan mantap, seseorang


harus mampu menganalisis cara bersikap,
cara bertutur kata, melakukan gerak-gerik,
dan tindak tanduk selaku manusia berbudaya
pada saat berhadapan atau berhubungan
dengan orang lain.

Ada beberapa cara agar penampilan

menimbulkan kesan yang menarik di hadapan


kolega dan pelanggan yaitu :
1. Berpenampilan Bersih dan Rapi
Pada umumnya, kebersihan dan kerapian
disukai
oleh semua orang. Kebersihan dan
kerapian
seseorang dapat menumbuhkan kesukaan
orang lain
kepadanya

2. Tampil dengan Menarik


Kepribadian seseorang terpancar melalui
penampilannya yaitu keadaan lahiriah, yang
dapat
dilihat. Untuk itu, seseorang mutlak harus
memperhatikan agar selalu tampil menarik
dan apik

Prinsip-Prinsip yang Perlu Diperhatikan Dalam

Berpenampilan yang Baik :


1. Tata Cara Berhias/Berdandan
Cara berhias dan menggunakan perhiasan
perlu sekali diperhatikan agar penampilan kita
menarik dan tidak terkesan norak/seronok.
Apabila bersolek/berhias hendaknya tidak
terlalu berlebihan. Berhias/bersolek untuk
pergi ke tempat kerja, ke sekolah, ataupun ke
pesta tentu saja tidak sama.

2.Tata Cara berbusana/Berpakaian yang Baik


Well Grooming istilah bahasa Inggris yang
digunakan untuk mnggambarkan orang
berbusana resmi dengan baik dan menarik.
Berbusana yang baik dan resmi itu berarti
penampilan yang rapi, sopan, luwes, serasi,
dan menarik (personal apperance) sesuai
dengan etiket dan tata krama pergaulan

Indonesia belum mempunyai pakaian


nasional. Namun, ada beberapa ketentuan
yang dapat dijadikan pedoman, baik untuk
pria maupun wanita. Pada umumnya, pakaian
regional (daerah) yang dianggap sebagai
pakaian nasional. Tidak ada peraturan yang
mengatakan bahwa pakaian sesuatu sesuatu
daerah di luar negeri harus dianggap sebagai
pakaian nasional

Adapun pakaian pada setiap pertemuan resmi

untuk pria dapat ditambah dengan pakaian


sebagai berikut :
a. Pakaian Lengkap
Pakaian lengkap terdiri atas pentalon, jas, dan
dasi. Pada pagi hari sebaiknya tidak memakai
warna hitam, tetapi warna light colour. Pada
waktu upacara kenegaraan sebaiknya
berpakaian jas resmi dan lengkap, kecuali
pada kartu undangan tertulis sport shirt
atau no jacket

b. Pakaian resmi (black tie)


Pakaian resmi (black tie) terdiri atas celana
hitam, kemeja putih, dasi kupu-kupu hitam,
kaos kaki hitam, dan sepatu hitam. Di Amerika
Serikat atau negara-negara Barat, untuk
beberapa musim dipakai black tie, dan untuk
musim tertentu diwajibkan warna lainnya. Di
Indonesia, masalah pakaian resmi sangat
fleksibel dan agak luwes sehingga tidak harus
berjas secara resmi

c. Dark suit
Pakaian dark suit dianggap pakaian resmi
untuk budaya berbusana Indonesia. Pakaian
jenis ini dapat dipergunakan untuk pakaian
sehari-hari dan acara resmi kenegaraan. Di
Indonesia banyak para pejabat kita yang
memakai kemeja batik, yang penting sopan.

Memahami Arti Kepribadian

Kepribadian merupakan tatanan kehidupan


manusia secara menyeluruh dan terpola pada
nilai-nilai yang dimiliki dan diyakini
kebenarannya. Perkembangan kepribadian
manusia adalah merupakan hasil kerja sama
antara faktor dalam (bawaan) dan faktor luar
(agama, pendidikan, dan pergaulan).
Kebudayaan dan peradaban manusia adalah
ungkapan nilai-nilai yang terkandung dalam
kepribadian

Kepribadian seseorang akan tercermin dari

tingkah laku, tutur kata, ucapan, dan amal


perbuatannya. Kepribadian seseorang sangat
dipengaruhi oleh faktor kejiwaan, agama,
biologis, pendidikan serta lingkungan di mana
ia bertempat tinggal. Kepribadian seseorang
merupakan perpaduan kejiwaan dan badaniah
yang nampak dalam gerak tingkah laku
perbuatan yang serbarumit, serbasulit,
serbaunik untuk dapat diukur secara nyata.

1. Menurut Drs. Suparman

Sumahamijaya.MA,SC,AK, menjelaskan
bahwa kepribadian adalah keseluruhan dari
sifat-sifat jasmani, pikiran, watak, dan jiwa
seseorang. Sesuatu yang membedakan
seseorang dari orang lain adalah budi
pekerti, individualitas atau identitas individu.
2. Istilah bahasa Inggrisnya kepribadian itu
adalah self, personality, atau a charming
person
3. Kepribadian menurut bahasa latin adalah
persona.

Ciri-ciri kepribadian yang baik, di antaranya :


1. Adanya pengendalian diri/pengendalian

hawa nafsu
2. Adanya mawas diri atau introspeksi diri
3. Jujur dalam sikap dan perbuatannya

Faktor-Faktor yang Membentuk Kepribadian

1. Faktor Biologis
Faktor kultural adalah faktor kelahiran
manusia atau hubungan sedarah. Hal-hal
inilah yang berperan penting dalam
membentuk otot, kerangka, perawakan tinggipendek, anggota tubuh, fungsi , warna kulit,
gerakan refleks tubuh, dan kemampuan nalar
seperti kecerdasan, kemampuan berpikir dan
beranalisis, serta kemampuan daya insting.

2. Faktor Kultural dan Peradaban


Faktor kultural dan peradaban adalah faktor
sejarah hidup manusia dalam peradaban dan
kebudayaan yang menyangkut kumpulan
nilai-nilai, konsep-konsep, pengetahuan, dan
kebiasaan manusia dalam hidup
bermasyarakat. Nilai-nilai kebudayaan
memberikan andil besar dalam membentuk
kepribadian seseorang.

3. Faktor Kekeluargaan
Faktor keluarga merupakan hal terpenting
dalam membentuk kepribadian seseorang
karena keluargalah awal seseorang belajar
melakukan interaksi dengan orang lain,
belajar mengenal adat istiadat, budaya,
norma-norma, etika, dan nilai-nilai tradisi yang
berlaku dalam kehidupan masyarakat.

4. Faktor Sosial dan Lingkungan


Status sosial seseorang dan lingkungan
pergaulannya seperti keluarga, sekolah,
tempat tinggal, budaya, dan adat istiadat
mempunyai pengaruh yang besar dalam
membentuk kepribadian seseorang

Faktor lain yang besar pengaruhnya terhadap

kepribadian adalah hasil hubungan kita


dengan lingkungan atau pengalaman. Para
ahli membedakan dua macam pengalaman
yang memengaruhi kepribadian manusia,
yaitu :
a. Pengalaman umum (common experience)
Pengalaman umum (common expereience),
yaitu pengalaman yang dihayati oleh semua
anggota masyarakat atau bahkan semua
manusia.

Setiap masyarakat selalu mempunyai nilainilai, prinsip-prinsip moral, cara-cara hidup


yang dihayati oleh semua anggota
masyarakat itu. Kalau sifat itu bersifat
universal, seperti menghormati orang tua
maka setiap manusia akan dididik untuk
menjadi seperti itu. Pengalaman umum ini
menjadi bagian dari seseorang yang sama
dengan banyak orang lain di sekitarnya.

b. Pengalaman unik (unique experience)


Pengalaman uni (unique experience) setiap
orang mempunyai pengalaman-pengalaman
yang hanya dialami oleh dirinya sendiri
karena sejak lahir seorang anak sudah
membawa ciri-ciri serta kecendrungankecendrungan tertentu maka reaksinya
terhadap lingkungan atau reaksi lingkungan
terhadap dirinya bersifat khas, unik, dan tak
ada duanya.

Lebih jelas lagi perbandingan kepribadian

antara masyarakat Indonesia dengan


masyarakat Amerika Serikat, Inggris, Jerman
ternyata perbedaannya sangat kontras.

Ada beberapa macap tipe kepribadian berdasarkan fungsi

dan reaksinya :
1. Berdasarkan fungsinya, terdapat empat tipe kepribadian,
yaitu :
a. Kepribadian rasional, yaitu kepribadian yang
dipengaruhi oleh akal sehat
b. Kepribadian intuitif, yaitu kepribadian yang
dipengaruhi oleh firasat atau perasaan kira-kira
c. Kepribadian emosianal, yaitu kepribadian yang
dipengaruhi oleh perasaan sesaat
d. Kepribadiaan sensitif, yaitu kepribadian yang
dipengaruhi oleh kekuatan panca indra sehingga cepat
bereaksi

2. Berdasarkan reaksinya terhadap lingkungan,


terdapat tiga tipe kepribadian yang
dipengaruhi berikut ini :
a. Kepribadian ekstrovert, yaitu
kepribadian yang bersifat terbuka,
berorientasi ke dunia luar sehingga sifatnya
senang bergaul, dan mudah menyesuaikan
diri.

b. Kepribadian introvert, yaitu kepribadian


yang bersifat tertutup dan berorientasi
kepada diri sendiri sehingga sifatnya pendiam,
jarang bergaul, suka menyendiri, dan sukar
menyesuaikan diri.

c. Kepribadian ambivert, yaitu kepribadian


campuran yang tidak dapat digolongkan ke
dalam kedua tipe tersebut diatas oleh karena
sifatnya bervariasi.