Anda di halaman 1dari 61

ARSITEKTUR YUNANI KUNO (3000 SM S/D 30 SM)

Arsitektur (bangunan yang dikerjakan menjadi suatu desain yang estetik)


mulai berakhir di Yunani dari akhir periode Mycenaean ( sekitar 1200 BC) sampai
abad ke 7 BC, manakala kehidupan kota dan kemakmuran kembali dan sampai batas
di mana gedung pemerintah dapat dikerjakan. Tetapi sejak bangunan Yunani kuno
berada di Archaic dan awal periode klasik dibuat dari kayu atau tanah liat, tidak ada
apapun sisa reruntuhan di antara bangunan tersebut kecuali tanah dan di sana hampir
tidak ada sumber tertulis tentang awal arsitektur atau uraian dari bangunan tersebut.
Kebanyakan pengetahuan tentang Arsitektur Yunani datang dari minoritas bangunan
yang menyangkut gaya klasik,Hellenistic dan periode Roma (sejak arsitektur roma
mengikuti gaya Yunani). Ini berarti hanya kuil yang bangunannya kuat yang bertahan.
Arsitektur, seperti lukisan dan pahatan tidak dilihat sebagai suatu " seni" pada
Periode Yunani jaman kuno. Arsitek adalah seorang tukang yang ahli yang
dipekerjakan oleh bangsawan atau orang kaya. Tidak ada perbedaan antara arsitek
dan pemborong bangunan. Arsitek merancang bangunan, menyewa tenaga kerja dan
tenaga ahli untuk membangun dan bertanggung jawab atas anggaran dan
penyelesaian tepat waktu kedua-duanya. Ia tidak menikmati statusnya, tidak seperti
arsitek pada bangunan modern. Bahkan nama arsitek tidak dikenal sebelum abad ke
5. Seorang arsitek seperti Iktinos, yang merancang Parthenon, yang hari ini dinilai
sebagai seorang arsitektur yang genius, diperlakukan pada waktu itu dalam seumur
hidupnya tidak lebih daripada seorang pedagang.
Bentuk standar Gedung pemerintah Yunani dikenal mempunyai bantuk yang
sama dari Parthenon, dan bahkan bangsa Roma membangun bangunan mereka
,engikuti gaya Yunani, seperti Kuil untuk semua dewa di Roma. Bangunan pada
umumnya membentuk suatu dadu atau kubus ataupun suatu segiempat panjang dan
dibuat dari batu gamping. Pualam adalah suatu material bangunan mahal di Yunani:
pualam mutu tinggi datang hanya dari Mt Pentelus di Attica dan dari beberapa pulau
seperti Paros, dan jalur transportasinya sangat sulit. Batu pualam digunakan dalam

pahatan dekorasi, tidak berstruktur, kecuali di dalam bangunan paling agung periode
zaman Klasik seperti Parthenon.

Bagian atas dari Yunani Akademi


Nasional
athena,

yang

dibangun

di

mempertunjukkan

pahatan pediment.
Titik dari atap Yunani yang rendah membuat suatu bentuk persegi tiga pada
masing-masing tepi bangunan, pediment, yang mana pada umumnya diisi dengan
dekorasi pahatan. Sepanjang sisi dari bangunan, antara kolom dan atap, adalah suatu
baris blok sekarang dikenal sebagai entablature, yang permukaannya menyajikan
suatu ruangang untuk memahat, dekorasi yang dikenal sebagai metopes dan triglyphs.
Tidak ada yang dapat menyelamatkan
bagunan Yunani dari keruntuhan, tetapi
bangunan aslinya dapat dilihat pada
beberapa tiruan dari bangunan modern
Yunani, seperti Yunani Akademi Nasional
yang membangun di Athena,

Format Arsitektur umum lainnya yang digunakan dalam arsitektur Yunani adalah
tholos, suatu struktur lingkaran dimana contoh yang terbaik adalah pada Delphi (lihat
gambar 1.3) dan tujuan religiusnya adalah melayani pemuja kuil, propylon atau
serambi, yang mengapit pintu masuk ke ruangan terbuka dan cagar alam ( contoh
yang terbaik yang dikenal adalah pada Acropolis Athens), dan stoa, suatu aula yang
sempit panjang dengan suatu colonnade terbuka pada satu sisi yang digunakan untuk
mengatur barisan kolom kuil Yunani. Suatu stoa yang telah dipugar adalah Stoa
Attalus dapat dilihat di Athena.

Dasar dari segiempat panjang atau kubus pada umumnya diapit oleh colonnades
( baris kolom) pada bagian atas baik dua maupun pada keempat sisinya. Ini adalah
format dari Parthenon. Sebagai alternatif, suatu bangunan berbentuk kubus akan
membuat suatu serambi bertiang-tiang ( atau pronaos dalam) istilah Yunani) sebagai
pembentukan pintu masuknya, seperti terlihat pada
setiap Kuil untuk semua dewa. Yunani memahami
prinsip

dari

pekerjaan

menembok

bangunan

lengkung tetapi penggunaannya sangat sedikit dalam


bangunan Yunani dan bangunan Yunani tidak
meletakkan kubah pada atas bangunan mereka tetapi
mengatapi bangunan mereka dengan balok kayu
yang ditutup dengan terra cotta ( atau adakalanya
batu pualam).
Kuil adalah tempat terbaik yang dikenal umum dalam dunia arsitektural. Kuil tidak
mempunyai fungsi yang sama dalam melayani seperti pada gerja modern. Untuk satu
hal, altar memikul langit yang terbuka di dalam temenos atau tempat pengorbanan
suci. Kuil bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda yang dianggap
berhubungan langsung dengan dewa yang dipuja. Kuil adalah suatu tempat untuk
pemuja dewa untuk meninggalkan sesaji yang memenuhi nazar mereka, seperti
persembahan patung, Pada bagian dalam kuil, cella, begitu para pemuja sebagian
besar menyimpan barang pemujaan mereka dalam ruangan besi dan gudang. Dan
bangunan itu pada umumnya dilapisi oleh baris kolom yang lain .
Tiap-Tiap Kota di Yunani dengan segala ukurannya juga mempunyai suatu palaestra
atau ruang olah raga. Ruangan ini sangat terbuka dengan atap terbuka menghadap ke
langit dan dilapisi dengan colonnades, digunakan untuk kejuaraan atletik dan latihan
juga sebagai pusat perkumpulan kegiatan sosial dan juga tempat perkumpulan kaum
pria. Kota Yunani juga perlu sedikitnya satu bouleuterion atau sidang, suatu bangunan
yang besar yang sebagai ruang pertemuanyang menempatkan dewan kota ( boule) dan

sebagai gedung pengadilan. Karena Yunani tidak menggunakan bangunan lengkung


atau kubah, mereka tidak bisa membangun ruang besar tanpa didukung oleh atap,
bouleuterion adalah baris tiang dan kolom internal yang digunakan untuk menopang
atap atas.
Terakhir, tiap-tiap Kota di Yunani mempunyai suatu teater. Ini digunakan
untuk pertemuan-pertemuan publik atau drama. Acara di dalam teater berkisar pada
abad ke 6 BC ( lihat Teater Yunani). Teater pada umumnya yang ditetapkan dalam
suatu lereng bukit di luar kota itu , dan mempunyai tempat duduk berupa barisan yang
ditetapkan dalam suatu seperdua lingkaran di sekitar area pusat orkes atau acara. Di
belakang orkes adalah suatu bangunan rendah yang disebut skene, yang mana
bertindak sebagai suatu gudang, suatu kamar ganti, dan juga sebagai latar belakang
pada tindakan yang berlangsung di dalam orkes atau pertunjukkan tersebut. Sejumlah
Teater Yunani hampir tetap utuh, yang terbaik yang dikenal adalah teater Epidaurus.
Ada dua gaya utama dalam
Arsitektur Yunani, yaitu Doric
dan Ionik. Nama ini digunakan
hanya
sendiri.

untuk
dan

bangsa

Yunani

mencerminkan

kepercayaan mereka pada Ionic


dan Doric dari zaman kegelapan,
tetapi ini tidak sepenuhnya benar.
gaya Doric digunakan di tanah daratan Yunani dan tersebar dari sana pada wilayah
jajahan Yunani di Italia. gaya Yang bersifat ionik digunakan di kota besar Ionia
( sekarang pantai barat Turki) dan sebagian dari pulau Aegean. Gaya Doric jadi lebih
keras dan formal, yang bersifat ionik jadi lebih longgar dan dekoratif. Gaya
Corinthian yang mempunyai banyak hiasan adalah perkembangan akhir dari gaya
ionik. Gaya ini dikenal hingga ke ibu kota, tetapi ada perbedaan banyak dalam poinpoin desain dan dekorasi antara gaya tersebut. Lihatlah artikel yang terpisah pada

golongan klasik. Berikut adalah conth-contoh berbagai gaya kolom pada kuil di
Yunani.

Kuil olympic Zeus di Athena, menunjukkan kolom dengan gaya corinthian.


Diposkan oleh Ruru Corat Coret
Contoh banguanan perkembangan arsitektur yunani kuno

ARSITEKTUR ROMAWI ETUSCAN (SEKITAR 750 SM -100M)


Bangsa Romawi berasal dari masyarakat Agrikultur-militer yaitu bangsa/kaum
petani yang suka berperang dan berekspansi ke sekitar Laut Tengah, Eropa Utara dan
Barat serta sebagian Asia dan Afrika. Bangsa ini berasal dan berbagai macam
sukubangsa yang mendiami suatu wilayah. Kebudayaan Romawi berawal dan seni
Eropa Barat yang diambil secara komprehensif. Mula-mula dianggap tahap dekadensi
periode setelah Yunani pada bidang seni, namun secara total menyerap nilai seni yang
sudah ada dari kebudayaan tersebut dan nilai-nilai yang terkandung ternyata sudah
tidak asli dan bermutu rendah, sehingga Bangsa Romawi bisa dianggap sebagai
penyebar dan pelestari peninggalan kebudayaan klasik, jadi dapat dikatakan sebagai
Asimilator (menyatukan hasil karya orang lain) dan bukan Kreator.
Kekaisaran Romawi mempunyai wilayah kekuasaanyang menyebar dan
berkembang (ekspansif) di sekitar daratan Spanyol, Armenia, Inggris hingga Mesir.
Dengan demikian masing-masing daerah tersebut diperlukan suatu koordinator
wilayah kekuasaannya (Teritorial). Akibat luasnya daerah kekuasaan, bangsa Romawi
mencetuskan

kebudayaannya

menjadi

Internasionalisme

Budaya

(Cultur

lnternationalism). Perbedaan-perbedaan gaya kekuasaan teritorialnya disatukan dalam


satu gaya kepemimpinan yang
dinamakan Gaya ImperiaL Kerajaan Romawi merupakan suatu ne.gara yang
digolongkan sebagai statesmanship yaitu bangsa yang memiliki kemampuan
sebagai

negarawan

(dengan

kekuasaan

yang

bertumpu

pada

kekaisaran),

atauImperium Romanium. Sedangkan Yunani dapat digolongkan sebagai negara


negara kota atau negara federasi. Romawi dikenal sebagai bangsa yang love of
power sedang Yunani dikenal sebagai bangsa love of beauty
KONDISI MASYRAKATNYA
Sejak dari raja-raja Etruscan pada tahun 500 SM hingga raja Julius Caesar
pada tahun 100 SM bangsa Romawi tidak pemah mengalami masa Demokrasi seperti
bangsa Yunani. Sehingga bangsa ini akan menerima segala keputusan/gagasan dari

seorang pernimpin yang paling berkuasa dan tertinggi seperti Dewa. Tugas bagi para
pemimpin yang harus diemban adalah menaklukkan daerah-daerah perluasan
sekiranya daerah tersebut mempunyai penguasa. Konsep kepemimpinan ini menjadi
konsep dasar hukum bagi sistem kepemimpinan kekaisaran Romawi. Kekaisaran
Romawi merupakan kumpulan koloni dan beberapa suku bangsa di sekitarnya
diantaranya meliputi :
ETRUSCAN
Datang dari bagian utara Mesopotamia, golongan Agraris dan Militeristik,
konsep ke-Tuhanan bersifat Antropomorfik(Konsep Ketuhanan yang berupaya
mempersonifikasikan sifat kekuasaan Tuhan sebagai manusia Dewa). Dalam bidang
arsitektur bangsa ini sudah mengenal konsep konstruksi yang menggunakan sistem
struktur pendukung post dan lintel serta kubah.
LATIUM
Mempunyai sifat-sifat patriotisme dan selalu ingin berkuasa, rasional tetapi
lemah dalam berfantasi, tidak halus, tidak sensitifdan tidak kreatif. Karya bangunan
mereka kebanyakan mengambil begitu saja dari motif-motif yang sudah ada yang
dikembangkan oleh masyarakat Yunani..
COLONIA
Bagian dari bangsa Yunani. Dalam bidang arsitektur bangsa ini membawa konsep
Arsitektur yang telah berkembang di Yunani dan dibawa ke dalam budaya
membangun bangsa Romawi.
KARTAGO
Masyarakatnya dikenal sebagai nelayan. pelaut kejam, merupakan musuh bangsa
Yunani.
LATAR BELAKANG KEBUDAYAAN

Kebudayaan Romawi terbentuk berdasarkan elernen-elernen yang diambil


dari kebudayaan Yunani, kebudayaan Etruscan(engineering ability dan utiliter
architecture) dan kebudayaan Syria. Penduduk asli Romawi adalah bangsa prajurit
sejati yang suka berperang sehingga memiliki karakter yang kuat dan
lebih mencurahkan perhatiannya pada pekerjaan, negara, dewa dan juga keluarga.
Bangsa Romawi mempunyai disiplin dan ambisi yang tinggi terhadap kekayaan dan
penguasaan terhadap bangsa lain.
Beberapa hal yang dapat dibedakan atau lebih diunggulkan dengan bangsa lain yailu:

Organisasi dalam masyarakat dan negara telah terbentuk mulai dari rakyat biasa

atau prajurit hingga pimpinan yang tertinggi (kaisar).


Asimilasi budaya berasal dari gabungan kebudayaan Yunani, Etruscan dan
Syria. Namun dengan perpaduan kebudayaan tersebut muncul satu karakter atau

sifat kebudayaan baru, yaitu kebudayaan Romawi.


Hubungan dengan masyarakat pendatang sangat toleran dan bersifat terbuka,
terutama pedagang yang berasal dari sekitar kekuasaan Romawi. Selama
penduduk

pendatang

mau

mengikuti

peraturan

yang

berlaku

dan

menguntungkan bagi kepentingan kerajaan Romawi hubungan pendatang dan

pribumi sangat baik.


Bangsa Romawi memiliki satu prinsip yang sangat ambisius dalam hidup.
Pandangan mereka adalah hanya melalui prinsip kerja yang keras maka akan
menghasilkan apapun yang diinginkan. Ambisi menguasai alam dan lingkungan
akhirnyamelahirkan satu keterampilan yang dominan dalam konsep teknik dan
ruang.

LAN G GAMAR S I T E K T U R

Memanfaatkan kosa klasik Yunani sebagai motif dekorasi, bukan elemen dasar

yang mengungkap karakter ideal secara utuh.


Superimposisi (menggahungkan order kiasik yang diatur dalam posisi saling
tumpang tindih untuk satu tingkatan yang berbeda) berbagai langgam, untuk
mencapai suatu totalitas sistem yang dinamis dan bentuk simbolik yang baru.

Dinding sebagai bidang penerus, diperkuat dengan pembagian bidang, tekstur,

elemen vertikal dan horizontal.


Kontruksi busur dan lengkung untuk gugus ruang yang kompleks
Karateristik Arsitektur Romawi, yaitu:

Kemampuan dalam teknologi bangunan lebih majudari pada bangsa Yunani,

seperti dalam pembuatan saluran air dan pembuatan konstruksi busur/lengkung.


Penafsiran terhadap makna kehidupan dari segi fungsi dan sistem struktur sosial
sangat kompleks. Kondisi ini sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku, tata
cara hidup dan termasuk dalam tata bangunan. Setiap aktifitas kehidupan dalam
struktur social kemasyarakatan seringkali diperingati dengan upacara-upacara

atau pesta-pesta besar.


Konsep penataan bangunan dan landscape perkotaan dirancang secara
integratif. Perancangan bangunan selalu berorientasi kedalan skala yang lebih

luas atau dalam skala kota demikian juga sebaliknya.


Konsep perancangan menekankan pada pengertian bahwa ruang merupakan

media ekspresi arsitektural. pada skala kota dan interior.


Skala bangunan bersifat monumental atau mengutamakan kesan agung.

Ekspresi arsitekturnya terungkapkan melalui peralihan artikulasi detail.


Bentuk arsitektur mengesankan keanggunan formal yang berorientasi
birokratik, tersusun secara sistematik, praktis dan variatif dalam langgam.

K O N S E PR UAN G

Ruang merupakan konkretisasi dimensi waktu dan tindakan, bukan keabadian

atau keteraturan statis.


Ruang bersifat self-containedbukan merupakan batasan fisik belaka, karena itu

harus dibentuk, diartikulasikan dan diaktifkan.


Karakter lingkungan spatial terpadu, tidak ditentukan oleh ikatan situasi
geografis tertentu. Artikulasi ruang merupakan kontinuitas, irama, variasi,
keteraturan, dinamis,sekuens dan aksialitas.

Tipologi bangunan Yunani Kuno


1) K U I L.

Merupakan

asimilasi

yang berasal dan elemen-elemen


arsitektur

Yunani.

Beberapa

bentuk bangunan tidak berdiri


sendiri, diantaranya merupakan
gabungan

dinding

pembatas

ruang yang vertikal dengan yang


melengkung
aksial.

dan

diatursecara

Bangunan

dipersernbahkan

untuk

ini
tiga

serangkai dewa Romawi (Capitol Triad) yaitu : Jupiter, Juno dan Minerva.
Salah satu kuil yang terkenal adalah Pantheon, dibangun oleh Handrian sejak
awal abad 2 SM yang diperuntukan bagi semua dewa. Konsep ruang dalamnya
menggambarkan karakteristik Kosmik dengan model surgawi. Bangunan ini telah
menjadi puncak keberhasilan arsitektur Romawi karena Handrian telah menciptakan
fase baru dalam perkembangan teknoiogi membangun terutama nilai-nilai atau makna
yang terkandungdidalamnya.
Secara keseluruhan bangunan ini memiliki dua elemen utama yaitu:
a. Rotunda. Merupakan suatu kubah besar yang mewadahi Cellar. Diameter
atau garis tengah kubah irii sebesar 43.6 meter.
b. Portico. Merupakan suatu serambi berkolom (Colonnade) dengan
langgam elemen Carinthian Order

2) B A S I L I K A
Bangunan publik dengan sifat multi fungsi diantaranya dapat digunakan untuk
bangunan administrasi, pengadilan, bermusyawarah atau berkumpul dan tempat
interaksi sosial masyarakat kota Roma (Public Promenade). Bangunan ini ada
kemiripan dengan Stoadi Yunani.
3) B A S I L I K A

Bangunan

publik

dengan sifat multi fungsi


diantaranya dapat digunakan
untuk bangunan administrasi,
pengadilan, bermusyawarah
atau berkumpul dan tempat
interaksi sosial masyarakat
kota

Roma

(Public

Promenade). Bangunan ini


ada kemiripan dengan Stoadi Yunani.
4) T H E A T E R
Masih bersumber pada teater Yunani dengan beberapa perubahan bentuk dan
metoda strukturnya. Konsep ruangnya mengalami pergeseran orientasi yang bukan
lagi dengan setting panorama
alamiah,

tetapi

memfokuskan
pertunjukan

lebih
pada
tersebut,

akibatnya kesan ruang dalam


terasa lebih kuat terutama
dengan

membuat

tempat

duduk yang curam. Teater ini


biasanya digunakan untuk
pertunjukan sandiwara realistik yang menampilkan unsur-unsur dekor, penghapusan
orkes dan ukuran panggung yang terbatas.
5) A M P H I T E A T H E R H I P P O D R O M E C I R C U S.
Berkembang akibat popularitas olah raga atletik, lomba kereta, pertarungan
Gladiator melawan hewan buas. Bangunan ini berdiri di atas tanah yang datar dan
berhentuk ellips dengan daya tampung untuk kurang lebih 700 orang. Bentuk dinding
dengan langgam superimposisi dan bentuk arkade yang mengelilingi sisi luar bawah

bangunan. Juga terdapat struktur basement untuk kandang, jebakan dan tempat
keluarnya

para

gladiator.
6) R O M A N B A
TH
Tempat
pemandian atau kolam
yang

minp

dengan

pemandian
(mandi

Turki
panas-bilas-

mandi spaberenang di
air

dingin)

dan

digunakan juga sebagai


tempatperkumpulan
anggota klub (Social
Centre).
pemandian

Salah

satu
yang

tekenal pada waktu itu


adalah Bath of Caracalla rnenggunakan kontruksi lengkung atau kubah dan beton
untuk mencapai gugusan ruang yang kompleks, program fungsional
rumit karena banyaknya ruang yang diperlukan.
7) S P A L A T O ( P A L A C E O F D I O C L E T I A N ).
Rumah tmggal para pemimpin yang me.nampilkan karakter simetris dan
bernuansa muter kekaisaran, makna yang ditampilkan menunjukkan peran kaisar
sebagai Cosmocreator (kekuatan yang menguasai dunia). Bangunan ini dapat
dikelompokkan dalam jenis villa dan istana.

8) F O R U M
Merupakan
unit

spatial

terbuka,

yang

umumnya

berhentuk

empat

persegi panjang yang


direncanakan

untuk

kenyamanan

dan

menikmati
persepsi
vista.

urutan
visual

dan

Elemen-elemen

bangunan terdiri dan portico


yang berfungsi sebagai pemersatu heterogenitas, pengatur koinposisi aksial,
penyatuan urutan ruang dalam dan ruang luar (transition space). Salah satu contoh
tipikal forum masa awal pemerintahan republik adalah Forum Romanium.
9) V I L L A ( R O M A N C O U N T R Y H O U S E ).
Rumah berbentuk atrium (ruang yang terpusat dan pada bagian atasnya
terbuka). Merupakan sintesa dari fungsi privat dan fungsi publik. Bagian tengah
bangunan ini ditembus oleh poros longitudinal yang bergerak dan entrance ke kebun.
Contoh villa yang terkenal pada waktu itu adalah Villa Hadrian. Sedangkan
apartemen atau insulaemerupakan bangunan yang bertingkat lima dengan toilet pada
tingkat satu dan WC atau KM di tempat pemandian umum.
P E R B E D AAN AR S I T E K T U R R O M AW I D D N Y U N AN I
a. Arsitektur Yunani bagian struktur nampak jelas pada bagian kolom, sedangkan
arsitektur Romawi terjadi pemisahan bentuk dan struktur, bentuk tidak selalu
mencerminkan strukturnya, struktur hanyalah merupakan hiasan atau omamen.
Menurut Van Ramont ini merupakan penyakit arsitektur barat yaitu pemaksaan
pemisahan antara bentuk dan struktur. Kuda kuda sederhana (architrave), tiang
dan balok (post and linted) pada arsitektur Yunani, sedangkan arsitektur

Romawikonstruksi kuda-kuda lebih kompleks ditandai dengan penambahan


setengah kuda-kuda pada kedua sisi bangunan. Selain itu terdapat konstruksi
busur dan rusuk (Barrel Vault).
b. Arsitektur Romawi lebih mengutamakan fungsi (utilitarian), kontruksi bangunan
dan suasana (grandeur), sedangkan arsitektur Yunani lebih mengesankan nilainilai estetika.
c. Massa bangunan dalam arsitektur Romawi disusun secara komposit, yaitu terdiri
dari gabungan beberapa bentuk geometris atau elemen yang terpisah (contoh
bangunan pantheon yang terdiri dan dua bentuk : partico di bagian depan dan
rotunda dibagian belakang, sedangkan arsitektur Yunani tidak ada.

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR ROMAWI (300 SM-365)


Periode Hellenistik merupakan zaman klasik bagi arsitektur dan merupakan
peralihan perencanaan bangunan dari Yunani ke Romawi. Kota Romawi pada waktu
itu telah dirancang dengan gaya klasik oleh Vitruvius (arsitek). Teori dan filosofi
rancangannya dipandang menyamai masa modern pada abad ke duapuluh yang akan
datang. Sebagaimana telah dikemukakan Socrates, peradaban bisa berkembang dan
juga merosot. Begitulah yang terjadi di Roma pada waktu itu, akibat penyalahgunaan
wewenang para politikus yang korup, penyimpangan sistem demokrasi. Kota
dimanipulasi sebagai tempat tinggal pribadi atau investasi. Akibatnya muncul
pemukiman masyarakat dengan kondisi yang semakin memburuk dan mempersulit
orang untuk mendapatkan tempat tinggal. Bangsa Romawi tidak sepe.nuhnya
melaksanakan demokrasi. Hal ini terjadi pada masa raja-raja Etruscan pada tahun 500

SM hingga kekaisaran Julius Caesar pada tahun 100 SM. Bangsa Romawi selalu
mengagungkan pimpinannya bagaikan Dewa dengan kekuasaan mutlak. Secara turuntemurun kekaisaran Romawi menginginkan perluasan daerah kekuasannya sehingga
salah satu kota bekas pemerintahan Yunani, Athena menjadi pusat dunia pada waklu
itu. Konsekuensinya kota tersebut harus menerima orang asing dalam hubungan
dagang dan berusaha menetapkan hukum-hukum yang diberlakukan bagi kota
tersebut. Perkembangan ini mencapai puncaknya akibat kegiatan perdagangan yang
berlangsung di daerah tersebut. Pada abad ke-3 SM, secara cepat dapat dibangun
lebih dari 45.000 blok apartemen dan sekitar 2.000 rumah pribadi. Bangunan
bertingkat paling tinggi yang pernah dicapai setinggi 21 meter pada masa kekaisaran
Agustinus dan merupakan contoh tata wilayah pertama di abad pertama SM.
Kekaisaran Roma yang berkembang dengan sistem pemerintahan dengan kekuatan
dan kekuasaannya berhasil mencapai jumlah rakyatnya berkisar 250.000 hingga
2.000.000 penghuni tetap. Karena itu, masalah kekurangan rumah, air bersih dan
transportasi muncul. Namun demikian tidak mempengaruhi setiap kekaisaran baru
atau penggantinya untuk mendirikan monumen-monumen besar sebagai bentuk
peringatan kebesaran kekaisaran mereka sendiri. Setiap kaisar baru mendirikan forum
yang lebih besar daripada sebelumnya. Forum-forum ini berfungsi sebagai pusat
bagikehidupan politik dan perniagaan kota. Bangsa Romawi memahami pentingnya
transportasi dan masalah distribusi air bersih. Mereka mulai merencakan jaringan
jalan di seluruh kekuasaan kekaisaran yang membentang dari Spanyol, Armenia,
Inggris sampai Mesir. Jalan-jalan diperhitungkan untuk melancarkan komunikasi dan
memudahkan

transportasi

perdagangan

serta

dapat

meninjau

dan

memeliharaketertiban dalam upayanya menumpas para pemberontak.


Kolonialisasi daerah teritorial lain dilakukan atas kebijaksanaan kaisar untuk
menagkomodasi imigran ke Roma dan menetapkan status hukum serta tata tertib
bagirakyat Romawi. Untuk menunjang peraturan tersebut Romawi membangun
kawasan atau kota-kota militer di seluruh perbatasan kekaisaran. Pelaksanaan
pembangunannya pada umumnya telah mengikuti rencana induk yang disepakati
dengan cepat meskipun ada sedikit perbedaan dalam aplikasinya. Pembangunan kota

dengan pola empat persegi diperuntukkan pada kawasan bangunan pemerintahan


yang diletakkan di persimpangan jalan utama. Karena upaya ini berhasil maka
perencanaan dengan pola grid digunakan pula untuk kawasan pemukiman, terutama
apartemen besar yangbergaya atrium untuk kalangan kaya.
Kedigjayaan Romawi dengan konsep bentuk kota yang sampai sekarang
terkenal dan dipakai di kota-kota besar Amerika Serikat akhimya harus runtuh secara
bertahap akibat pertentangan yang terjadi di kalangan atas. Keputusan cenderung
apatis dan kehidupan masyarakatmenjadi hedonistik dan lamban. Kondisi demikian,
justru merupakan kelemahan suatu bangsa yang akan menarik bangsa lain
diantaranya golongan Barbar untuk menguasai kekaisaran Romawi.
Golongan ini mulai menyerang untuk pertama kalinya selama Iima abad,
Roma mempunvai musuh yang siap menyerang di tepi perbentengannya. Dalam
perkembangannya agama Nasrani turut mempengaruhi sebagian masyarakat yang
tidak menyukai kepemimpinan kaisar Romawi. Maka terjadilah peperangan antar
mazhab dan partai oposisi. Benteng-benteng bawah tanah yangdibangun para kaisar
digali dan diburu untuk bahan bangunan. Tempat-tempat publik seperti forum
dibongkar oleh massa yang bertarung. Romawi runtuh di akhir abad ke tiga.

ARSITEKTUR KRISTEN AWAL(318-800)


SEJARAH
Pada abad I Masehi kekuasaan Kerajaan Romawi mulai melemah, masalah
terbesar tertutama pada perekonomian negara dan pemberontakan suku-suku bangsa
yang dahulu telah ditaklukkan oleh bangsa Romawi. Kekaisaran Romawi akhirnya
pecah menjadi dua bagian Timur dan Barat. Romawi Timur di bawah pimpinan
Konstantin yang masih bisa mempertahankan wilayahnya. Di bagian barat berceraiberai dan menjadi jajahan suku bangsa Jerman. Pada awal abad VI Italia jatuh ke
tangan suku bangsa Ostrogoth dan Galia jatuh ke tangan suku bangsa Prancis. Suku
Wisigoth menguasai Spanyol dan suku Vandal rnenguasai wilayah Afrika Utara.
Bersamaan dengan itu suku Merowing berhasil mempersatukan semua suku bangsa
Jerman di wilayah Prancis dan membuat undang-undang dasar baru untuk wilayah

Barat, sehingga kekuatan dan kekuasaan di wilayah Laut Tengah berpindah ke Utara
dan berakhir pula kebudayaan zaman kuno.
MASA KRISTEN AWAL
Periode masa Kristen Awal di bagi menjadi tiga bagian yaitu:
a. Periode Pengejaran (0 - 325 M)
b. PeriodePengakuan (325 - 395 M)
c. Perpecahan Kerajaan Romawi (395 M)
Masa Kristen Awal terjadi pada abad pertengahan, sedangkan Perkembangan Yunani
dan Romawi terjadi pada zaman klasik.
Nilai-nilai yang terkandung pada zaman klasik diantaranya:

Penghargaan terhadap nilai-nilai fisik, nilai-nilai manusiawi dan bersifat

rasional.
Karya arsitekturnya memiliki skala manusia
Karya seni menggambarkan kehidupan manusia pada waktu itu.
Munculnya nilai-nilai demokrasi.
Menghargai nilai-nilai yang bersifat manusiawi, seperti munculnya karyakarya arsitektur yang monumental.

Pada zaman Kristen awal mulai terjadi perubahan nilai. Manusia mulai memikirkan
hal-hal yang bersifat ukhrawi atau kehidupan dunia sesudah kematian. Hal ini
setidaknya terlihat pada ciri-ciri sebagai berikut :

Manusia cenderung berintrospeksi pada diri sendiri


Karya arsitekturnya bersifat religius (tempat-tempat ibadah). Contoh tempat

pcmbabtisan, kuburan, gereja dan biara-biara.


Karya seni lebih ditonjolkan untuk kepentingan agama.

Dalam perkembangannya, akibat beberapa sumber kebenaran berasal dari para


pendeta (yang dikenal sebagai tokoh panutan, meskipun ada yang berperilaku salah),
maka sering timbul ketidakbenaran., penyalahgunaan jabatan pendeta sebagai
pemimpin umat yang ternyata digunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hal ini
mengakibatkan rasio atau akal pikiran para pendeta tidak jalan sehingga terjadi
kesenjangan komunikasi antara umat dengan para pendeta. Pola pikir yang dianut
menunjukkan kepercayaan terhadap ajaran Kristen yang dogmatik (yaitu peraturan-

peraturan yang dibuat oleh para pendeta sendiri) ini berlanjut kurang lebih selama
1000 tahun sampai dengan zaman Gotik. Pada periode ini disebut sebagai zaman
kegelapan (dark ages) dimana perkembangan kebudayaan dan peradaban di Barat
tidak berkembang.
PERIODE PENGEJARAN (0-325M)
Umat Kristiani mengalami perlakuan yang kejam dari bangsa Romawi. Rakyat
menjadi korban dan perburuan untuk mangsa binatang-binatang buas pada kekaisaran
di bawah kepemimpinan Kaisar Nero. Namun demikian kondisi ini tidak membuat
umat menjadi takut dan bertambah sedikit tetapi justru makin bertambah banyak dan
membawa pengaruh yang besar bagi penduduk terutama dari kalangan tertindas.
Umat Kristiani pada prinsipnya menolak pemujaan terhadap kaisar, menolak
kepentingan negara yang lebih diutamakan daripada kepentingan agarna, dan
menolak upacara agama negara. Prinsip yang diutamakan dalam agama adalah nilai
rohani dan lebih berintrospeksi pada diri sendiri. Sebagai aplikasi ajaran ini adalah
adanya kebutuhan terhadap ruang yang digunakan untuk upacara keagamaan seperti
kuburan korban penindasan yang diletakkan di bawah tanah (catacomb) dan tempat
berdoa atau pemujaan kepada Tuhan. Ajaran ini dilaksanakan secara sembunyisembunyi untuk menghindari kejaran pemerintah waktu itu. Slogan yang sering
dicanangkan oleh kaum Nasrani pada waktu itu adalah one god, one religion, and
one church, sedangkan slogan yang digunakan oleh kaisar Romawi adalah one
state, one ideal, and one emperor
Karya Arsitektur
Seperti dalam prinsip hidup ajaran agama ini yang lebih mengutamakan introspeksi
pada din sendiri maka banyak bangunan bawah tanah yang dibuat secara darurat dan
sederhana. Ruang berbentuk lorong yang difungsikan sebagai tempat tinggal, kuburan
dan tempat berdoa. Letak tersembunyi dengan jalan masuk rahasia agar tidak
ditemukan oleh tentara Kaisar Romawi.

Karya Seni
Gaya (simbol) memiliki kesamaan dengan karya-karya seni masa Romawi namun
subjek (isi) berbeda. Subjek dalam lukisan zaman Romawi ditampilkan dalam bentuk
pagan (berhala), sedangkan pada zaman Kristen Awal tema berupa seorang gembala
dengan domba-domba. (seorang gembala ditafsirkan sebagai nabi Isa, domba-domba
ditafsirkan sebagai umat manusia). Dalam karya seni yang lainnya terjadi perubahan
karya lukisan yang sangat signifikan dengan menghindari bentuk-bentuk alamiah
Greco Roman (denaturing).
PERIODE PENGAKUAN (325-395M)
Agama Kristen akhirnya diakui sebagai agama negara oleh kaisar Constantine,
sehingga banyak unsur-unsur Romawi yang masuk dalam agama Kristen. Karena
semakin banyak umatnya dan diakui oleh negara nilai-nilai kemanusiaan terhadap
kaum nasrani diangkat dan instrospe.ksi lebih mementingkan nilai-nilai spiritual
Kebutuhan Ruang
Kebutuhan ruang untuk tempat ibadah bersama (misa), Lempat pembabtisan dan
mousoleum (kuburan di atas tanah). Kebanyakan bangunan yang digunakan untuk
fungsi ini diambil dari ruang yang sudah ada dengan mengganti fungsinya, sehingga
bentuk yang dipakai sama seperti arsitektur Romawi namun fungsi, isi dan maknanya
berbeda. Contohnya bangunan Basilika yang pada zaman Romawi digunakan untuk
ruang pengadilan, dirubah menjadi gereja dengan menghilangkan kolom berupa
patung
dan hal-hal yang bersifat duniawi (materi) menjadi suasana tempat peribadatan yang
bersifat non materi (dematerialized).
Arsitektur
Bentuk gereja yang berasal dan Basilika dengan denah panjang berbentuk silang latin
dijadikan bentuk dasar yang akan dipakai untuk gereja selanjutnya. Tempat babtis dan
Mouseleum dengan bentuk denah bulat, segi banyak bersifat konsentnis dan lebih
mengutamakan bagian interior (introspeksi), sedangkan ruang luar tidak diperhatikan

karena tidak ada hubungannya dengan ruang dalam. Ornamen sederhana yang hanya
ditempatkan pada bagian interior seperti pada tampilan mozaik dinding dengan pola
gambar naturalis. Dinding terbuat dan bata, kuda-kuda dari kayu dan bagian atap
terbuat dari bahan genteng.
Bangunun-bangunan Kristen AwaL
Pertemuan kebaktian orang-orang Kristen mula-mula diadakan di tempat-tempat
rahasia, seperti rumah-rumah penduduk dan di lorong-lorong bawah tanah. Karya
seni, lukisan dan mosaik gaya ini berasal dan abad pertama (V dan VI), hanyak
ditemukan di lorong-lorong bawah tanah atau yang biasa disebut catacomb, yang
pada

awal

masa

Kristen

merupakan

tempat

pemakaman. Catacomb dan

bangunanbangunan lainnya kebanyakan dibangun di luar perbatasan kota karena


faktor keamanan dan harga tanah.
Akibat perkembangan umat Kristiani yang terus bertambah maka kebutuhan ruang
ibadah semakin besar. Sejak itu dibangun tempat peribadatan di seluruh wilayah
kekaisaran Romawi berupa gereja-gereja kuno. Pada pertengahan (abad ke-3) sudah
ada lebih dari 40 buah rurnah ibadah di Roma. Pada awalnya gereja mempunyai
aturan yang berbeda dibandingkan dengan kuil hedonisme zaman Romawi. Gereja
merupakan tempat pertemuan para pengikut Kristen. Bagian dalam bangunan yang
diletakkan secara terpisah, terdapat ruang yang disucikan dan dipercaya sebagai
tempat bersemayam Tuhan yang tidak kelihatan. Umat memuja dan berdoa melalui
perantara pendeta atau imam. Karenanya letak altar dan pendeta harus berhadapan
dengan umat, maka bentuk gereja membutuhkan denah memanjang, seperti bangunan
Basilika zaman Romawi. Pendapat mengenai pengaruh masa kuno terhadap Basilika
Kristen masih beragam. Salah satu hipotesis yang mengungkapkan bahwa bangunan
Basilika Kristen dibuat berdasarkan Basilika Romawi yang juga berfungsi sebagai
tempat pertemuan. Namun ada juga yang mengatakan, bahwa prinsip dasar Basilika
Kristen adalah rumah tinggal gaya Romawi yang memiliki atrium di bagian
tengahnya dan dikombinasikan dengan gaya susunan gedung pertemuan (basilika).

CIRI-CIRI

temboknya tebal, bangunannya tidak terlalu tinggi, atapnya melengkung


membentuk kubah setengah lingkaran, ruang-ruangnya gelap dan pada
dindingnya

ada

sedikit

Ukiran itu berupa gambargambar binatang, gambar


dedaunan, malaikat dano

rang-orangsuci.
ukiran gaya fresco yang

sanga tsederhana.
Pilar-pilarnyasangatbesar.
Bentuk-bentuk denahnya
sangat terikat oleh dalildalil yang sistematik, yaitu bentuk simetris, jelas dan teratur dengan teknik

konstruksi yang bersahaja.


arsitektur ditangani dengan menggunakan daya nalar atau pikiran yang
rasional.

PENGARUH ARSITEKTUR ROMA


Padamasaitu, dunia keagamaan berkembang dengan pesat, terutama agama
Kristen, sehingga pengaruh otorita seorang pemimpin gerejas angat kuat. Bersamaan
dengan itu adalah tumbuhnya dan berseminya benih-benih ambisius dari ilmu untuk
men-jajarkan diri dengan agama, yang pada saatnya nanti, akan menggantikan agama
dalam perannya sebagaipenguasa semesta dan penguasamanusia.

Pemerintahan

dengan

sistem kerajaan mulai digunakan,


sehingga

tercermin

dalam

bangunan-bangunan istana dan


benteng dengan bentuk klasik.
Perhatikan,

disini

kerajaan

dipimpin oleh dua kekuasaanya


kni pertama adalah kekuasaan
raja

danyang

kedua

adalah

kekuasaan pemimin agama. Konflik dan perebutan kekuasaan antara raja dan agama
yang mewarnai berjalannya jaman ini, kemudian diperramai lagi dengan munculnya
kekuasaan baru yakni ilmu dan pengetahaun. Dengan demikian, dijaman itu dapat
kita saksikan sosok perorangan yang ilmuwan, seniman dan sekaligus orang yang
religius seperti Leonardo daVinci; namun disisi lain dapat pula disaksikan martir
dalam keyakinan terhadap ilmu dan pengetahuannya, seperti Galileo Galilei serta
pengaruh kuat gaya arsitektur romawi.
Abad18, pengaruh-pengaruhdari Romawi yang banyak diikuti, padahal
melalui Vitruvius beberapa pengetahuan baru dari Yunani telah dikenalkan pada
arsitek pada masa itu
ArsitekturRoma
Penggunaan pada penggunaan
beton

memudahkan

pembangunan

saluran

sepanjang
yang

sangat

air

wilayahkerajaan,
bagus

seperti

Aqueduct Segovia dan sebelas


saluran air di Roma, seperti
AnioNovus dan Aqua Claudia.
Pengizinan konstruksi langitlangit kubah yang melengkung dan memungkinkan menutupi ruang terbuka seperti

pemandian umum danbasilika. Orang-Orang Roma mendasarkan banyak bangunan


arsitektur mereka pada bentuk kubah, seperti Hadrian's Pantheon di kota Roma, dan
Pemandian di Diocletian

sejarawan seni seperti Gottfried

Richter

arsitektur inovasi roma dari Triumphal

pada abad ke
Arch

dikenali sebagai

dan bias kita lihat dari bagaimana

symbol dari bumi diubah dan dimanfaatkan didala


Kerajaan Romawidari Barat

20

basilica Kristen

hamper tidak berguna lagi.

ketika

Bangunan lengkung

menyajikan altar untuk menandakan kemenangan dari Kristus dan kehidupan setelah.
Bangunan lengkung juga terdapa
t pada saluran air
mengesankan

yang
mereka yang

lihat bahwa bangunan lengkung


Berjaya pada zaman itu, terutama
karena banyak
nyawa orang terselamatkan conto
h, seperti Pont du Gard, saluran
air

pada Segovia

dan sisa

Aqueducts dari Roma sendiri. Perjuangan mereka adalah kesaksian bagi apa yang
mereka desain dan bahan-bahan yang mereka gunakan.
MUSEUM VATIKAN
Museum Vatikan kerap disebut sebagai museum terbesar didunia. Museum yang
terdiri atas 22 museum kecil itu panjang keseluruhannya mencapai 1,8 km.Di tempat
ini pula dilakukan pemilihan Paus. Tiga kali mengunjungi Roma, tahun1 995, 1997,
dan terakhir Oktober2000. Museum Vatikan terletak di Vatican City, yang sejak 1929
resmi menjadi negara berdaulat. Vatikan sendiri bisa disebut sebagai satu daril ima
kawasan di Roma, yang membuatnya populer sebagai salah satu kota yang sanggup
mempertahankan warisan pusat peradaban tertua dunia. Empat kawasan lainnya

adalah

pusatkota(yang

memiliki

tradisi

sebagai pusat pemerintahan Roma sejak


zaman monarki), ancient Roma (kota tua,
lokasig

edung-gedung

bersejarah

peninggalanI mperium Romawi), kawasan


monumental (tempat banyak berdiri bangunan
bercitarasa

seni

tinggi,

diluar

gedung

pemerintahan) serta kawasan basilica (lokasi


sejumlah basilika terkenal, seperti Santa
Maria Maggiore, San Pietro, San Giovanni).

Eksterior
Bagian luarnya tidak dihiasi dengan hiasan-hiasan
arsitektur atau dekoratif seperti yang biasanya ada
dibanyak gereja-gereja zaman Abad Pertengahan
tidak memiliki facade bagian luar ataupun pintu
gerbang yang dapat digunakan untuk prosesi arakarakan karena jalan masuk selalu lewat ruangruang dalam dilingkungan Istana Kepausan.
Ruangan dalamnya dibagi menjadi tiga lantai
dengan bagian paling bawahnya berukuran sangat
luas dan ditopang oleh ruang bawah tanah
berbentuk setengah lingkaran yang sangat kokoh, dilengkapi juga dengan beberapa
jendela dan sebuah pintu untuk menuju kehalaman luar.
Bagian atasnya adalah ruangan utama, yakni Kapel itu sendiri, dengan ukuran
dalamnya adalah panjang 40,9 meter (134 kaki) dan lebar13,4 meter (44 kaki) sesuai
dengan ukuran Kuil Solomon seperti yang ada didalam Perjanjian Lama. Langitlangit yang melengkung berbentuk kubah memiliki ketinggian20,7 meter (68 kaki)

dari lantai. Bangunan ini memiliki enam jendela berbentuk melengkung dikedua
sisinya dan dua jendela dengan bentuk yang sama dibagian depan dan belakangnya.
Di atas langit-langit yang melengkung terdapat lantai tiga bangunan dengan kamarkamar untuk para penjaga. Di lantai ini dibangun jalan terbuka yang mengelilingi
bangunan yang ditopang oleh sirip-sirip fondasi yang muncul menggantung dari
tembok. Jalan terbuka ini telah dilindungi dengan atap karena kerap kali menjadi
sumber masuknya air
INTERIOR
Seperti juga kebanyakan bangunan yang diukur secarai nternal, ukuran pastinya sulit
untuk didapatkan. Namun, perbandingan umum dari ukuran ini dapat diperkirakan
dengan cukup akurat.
Panjang bangunan ini adalah ukuran dasarnya, dibagi tiga untuk memperoleh ukuran
lebar bangunan dan dibagi dua untuk memperoleh ukuran tinggi bangunan. Sehingga
terciptalah rasio 6:2:3 untuk panjang, lebar dan tinggi bangunan.
Dengan

menggunakan

rasiot

ersebut,

terdapat enam jendela ditiap sisi bangunan


dan dua jendela dibagian depan dan
belakang bangunan. Selembar penyekat
yang

memisahkan

kapel

sebenarnya

diletakkan tepat ditengah-tengah antara


dinding altar dan pintu masuk, namun hal
ini telah berubah. Ukuran perbandingan
yang jelas merupakan ciri khas dan
mencerminkan
ketertarikan

berkembangnya
terhadap

warisan

klasik

Romawi.
Langit-langit berbentuk kubah seperti tong yang dipipihkan, yang tergantung dari
sebuah jalur yang mengitari tembok-tembok pada ketinggian yang sama dengan
lengkungan jendela. Kubah ini dipisah-pisahkan menjadi kubah-kubah kecil diatas

tiap jendela, yang membagi kubah tersebut dibagian terbawahnya menjadi sebuah
susunan sanggahan kubah(pendentive) yang besar yang seakan-akan muncul dari
tiang tembok(pilaster) yang sempit diantara jendela-jendelanya. Kubah kapel ini
sebenarnya di cat warna biru cerah dan dihiasi dengan bintang-bintang emas, sesuai
dengan rancangan.
Dekorasi
Lukisan-lukisan dekorasi terdiri atas lukisan-lukisan dinding dan rangkaian
permadani. Semuanya adalah hasil karya dari berbagai seniman yang berbeda dan
merupakan

bagian

dari

beberapa

penugasan

yang

berbeda

dari

pihak

Vatikan(beberapa diantaranya bahkan bertentangan antara satu denganl ainnya).


Dinding-dinding
menjadi

tiga

kapel
tingkatan.

dibagi
Bagian

bawahnya dihiasi dengan gantungangantungan dinding yang penuh hiasan


yang terbuat dari perak dan emas.
Bagian

tengahnya

rangkaianl

ukisan

memiliki
yang

dua
saling

mendukung satu dengan lainnya,


yakni

lukisan-lukisan

tentang

Kehidupan Nabi Musa dan Kehidupan Yesus Kristus. Lukisan-lukisan


ini ditugaskan ditahun 1480 oleh Paus Sixtus IV kepada Ghirlandaio, Botticelli,
Perugino dan Cosimo Roselli beserta semua fasilitas kerja mereka. Bagian atasnya
dibagi menjadi dua zona. Pada bagian bawah jendela terdapat galeri lukisan para Sri
Paus yang dikerjakan bersamaan dengan lukisan-lukisan Kehidupan tersebut diatas.
Di sekitar bagian atas jendela yang berbentuk lengkungan-area yang dikenal dengan
nama lunette-dilukiskan para nenek moyang Yesus Kristus, yang dilukis oleh
Michelangelo sebagai bagian dariskemalukisannya dilangit-langit
LUKISAN DINDING

Lukisan-lukisan dinding dikerjakan oleh para


pelukis-pelukis terkenal diabad ke-15: Pietro
Perugino,

Sandro

Botticelli,

Domenico

Ghirlandaio, Cosimo Rosselli, Luca Signorelli


dan orang-orang ditempat-tempat kerja mereka,
termasuk Pinturicchio, Pierodi Cosimo dan
Bartolomeodella

Gatta.

Tema-tema

yang

diambil adalah tema-tema sejarah religius,


dipilih dan dibagi kedalam konsep sejarah
dunia di Abad Pertengahan: sebelum Sepuluh
Perintah Allah diberikan kepada NabiMusa,
masa antara Nabi Musa dan kelahiran Yesus Kristus, dan era Kristen setelahnya.
Karya-karya ini untuk menekankan kesinambungan antara kitab Perjanjian Lama dan
kitab Perjanjian Baru, atau transisi dari hukum Nabi Musa kedalam agama Kristen.
Dinding-dinding di lukis dalam sebuah periode yang telatif cukup singkat, Jalur cerita
lukisan disusun berbentuk sebuah rangkaian diambil dari cerita-cerita kitab Perjanjian
Lama (Kehidupan Nabi Musa) dan kitab Perjanjian Baru(KehidupanYesus Kristus).

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR BYZANTIUM (330-1453)

Sosial Masyarakat
Bizantium adalah

pewaris

langsung

kekaisaran

terakhir Romawi dan

merupakan bangsa Kristen yang pertama. Orang Bizantium mensistemasikan


hukum Romawi dan senatnya juga mencontoh pola senat Romawi, namun masih

didukung oleh kaum Biara dan mencari nasehat dibidang politik pada kaum Mistikus.
Tiga aspek kehidupan orang Bizantium yang menonjol adalah keagamaan, intrik
kerajaan

dan

sirkus-sirkus

popular

yang

spektakuler

(sulap).

Kehidupan kota dipusatkan disekeliling 3 bangunan penting yaitu kelompok gedung


Hypodrom, Istana suci kekaisaran dan Gereja Hagia Sophia, dimana ke 3 bangunan
ini mewakili 3 unsur dunia Bizantiumyaitu rakyat, kekuasaan kaisar dan agama.
Ketiga gedung ini terletak serasi berdekatan serta dihubungkan oleh Mese atau jalan
tengah, yaitu suatu jalan yangs selalu dipakai untuk upacara kenegaraan dan
keagamaan (jalan protocol menuju ke bangunan penting).
Cri - Ciri Arsitektur Byzantium
a. Konstruksi Bangunan
Denah:
Segi empat polygonal, yang ditutup
dengan atap kubah dan kubah kecil
mengelilingi kubah utama, sehingga

bentuknya memusat serta simetris.


sayap pendek yang sama pasa setiap
sisinya, mengambi bentuk cross.

b. Dinding

Memakai bahan bata,dan dibagian


dalam

(interiornya)

dilapisi

dengan mosaic yang terbuat dari


pualam

warna-warni

yang

menggambarkan ajarannya
c. Bukaan pintu dan jendela
Busur seperdua lingkaran dipakai
untuk menunjang gallery bukaan

pada pintu dan jendela


Jendela-jendela kecil

seperdua

linkaran mengelilingi dasar kubah

d.

Atap
Metode pembuatan atap dari bahan batu ataupun beton
Kubah dibentuk dengan type simplebiasa seperdua linkaran
Kubah belwah majemuk

e. Kolom
Kolom-kolom kostruktif, dengan kepala tiang bergaya korintia dan komposit
f. Sky Line

Secara

keselurhan

pandangan,

gereja

iztium

merupakan kelompok banyak


kubah

yang

mengelilingi

kubah utama seca simetris,


sehingga berkesan vertical

Contoh banguan perkembangan arsitektur Byzantium

Neo-Klasik/Elektik (abad XVIII-XIX)


Eklektik artinya memilih terbaik dari yang sudah ada sebelumnya. Arsitektur
Eklektisme adalah aliran memilih, memadukan unsur-unsur atau gaya ke dalam
bentuk tersendiri. Arsitek, pemilik bangunan atau keduanya bersama memilih secara
bebas, gaya-gaya atau bentuk-bentuk paling cocok dan pantas menurut selera dan
status sosio-ekonomi mereka.
Arsitektur modern perkembangnnya dimulai dengan Eklektisme, selain karena
kejenuhan pola klasik lama juga karena semakin banyak pilihan untuk digabungkan
atau diulang tetapi da-lam pola, konsep, bentuk baru. Pada abad XIX bentuk,
langgam, konstruksi dan bahan-bahan ba-ngunan dalam arsitektur semakin
berkembang bervariasi sehingga pilihan pun semakin banyak.
Dalam sejarah perkembangan arsitektur, istilah Eklektisme dipakai untuk menandai
ge-jala pemilihan atau pencampuran gaya-gaya pada abad XIX masa berakhirnya
Klasikisme, masa awal Modernisme dan bukan pencampuran mau pun perkembangan
pada masa sebelumnya.
Eklektisme

menandai

perkembangan

arsitektur

abad

XIX,

dengan

ketidakpastian lang-gam. Pencampuran bentuk menghasilkan langgam tersendiri,


memperlihatkan adanya pola pikir akademis, tetapi dalam bentuk yang masih
konservatif. Fungsi bangunan disesuaikan dengan tun-tutan kebutuhan yang lebih
banyak dibandingkan dengan masa sebelumnya, seperti misalnya balai kota; opera;
pavilliun; museum; dan lain-lainnya.
Arsitektur Eklektikisme pada awal abad XIX mengandung rasa sentimen dan
nostalgia pada keindahan langgam masa lampau. Mengulang keindahan unasur-unsur
kla-sik dan dipadukan atau diterapkan secara utuh. Pengulangan kembali secara utuh
kadang-kadang disebut Neo-Klasik.
Contoh-contoh Bangunan dan Ciri bangunan Eklektik:

British Museum London (1823-1846); Sir Robert Smirke

Pada bagian depan atau pinti masuk terdapat portico mendukung sebuah pedimen
bergaya Romawi dengan kolom-kolom ionic octastyle, menerus berderet hingga
sayap kanan dan kirinya.

Albert Memorial (1863-1872); London; Sir George Gilbert Scott


Patung duduk Pangeran Albert sebagai bagian utama monumen; diatas sebuah
ketinggian pedestal (landasan berbentuk segi empat terbuat dari granit dan
marmer, penuh dengan relief); berada dibawah sebuah ciborium (cungkup
dengan empat buah kolom bentuk Romawi).

House of Parliament (1795-1860);London; Sir Charles Barry

ARSITEKTUR MODERN MULA (AKHIR ABAD XIX-1910-AN)


Dalam kurun waktu 1880-1890 terjadi semacam revolusi industri kedua dalam
bentuk rasionalisasi dan penggunaan mesin secara besar-besaran. Timbulnya sistem
fabrikasi dimana sebagian besar unsur bangunan di buat di pabrik, penggunaan
mesin-mesin, teknologi baja tuang dan sebagainya, memungkinkan pembangunan
hanya dalam waktu relatif singkat. Terjadinya spesialisasi dan terpisahnya dua
keahlian: arsitek dalam hal bentuk, ruang dan fungsi di satu pihak dan keahlian
konstruksi dan struktur dalam hal perhitungan dan pelaksanaan bangunan di lain
pihak.
Dalam masa modernisasi awal teori-teori keindahan khususnya dalam arsitektur oleh
Pugin, Ruskin, Moris, dan lain-lain berkembang secara lebih radikal menentang
Classicissm,

sebaliknya

menekankan

pada fungsionalisme dan purisme atau

kemurnian.
Pertentanganpertentangan dalam dunia arsitektur tersebut dapat dikatakan sebagai
berikut :
1. arsitektur sebagai art vs arsitektur sebagai science
2. arsitektur sebagai form vs arsitektur sebagai space
3. arsitektur sebagai craft vs arsitektur sebagai assembly
4. arsitektur sebagai karya manual vs arsitektur sebagai karya machinal
Ciri Umum dari gaya arsitektur yang melanda dunia pada akhir abad XIX dan
awal abad XX ini adalah asimetris, kubis, atau semua sisi (depan samping dan
belakang) dalam komposisi dan kesatuan bentuk, elemen bangunan jendela, dinding,
atap, dan lain-lain menyatu dalam komposisi bangunan.
Selain itu hanya terdapat sedikit atau tanpa ornamen pada bangunan. Hal ini
memper-lihatkan dengan jelas sebagai perlawanan arah dari arsitektur klasik dan
juga sangat berbeda dengan Modern-Eklektik, di mana ornamen, elemen-elemen
bangunan (pondasi, kolom, atap, jendela, dinding, dan lain-lain) yang terlihat jelas
sebagai unsur tersendiri satu dengan lain lepas, tidak dalam kesatuan.

Pada masa ini muncul berbagai macam pergerakan yaitu antara lain: Art and
Craft, Art Nouveau, Ekspresionisme, Bauhaus, Amsterdam School, Rotterdam
School,dan yang lainnya.
Ciri dan Bentuk Bangunan Arsitektur Modern Awal

Post Savings Bank Office (1904-1906), Wina, Otto Wagner


Merupakan bangunan Free Renaissance (bebas dalam mengolah namun masih
terli-hat cirinya). Bagian-bagian sudah mulai menya-tu dalam komposisi,
misalnya antara dinding, pintu, dan jen-dela. Merupakan gedung pertama di Wina
yang menggunakan aluminium dan beton bertulang. Hall utama beratap kaca dua
lapis (yang atas sebagai atap berbentuk pelana dan di bawah-nya berfungsi
sebagai plafond melengkung pada bagian ping-girnya). Sistem atap ini
menggantung pada dinding-dinding yang mengelilingi hall tersebut

La Majolikahaus (1898-1899), Wina, Otto Wagner


Bangunan

bersejarah

yang

menandai mulainya Arsitektur


Modern

Rasionalis

Nouveau.
berupa

Bagian

bidang

dan Art
depannya

datar

seperti

dekor dengan deretan mono-ton


vertikal horizontal jendela dan
pintu pada bagian bawah. Kesan
simetris diperkuat dengan adanya balkon di kanan-kiri. Adaptasi dan
pemanfaatan hasil industri ter-lihat pada penggunaan baja rangka atap, balustrade
pada lantai 2 & 3 juga bergaya Art Nouveau. Penggunaan keramik sebagai
pelapis dinding dengan oranamen Art Nouveau, berupa penyerdehanaan bentuk
floral. Berlatar belakang kekuning-kuningan hiasan tersebut terlihat kontras dan
mencolok.

Casa Batllo (1904-1906); Barcelona; Antonio Gaudi

Modernisasi Gothik terlihat pada menara-menara runcing. Tetapi, dalam langgam


ArtNouveau ini, di bagian depan bangunan dibuat penonjolan-penonjolan balkon
berbentuk plastis lengkung-lengkung seperti batu karang. Pintu-jendela kaca
lantai dasar, dua, dan tiga mirip seperti gua dan kolom-kolom berbentuk silindris
seperti

batang

pohon

di

hutan

(ber-wujud

suatu

bentukan

yang

berkesan metaphoric). Konsep bangun-annya berwarna-warni hingga seperti


lukisan.

Casa Mila Apartment (1906-1910), Barcelona, Antonio Gaudi


Bentuknya seperti lahar meleleh dan mem-berikan kesan seperti formasi tebing
karang terkikis oleh angin dan air. Art Nouveau diterapkan dalam balustrade,
teralis, pintu, dan lainnya. Merupakn bentuk kreasi yang sama sekali baru,
dikatakan istimewa dan juga aneh. Bentuk teralis besi, beton cetak berbentuk
sangat plastis melengkung, silindris.

Sagrada Familia (1883-1926); Barcelona; Antonio Gaudi


Sebuah Gereja dengan Modernisasi Arsitektur Gothik dalam bentuk lebih rumit,
lebih besar dengan lebih 12 menara. Permukaan dinding tidak ada yang rata,
semuanya dihias dengan patung, relief, atau bentuk Art Nouveau lainnya. Art
Nouveau ala Gaudi, ornamen-ornamennya dibuat dengan di cor atau dicetak
dengan beton. Pengembangan bentuk klasik dalam konsep kejujuran,
kemurnian terlihat pada bangunan-bangunannya yang tidak diperhalus lebih
lanjut baik dinding dari bata, batu mau pun sistem beton exposed setelah
cetakannya dibuka.
Sistem konstruksi (kolom, lengkungan, bidang parabolic/hiperbolik, bentangan
lebar,dll) menuntu adanya ketepatan dan perhitungan teknik struktur yang
kompleks dan rumit, bagian dari teknologi modern.

Auditorium Building (1887-1890), Chicago, Louis Henry Sullivan


Gedung ini merupakan Landmark kota Chicago, menyatukan kegiatan komersial
dan kesenian dalam satu atap.

Memadukan konfigurasi persegi-empat (rectangular) segi empat yg banyak dipakai pada masa itu, dengan pelengkung Ro-manesque dan Queen Anne, menara
kecil berpuncak runcing, atap Chateausqe dan dormers. Dinding luar dan lantai
bawah terlihat sebagai susunan batu berkesan ko-koh, dengan deretan jendela
seperti pada bangunan bergayaRenaissance. Pintu masuk menuju hall utama
dan theatre terdiri dari tiga pintu besar berpelengkung di atasnya. Diatasnya
terdapat kolom-kolom silindris bergaya Dorik dari lantai 2-5 menyangga
pelengkung-pelengkung Romanesque.

Hotel Tassel (1892-1893), Brussel, Victor Horta


Menyatunya elemen konstruksi dengan dekorasi terlihat pada tiang, balustrade
(terbuat dari tembaga). Ornamen dilukis pada dinding dengan corak Art
Nouveau. Atap di atas menggunakan kaca, dihias dengan warna kekuningkuningan serasi dengan warna sekitarnya. Perabot, interior rumah ini bentuk dan
karakternya menyatu seirama mengikuti bagian-bagian lainnya. Balok dan kusen
pintu-jendela semuanya bergaya Art Nouveau selaras menyatu dengan elemenelemen konstruksi.

Amsterdam Exchange (1896-1903), Belanda, Hendrik Petrus Berlage

Permukaan
tanpa

dindingnya

penon-jolan

rata

elemen

bangunan maupun hiasan. Pada


permukaan

dinding

rata

tersebut terdapat lubang-lubang


pintu, jendela, ventilasi tersusun

dalam

irama

tidak

monoton dan tidak simetris.


Menara yg lebih tinggi dari
atap bangunan pada sudutnya, menjadikan pan-dangan depan dan samping
menjadi tidak simetris. Masuk utama melalui tiga buah pintu bagian atasnya
melengkung seperti pada bangunan Roma-nika.Di atas pintu masuk terdapat
deretan jendela kaca tersu-sun horizontal vertikal membentuk suatu bidang
bermotif kotak-kotak. Ruang utama-nya beratap setengah lingkaran berkerangka
baja beratap kaca. Di bagian dalam kons-truksi dinding sama dengan di luar,
yaitu menggunakan bata merah tidak diplester.
Konsep baru menandai modernisasi dalam arsitektur ditemui dalam sistem rangka
atap, kesederhanaan bentuk dan kreatifitasnya. Susunan kuda-kuda baja selain
berfungsi sebagai struk-tur, bagian-bagiannya termasuk kabel-kabel penahan gaya
tarik menjadi unsur dekoratif ruang yang selaras dengan bagian bangunan lainnya.
Detail otentiknya memancarkan karakter kuno dari kebangkitan kembali Gothic pada
masa itu. Penampilannya dapat memberikan kesan formal meskipun kompleks
gedung ini tidak sepenuhnya simetris, dan adanya menara-menara menjulang ke atas
pada bagian dalam kompleks yang letaknya beraturan. Pada bagian atas keempat sisi
sebuah menara yang lainnya terdapat jam besar, diberi nama Big Ben, menjadi
pertanda kota London.

Roman Chatolic Cathedral British Museum London (1894-1903); J. F. Bentley


Memakai konsep arsitektur Byzantium, ditandai dengan sebuah menara
menjulang tinggi di bagian depan kiri dengan atap kubah. Tiga buah kubah
berderet dari depan ke belakang meng-atapi nave (ruang umat yang cukup luas).

Sebuah kubah agak kecil dan ramping, menutup sanctuary (bag.gereja dimana
terdapat altar). Dibelakangnya terdapat apse(ruang melengkung setengahlingkaran di belakang altar) untuk paduan suara.

Fitzwilliam Museum (1837-1847); Cambridge; George Basevi


Bercorak Korinthian, dengan kolom-kolom langsing berkepala penuh ukiran,
menyangga pedimen penuh ukiran pula, diadaptasikan dalam bentuk portico
raksasa jauh lebih besar dari aslinya. Pada ujung kiri-kanan terdapat
penonjolan dengan kolom-kolom pada sudutnya mem-bentuk pandangan depan
simetris, dalam hal ini ciri Barok lebih dominan.

S. Georges Hall (1840-1854);Liverpool; Harvey Lonsdale Elmes


Bangunan Neo-Klasik dengan interior ruang konser berbentuk elips, dikelilingi
oleh balkon disangga oleh deretan caryatid (kolom berbentuk patung manusia).
Aspek klasik dalam hal ini adalah Yunani, Romawi dengan sumbu melintang
membujur yang sangat kuat, sehingga membentuk bangunan simetris dan
membuatnya berkesan megah.

La Fontaine Saint Micahel Paris (1856-1860); Perancis; Gabriel Davioud


Monumen berbentuk air mancur, sebagai pengakhiran sebuah deretan apartemen.
Hasil kolaborasi arsitek dan pematung, mengambil bentuk pelengkung dan tiangtiang dari berbagai monumen di Itali. Patung dan hiasan lebih menonjol dari
unsur arsitektural lainnya. Bagian utama monumen berupa patung terletak di
bawah pelengkung, sebagai simbol kemenangan Santo Michael. Di atas terdapat
pedimen berbentuk kombinasi antara segi empat dan pelengkung-pelengkung.

Opera de Paris (1861-1874); Jean Louis Charles Garnier


Banyak dipengaruhi oleh prinsip Beaux-Arts, khususnya dalam pengambilan
unsure-unsur Renaisans dan Barok. Terlihat pada ornamen dan bentuk dekorasi
yang bermodel klasik Barok hampir memenuhi semua bagian bangunan; juga
pada denahnya yang simetris diperkuat oleh sumbu-sumbu apabila ditarik garis
diantara ruang-ruangnya.

Arc de Triomphe de LEtoile


Paris

(1806-1836); Jean

Franqois Therese Chalgrin


Monumen yang pada dindingdindingnya penuh dengan relief
dan patung.
Pada keempat kakinya terdapat
tangga untuk naik kelantai yang
berada di atas pelengkung, saat ini digunakan untuk museum. Menggambarkan
kemenangan dan kejadian penting dalam masa pemerintahan Napoleon.

Gereja Katolik Madelaine (1807-1842); Pierre Vignon


Merupakan contoh representatif dari arsitektur Eklektik. Mengambil gaya kuil
antik Romawi berciri Korinthian, octastyle, dan peripteral sebagaimana terlihat
pada kolom-kolom, kepala-tiang, dan pedimen penuh dengan hiasan dan patung.

Mausoleum

untuk

Queen

Louise(1810);Schloss

Charlottenburg; Karl

Friedrich Schinkel
Berlanggam arsitektur yang berbentuk kuil Yunani dari order Dorik, dalam hal ini
terdapat pedimen (konstruksi segi tiga disangga oleh kolom-kol0m) ganda yang
satu di atas lainnya.

Schausspielhaus (1819-1821); Berlin; Karl Friedrich Schinkel


Pengaruh aspek Yunani terlihat pada ketegasan bentuk geometrik,
segitiga, balok, segi-empat, dan pada denahnya. Portico atau bagian depan untuk
pintu masuk bercorak Yunani-Ionikhexastyle (berkolom 6). Identik dengan
mauseloum untuk Ratu Louise di atas pedimen dari portico terdapat sebuah lagi
lebih besar, elemen paling dominan dari bangunan. Entablaturesemacam kolom
melintang antara kolom dengan pedimen menerus sekeliling bagian atas dindingdinding luar. Unsur Renaisans terdapat pada bag. Bawah dari sayap kiri dan
kanan pada bangunan simetris ini, berupa konstruksi berkesan kokoh dengan
garis-garis horizontal dan deretan jendela yang monoton.

Jefferson Memorial (1934-1943); Amerika Serikat; John Russel Pope


Identik dengan Pantheon Roma dengan portico berkolom Dorik delapan buah
menyangga

sebuah

pedimen.

Portico

ini

menempel

pada

sebuah

rotunda (ruangan berdenah lingkaran) dikelilingi oleh kolom Dorik. Ditengah


rotunda terdapat patung Thomas Jefferson menghadap ke Tidal Basin.
Kemegahan memorial ini selain dibentuk oleh arsitekturnya sendiri, lokasinya
yang luas terbuka juga oleh ketinggian letaknya dengan tangga selebar portico.

ARSITEKTUR GOTIK (ABAD XII-XVI)

Sosial Masyarakat
Kondisi sosial masyarakat masih sama dengan kondisi pada aliran Romanika.
Masyarakat saling bersaing mendirikan gereja/ Katedral di tiap kota, dengan kesan
yang

tinggi

(Vertikal).

Nama Gothik

sebenarnya

merupakan

ejekan

yang

dihubungkan dengan orang-orang Goth yang merupakan masyarakat barbar. Sebutan

ini dipergunakan oleh orang Renaissance untuk meremehkan kegagalan ahli


bangunan Gotik dalam mengikuti mutu klasik zaman Yunani dan Romawi (semula
perkembangan kebudayaan dianggap dari Itali seluruhnya: kota-kota Firenze,
Venesia, sedangkan yang dari luar diremehkan. Gotik mulai perkembangannya di
daerah Perancis).
Karakteristik Gaya Gothic
a. Menara (Tower)
Menara berfungsi

sebagai

pertanda bahwa bangunan itu


adalah bangunan peribadatan di

dalam gereja
Menara yang menjulang tinggi
tersebut

juga

mempunyai

fungsi sebagai tempat lonceng


yang di letakkan di atas menara
tersebut.

b. Struktur Bangunan Tinggi

Umumya memiliki tinggi yang jauh


melebihi skala manusia, karenanya
pada masa itu Katedral atau biara
gothic menjadi bangunan pencakar
langit bila dibandingkan bangunan
sekelilingnya.

c. Struktur Atap Flaying Buttress

Ciri terpenting pada bangunan bergaya gothic adalah sistem struktur atap
yang berbantuk flying buttress, yaitu balok miring yang melayang dan
menyalurkan beban ke atap, memperkuat bangunan sekaligus juga sebagai
estetika.

d. LangitLangit Berbentuk
Busur Meruncing

Langit-langit

bangunan

gothic berbentuk busur


yang
dikarenakan

meruncing
keinginan

untuk menciptakan atap


meruncing
arsitektur
Eropa.

sebagai
vernacular

e. Pemakaian Bentuk Rib V Aults

Pembeda arsitektur gothic dengan periode sebelumnya yaitu sistem struktur


kolomn dan langit-langit
tidak terpisah.

Kolom disini digabung


yang menyerupai ranting
pohon dan selanjutnya
berkembang

menjadi

mirip kipas.

f. Ukuran Diameter Kolom Besar

Ukuran kolom yang besar disebabkan karena merupakan gabungan dari


kolomkolom kecil sehingga terlihat besar yang langsung menopang rusukrusuk.

Jajaran kolom yang tersusun dengan pola grid merupakan struktur kolom
utama bangunan gothic.

g. Bukaan-Bukaan Yang Lebar


Langit-langit

yang

tinggi dan jendela kaca


yang

besar

menyebabkan
alami
ruangan

cahaya

menyelimuti
sehingga

interior terlihat terang


benderang.

h. Jendela Bunga (Rose Window)

Utamanya gereja dan katedral, umumnya dihiasi ornamen dan simbolsimbol


religius yang berisi pesan/ajaran bagi umat/jamaah.

Misalnya

patung

orang suci dst.

i. Kaca P Atri

Lukisan
dalam

kaca

patri
umumnya

menggambarkan peristiwa atau pesan-pesan simbolik.

j. Ornamen Religious

Utamanya gereja dan katedral,

umumnya dihiasi ornamen dan simbol-

simbol religius yang berisi pesan/ajaran bagi umat/jamaah.misalnya patung


orang sucidst.

FUNGSIONALISME

Perkembangan arsitektur modern funsionalisme diwarnai dengan anti pada


pengulanagn bentuk-bentuk lama dengan teknologi baru (beron bertulan, baja). Dan
pada awal abad XX terjdi perubahan besar, radikal, cepat, revolusioner dalam pola
piker.
Dalam pandangan arsitektur modern (9910-1940-an, terjadi perubahan dalam
pola dan konsep bangunan. Oleh karena itu, aliran ini disebut sebagai Funsionalisme
atau Rasionalisme (berdasarkan rasio/pemikiran yang logis). Bangunan terbentuk
oleh bagian-bagianny apakah dinding, jendela, pintu, atap, dll tersusun dalam
komposisi dari unsur-unsur yang seuanya mempunyai funsi.
Teori, bentuk dan konsep lama keindahan seni termasuk arsitektur
ditinggalkanl hubungan masa lampau berusaha diputus oleh para arsitek modern
menjadi bentuk baru yang murni tanpa dekor selain bagian bangunan yang masingmasing berfungsi, disebut aliran arsitektur Purism.
Dalam penerapan konsep fungsionalisme, Pusrime atau rasionalisme
mewujudkan bangunan bersih/murni tanpa hiasan, sederhana berupa komposisi
bidang, kotak, balok, dan kubus. Memandang bahwa seluruhnya merupakan kesatuan
bentuk, sehingga disebut arsitektur Cubism. Aliran ini menekankan pada dimensi
waktu dalam bangunan, diwujudkan dengan menyatunya ruang luar-dalam oleh
jendela-jendela lebar, jarak antar kolom yang relative lebar, saling berhubungan
secara berkesinambungan.
Contoh banguanan dan ciri bangunan modern fungsionalisme

INTERNATIONAL-STYLE

Gaya arsitektur yang berkembang di Eropa dan Amerika Serikat pada tahun
1920 dan30-an dan menjadi kecenderunagan dominan dalam arsitektur Barat selama
decade .
Karteristik umum dri bangunan Internasional styli :

Simplifikasi bentuk: bentuk denah kotak dan bentuk banguan kubus

Menghindari unsur ornament/hiasan, menekankan funsionalisme,

Kesamaan karateristik dari motif yang berulang, seperti jendela, atap datarn
denah kantiliver, raling metal atau partisi yang melekung

Semua sudud fasad adalah 90 derajat

Material sturktur fabrikasi, kaca, dan beton

Aliran internasional style merupakan suatu aliran dimana arsitektur modern


menerima bentuk-bentuk dinamis yang dapat mengatasi keterikatan pada zaman neoklasik maupun perkemmbangan zaman berikutnya. Bangunan dibuat beraliran
internasional style tidak memiliki suatu ciri khas tertentu penanda zaman, sehingga
bangunanya

dapat

dikatakan

sebagai

bangunan

dengan

gaya

sepanjang

masa.bangunanya sendiri terkesan sangat sederhana atau bersahaja.


Ada dua kelemahan internasional style, yaitu:

Penghaburan energy untuk ekspresi bangunan

Dengan system yang berulang dan curtain wall, sukar untuk mengekspresikan fungsi
yang bergam didalam bangunan

Contoh banguan iternasional style

ARSITEKTUR BRUTALISME
Brutalisme adalah gaya arsitektur yang melahirkan pembaharu gerakan arsitek
dan berkembang pada tahun 1950 sampai tahun 1970. Awal gaya sebagian besar
diilhami oleh Arsitek Swiss, Le Corbusier ( khususnya Unit d'Habitation) dan Ludwig
Mies van der Rohe. Istilah brutalisme ini dimulai dari bahasa Prancis Bton brut, atau
" beton mentah". Bangunan brutalist pada umumnya dibentuk dengan membentur
blockish, geometris, dan bentuk berulang, dan sering juga mengulang bentuk tapi
tanpa adanya ornamen. Tidak semua bangunan brutalist dibentuk dari beton. Sebagai
gantinya, bangunan dapat mencapai Mutu brutalist melalui suatu bahan yang keras
dengan penampilan bagunan dan material strukturnya terbuat dari beton. Rumah
pribadi Alison dan Peter Smithson'S dibangun dari batu bata, dan Richard & Renzo
Piano Center Pompidou sering dihormati sebagai arsitektur brutalist dengan Bahan

dan

struktur

bangunannya

meliputi

batu

bata,

kaca,

baja,

batu

kasar.

Brutalism sebagai gaya arsitektur juga dihubungkan dengan suatu ideologi yang
berupa kayalan sosial yang cenderung untuk didukung oleh para perancangnya,
terutama Alison dan Peter Smithson. Kegagalan dalam merencanakan suatu desain
merupakan hal-hal positif bagi para arsitektur Brutalist.
Brutalism memperoleh daya gerak besar di Inggris sepanjang abad
pertengahan 20, ketika keadaan ekonomis tertekan ( dan kerusakan WWII)
masyarakat mencari konstruksi murah. Haruslah dicatat, meskipun demikian, banyak
arsitek memilih gaya brutalist meskipun mereka mempunyai anggaran yang besar
dalam membangun. Dan gaya ini terjadi setelah perang dunia ke II di jerman
Desain brutalist pada awalnya mendapatkan kritik sebagai gaya yang merusak
pemandangan dalam majalah home office edisi 50 gaya Quenn Anne dikatakan
seperti barang rongsokan. Sebab gaya ini snagat identik dengan beton.
Bagaimanapun, gaya brutalist pada Menara Trelick membuktikan bahwa gaya
brutalist sangat populer di antara para arsitek dan masyarakat. Pada waktunya, banyak
struktur brutalisme menjadi lebih dihargai oleh masyarakat karena keunikan mereka
dan penampilan yang menyolok.
Di tahun terakhir, gaya bangunan brutalistme sudah mulai hilang dari ingatan
masyarakat. Dan masyarakat mulai menuju ke gaya pembaharu yang baru lahir
menggantikan gaya brutalisme sehingga banyak bangunan gaya brutalistme
dirobohkan dan dibangun menjadi gaya yang baru lagi.
Contoh bangunan berarsitektur brutalisme

POST MODERN (1960-AN SAMAPAI SEKARANG)


Pengertian Arsitektur postmodern
Arsitektur yang sudah melepaskan diri dari aturan-aturan modernisme. Tapi
kedua-duanya masih eksis. Anak dari Arsitektur Modern. Keduanya masih memiliki
sifat/ karakter yang sama. Koreksi terhadap kesalahan Arsitektur Modern. Jadi hal-hal
yang benar dari Arsitektur Modern tetap dipakai merupakan pengulangan periode

1890-1930. Arsitektur yang menyatu-padukan Art dan Science, Craft dan Technology,
Internasional dan Lokal. Mengakomodasikan kondisi-kondisi paradoksal dalam
arsitektur. Tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Arsitektur Modern.
Arsitektur Post Modern lahir karena beberapa hal antara lain Arsitektur
Modern dipermalukan karena tidak begitu menghargai sejarah ,kemudian terjadinya
Gerakan Internasional Mahasiswa di berbagai negara dengan tujuan secara umum
yang sama yaitu menuntut kebebasan karena sebelum masa pemberontakan tersebut
pada umumnya pusat-pusat intelektual /sekolah-sekolah secara politik dikuasai
pemerintah sehingga melalui gerakan mahasiswa ini kemandirian mahasiswa
dihargai. Kemudian tumbuhnya peristiwa kebudayaan dalam gaya hidup dan
munculnya demonstrasi orang tua yang menurut mereka orang-orang modern bisanya
cuma merusak bukan memelihara . Aliran Late Modern itu sendiri merupakan aliran
Modern karena pada dasarnya hanya mengolah segi bahan , tampak dan struktur
bangunan,sedangkan Post Modern sautu mutasi karena mencoba memasukkan
kembali nilai-nilai sejarah dan tradisional dalam arsitektur ,suatu hal yang
sebelumnya sangat ditentang Modernisme.
Post Modern timbul pada saat aliran Modern sudah mencapai klimaks
pertumbuhannya dan sebagai suatu aliran baru yang merupakan perubahan dramatis
arsitektur Modern dan Internasional Style . Reaksi lain yang timbul adalah slogan
Less is More diubah menjadi Less is Bore oleh Venturi . Istilah Post Modern
pertama kali oleh Arnold Toynbee, tetapi bukan dalam konteks Arsitektur . Kemudian
dipindahkan dalam konteks Arsitektur oleh Arsitek Joseph Hudnut pada tahun 1949
dan

kemudian

Geoffrey Barraclouyh

( sesudah Toynbee

) yaitu

untuk

menggambarkan suatu jaman yang penuh dengan keanekaragaman dalam peradaban


yang saling berdampingan satu dengan yang lainnya .
Arsitektur PostModern bermula dari kejenuhan masyarakat terhadap arsitektur
modern, maka timbullah gerakan pembenahan dari para arsitek Arsitektur post
modern ini muncul dalam tiga versi atau sub langgam yaitu: purna modern, pasca
modern, dan dekonstruksi. Arsitektur purna modern dan neo modern merupakan hasil
pemikiran arsitektur untuk mengkoreksi degradasi yang terjadi.

Ciri -ciri umum Arsitektur postmodern: Untuk lebih memperjelas pengertian


arsitekturpost modern, Charles Jencks memberikan daftar ciriciri sebagai berikut:

Ideological adalah Suatu konsep bersistem yang menjadi asas pendapat untuk
memberikan arah dan tujuan. Jadi dalam pembahasan Arsitektur post modern,
ideological adalah konsep yang memberikan arah agar pemahaman arsitektur
post modern bisa lebih terarah dan sistematis.
Double coding of Style Bangunan post modern adalah suatu paduan dari

dua gaya atau style, yaitu : Arsitektur modern dengan arsitektur lainnya.
Popular and pluralist Ide atau gagasan yang umum serta tidak terikat
terhadap kaidah tertentu, tetapi memiliki fleksibilitas yang beragam. Hal

ini lebih baik dari pada gagasan tunggal.


Semiotic form Penampilan bangunan mudah dipahami, Karena bentuk

bentuk yang tercipta menyiratkan makna atau tujuan atau maksud.


Tradition and choice Merupakan halhal tradisi dan penerapannya secara

terpilih atau disesuaikan dengan maksud atau tujuan perancang.


Artist or client Mengandung dua hal pokok yaitu: Bersifat seni (intern)
dan Bersifat umum (extern) Yang menjadi tuntutan perancangan sehingga

mudah dipahami secara umum.


Elitist and participative Lebih menonjolkan suatu kebersamaan serta

mengurangi sikap borjuis seperti dalam arsitektur modern.


Piecemal Penerapan unsurunsur dasar, secara subsub saja atau tidak
menyeluruh. Unsurunsur dasar seperti: sejarah, arsitektur vernakular,

lokasi, dan lainlain.


Architect, as representative and activist Arsitek berlaku sebagai wakil
penerjemah, perancangan dan secara aktif berperan serta dalam

perancangan.
Stylitic (ragam) adalah Gaya adalah suatu ragam (cara, rupa, bentuk, dan
sebagainya) yang khusus. Pengertian gaya gaya dalam arsitektur post
modern adalah suatu pemahaman bentuk, cara, rupa dan sebagainya yang
khusus mengenai arsitektur post modern:

Hybrid Expression adalah Penampilan hasil gabungan unsurunsur


modern

dengan:

Vernacular,

Local,

Metaphorical,

Revivalist,

Commercial, dan contextual.


Complexity adalah Hasil pengembangan ideologyideology dan ciri
ciri post modern yang mempengaruhi perancangan dasar sehingga
menampilkan perancangan yang bersifat kompleks. Pengamat diajak

menikmati, mengamati, dan mendalami secara lebih seksama.


Variable Space with surprise adalah Perubahan ruangruang yang
tercipta akibat kejutan, misalnya: warna, detail elemen arsitektur,

suasana interior dan lainlain.


Conventional and Abstract Form adalah menampilkan bentuk
konvensional dan bentuk-bentuk yang rumit (popular), sehingga

mudah ditangkap artiinya.


Eclectic adalah Campuran langgamlanggam yang saling berintegrasi

secara kontinu untuk menciptakan unity.


Semiotic adalah Arti yang hendak di tampilkan secara fungsi.
Varible Mixed Aesthetic Depending On Context Expression on content
and semaic appropriateness toward function. Gabungan unsur estetis

dan fungsi yang tidak mengacaukan fungsi.


Pro Or Organic Applied Ornament adalah Mencerminkan kedinamisan

sesuatu yang hidup dan kaya ornamen.


Pro Or Representation adalah Menampilkan ciriciri yang gamblang

sehingga dapat memperjelas arti dan fungsi.


Pro-metaphor adalah Hasil pengisian bentukbentuk tertentu yang
diterapkan pada desain bangunan sehingga orang lebih menangkap arti

dan fungsi bangunan.


Pro-Historical reference adalah Menampilkan nilai-nilai histori pada

setiap rancangan yang menegaskan ciri-ciri bangunan.


Pro-Humor ialah Mengandung nilai humoris, sehingga pengamat

diajak untuk lebih menikmatinya.


Pro-simbolic adalah Menyiratkan simbol-simbol yang mempermudah
arti dan yang dikehendaki perancang

Design Ideas adalah suatu gagasan perancangan. Pengertian ide-ide desain


dalam Arsitektur Post Modern yaitu suatu gagasan perancangan yang
mendasari Arsitektur Post Modern.
Contextual Urbanism and Rehabilitation ialah Kebutuhan akan suatu

fasilitas yang berkaitan dengan suatu lingkungan urban.


Functional Mixing ialah Gabungan beberapa fungsi yang menjadi

tuntutan dalam perancangan.


Mannerist and Baroque ialah Kecenderungan untuk menonjolkan diri.
All Phetorical Means ialah Bentuk rancangan yang berarti.
Skew Space and Extensions adalah Pengembangan rancangan yang

asimetris-dinamis
Street Building.
Ambiquity adalah Menampilkan ciri-ciri yang mendua atau berbeda

tetapi masih unity dalam fungsi.


Trends to Asymetrical Symetry adalah Menampilkan bentuk-bentuk
yang

berkesan

keasimetrisan

yang

seimbang.

Collage/Collision adalah Gabungan atau paduan elemen-elemen yang


berlainan
Contoh bangunan perkembnagan arsitektur post modern, yaitu: