Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANISASI PERTANIAN
PENGENALAN ALAT PENANAM BIJI-BIJIAN (SEEDER)
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mata Kuliah Mekanisasi Pertanian

Disusun oleh :
Sherly Yulistiana Dewi
4442131934
VI A

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2016

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayah-Nya penyusun
dapat menyelesaikan laporan praktikum mekanisasi pertanian dengan laporan ini
dibuat untuk memenuhi syarat mata kuliah mekanisasi pertanian di semester
enam Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa.
Penyusun menyadari dalam penyusunan laporan ini masih banyak
kekurangan dan masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang
sifatnya membangun sangat diharapkan oleh penyusun agar dalam penyusunan
laporan yang akan datang dapat lebih baik lagi.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu terselesaikannya laporan ini yang tidak dapat penyusun sebutkan satu
persatu. Akhirnya penyusun mengharapkan semoga laporan pratikum ini dapat
bermanfaat bagi penyusun dan pembaca umumnya.

Serang,

Maret 2016
Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...............................................................................i
DAFTAR ISI ............................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................1
1.1 Latar Belakang ........................................................................1
1.2 Tujuan ......................................................................................1
1.3 Manfaat ...................................................................................1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................2
2.1 Alat dan Mesin Pertanian.........................................................2
2.2 Penanaman ..............................................................................2
2.3 Alat Penanam Biji-Bijian (Seeder)...........................................2
BAB III BAHAN DAN METODE..........................................................6
3.1 Waktu dan Tempat Praktikum..................................................6
3.2 Alat dan Bahan ........................................................................6
3.3 Cara Kerja................................................................................6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................7
4.1 Hasil ........................................................................................7
4.2 Pembahasan .............................................................................9
BAB V PENUTUP .................................................................................11
5.1 Simpulan ................................................................................11
5.2 Saran ......................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Proses penanaman benih dengan menggunakan alat tanam, maka mekanisme

kerja alat akan mempengaruhi penempatan benih di dalam tanah. Oleh karena itu,
dengan adanya alat tanam biji-bijian akan membantu para petani untuk lebih
efisien dalam usaha tani.
Tanaman budidaya untuk kebutuhan pangan manusia dihasilkan dan
disiapkan dengan menggunakan tenaga otot-otot manusia. Kemudian tenaga otot
hewani

digunakan

untuk

meringankan

tenaga

otot

manusia.

Dengan

ditemukannya besi, diciptakan perkakas yang selanjutnya mengurangi tenaga otot


manusia. Yang disebut dengan mesin peralatan pertanian.
Petani yang memiliki lahan cukup luas seringkali menghadapi hambatan
dalam setiap kegiatan budidaya karena keterbatasan sumberdaya terutama tenaga
kerja di bidang pertanian serta didukung dengan masih rendahnya tingkat
produktivitas tenaga kerja pertanian tersebut. Hal ini karena hampir sebagian
besar tenaga kerja pertanian saat ini sudah memasuki usia non produktif
sementara generasi muda lebih banyak terjun di sektor lain baik industri maupun
sektor informal sebagai akibat dari rendahnya minat mereka untuk terjun langsung
ke lahan pertanian, apalagi dengan sistem pertanian tradisional. Oleh karenanya
keberadaan mesin pertanian dapat meningkatkan produktifitas dan efektifitas
kerja.
1.2.

Tujuan
Tujuan pada praktikum kali ini adalah mengenal alat tanam biji-bijian yang

beroperasi secara mekanis.


1.3. Manfaat
Adapun maanfaat yang kita dapa dari praktikum ini adalah :
1. Mahasiaswa dapat mengetahui alat pertanian seeder.
2. Dapat mengetahui fungsi, cara kerja, dan cara penggunaannya.
BAB II

TINJAUN PUSTAKA
2.1.

Alat dan Mesin Pertanian


Alat dan mesin penanam adalah suatu peralatan yang digunakan untuk

menempatkan benih, tanaman, atau bagian tanaman pada areal yang telah
disiapkan baik di dalam ataupun di atas permukaan tanah. Tujuan penanaman
adalah menempatkan biji di dalam tanah untuk memperoleh perkecambahan dan
tegakan yang baik, tanpa harus melakukan penyulaman Alat mesin penanam
dibedakan menjadi dua, yaitu seeder dan rice transplanter (Purwadi, 1990).
Fungsi mesin penanam, yaitu meletakkan benih yang akan ditanam pada
kedalaman, jumlah tertentu dan seragam, dan pada sebagian besar alat penanam
akan menutup dengan tanah kembali (Ciptohadijoyo dan Bambang P 1991, hal. 1)
Alat dan Mesin Pertanian dapat membantu petani dalam mengatasi masalah
keterbatasan tenaga kerja. Penggunaan alat dan mesin pertanian dapat
membantu petani dalam memperluas garapan dan intensitas tanam serta
pelaksanaan kegiatan yang tepat waktu ( Alihamsyah 1991, hal.108).
2.2. Penanaman
Penanaman merupakan usaha menempatkan biji atau benih di dalam tanah
pada kedalaman tertentu atau menyebarluaskan biji di atas permukaan tanah atau
menanamkan tanaman di dalam tanah. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan
perkecambahan serta pertumbuhan biji yang baik (Irwanto 1980). Benih adalah
bahan pertanaman berupa biji yang berasal dari biji yang terpilih. Sedangkan biji
yang terpilih adalah biji yang telah mengalami seleksi atau pemiliham. Dan biji
adalah hasil dari persarian suatu tanaman.
2.3. Alat Penanam Biji-bijian (Seeder)
Alat penanam biji-bijian (seeder) berfungsi untuk meletakkan benih yang akan
ditanam pada kedalaman dan jumlah tertentu dengan keseragaman yang relatif
tinggi. Sebagian besar alat penanam dilengkapi dengan alat penutup tanah. Bila
benih dengan menggunakan alat tanam dengan menggunakan alat tanam, maka
mekanisme kerja alat akan mempengaruhi penempatan benih didalam tanam,
yaitu berpengaruh pada kedalaman tanam, jumlah benih tiap lubang jarak antar

lubang dalam baris, dan jarak antar baris. Di samping itu ada kemungkinan
kerusakan benih dalam proses aliran benih dalam alat tanam. Benih tanaman yang
berupa biji-bijian ada bermacam-macam, seperti kacang tanah, jagung, kedelai,
kacang hijau, dll, yang masing-masing memiki bentuk, ukuran, kekuatan
agronomis yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan alat tanam yang memiliki
kekuatan tanam yang berbeda pula. Beberapa sifat fisis benih yang mempengaruhi
alat tanam, yaitu ukuran, bentuk, keseragaman bentukdan ukuran, density per
satuan volume, dan tekanan terhadap tekanan dan gesekan.
Penebaran benih dan pola pertanaman dengan alat penanam biji-bijian (seeder)
ini dapat digolongkan menjadi 5 macam metode diantaranya :
1. Disebar (Broadcasting), benih disebar pada permukaan tanah.
2. Drill seeding, penempatan atau penutupan benih secara acak pada alur dalam
barisan dan
3. Pesicion drilling, penempatan biji-bijian yang tepat dengan jarak tanam yang
sama dalam barisan.
4. Hill dropping, penempatan sekelompok biji-bijian secara acak dengan jarak
yang sama dalam barisan.
5. Check row planting, penempatan yang tepat dan berpedoman pada
sekelompok biji-bijian yang diberikan dalam arah tegak lurus satu sama
lainnya.
Dalam alat mesin tanam (seeder) terdapat beberapa bagian pokok diantaranya
adalah sebagai berikut:
1) Hopper (Kotak Benih)
Hopper merupakan bagian dari komponen mesin tanam yang berada di
atas yang berfungsi sebagai kotak penampung benih sebelum disalurkan atau
ditanam pada tanah. Hopper mempunyai peranan penting dalam proses
berjalannya benih karena apabila desain hopper tidak bagus maka akan terjadi
penumpukan benih yang akan menghambat proses penanaman.
2) Seed Matering Device (SMD)
Seed matering device merupakan bagian dari alat tanah yang berada pada
posisi tengah ataupun bawah yang berfungsi untuk mengatur pengeluaran
benih sehingga benih dapat jatuh dengan jumlah tertentu dan jarak tertentu

sehingga proses penanaman bisa berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku
dalam penanaman benih.
Jenis-Jenis Seed Matering Device :
a. Horizontal Feed/Rotor matering devices
b. Vertical Feed/Rotor matering devices
3) Feed Tube
Feed tube berada pada posisi dibawah hopper yang berfungsi sebagai
penyalur pengeluaran benih dari hopper sehingga dapat masuk/tertanam pas
pada lubang tanam yang telah dibuat oleh furrow opener. Dalam
pengalirannya diharapkan benih dapat dialirkan dengan kecepatan yang sama
dan kontinu.
Faktor yang mempengaruhi kecepatan aliran benih :
a) Panjang saluran
b) Tingkat kekerasan alat
c) Pemantulan pada dinding alat
d) Hambatan pada dinding alat
4) Furrow Opener (Alat Pembuat Alur)
Furrow opener berfungsi sebagai pembuka alur tanam yang akan dimasuki
oleh oleh benih (biji-bijian) sehingga benih dapat cepat tumbuh terlindung dari
panasnya sinar matahari serta binatang penganggu.
Faktor-faktor penentu kedalam benih yang akan ditanam :
a) Jenis tanaman
b) Kelengasan tanah
c) Temperature tanah
Macam macam Furrow Opener :
a) Runner digunakan pada tanah gembur, halus dan rata.
b) Hoe digunakan pada tanah keras berbatu, dan banyak akar.
c) Disk digunakan jika penanaman dilakukan pada lahan yang luas, dimana
sangat dibutuhkan kecepatan tinggi dalam proses penanaman.
5) Covering Device (Alat Penutup Alur)
Corvering device berfungsi untuk menutup alur tanam sehingga tidak
terjadi kavitsi lengas (tanah yang kering padat dan cepat menguap) yang bisa
menyebabkabkan benih tidak dapat tumbuh dengan baik/tidak tumbuh

BAB III
METODOLOGI
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum mekanisasi pertanian tentang pengenalan alat penanam biji-bijian
(seeder) ini dilaksanakan pada hari Senin Tanggal 6 Maret 2016 pukul 16:30
WIB dan bertempat di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa.
3.2. Bahan dan Alat
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu alat tanam
biji-bijian (seeder), biji kacang, meteran, alat tulis, kamera.
3.3. Cara Kerja
1) Mengamati alat tanam biji-bijian
2) Mengetahui komponen-komponen dan cara kerjanya masing-masing dan
cara kerja keseluruhan alat.
3) Mencatat spesifikasi mesin yang digunakan, termasuk jarak antar alur,
jumlah alur tanam dan diameter roda penggerak mesin tanam.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.
No

Hasil
Gambar

Nama

Keterangan

Roda depan

Untuk membuat alur tanam

Roda belakang

Untuk meratakan tanah dan


sebagai sumber daya putaran
lempengan pembagi benih.

Kotak Benih (Hopper)

Untuk
sebelum

menampung

benih

ditanam

dan

memberikan kondisi sehingga


benih bisa mengalir dengan
baik
Tangkai pendorong

menuju

perngatur

penjatuhan benih.
Sebagai pegangan

untuk

melakukan penanaman
4

Metering
(Pengatur
Benih)

Device Mengatur pengeluaran benih


pengeluaran

Penyanggah

Membantu

menyanggah

seeder saat digunakan.


6

Feed tube

sebagai penyalur pengeluaran


benih dari hopper sehingga
dapat

masuk/tertanam

pas

pada lubang tanam yang telah


dibuat oleh furrow opener.

Pembuka alur (Furrow Membuka alur tanam pada


opener)

tanah sebagai tempat benihbenih dijatuhkan dari alat


tanam.

Mata Roda

Untuk menghindari slip roda


belakang saat melakukan
pekerjaan.

4.2. Pembahasan
Penanaman merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam
budidaya palawija. Sampai saat ini penanaman umumnya masih dikerjakan secara
tradisional dengan menggunakan alat seadanya, yaitu tugal. Selain melelahkan,
penanaman dengan tugal memerlukan waktu lama dan biaya yang mahal. Untuk
mengatasi masalah tersebut, telah tersedia alat atau mesin penanam biji-bijian
(seeder). Mesin penanam tersebut memiliki keunggulan dapat melakukan kegiatan

menugal, menjatuhkan benih, dan menutup lubang benih sekaligus sehingga


menghemat waktu, tenaga, dan biaya.
Alat penanam biji-bijian (seeder) berfungsi untuk meletakkan benih yang
akan ditanam pada kedalaman dan jumlah tertentu dengan keseragaman yang
relatif tinggi. Sebagian besar alat penanam dilengkapi dengan alat penutup tanah.
Mekanisme kerja Seeder adalah pembuka alur tipe piringan ganda (double
disk) membuat alur di lahan yang akan ditanami, kemudian benih dijatuhkan dari
bagian penakar benih tipe inclined disk. Penakar benih berbentuk piringan pipih
yang pada sekeliling tepinya terdapat lubang-lubang berdiameter sama dengan biji
yang akan ditanam. Saat penakar benih berputar, lubang-lubang tersebut akan
terisi biji-bijian yang terdapat di atas piringan penakar benih. Benih akan jatuh
melalui lubang penyalur benih. Piringan penakar benih berputar saat roda
penggerak yang ada di bagian belakang bergerak. Pada sekeliling tepinya terdapat
lubang-lubang berdiameter sama dengan biji yang akan ditanam. Saat penakar
benih berputar, lubang-lubang tersebut akan terisi biji-bijian yang terdapat di atas
piringan penakar benih. Benih akan jatuh melalui lubang penyalur benih.
Piringan penakar benih berputar saat roda penggerak yang ada di bagian belakang
bergerak.
Fungsi dan Kegunaan, mesin penanam biji-bijian seeder bermanfaat untuk
menanam biji-bijian (jagung, kedelai, kacang tanah) secara mekanis. Mesin dapat
menggantikan pekerjaan menanam secara manual, meliputi menugal/membuat
lubang, meletakkan benih, dan menutup benih dengan tanah.
Konstruksi mesin penanam biji-bijian grain seeder. Bagian utama mesin
penanam terdiri atas:

Pembuka alur tipe double disk, bahan stainless steel.


Pengumpan (hopper) benih, bahan akrilik transparan untuk memudahkan

mengontrol volume benih.


Matering benih, tipe piringan menyudut (inclined disk).
Roda penggerak sekaligus sebagai roda penekan (press wheel).
Rangka tipe lengan ayun (swing arm), menghubungkan pembuka alur dan
bagian roda transmisi.

Fungsi Dan Keunggulan alat mesin pertanian

Menggantikan pekerjaan penanaman secara manual dengan tenaga orang


meliputi : penugalan /pembuatan lubang, meletakkan benih dan menutup

benih.
Dapat digandengkan dengan traktor roda 2 maupun traktor roda 4.
Selain itu Alat Tanam ini menggunakan kontruksi pembuka alur tipe piringan
ganda, sehingga dapat bekerja pada lahan yang kurang bersih, Pengeluaran
benih lebih seragam dalam jumlah maupun jarak tanamnya (missing hill
kurangt 5%).

Kekurangan dari alat grain seeder adalah Biaya awal lebih mahal dan Biaya
perawatan lebih mahal.
Adapun bagian dari seeder adalah:

Hopper, berfungsi untuk tempat biji-bijian yang akan ditanam.


Roda depan, berfungsi untuk membuat alur tanam.
Singkal Penutup Alur, Berfungsi untuk menutup alur setelah ditabur benih.

Bagian ini terletak di belakang roda depan.


Roda belakang, berfungsi untuk meratakan tanah dan sebagai sumber daya

putaran lempengan pembagi benih.


Gir dan rantai, berfungsi untuk penyalur daya yang dihasilkan oleh roda

belakang ke lempengan pembagi benih.


Rangka, berfungsi untuk menggabungkan semua bagian dari seeder atau

sebagai penopang.
Selang, berfungsi untuk mengeluarkan benih menuju tanah.
Mata roda, berfungsi untuk menghindari slip roda belakang saat melakukan
pekerjaan.

BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Adapun kesimpulan yang di dapat dari ppraktikum ini adalah:
1) Grain seeder yaitu alat pertanian yang berfungsi untuk menanam benih
berupa biji.
2) Penanaman adalah proses lanjutan dari pengolahan tanah, dan tidak kalah
penting dari pengolahan tanah.
3) Bagian-bagian seeder yaitu rangka, roda depan, roda belakang, hopper,
singkal penutup alur, rantai dan gir, pembuka alur, penutup alur, pengatur
pengeluaran benih.
4) Tenaga penggerak grain seedre yaitu hewan dan manusia.
5) Jalan tanam grain seeder yaitu 30 cm.
6) Grain seeder merupakan alat penanaman semi mekanis karena
pergerakannya semi manual dan tidak dibutuhkan daya yang cukup besar.
5.2 Saran
Alat-alat pertanian di Indonesia kiranya tidak hanya menggunakan tenaga
dari manusia maupun hewan ternak, seperti kerbau, tetapi sistem mekanisasi perlu
ditingkatkan lagi agar pertanian di Indonesia lebih maju dan produktifitas hasil
pertanian lebih meningkat.

DAFTAR PUSTAKA
http://hendrisetiawan95.blogspot.co.id/2015/04/pengenalan-grain-seeder.html
Diakses tanggal 11 Maret 2016.
Alihamsyah, T.1991. Analisis Biaya dan Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian
dalam Suatu Usahatani. Dalam Kumpulan Materi Latihan Peningkatan
Keterampilan Pelaksanaan Penelitian Pengembangan Sistem Usahatani. Proyek
Penelitian Pertanian Lahan Pasang Surut dan Rawa (SWAMP-Il) Halaman: 10817.
Ciptohadijoyo, S. 1991. Alat dan Mesin Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta.
Irwanto, A.K., 1983, Alat dan Mesin Budidaya Pertanian, Fakultas Teknologi
Pertanian, Institut Pertanian Bogor; Bogor.
Purwadi, T. 1999. Mesin dan Peralatan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas
Gadjah Mada; Jogjakarta.

LAMPIRAN

Mengamati seeder

Melihat bagian-bagian seeder