Anda di halaman 1dari 8

PERANCANGAN DAN STUDI NUMERIK VARIASI POSISI INLET UDARA

MASUK TERHADAP PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA PADA


INDUCED DRAFT COOLING TOWER UNTUK SISTEM ORGANIC
RANKINE CYCLE
Haykel Fibra Prabowo dan Prabowo Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi
Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim,
Surabaya 60111 E-mail: prabowo@me.its.ac.id
AbstrakCooling tower merupakan salah satu komponen yang penting dalam
kinerja Organic Rankine Cycle. Cooling tower berguna untuk melepaskan panas ke
lingkungan. Penelitian ini membahas cooling tower jenis induced draft. Tujuannya
adalah untuk mendapatkan geometri induced draft cooling tower dan mengetahui
perbedaan distribusi perpindahan panas dan massa melalui simulasi numerik.
Perancangan dilakukan berdasar azas thermodinamika dan perpindahan panas dengan
beban panas yang telah diketahui dari sistem ORC. Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan software Fluent 6.3.26 dan berbasis 2D steady flow dengan pemodelan
aliran k- realizable dan skema interpolasi second-order upwind. Pemodelan
perpindahan massa dilakukan dengan menggunakan model species transport dengan
melakukan pengaturan relatif humidity pada udara. Penelitian ini dilakukan dengan
variasi posisi inlet udara masuk. Dari penelitian ini didapatkan geometri induced
draft cooling tower yaitu tinggi 1.9 meter, lebar 1.83 meter dan panjang 1.83 meter.
Dari simulasi numerik didapat hasil kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan adanya
variasi posisi inlet udara masuk memberikan perbedaan distribusi temperatur maupun
kelembaban relatif sepanjang ruangan cooling tower, namun tidak memberikan
perbedaan yang cukup signifikan di sisi keluaran cooling tower.
Kata Kunci-- Organic Rankine Cycle, Induced draft Cooling tower, CFD.

I. PENDAHULUAN
Salah satu komponen dari ORC adalah cooling tower, yang digunakan untuk
menurunkan suhu aliran air pada kondensor dengan cara mengekstraksi panas dari air
dan mengemisikannya ke atmosfir. Cooling tower menggunakan penguapan dimana
sebagian air diuapkan ke aliran udara yang bergerak dan kemudian dibuang ke
atmosfir. Pada cooling tower untuk siklus tertutup seperti pada ORC digunakan
induced draft cooling tower. Terdapat penelitian penelitian terdahulu mengenai
cooling tower. Penelitian oleh Alok singh dan S P S Rajput (2011) berjudul
Application of CFD in Natural draft Wet Cooling tower Flow.Pada penelitian ini
dilakukan simulasi dengan menggunakan software CFD FLUENT terhadap Cooling
tower tipe Natural draft. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku
termodinamik pada cooling tower melalui simulasi pada tiga garis vertikal berbeda.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh adalah berupa investigasi kaitan beberapa
properties dari cooling tower yakni seperti static temperatur, total pressure, effective
thermal conductivity, density, turbulent intensity, turbulent viscosity, stream
functions, dan ethalpy.
2. METODE PENELITIAN
Secara garis besar, terdapat dua metodologi dalam penilitian induced draft
cooling tower, metodologi perancangan dan metodologi simulasi numerik.
2.1 Perancangan Induced Draft Cooling Tower
Perancangan induced draft cooling tower meliputi perancngan geometri.
Terdapat

dua

hal

penting

dalam

penentuan

geometri

cooling

tower,

yaitu :Perancangan Luasan Cooling Tower. Luasan cooling tower dipengaruhi oleh
debit air yang masuk kedalam cooling tower. Selain itu, dipengaruhi pula oleh water
concentration chart.

Gambar 2.1 Water Concentration Chart

Tinggi cooling tower dipengaruhi oleh range temperatur dalam ruangan


cooling tower. Nilai karakteristik cooling tower didapat. Setelah mendapatkan nilai
karakteristik cooling tower, maka langkah selanjutnya dapat diketahui nilai tinggi
cooling tower.
2.2 Simulasi Numerik Induced Draft Cooling Tower
Pada penelitian ini juga digunakan metode numerik berbasis komputasi CFD
(Computational Fluid Dynamic). Pada metode numerik dibutuhkan tiga tahapan
utama yang harus dilakukan, antara lain: preprocessing, solving atau processing, dan
postprocessing. Tahapan Preprocessing terdiri dari beberapa sub-tahapan antara lain:
pembuatan geometri, penentuan domain, pembuatan meshing dan penentuan
parameter-parameter yang digunakan. Geometri yang dibentuk dalam penelitian ini
adalah geometri induced draft cooling tower dimana penelitian dibatasi pada rain
zone saja seperti yang terlihat pada gambar :

Gambar 2.2 Domain Cooling Tower

Variabel variabel yang menentukan adalah Posisi Inlet Udara Masuk yang
merupakan variabel bebas dan Debit air cooling tower, dimensi cooling tower sebagai

variabel terikat. Pada penelitian kali ini difokuskan untuk meneliti pengaruh posisi
inlet udara masuk yang berbeda terhadap proses pelepasan panas yang terjadi pada
cooling tower. Bidang atau volum yang diisi oleh fluida dibagi menjadi sel-sel kecil
(meshing) sehingga kondisi batas dan beberapa parameter yang diperlukan dapat
diaplikasikan ke dalam elemen-elemen kecil tersebut. Bentuk mesh yang dipilih
adalah hex-map.
Proses meshing dilakukan dengan merapatkan meshing pada daerah yang
dekat dengan permukaan air. Perapatan meshing pada bagian geometri tertentu
dilakukan untuk meningkatkan ketelitian hasil simulasi. Fenomena dan karakteristik
aliran yang dianalisa secara mendalam adalah daerah sekitar permukaan air. Setelah
proses meshing, dilakukan pengubahan format model dengan melakukan dilakukan
proses ekspor file ke bentuk format *.msh pada software FLUENT 6.3.26.
2.3. Processing
Pada tahapan Processing penelitian dilakukan dengan menggunakan
software FLUENT 6.3.26 yang terdiri dari tahapan pemilihan spesies. Pada penelitian
ini juga digunakan pemodelan spesies transport. Pemodelan Spesies transport
digunakan untuk memodelkan kondisi perpindahan massa yang terjadi pada udara
masuk yang mengandung fraksi massa air (H2O) bernilai 1 karena H2O murni.
Data yang diperlukan pada batas tergantung dari tipe kondisi batas yang
digunakan. Dalam simulasi ini menggunakan batas kondisi yang ditampilkan pada
tabel 1. Nilai residual yang digunakan dalam mengatur tingkat ketelitian iterasi pada
penelitian ini adalah 10-4 untuk persamaan dasar yang digunakan dalam penyelesaian
penelitian.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil perancangan induced draft cooling tower, didapatkan dimensi
berupa panjang, lebar dan tinggi cooling tower. Tinggi cooling tower yang didapat
adalah 1.9 meter. Tinggi cooling tower ini sangat dipengaruhi oleh range temperatur

air pada cooling tower. Sedangkan luasan yang didapat yaitu 3.35 m2, sehingga
panjangnya adalah 1.83 meter dan lebarnya adalah 1.83 meter. Luasan cooling tower
dipengaruhi oleh debit air yang masuk kedalam cooling tower.
Penelitian ini juga menggunakan simulasi numerik, yakni dalam hal ini adalah
CFD. Pada penelitian dengan simulasi numerik dapat diketahui profil kontur selama
dilakukannya pengambilan data. Kontur karakteristik perpindahan panas dan massa
pada cooling tower menunjukkan fenomena yang terjadi selama penelitian secara
kualitatif. Pada penelitian ini akan dianalisa kontur temperatur dan fraksi massa air di
dalam cooling tower secara dua dimensi.

Gambar 3.1 Kontur Kecepatan

Kontur diatas merupakan kontur kecepatan didalam ruang cooling tower. Pada
variasi 2, udara masuk dari sisi kanan kiri bawah ruang cooling tower, sedangkan
pada variasi 1, udara masuk dari sisi kanan dan kiri cooling tower lewat masing
masing empat buah laluan inlet. Selanjutnya udara akan terkontakkan dengan air
panas sehingga terjadilah perpindahan panas dan massa.
Pada laju alir massa yang sama, udara memasuki ruang cooling tower.
Terdapat masing masing empat buah lubang inlet di sisi kanan dan kiri cooling tower
pada arah variasi 1 dan terdapat masing masing sebuah inlet pada sisi kanan kiri
cooling tower pada arah variasi 2. Terjadi perpindahan panas antara air dan udara

sehingga memberikan distribusi temperatur ruangan cooling tower. Udara masuk


dengan temperature 304.67 Kelvin pada sisi inlet, kemudian perlahan lahan
temperatur udara semakin meningkat seiring dengan bertambahnya elevasi cooling
tower.

Gambar 3.2 Kontur Kelembaban Relatif

Distribusi kelembaban relatif yang ditunjukkan pada variasi 2 memiliki pola


yang hampir serupa dengan kontur temperatur. Kesamaan pola tersebut adalah pada
distribusi kelembaban relatif yang memiliki nilai terendah pada sisi sekitar inlet.
Namun, semakin bertambahnya elevasi pada ruang cooling tower, fraksi massa yang
ditunjukkan semakin besar.
Terdapat dua garis yang mengintepretasikan keadaan rasio kelembaban
sepanjang elevasi 0.1 meter hingga 1.9 meter. Pada arah variasi 2, kenaikan secara
konstan terjadi pada elevasi 0.4 meter hingga 0.8 meter. Namun, terjadi perubahan
penambahan kenaikan kelembaban relatif pada elevasi 0.8 meter hingga sisi
outlet.Pada arah variasi 1 yang ditunjukkan dengan garis merah, menunjukkan
fluktuasi nilai kelembaban relatif sepanjang elevasi cooling tower.
Kedua garis tersebut mengintepretasikan nilai temperatur sepanjang posisi
cooling tower. Terlihat, grafik yang dimunculkan pada temperatur hampir menyerupai

grafik pada perubahan rasio kelembaban. Hal ini dikarenakan oleh adanya teori yang
menyatakan bahwa perpindahan panas juga terkait dengan perpindahan massa.
4. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan serta analisa data pada bab sebelumnya, maka
dalam penelitian mengenai perancangan dan studi numerik pengaruh variasi posisi
udara masuk terhadap perpindahan panas dan massa pada induced draft cooling
tower untuk sistem ORC dapat diambil kesimpulan bahwa :
1. Didapatkan geometri induced draft cooling tower yaitu tinggi 1.9 meter, lebar 1.83
meter dan panjang 1.83 meter.
2. Besarnya range antara Temperatur air masuk dan keluar cooling tower
mempengaruhi dimensi tinggi cooling tower. Sedangkan besarnya debit air yang
masuk kedalam cooling tower mempengaruhi dimensi luasan cooling tower.
Semakin besar debit air masuk dan range pendinginan cooling tower
mengakibatkan semakin besar luasan dan tinggi cooling tower.
3. Ketiadaan packing (fill) akan menyebabkan lama kontak antara air dan udara
semakin cepat sehingga menurunkan nilai koefisien perpindahan massa, akibatnya
tinggi cooling tower bertambah.
4. Pada masing masing variasi yaitu variasi 1 dan 2, udara keluar dari cooling tower
dalam keadaan mendekati jenuh karena kelembaban relatif udara pada sisi
keluaran hampir mencapai 100%, yiatu berturut turut 90% dan 88%.
5. Dengan adanya garis kerja udara pada bagan psikometrik yang menunjukkan tren
garis kekanan atas menandakan bahwa selain terjadi perpindahan panas sensibel,
juga terjadi perpindahan panas laten karena ada perpindahan massa dari muka air
basah ke udara.
6. Variasi posisi inlet tidak memberikan perbedaan yang signifikan pada sisi keluaran
cooling tower, baik temperatur maupun kelembaban relatif.

DAFTAR PUSTAKA
Along,

Rajput.2011.

Application

CFD

on

Wet

Draft

Cooling

tower.

http://www.ijera.com
Cheremisinoff, Nicholas.1990. Cooling towers Selection, Design, and Practice. Ann
Arbor Science.
Couture, Philip.2010. Thermal-Hydaraulic Design of Replacement Cooling towers
for Vermont Yankee Nuclear Power Station. Rensselaer Polytechnic Institute
Hartford.
Geankoplis, Christie.1990. Transport Processes and Unit Operations. Prentice Hall
Inc.
Rafat, Masud.2005. CFD Simulation On Wet Cooling Towers. Universty of Sidney.
Yoharko, Anjar.2004. Perancangan Induced draft Cooloing Tower pada PLTGU
Gresik. ITS.