Anda di halaman 1dari 31

APAKAH PMDT......?

Strategi untuk penatalaksanaan

TB-

MDR

Programmatic Management of Drug


Resistant TB

(PMDT).

Apakah TB MDR :
TB MDR (Multi Drugs
Resistance)
Apa arti TB MDR?
TB yang disebabkan oleh M.tuberculosis
(M.TB) yang sudah resisten thd OAT lini
1 (Rifampisin dan Izoniasid)

Mengapa dapat terjadi TB MDR?


Pada dasarnya fenomena buatan
manusia yg akibat pengobatan TB

tidak adekuat: paduan OAT, dosis OAT,


lama pengobatan & keteraturan/
ketaatan pasien dalam pengobatan.

DEFINISI KEBAL OAT/ RESISTENSI:


Mono Resisten:

In vitro: isolat M.TB resisten terhadap 1 macam OAT H/ R/ S/


E

Poli resisten:

In vitro: isolat M.TB resisten thd beberapa macam OAT tetapi


INH & Rifampisin tidak bersamaan H+S+E/ S+E/ H+E/R+E+S

Resistensi Ganda/Multi Drug Resistance

(MDR):

In vitro: isolat M.TB resisten terhadap paling sedikit INH


dan Rifampisin secara bersama H+R/ H+R+Z/ H+R+E/
H+R+Z+E+S

Extensive Drug Resistance

(XDR):

In vitro: isolat M.TB MDR disertai resisten thd


gol.fluoroquinolon dan OAT lini 2 suntikan (kanamisin/
amikasin/ kapreomisin) MDR+Ciprofloxacin+K/
MDR+Ciprofloxacin+ Cn

Total Drug Resistance (TDR):

In vitro: isolat M.TB resisten thd semua OAT (lini pertama dan
lini kedua) yang sudah dipakai saat ini

SURAT EDARAN KA. DINKES PROVINSI


JAWA BARAT TENTANG PELAKSANAAN
PMDT
No. 443.24/6780/PLPP tanggal 28 Maret
2012
Ditetapkan :
RS RUJUKAN : RSHS BANDUNG
LABORATORIUM TERSERTIFIKASI : BLK
BANDUNG

Kriteria suspek TB MDR


1. Kasus kronik
2. Pasien TB tidak konversi pengobatan ulang (kategori
2)
3. Pasien TB yang pernah diobati, termasuk pemakaian
OAT lini kedua seperti kuinolon dan kanamisin
(pengobatan Non DOTS)
4. Pasien TB gagal pengobatan dengan kategori 1
5. Pasien TB dengan hasil pemeriksaan dahak tetap
positif setelah pemberian OAT sisipan (OAT kategori
1)
6. Pasien TB kambuh
7. Pasien TB yang kembali setelah lalai/default (setelah
pengobatan kategori 1 dan atau kategori 2)
8. Suspek TB yang kontak erat dengan pasien TB-MDR,
termasuk petugas kesehatan yang merawat pasien
TB-MDR
9. Ko-infeksi TB-HIV yang tidak respons secara klinis
terhadap pengobatan TB

Prinsip dasar diagnosis TB


MDR
Diagnosis pada pasien tersangka TB MDR :
- Metode konvensional

- Metode Cepat /Rapid Test (geneXpert Rif)

Pemeriksaan diagnosa (Metode Konvensional):


1. Mikroskopis : dahak S & P
2. Biakan :
3. DST (Drug SensitivityTest /DST), dilaksanakan di
laboratorium
yg tersertifikasi (QA) oleh Lab. Supranational
(Adelaide Australia)

Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat


sebagai salah satu dari 5 Laboratorium yang sudah
sertifikasi melaksanakan uji resistensi

Laboratorium yang tersertifikasi untuk


pemeriksaan
Kultur dan Uji Kepekaan Obat TB

DKI Jakarta

Makasar
Microbiology - UI
Persahabatan Hosp.
Surabaya

NECHRI

Hasanuddin
University

Bandung

BLK Bandung

BLK Surabaya

Pengobatan TB MDR ..??


LEBIH LAMA
LEBIH RUMIT
LEBIH MAHAL ( 1 : 100)

Prinsip dasar pengobatan TB MDR

Harus paduan/ kombinasi OAT lini kedua (second line drugs/ SLD)

Paduan OAT lini kedua:


berdasar riwayat pengobatan & OAT yg pernah digunakan
sebelumnya.
Paling sedikit terdiri atas 4 obat SLD yg paling poten ( dan
pasien belum pernah menggunakan sebelumnya atau hasil tes
kepekaan menunjukkan masih peka thd obat tsb)

Tahap pengobatan :
1. Tahap awal
(sampai terjadi konversi a +4
pertama konversi diikuti
berikutnya)
2. Tahap Lanjutan

(a = bln
bln

Harus dengan pengawasan langsung oleh petugas kesehatan saat


pasien minum obat minum obat di depan petugas kesehatan

Untuk memantau kemajuan pengobatan (follow up) mikrokopis


dan Kultur/ Biakan : Tahap Awal ; tiap bulan, tahap lanjutan : tiap
2 bulan

Total lama pengobatan sekitar: 19 24 bulan (Rumus : a+18)


Memperhatikan pengendalian infeksi.

Tahap Awal

Tahap Lanjutan

Langkah2 evaluasi pengobatan pasien TB


MDR

Jenis OAT lini 2 yang


digunakan dalam uji
pendahuluan PMDT di
Indonesia
Kanamycin
Tersedia di Indonesia
Levofloxacin

Tersedia di Indonesia

Capreomycin

Tidak tersedia di Indonesia

Sikloserin

Tidak tersedia di Indonesia

PAS

Tidak tersedia di Indonesia

Etionamid

Tidak tersedia di Indonesia

OAT lini 2 yang tidak tersedia di Indonesia dibeli oleh Program Nasional
Penanggulangan TB melalui Green Light Committee (GLC)
Meski Knamyciun dan levofloxacin tersedia dipasaran di Indonesia, masih
Dianggap belum memenuhi standar GDF.

STRATEGI PENGOBATAN
Paduan regimen uji pendahuluan
Standardized regimen/ semi standardized
Harus disertai B6 : 50 mg tiap 250 mg Cs

Km - E Eto Lfx Z Cs / E Eto Lfx Z Cs


BB 51-703

+3

+3

+ 3+3 ) /lanjutan.
(B6 50 mg)
------------ 18 tablet) ---------------/ lanjutan

Jika dalam kondisi Pasien :


Resisten Kanamycin diganti dengan Capreomycin (Cm)
Resisten Kuinolon diganti dengan PAS + Lfx dosis tinggi
Resisten Kanamycin & Kuinolon diganti dengan Cm + PAS + Lfx dosis
tinggi

KASUS DI JAWA BARAT YANG PERLU DIWASPADAI


BERDASARKAN KRITERIA SUSPEK
(SUSPEKMDR) TAHUN 2011
NO

KASUS

JUMLAH KASUS

KRONIK (TB 08) KAT 2 YANG GAGAL

32

2.

TIDAK KONVERSI KATEGORI 2 (TB 11)

76

3.

PASIEN TB YANG PERNAH DIOBATI LINI 2

4.

GAGAL KATEGORI 1 (TB 08)

5.

PASIEN TB TETAP BTA (+) STLH


PENGOBATAN OAT KAT 1 (TB 11)

6.

PASIEN TB KAMBUH (TB 07)

918

7.

PASIEN DO (TB 07)

208

8.

PASIEN KONTAK ERAT DG PASIEN MDR,


PTGS KESEHATAN

9.

TB HIV

TIDAK ADA DATA


239
DATA ADA DI KAB/KOTA

30 (27 DIOBATI)
468 (FEB OKT 2011)

PERKIRAAN SUSPEK
JABAR TH. 2011

1500 2000
SUSPEK

SITUASI MDR DI JAWA BARAT YANG


DIOBATI:
1. DI RSHS BANDUNG(April Sept
NO
JENIS SUSPEK / KASUS
JUMLAH
2012)
1
SUSPEK YG TERDAFTAR
182
2.

SUSPEK YG KONFIRMASI MDR

43

3.

SUSPEK YG KONFIRMASI YANG MENUNGGU


PENGOBATAN (WAITING LIST)

23

4.

KASUS YANG SEDANG DIOBATI

20
PINDAHAN : 1
MENINGGAL: 3

2. DI RS PERSAHABATAN JAKARTA :
310 kasus diantaranya 31 kasus dari

Data temuan XDR TB di Indonesia


NO

Initial
Pasien

Kriteria Suspek/
asal Unit
pelayanan

Jumlah terapi
TB yang
dijalani
sebelumnya

Waktu Konfirmasi
XDR

Kronis (RS)

Diagnosis awal

Non DOTS (DPS)

Diagnosis awal

Kambuh (RS)

Diagnosis awal

Non DOTS (DPS)

Follow Up bln ke 6

Non DOTS (DPS)

Diagnosis awal

St

Non DOTS (DPS)

Follow up bln ke 5

Su

Non DOTS (RS)

Follow up bln ke 5

Kronis (RS)

Diagnosis awal

Catatan : semua pasien TB-XDR ditemukan pada pelaksanaan PMDT di RS


Persahabatan (data 2011)

Alur Rujukan
PMDT

Jejaring standar Penjaringan Suspek TBMDR


di wilayah yang sudah memiliki RS
Rujukan
Suspek TB
MDR

Pusat
Rujukan
PMDT

Lab Rujukan

TB 05 MDR

Puskesmas

Rumah Sakit

Suspek TB
MDR

Dokter Praktek
Swasta

PRINSIP DASAR RUJUKAN SUSPEK


DI FASYANKES
Suspek bisa berasal dari Pusat rujukan
PMDT maupun kiriman fasyankes lain.
Catat di Formulir Bantu Suspek
Suspek dirujuk ke Pusat rujukan PMDT
disertai formulir rujukan suspek
ditujukan ke Poli MDR/Poli DOTS RSHS

Wilayah sekeliling DKI Jakarta


Pengembangan wilayah sekitar DKI untuk saat ini disesuaik
pengembangan Prov. DKI
Kab. Bogor
(Satelit : RSP
Gunawan)

Kota
Kota
Kota
Kab.
Kab.

Bogor
Depok
Bekasi
Bekasi
Karawang

S
A
T
E
L
I
T

- Rujukan pemeriksaan
DST
- Rujukan Pengobatan
Rujukan pasien

Dinkes Kab/Kota
Dinkes Prov. Jabar

RSP
Persahabatan
pelaporan

Dinkes Prov DKI

1. Masukkan ke Buku Bantu Rujukan Suspek


BUKU BANTU RUJUKAN SUSPEK MDR TB
UPK SATELIT
UPK Satelit MDR :
KRITERI
A
TANGGA
UPK
NO
SUSPEK
L
TUJUAN
TELPON (TULIS MERUJU
RUJUKAN
NOMOR
K
)

UMUR

No

NAMA

ALAMAT LENGKAP

BALASAN
RUJUKAN

Kriteria suspek:

1.Kasus kronik/gagal pengobatan kategori 2


2.Pasien TB yang tidak konversi pada pengobatan ulang (kategori 2)
3.Pasien TB yang pernah diobati, termasuk pemakaian OAT TB MDR misalnya fluorokuinolon
dan kanamisin
4.Pasien TB yang gagal pada pengobatan dengan OAT lini pertama (kategori 1)
5.Pasien TB yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap positif setelah bulan ke 3 pengobatan dengan OAT lini pertama
kategori 1)
6.Kasus kambuh (Kategori 1 atau Kategori 2)
7.Pasien TB yang kembali setelah lalai/default (setelah pengobatan kategori 1 atau kategori 2)
8. Suspek TB yang kontak erat dengan pasien TB-MDR, termasuk petugas kesehatan yang bertugas
merawat TB-MDR
9. Pasien Ko Infeksi TB - HIV

2. Isi formulir Rujukan Suspek, kirim ke RSHS Bandung


PENANGGULANGAN TB NASIONAL
TB MDR

FORMULIR RUJUKAN SUSPEK TB MDR


UPK yang merujuk

: .

Tanggal rujukan
Nomor rujukan

Kelurahan Kecamatan..
: .
: .

Kab/Kota

Yth. Dokter Poli DOTS Plus


Dengan hormat,
Bersama ini kami hadapkan pasien :
Nama
Usia

Alamat

:
:

.
tahun
Jenis kelamin :

RT/ RW

Kelurahan:

Kota/Kabupaten

: .

Nomor Telp/HP
: .
(beri tanda X pada kriteria yang dipilih)

dengan kriteria suspek

Kec.: ..

Kasus Kronik/Gagal Pengobatan Kategori 2

Tidak konversi setelah sisipan pada Pengobatan kategori 1

Tidak Konversi pada Pengobatan Kategori 2

Kasus Kambuh (Kategori 1 atau Kategori 2)

Pasien TB pernah diobati OAT TB MDR

Pengobatan setelah lalai

Gagal Pengobatan Kategori 1

Kontak erat dengan pasien TB MDR

Pasien Ko Infeksi TB - HIV

RIWAYAT PENGOBATAN TB
NO
KAPAN

UPK

TERAPI YANG DIBERIKAN

HASIL PENGOBATAN

Demikian rujukan kami, mohon dilakukan tatalaksana lanjutan


Terima kasih
Hormat kami,
(

Bersama ini kami sampaikan bahwa pasien suspek TB MDR:


Nama
:
.
Usia
:
tahun
Jenis kelamin : L / P
Nomor rujukan : .
berdasarkan hasil temuan,

yang bersangkutan diregister sebagai Suspek TB MDR dengan nomor register suspek.
Yang selanjutnya akan kami lakukan :

Pemeriksaan sputun BTA S-P/P-S

Pengobatan TB, sebutkan

Pemeriksaan biakan Mycobacterium TB

Pemberian obat non OAT

Pemeriksaan uji kepekaan OAT lini 1

Lain - lain
dan kami sarankan
..
..
, Tgl. ..
Hormat kami,

Petugas Puskesmas datang kerumah Suspek yg konfirmasi TB


MDR untuk diberikan KIE , verifikasi rumah, periksa kontak)
bersedia membantu pasien dengan sukarela.
mendapat pelatihan / magang /OJT
PMO harus petugas kesehatan (setiap hari pasien datang ke
fasyankes : suntik & minum OAT dihadapan petugas)
Sebaiknya di UPK 24 jam terdekat wilayah tinggal dibuat jadwal
Mengawasi dan memberi dorongan kepada pasien
Mengingatkan dan mengantar pasien saat saat pemeriksaan
follow up terutama pada tahap awal
memberi penyuluhan pada kontak erat pasien TB MDR yang
mempunyai gejala-2 mencurigakan TB

Ruang Rawat
Inap
TB MDR
R. Kemuning
4

Harapan :

Sosialisasi MDR TB IDi/Dinihari/3031 Juli 2010