Anda di halaman 1dari 11

People are often

unreasonable, illogical and


self-centered;
Forgive them
anyway.

Orang seringkali
keterlaluan, tidak logis dan
egois;

Tetaplah
memaafkan.

If you are kind, people


may accuse you of
selfish, ulterior motives;
Be kind anyway.

Jika kita ramah, orang


mungkin menuduh kita
mementingkan diri
sendiri, punya maksud
tersembunyi;

Tetaplah ramah.

If you are successful,


you will win some false
friends and some true
enemies;
Succeed anyway.

Jika kita sukses, kita


akan mendapat
teman semu dan
musuh sejati;
Tetaplah sukses.

If you are honest and frank,


people may cheat you;
Be honest and frank
anyway.

Jika kita jujur dan


berterus terang, kita
mungkin ditipu;
Tetaplah jujur dan
berterus terang.

What you spend years


building, someone may
destroy overnight;
Build anyway.

Bertahun-tahun
membangun,
kemungkinan
dihancurkan orang
dalam waktu singkat;

Tetaplah
membangun.

If you find serenity and


happiness, others may
be jealous;
Be happy anyway.

Jika kita menemukan


ketenangan dan
kegembiraan, mungkin
ada yang cemburu;
Tetaplah
bergembira.

The good you do today,


people will often forget
tomorrow;
Do good anyway.

Kebaikan yang kita


lakukan hari ini,
besok sudah
terlupakan;
Tetaplah
berbuat baik.

Give the world the


best you have, and
it may never be
enough;

Give the world


the best you've
got anyway.

Berilah yang terbaik,


tidak pernah cukup.
Tetaplah
memberi yang
terbaik.

You see, in the final


analysis, it is all between
you and God;
It was never
between you and
them anyway.

Sebab pada akhirnya


adalah antara kita dan
Allah;
Lagipula tidak
pernah antara
kita dan mereka.

Bilingual stories for children www.freekidstories.org

Perintah Paradoks seringkali dianggap sebagai tulisan Mother Teresa dari Kalkuta,
sebab ada salina puisi ini yang tergantung di dinding, tetapi ini ditulis oleh Kent ketika
berusia 19, dan pertama kali diterbitkan oleh the Harvard Student Agencies pada
tahun 1968.

"Paradoxical Commandments" is often attributed to Mother Teresa of Calcutta, as a


copy hung on her wall, but it was written by Kent when he was 19, and first published
by the Harvard Student Agencies in 1968. Indonesian translation courtesy of Activated;
used by permission.
All images courtesy of www.vectorcharacters.net