Anda di halaman 1dari 17

PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF UNTUK

PERKEMBANGAN SENI ANAK USIA DINI


MAKALAH
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan APE Berbasis Kewirausahaan

Disusun Oleh: Kelompok 6


1.
2.
3.
4.
5.

Adriana Nurita Gultom


Nike Rahmadani
Nurannisa
Nurul Hafsah
Ella Yunita

(A1F113048)
(A1F113008)
(RRA1F113020)
(A1F113042)
(A1F113014)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
Maret, 2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
ridho-Nyalah sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Pengembangan
Alat Permainan Edukatif Untuk Perkembangan Seni Anak Usia Dini.
Selama pembuatan makalah ini, penulis mendapat banyak kendala. Tetapi, berkat
beberapa pihak kendala-kendala tersebut dapat teratasi. Oleh karena itu, penulis tidak lupa
mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang telah membantu penulis menyelesaikan
makalah ini, khususnya: kepada orang tua penulis karena telah membantu penulis baik secara
materi dan dukungan moral, kepada Ibu Nyimas Muazzomi, S.Ag, M.Pd.I selaku dosen
pengampu mata kuliah Pengembangan APE Berbasis Kewirausahaan, kepada teman-teman
yang telah bersedia memberikan masukan-masukan kepada penulis dalam pembuatan
makalah ini, kepada pihak-pihak lain yang belum penulis ucapkan.
Penulis menyadari bahwa makalah jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu penulis
sangat mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dan mendidik untuk
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

Jambi, Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
.......................................................................................................................................................
i
DAFTAR
ISI
.......................................................................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.......................................................................................................3
C. Tujuan..........................................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.

Pengertian Alat Permainan Edukatif............................................................................4


Ciri dan prinsip Alat Permainan Edukatif....................................................................5
Fungsi Alat Permainan Edukatif...................................................................................6
Dampak Alat Permainan Edukatif bagi anak...............................................................7
Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam memilih Alat Permainan Edukatif........8
Pengertian perkembangan seni Anak Usia Dini...........................................................9
Fungsi pembelajaran seni di Taman Kanak-Kanak......................................................11
Alat Permainan Edukatif yang dapat mengembangkan perkembangan seni Anak Usia
Dini...............................................................................................................................11

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan.............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya yang ditujukan kepada anak
sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendiidkan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar
memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. PAUD sangatlah penting karena:
1. PAUD sebagai titik sentral strategi pembangunan sumber daya manusia dan sangat
fundamental.
2. PAUD memegang peranan penting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak
selanjutnya sebab merupakan fondasi dasar bagi kepribadian anak.
3. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak dini akan meningkatkan kesehatan dan
kesejahteraan fisik maupun mental yang akan berdampak pada peningkatan prestasi
belajar, etos kerja, produktivitas, pada akhirnya anak akan mampu lebih mandiri dan
mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
4. Merupakan masa Golden Age (usia emas) dari perkembangan otak manusia, dari
perkebangna otak manusia, maka tahap perkembangan otak pada Anak Usia Dini
menempati posisi yang paling vital yakni mencapai 80% perkenbangan otak.
5. Cerminan diri untuk melihat keberhasilan anak di masa mendatang, anak yang
mendapatkan layanan baik semenjak usia 0-6 tahun memiliki harapan lebih besar
untuk meraih keberhasilan di masa mendatang.
Salah satu aspek perkembangan Anak Usia Dini adalah perkembangan seni, ada berbagai
bidang pengembangan seni anak melalui berbagai cara. Salah satunya dapat dilakukan
dengan alat permainan edukatif.
Dunia anak adalah dunia bermain. Dengan bermain, anak akan memperoleh pelajaran
yang mengandung aspek perkembangan kognitif, sosial, emosi dan perkembangan fisik..
Bermain merupakan sarana untuk menggali pengalaman belajar yang sangat berguna untuk
anak. Bermain juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dan daya cipta,
karena bermain adalah sumber pengalaman dan uji coba.
Bermain, dari segi pendidikan adalah kegiatan permainan menggunakan alat permainan
yang mendidik serta alat yang bisa merangsang perkembangan aspek kognitif, sosial, emosi,
dan fisik yang dimiliki anak. Oleh karena itu, dari sudut pandang pendidikan bermain sangat
1

membutuhkan alat permainan yang mendidik. Dan alat permainan yang mendidik inilah yang
kita sebut dengan alat permainan edukatif (APE).
Dunia pendidikan tingkat kanak-kanak adalah sebuah dunia yang tidak terlepas dari
bermain dan juga berbagai alat permainan anak-anak. Salah satu lembaga pendidikan yang
berperan penting dalam proses pembelajaran dan peningkatan mutu dunia pendidikan kanakkanak adalah Taman Kanak-Kanak yang disingkat menjadi TK. Sebagai sebuah taman tentu
saja TK merupakan sebuah tempat belajar dan juga bermain kanak-kanak yang memiliki
berbagai sarana dan pra sarana untuk mendukung terlaksanannya proses pembelajaran dengan
baik dan berkualitas.
Secara umum banyak para penyelenggara pendidikan TK dan guru TK yang berpendapat
bahwa memperoleh Alat Pendidikan Edukatif dengan cara membeli adalah lebih mudah dan
ekonomis. Namun jika para guru mau berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan Alat
Pendidikan Edukatif dari barang-barang bekas maka tentu saja akan lebih ekonomis lagi.
Banyak mainan sekarang ini yang semakin kreatif, mahal dan beraneka macam. Tentunya
hal ini akan banyak membuat orang tua bingung. Banyak mainan yang dibuat oleh pabrik
yang sebetulnya kurang berfaedah bagi anak-anak karena sebenarnya alat bermain hanyalah
alat bantu saja bagi seorang anak dan bukan merupakan indikator mutlak untuk anak
berkembang lebih baik. Jadi mahal dan murahnya alat mainan bukanlah merupakan indikator.
Anak akan dapat bermain dengan manfaat yang besar apabila orang tua dapat mengetahui sisi
kegunaannya mainan tersebut.
Berdasarkan kerangka pemikiran yang ada bahwa Alat Pendidikan Edukatif, Kreatif dan
Inovatif tidak mesti alat permainan yang mahal maka penulis berupaya mencoba
mengembangkan dan membuat sebuah APE. Sebelum membuatnya tentu saja penulis harus
mengetahui tentang pengertian, fungsi dan prosedur pembuatan APE untuk menjadi salah
satu sumber belajar di TK. Penulis akan coba mengembangkan permainan Maze (Mencari
Jejak) ke bentuk permainan baru. Permainan ini diberi nama Tracker dan yang akan dibahas
dalam tulisan ini secara khusus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar kognitif dan
afektif kepada para pemainnya sehingga dapat dikategorikan sebagai permainan edukatif.
Alat bermain adalah segala macam sarana yang bisa merangsang aktifitas yang membuat
anak senang. Sedangkan alat permainan edukatif yaitu alat bermain yang dapat meningkatkan
fungsi menghibur dan fungsi mendidik. Artinya, alat permainan edukatif adalah sarana yang
2

dapat merangsang aktivitas anak untuk mempelajari sesuatu tanpa anak menyadarinya, baik
menggunakan teknologi modern maupun teknologi sederhana bahkan bersifat tradisional.
Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis akan membahas tentang pengembangan Alat
Permainan Edukatif untuk perkembangan seni Anak Usia Dini.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Apa pengertian Alat Permainan Edukatif?


Apa saja ciri dan prinsip Alat Permainan Edukatif?
Apa fungsi Alat Permainan Edukatif?
Apa dampak Alat Permainan Edukatif bagi anak?
Apa saja syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam memilih Alat Permainan Edukatif?
Apa pengertian perkembangan seni Anak Usia Dini?
Apa saja fungsi pembelajaran seni di Taman Kanak-Kanak?
Apa saja Alat Permainan Edukatif yang dapat mengembangkan perkembangan seni Anak
Usia Dini?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini ialah untuk mendeskripsikan:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengertian Alat Permainan Edukatif


Ciri dan prinsip Alat Permainan Edukatif
Fungsi Alat Permainan Edukatif
Dampak Alat Permainan Edukatif bagi anak
Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam memilih Alat Permainan Edukatif
Pengertian perkembangan seni Anak Usia Dini
Fungsi pembelajaran seni di Taman Kanak-Kanak
Alat Permainan Edukatif yang dapat mengembangkan perkembangan seni Anak Usia Dini
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Alat Permainan Edukatif


Menurut Mayke Sugianto. T dalam Badru Zaman, dkk (2007: 63) alat permainan
edukatif (APE) adalah permainan yang sengaja dirancang secara khusus untuk kepentingan
pendidikan. Sementara Badru Zaman (2007: 63) menyatakan bahwa APE untuk anak TK

adalah

alat

permainan

yang

dirancang

untuk

tujuan

meningkatkan

aspek-aspek

perkembangan anak TK.


Sedangkan Adams (1975) berpendapat bahwa permainan edukatif adalah semua bentuk
permainan yang dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman
belajar kepada para pemainnya, termasuk permainan tradisional dan moderen yang diberi
muatan pendidikan dan pengajaran Atas dasar pengertian itu, permainan yang dirancang
untuk memberi informasi atau menanamkan sikap tertentu, misalnya untuk memupuk
semangat kebersamaan dan kegotongroyongan, termasuk dalam kategori permainan edukatif
karena permainan itu memberikan pengalaman belajar kognitif dan afektif (Adams, 1975).
Dengan demikian, tidak menjadi soal apakah permainan itu merupakan permainan asli yang
khusus dirancang untuk pendidikan ataukah permainan lama yang diberi nuansa atau
dimanfaatkan untuk pendidikan.
Dalam Wikipedia Bahasa Indonesia (2016) kata inovasi dapat diartikan sebagai proses
atau

hasil

pengembangan

atau

pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan,

keterampilan

(termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki


produk (barang dan atau jasa), proses, atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang
berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial). Sedangkan kreativitas adalah
proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru
antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Berdasarkan pengertian kata inovasi dan
kreativitas di atas maka dalam kaitannya dengan Alat Pendidikan Edukatif, Kreatif dan
Inovatif dapat disimpulkan bahwa Alat Pendidikan Edukatif, Kreatif dan Inovatif merupakan
alat-alat permainan yang dibuat untuk mendidik anak-anak TK dan proses pembuatannya
dilakukan dengan kreasi dan inovasi dari guru-guru TK sendiri tanpa harus membeli dari
produsen maupun distributor alat-alat permainan.
Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Alat Pendidikan
Edukatif, Kreatif dan Inovatif adalah merupakan alat-alat permainan yang dirancang dan
dibuat untuk menjadi sumber belajar anak-anak TK agar mereka mendapatkan pengalaman
belajar. Pengalaman ini akan berguna untuk meningkatkan aspek-aspek perkembangan anak
TK seperti aspek fisik/motorik, emosi, sosial, bahasa, kognitif dan moral. Alat Permainan
Edukatif (APE) adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau alat
permainan yang mengandung nilai pendidikan dan dapat mengembangkan seluruh aspek
kemampuan anak, baik baik yang berasal dari lingkungan sekitar maupun yang sudah dibuat.

B. Ciri dan Prinsip Alat Permainan Edukatif


Untuk dapat melihat dan memahami secara lebih mendalam mengenai apakah suatu alat
permainan dapat dikategorikan sebagai alat permainan edukatif untuk anak TK atau tidak,
terdapat beberapa ciri yang harus dipenuhinya yaitu:
1. Alat permainan tersebut ditujukan untuk anak PAUD
2. Difungsikan untuk mengembangkan berbagai perkembangan anak PAUD
3. Dapat digunakan dengan berbagai cara, bentuk, dan untuk bermacam tujuan aspek
4.
5.
6.
7.

pengembangan atau bermanfaat multiguna


Aman atau tidak berbahaya bagi anak
Dirancang untuk mendorong aktifitas dan kreatifitas anak
Bersifat konstruktif atau ada sesuatu yang dihasilkan
Mengandung nilai pendidikan
Menurut Badru Zaman, dkk (2007: 63) alat permainan dapat dikategorikan sebagai alat

permainan edukatif untuk anak TK jika memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:


1. Ditujukan untuk anak usia TK.
2. Berfungsi mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak TK.
3. Dapat digunakan dengan berbagai cara, bentuk dan untuk bermacam tujuan aspek
pengembangan atau bermanfaat multiguna.
4. Aman bagi anak.
5. Dirancang untuk mendorong aktivitas dan kreativitas.
6. Bersifat konstruktif atau ada sesuatu yang dihasilkan.
Berdasarkan ciri-ciri dan prinsip APE maka dapat disimpulkan bahwa APE merupakan
alat permainan edukatif yang dirancang dan digunakan untuk anak-anak usia TK agar anakanak dapat bermain dan belajar dengan alat-alat permainan tersebut sehingga terjadi
peningkatan aspek-aspek perkembangan anak TK.
Sedangkan secara prinsipnya APE meliputi :
1. Mengaktifkan alat indra secara kombinasi sehingga dapat meningkatkan daya serap dan
daya ingat anak didik.
2. Mengandung kesesuaian dengan kenutuhan aspek perkembangan kemampuan dan usia
anak didik sehingga tercapai indikator kemampuan yang harus dimiliki anak.
3. Memiliki kemudahan dalam penggunaannya bagi anak sehingga lebih mudah terjadi
interaksi dan memperkuat tingkat pemahamannya dan daya ingat anak.
4. Membangkitkan minat sehingga mendorong anak untuk memainkannya.
5. Memiliki nilai guna sehingga besar manfaatnya bagi anak.
6. Bersifat efisien dan efektif sehingga mudah dan murah dalam pengadaan dan
penggunaannya.
5

C. Fungsi Alat Permainan Edukatif


Permainan edukatif penting bagi anak-anak, disebabkan karena:
1. Permainan edukatif dapat membantu anak dalam mengembangkan dirinya.
2. Permainan edukatif mampu minengkatkan kemampuan berkomunikasi bagi anak.
3. Permainan edukatif mampu membantu anak dalam menciptakan hal baru atau memberi
inovasi pada suatu permainan.
4. Permainan edukatif mampu meningkatkan cara berpikir pada anak.
5. Permainan edukatif mampu meningkatkan perasaan anak.
6. Permainan edukatif mampu meningkatkan rasa percaya diri pada anak.
7. Permainan edukatif mampu merangsang imajinasi pada anak.
8. Permainan edukatif dapat melatih kemampuan bahasa pada anak
9. Permainan edukatif dapat membentk moralitas anak.
10. Permainan edukatif dapat mengembangkan sosialisasi pada anak.
Menurut Badru Zaman (2007: 7.15) terdapat beberapa fungsi penggunaan Alat
Pendidikan Edukatif, Kreatif dan Inovatif di TK yaitu:
1.

Membantu dan mendukung proses pembelajaran anak TK agar lebih baik, menarik
dan jelas.

2.

Mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak.

3.

Memberi kesempatan pada anak TK memperoleh pengetahuan baru dan memperkaya


pengalamannya dengan berbagai alat permainan.

4.

Memberi kesempatan pada anak TK untuk mengenal lingkungan dan mengajarkan


pada anak untuk mengetahui kekuatan dirinya.
Sedangkan tujuan penggunaan APE dalam proses belajar anak yakni:

1.Memperjelas materi yang diberikan pada anak.


2. Memberikan motivasi dan merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dan
bereksperimen dalam peletakan dasar kea rah pertumbuhan dan mengembangkan bahasa,
kecerdasan, fisik, social dan emosional anak.
D. Dampak Alat Permainan Edukatif bagi Anak
1. Mampu melatih konsentrasi pada anak
Semakin dini usia anak semakin terbatas pencurahan perhatiannya. Oleh karena itu
permainan dan pengajaran yang menggunakkan alat dan media yang baik akan membantu
mempertahankan daya tangkap murid.

2. Mengajar dengan lebih cepat dengan waktu relatif singkat


Bila pelajaran hanya disampaikan dengan kata-kata saja, mungkin bisa tersampaikan atau
salah paham. Namun dengan bantuan alat dan media yang baik, guru bisa menjelaskan
dalam waktu cepat dan mencapai indikator kebnerhasilan belajar lebih cepat.
3. Menambah daya pengertian dan ingatan
Dalam menjelaskan sesuatu jika menggunakkan media yang tepat tentu akan lebih mudah
dimengerti dan memperdalam pengalaman belajar serta ingatan siswa. Melalui indera
penglihatan dan pendengaran murid dapat memahami perbedaan arti, warna , serta
bentuk.
4. Membuat proses belajar menyenangkan
Cara mengajar yang monoton tentu akan membosankan. Tetapi bila didisampaikan dalam
bentuk yang berbeda, media yang berbeda tentu akan menyenangkan dan mampu
membangkitkan motivasi belajar anak.

5. Membangkitkan emosi anak


Menyampaikan suatu materi dengan media-media yang menarik tentunya akan lebih
berhasil daripada menggunakan ceramah saja. Dengan media yang menarik tentu akan
membangkitkan emosi anak, perhatian pada materi dan juga pada media tersebut.
6. Mampu Mengatasi Keterbatasan Bahasa
Perbedaan kebudayaan sering menimbulkan kesalahpahaman, namun dengan media
mampu mengatasi kesalahpahaman akan keterbatasan anak-anak untuk mengerti suatu
bahasa.
7. Meningkatkan rasa sosialisasi pada anak
7

Permainan yang edukatif tentunya tidak boleh melupakan muatan-muatan pendidikan


bagi anak. Dengan model permainan kelompok tentu akan menumbuhkan rasa sosial pada
anak.
8. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi pada anak
Dengan permainan edukatif pasti merangsang anak untuk berhubungan dan
berkomunikasi dengan orang lain. Paling tidak dengan permainan edukasi akan
menimbulkan banyak pertanyaan dan imajinasi yang tentunya akan ditanyakan pada guru,
orangtua atau teman sebayanya.

E. Syarat-Syarat yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Alat Permainan


Edukatif
Permainan edukatif harus mempunyai fungsi untuk mengembangkan berbagai aspek
perkembangan

anak,

seperti

motorik,

bahasa,

kecerdasan,

dan

sosialisasi.

Selain itu alat permainan edukatif harus dapat dimainkan dengan berbagai variasi, tetapi
jangan terlalu sulit sehingga anak akan mudah frustasi, atau terlalu mudah sehingga anak
akan cepat bosan.
Dalam memilih permainan edukatif, guru dan orang tua harus memperhatikan kelayakan
dan kemanan mainan tersebut. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam memilih
permainan edukatif diantaranya:
1. Desain Mudah dan Sederhana
Sebaiknya desain permainan edukatif mempunyai desain yang sederhana. Hal paling
penting adalah tepat dan mengena pada sasaran edukasi, sehingga anak tidak terbebani
dengan kerumitannya.
2. Multifungsi
Permainan edukasi sesuai untuk anak lelaki atau perempuan, sehingga dapat juga
dibentuk sesuai kreativitas dan keinginan anak.

3. Menarik
Permainan edukatif sebaiknya mampu memotivasi anak dan tidak memerlukan
pengawasan yang intensif. Sehingga anak akan bebas mengekspresikan kekreatifannya.
4. Berukuran besar
Permainan edukatif sebaiknya berukuran besar karena kan memudahkan anak untuk
memegangnya dan menghindari kemungkinan membahayakan misalnya dimasukkan ke
mulut, maka sebaiknya memilih peralatan yang besar.
5. Awet dan sesuai kebutuhan
Hendaknya permainan edukasi tahan lama dan sesuai tujuan yang diinginkan, sesuai
kebutuhan dan tidak menghabiskan ruangan.
6. Mendorong Anak untuk bermain bersama
Sebaiknya memilih anak yang memberi kesempatan untuk bersosialisasi dengan
temannya dengan segenap kreativitasnya.
7. Mengembangkan Daya Fantasi
Permainan edukasi diharapkan mampu mengembangkan daya fantasi dan imajinasi anak.
Walaupun alat permainan edukatifnya sederhana harus tetap menarik baik warna maupun
bentuknya. Bila bersuara, suaranya harus jelas. Alat permainan edukatif harus mudah
diterima oleh semua kebudayaan karena bentuknya sangat umum dan harus tidak mudah
rusak. Kalau ada bagian-bagian yang rusak harus mudah diganti. Selain itu pemeliharaannya
mudah, terbuat dari bahan yang mudah didapat, dan harganya terjangkau oleh masyarakat
luas.

F. Pengertian Pembelajaran Seni Anak Usia Dini


Pengertian Pembelajaran Seni Anak Usia Dini adalah sejumlah kegiatan yang dapat
dilakukan oleh anak dengan lebih banyak melibatkan kemampuan motorik, khususnya
motorik halus.
9

Pada kelompok usia 4-6 tahun pemenuhan kebutuhan anak untuk berekspresi itu
mendapat bimbingan dan pembinaan secara sistematis dan berencana agar kesempatan
berekspresi yang diberikan kepada anak benar-benar mempunyai arti dan bermanfaat
baginya.
Jika mulai sejak dini anak diberikan bimbingan dan pembinaan yang sebaik-baiknya
untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif dan menghayati emosi yang bergejolak dalam
dirinya, maka daya fantasi atau imajinasi, daya kreasi dan perasaan estetis, anak memperoleh
rangsangan untuk berkembang dengan anak.
Setiap anak mempunyai keinginan untuk menciptakan sesuatu. Hasrat dan kemampuan
yang ada dirangsang dan dibina sehingga memperoleh kesanggupan untuk menciptakan
sesuatu dan merasa puas akan hasil ciptaannya. Rasa puas akan hasil ini merupakan dorongan
bagi anak untuk ingin selalu menciptakan sesuatu yang baru yang mendorong anak menjadi
lebih kreatif.
Pemberlakuan Kurikulum PAUD 2013 berimplikasi pada perlunya pengembangan
pembelajaran.

Guru

PAUD,

sebelum

melaksanakan

kegiatan

pembelajaran

perlu

mempersiapkan diri. Salah satu bentuk persiapan adalah menyusun model pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik perkembangan fisik dan psikologis anak usia dini, keadaan
lingkungan sekitar dan ketersediaan sarana prasarana pendidikan.
Dari berbagai pembelajaran yang perlu disusun oleh guru, diantaranya adalah
pembelajaran bidang pengembangan kemampuan seni. Kemampuan seni merupakan salah
satu dari bidang kemampuan dasar yang dikembangkan untuk meningkatkan kreativitas anak
yang bermuara ke arah pembentukan watak bangsa dan kehalusan budi.
Pembelajaran bidang seni yang dikembangkan dan diimplementasikan di sekolah tidak
harus seperti contoh dalam pedoman ini. Pedoman ini dapat menjadi rujukan bagi guru dalam
mengembangkan model pembelajaran. Guru dapat mengembangkan sesuai kreativitasnya,
sejauh tidak bertentangan dengan prinsip dan asas pembelajaran di KB dan TK.
Berkaitan dengan pengembangan kemampuan seni bagi anak PAUD, maka pembelajaran
seni merupakan sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan oleh anak dengan lebih banyak
melibatkan kemampuan motorik, khususnya motorik halus.

10

Perkembangan motorik merupakan perkembangan unsur kematangan dan pengendalian


gerak tubuh. Dalam proses perkembangan anak, motorik kasar berkembang terlebih dahulu
dibandingkan motorik halus. Hal ini terbukti bahwa anak sudah dapat menggunakan otototot kakinya untuk berjalan sebelum anak mampu mengontrol tangan dan jari-jarinya untuk
menggambar atau menggunting.

G. Fungsi Pembelajaran Seni di Taman Kanak-Kanak


Pengembangan seni di Taman Kanak-kanak merupakan salah satu dari bidang
pengembangan kemampuan dasar yang dipersiapakan oleh guru untuk meningkatkan
kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Ada 7 fungsi fungsi
dari pengembangan seni (Direktorat Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar,
2007: 17), yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Melatih ketelitian dan kerapian anak.


Mengembangkan fantasi dan kreativitas anak.
Melatih motorik halus anak.
Memupuk pengamatan, pendengaran, dan daya cipta anak.
Mengembangkan perasaan estetika, dan menghargai hasil karya anak lain.
Mengembangkan imajinasi anak.
Mengenalkan cara mengekspresikan diri dengan menggunakan teknik yang telah dikuasai
oleh anak.

H. Alat Permainan Edukatif yang Dapat Mengembangkan Perkembangan Seni Anak


Usia Dini

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Alat Pendidikan Edukatif, Kreatif dan Inovatif adalah merupakan alat-alat permainan
yang dirancang dan dibuat untuk menjadi sumber belajar anak-anak TK agar mereka
mendapatkan pengalaman belajar. Pengalaman ini akan berguna untuk meningkatkan
11

aspek-aspek perkembangan anak TK seperti aspek fisik/motorik, emosi, sosial, bahasa,


kognitif dan moral. Alat Permainan Edukatif (APE) adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan sebagai sarana atau alat permainan yang mengandung nilai pendidikan dan
dapat mengembangkan seluruh aspek kemampuan anak, baik baik yang berasal dari
lingkungan sekitar maupun yang sudah dibuat.
2. Menurut Badru Zaman, dkk (2007: 63) alat permainan dapat dikategorikan sebagai alat
permainan edukatif untuk anak TK jika memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:
1. Ditujukan untuk anak usia TK.
2. Berfungsi mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak TK.
3. Dapat digunakan dengan berbagai cara, bentuk dan untuk bermacam tujuan aspek
pengembangan atau bermanfaat multiguna.
Sedangkan secara prinsipnya APE meliputi :
1. Mengaktifkan alat indra secara kombinasi sehingga dapat meningkatkan daya serap
dan daya ingat anak didik.
2. Mengandung kesesuaian dengan kenutuhan aspek perkembangan kemampuan dan
usia anak didik sehingga tercapai indikator kemampuan yang harus dimiliki anak.
3. Memiliki kemudahan dalam penggunaannya bagi anak sehingga lebih mudah terjadi
interaksi dan memperkuat tingkat pemahamannya dan daya ingat anak.
3. Menurut Badru Zaman (2007: 7.15) terdapat beberapa fungsi penggunaan Alat
Pendidikan Edukatif, Kreatif dan Inovatif di TK yaitu:
1. Membantu dan mendukung proses pembelajaran anak TK agar lebih baik, menarik
dan jelas.
2. Mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak.
3. Memberi kesempatan pada anak TK memperoleh pengetahuan baru dan memperkaya
pengalamannya dengan berbagai alat permainan.
4. Dampak Alat Permainan Edukatif bagi anak, yaitu:
1. Mampu melatih konsentrasi pada anak
2. Mengajar dengan lebih cepat dengan waktu relatif singkat
3. Menambah daya pengertian dan ingatan
5. Syarat-Syarat yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Alat Permainan Edukatif, yaitu:
1. Desain Mudah dan Sederhana
2. Multifungsi
12

3. Menarik
6. Pengertian Pembelajaran Seni Anak Usia Dini adalah sejumlah kegiatan yang dapat
dilakukan oleh anak dengan lebih banyak melibatkan kemampuan motorik, khususnya
motorik halus.
7. Fungsi pembelajaran seni di Taman Kanak-Kanak, yaitu:
1. Melatih ketelitian dan kerapian anak.
2. Mengembangkan fantasi dan kreativitas anak.
3. Melatih motorik halus anak.

DAFTAR PUSTAKA
Belajar, Asik. 2015. Ciri-ciri dan Prinsip Alat Permainan. http://www.asikbelajar.com/2015/
08/ciri-ciri-dan-prinsip-alat-permainan.html. Diakses 18 Maret 2016
13

Dikiria, Maya. 2011. Permainan Edukatif Sebagai Media Belajar Anak Usia Dini. https://ma
yadikiria.wordpress.com/2011/05/22/permainan-edukatif-sebagai-media-belajar-anakusia-dini/. Diakses 17 Maret 2016
Jateng, PAUD. 2015. Pengertian Pembelajaran Seni Anak Usia Dini. http://paudjateng.xahzg
s.com/2015/09/pengertian-pembelajaran-seni-anak-usia-dini.html. Diakses 17 Maret
2016
Khoiris, Laila. 2012. Makalah APE. https://lailakhoiris.wordpress.com/makalah-ape/.Diakses
16 Maret 2016
Kunt34. 2011.Pengembangan Seni di Taman Kanak- Kanak. http://kunt34.blogspot.co.id/2011
/10/pengembangan-seni-di-taman-kanak-kanak.html. Diakses 17 Maret 2016
Printstation, Seramoe. 2013. Makalah Alat Permainan Edukatif. http://seramoe printstation.bl
ogspot.co.id/2013/01/makalah-alat-permainan-edukatif-ape.html. Diakses 16 Maret
2016

14