Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

SIFAT-SIFAT KEMAGNETAN BAHAN


Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Medan Elektromagnet 1

Disusun Oleh :
MUHAMMAD KHAIRANI HIDAYAT
NIM : 2013-11-276

Jurusan Teknik Elektro


Sekolah Tinggi Teknik PLN
Jakarta
2015

SIFAT KEMAGNETAN BAHAN

1. Pendauluan
Ketika materi ditempatkan dalam medan magnet, kekuatan magnetik dari
bahan yang elektron tersebut akan terpengaruh. Efek ini dikenal sebagai Hukum
Faraday Induksi Magnetik. Namun, bahan dapat bereaksi sangat berbeda dengan
kehadiran medan magnet luar. Reaksi ini tergantung pada sejumlah faktor,
seperti struktur atom dan molekul material, dan medan magnet bersih terkait
dengan atom. Momen magnetik berhubungan dengan atom memiliki tiga asalusul. Ini adalah gerakan orbital elektron, perubahan dalam gerak orbit yang
disebabkan oleh medan magnet luar, dan spin dari elektron.
Pada sebagian besar atom, elektron terjadi pada pasangan. Spin elektron
dalam pasangan di arah yang berlawanan. Jadi, ketika elektron dipasangkan
bersama-sama, mereka berputar berlawanan menyebabkan medan magnet
mereka untuk membatalkan satu sama lain. Oleh karena itu, tidak ada medan
magnet bersih. Bergantian, bahan dengan beberapa elektron berpasangan akan
memiliki medan magnet bersih dan akan bereaksi lebih untuk bidang eksternal.
Kebanyakan bahan dapat diklasifikasikan sebagai diamagnetic, atau
feromagnetik paramagnetik.
Berdasarkan sifat medan magnet atomis, bahan dibagi menjadi tiga
golongan, yaitu diamagnetik, paramagnetik dan ferromagnetik.Berikut akan
djelaskan tentang ketiga sifat dari kemagnetan.

2. Sifat-Sifat Kemagnetan Bahan

A. Paramagnetik

Bahan paramagnetik adalah bahan yang


resultan medan magnet atomis masing-masing
atom/molekulnya tidak nol, tetapi resultan medan
magnet atomis total seluruh atom/molekul dalam
bahan nol (Halliday & Resnick, 1989). Hal ini
disebabkan karena gerakan atom/molekul acak,
sehingga resultan medan magnet atomis masingmasing atom saling meniadakan. Bahan ini jika
diberi medan magnet luar, maka elektronelektronnya akan berusaha sedemikian rupa
sehingga resultan medan magnet atomisnya
searah dengan medan magnet luar. Sifat
paramagnetik ditimbulkan oleh momen magnetik
spin yang menjadi terarah oleh medan magnet
luar. Pada bahan ini, efek diamagnetik (efek
timbulnya medan magnet yang melawan medan
magnet penyebabnya) dapat timbul, tetapi
pengaruhnya sangat kecil.

Bahan paramagnetik memiliki suseptibiltas magnetic Xm yang positif, dan


sangat kecil. Paramagnetisme muncul dalam bahan yang atom-atomnya
memiliki momen magnetik permanen yang berinteraksi satu sama lain secara
sangat lemah. Apabila tidak terdapat medan magnetik luar, momen magnetik ini
akan berorientasi acak. Dengan daya medan magnetik luar, momen magnetik ini
cenderung menyearahkan sejajar dengan medannya, tetapi ini dilawan oleh
kecenderungan momen untuk berorientasi acak akibat gerakan termalnya.
Perbandingan momen yang menyearahkan dengan medan ini bergantung pada
kekuatan medan dan pada temperaturnya. Pada medan magnetik luar yang kuat
pada temperatur yang sangat rendah, hampir seluruh momen akan diserahkan
dengan medannya. Dalam keadaan ini kontribusi pada medan magnetik total
akibat bahan ini sangat besar, seperti yang diperlihatkan dalam taksiran
numerik. Akan tetapi, sekalipun dengan medan magnetik terkuat yang dapat
diperoleh di laboratorium, temperatur haruslah serendah beberapa Kelvin untuk
memperoleh derajat penyearahan yang tinggi.
Telah kita ketahui bahwa energi potensial dipole listrik dengan momen p dalam
medan listrik E pada persamaan:
Energi potensial dari suatu dipol magnetik dengan momen m di dalam
medan magnetik luar B diberikan oleh persamaan yang sama:

Energi potensial apabila momennya sejajar dengan medan ( = 0)


dengan demikian lebih rendah dibandingkan apabila momennya sejajar dan
berlawanan arah ( = 180o) sebesar 2mB. Untuk momen magnetik 1

magneton Bohr dan medan magnetik sekuat 1 T, perbedaan energi


potensialnya adalah :

Pada temperature normal T=300K, energi termal kT ialah :

yang kira-kira 200 kali lebih besar dari 2mBB. Dengan demikian, sekalipun dalam
medan magnetik yang kuatnya 1 T, sebagian besar momen magnetik tersebut
akan berorientasi acak karena gerak termalnya.
Pada hukum Curie,

Perhatikan bahwa merupakan rasio antara energi maksimum dipol dalam medan
magnetik dengan energi termal karakteristiknya dan dengan demikian akan
berupa bilangan tanpa dimensi. Hasil bahwa pemagnetan ini terbalik dengan
temperatur mutlak ditemukan secara percobaan oleh Pierre Curie dan dikenal
hukum Curie.
Permeabilitas bahan paramagnetik adalah 0>, dan suseptibilitas
magnetik bahannya .0>m contoh bahan paramagnetik: alumunium,
magnesium, wolfram dan sebagainya. Bahan diamagnetik dan paramagnetik
mempunyai sifat kemagnetan yang lemah. Perubahan medan magnet dengan
adanya bahan tersebut tidaklah besar apabila digunakan sebagai pengisi
kumparan toroida.
Bahan paramagnetik ada yang positif, kerentanan kecil untuk medan
magnet.. Bahan-bahan ini sedikit tertarik oleh medan magnet dan materi yang
tidak mempertahankan sifat magnetik ketika bidang eksternal dihapus. sifat
paramagnetik adalah karena adanya beberapa elektron tidak berpasangan, dan
dari penataan kembali elektron orbit disebabkan oleh medan magnet eksternal.
bahan paramagnetik termasuk Magnesium, molybdenum, lithium, dan tantalum
Paramagnetisme adalah suatu bentuk magnetisme yang hanya terjadi
karena adanya medan magnet eksternal. Material paramagnetik tertarik oleh
medan magnet, dan karenanya memiliki permeabilitas magnetis relatif lebih
besar dari satu (atau, dengan kata lain, suseptibilitas magnetik positif). Meskipun
demikian, tidak seperti ferromagnet yang juga tertarik oleh medan magnet,
paramagnet tidak mempertahankan magnetismenya sewaktu medan magnet
eksternal tak lagi diterapkan.
Ciri-ciri dari bahan paramagnetic adalah:
Bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing atom/molekulnya
adalah tidak nol.
Jika solenoida dimasuki bahan ini akan dihasilkan induksi magnetik yang lebih

besar.
Permeabilitas bahan: u > u o.
Contoh: aluminium, magnesium, wolfram, platina, kayu

B. Diamagnetik

Bahan diamagnetisme merupakan bahan


yang memiliki nilai suseptibilitas magnetik Xm
negatif dan sangat kecil. Sifat diamagnet
ditemukan oleh Faraday pada tahun 1846 ketika
ia mengetahui bahwa sekeping bismuth ditolak
oleh kedua kutub magnet, yang memperlihatkan
bahwa medan luar dari magnet tersebut
menginduksikan suatu momen magnetik pada
bismuth dalam arah yang berlawanan dengan
medan tersebut. Kita dapat memahami pengaruh
ini secara kualitatif dengan menggunakan hukum
Lenz.
Atom dengan struktur elektron kulit
tertutup memiliki momentum sudut total sama
dengan nol dan dengan demikian tidak ada
momen magnetik permanen totalnya. Bahanbahan yang memiliki atom yang demikian-bismut,
misalnya-merupakan
bahan
diamagnetik.
Sebagaimana yang akan kita lihat kemudian, momen magnetik induksi yang
menyebabkan diamagnetisme memiliki besar orde 10-5 magneton Bohr. Karena
nilai ini jauh lebih rendah daripada momen magnetik permanen atom-atom
bahan paramagnetik dan feromagnetik, yang tidak memiliki struktur kulit
tertutup, pengaruh diamagnetik pada atom-atom ditutupi oleh penyearahan
momen magnetik permanen. Akan tetapi, karena penyebarisan ini menurun
terhadap temperatur, semua bahan secara teoritis bersifat diamgnetik pada
temperatur yang cukup tinggi.
Superkonduktor merupakan diamagnetik yang sempurna, artinya
superkonduktor ini memiliki suseptibilitas magnetik -1. apabila superkonduktor
ini ditempatkan dalam medan magnetik luar, arus listrik akan diinduksikan pada
permukaannnya sehingga medan magnetik total dalam superkonduktor tersebut
menjadi nol. Perhatikan batang superkonduktor di dalam solenoida dengan n
lilitan per panjang satuan. Apabila solenoidanya dihubungkan dengan sumber
ggl sehingga menyalurkan arus I, medan magnetik akibat solenoidanya akan
sama dengan . Arus permukaan sebesar nI per panjang satuan yang
diinduksikan pada batang superkonduktor akan meniadakan medan akibat
solenoida sehingga medan total di dalam superkonduktor sama dengan nol.
Ciri-ciri dari bahan diamagnetic adalah:

Bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing atom/molekulnya


adalah nol.
Jika solenoida dirnasukkan bahan ini, induksi magnetik yang timbul lebih
kecil.
Permeabilitas bahan ini: u <> o.
Contoh: Bismuth, tembaga, emas, perak, seng, garam dapur.

C. Ferromagnetik

Bahan ferromagnetik adalah bahan yang


mempunyai resultan medan atomis besar (Halliday
& Resnick, 1989). Hal ini terutama disebabkan oleh
momen magnetik spin elektron. Pada bahan
ferromagnetik banyak spin elektron yang tidak
berpasangan, misalnya pada atom besi terdapat
empat buah spin elektron yang tidak berpasangan.
Masing-masing
spin
elektron
yang
tidak
berpasangan
ini
akan
memberikan
medan
magnetik, sehingga total medan magnetik yang
dihasilkan oleh suatu atom lebih besar.
Medan magnet dari masing-masing atom
dalam bahan ferromagnetik sangat kuat, sehingga
interaksi
diantara
atom-atom
tetangganya
menyebabkan
sebagian
besar
atom
akan
mensejajarkan
diri
membentuk
kelompokkelompok.
Kelompok atom yang mensejajarkan dirinya
dalam suatu daerah dinamakan domain. Bahan feromagnetik sebelum diberi
medan magnet luar mempunyai domain yang momen magnetiknya kuat, tetapi
momen magnetik ini mempunyai arah yang berbeda-beda dari satu domain ke
domain yang lain sehingga medan magnet yang dihasilkan tiap domain saling
meniadakan.
Bahan ini jika diberi medan magnet dari luar, maka domain-domain ini
akan mensejajarkan diri searah dengan medan magnet dari luar. Semakin kuat
medan magnetnya semakin banyak domain-domain yang mensejajarkan dirinya.
Akibatnya medan magnet dalam bahan ferromagnetik akan semakin kuat.
Setelah seluruh domain terarahkan, penambahan medan magnet luar tidak
memberi pengaruh apa-apa karena tidak ada lagi domain yang disearahkan.
Keadaan ini dinamakan jenuh atau keadaan saturasi.
Permeabilitas bahan ferromagnetik adalah 0>>> dan suseptibilitas
bahannya 0>>>m. contoh bahan ferromagnetik : besi, baja, besi silicon dan
lain-lain. Sifat kemagnetan bahan ferromagnetik ini akan hilang pada temperatur
yang disebut Temperatur Currie. Temperatur Curie untuk besi lemah adalah 770
0
C, dan untuk baja adalah 1043 0C (Kraus. J. D, 1970).

Bahan ferromagnetik ada yang positif, kerentanan besar untuk medan


magnet luar. Mereka menunjukkan daya tarik yang kuat untuk medan magnet
dan mampu mempertahankan sifat magnetik mereka setelah bidang eksternal
telah dihapus bahan. Ferromagnetik memiliki elektron tidak berpasangan
sehingga atom mereka memiliki momen magnet bersih. Mereka mendapatkan
magnet yang kuat sifat mereka karena keberadaan domain magnetik. Dalam
domain ini, sejumlah besar di saat-saat atom (1012 sampai 1015) adalah sejajar paralel
sehingga gaya magnet dalam domain yang kuat. Ketika bahan feromagnetik
dalam keadaan unmagnitized, wilayah hampir secara acak terorganisir dan
medan magnet bersih untuk bagian yang secara keseluruhan adalah nol.. Ketika
kekuatan magnetizing diberikan, domain menjadi selaras untuk menghasilkan
medan magnet yang kuat dalam bagian.. Besi, nikel, dan kobalt adalah contoh
bahan feromagnetik.. Komponen dengan materi-materi ini biasanya diperiksa
dengan menggunakan metode partikel magnetik.
Ferromagnetisme adalah sebuah fenomena dimana sebuah material dapat
mengalami magnetisasi secara spontan, dan merupakan satu dari bentuk
kemagnetan yang paling kuat. Fenomena inilah yang dapat menjelaskan
kelakuan magnet yang kita jumpai sehari-hari. Ferromagnetisme dan
ferromagnetisme merupakan dasar untuk menjelaskan fenomena magnet
permanen.
Bahan feromagnetisme memiliki nilai suseptibilitas magnetik Xm positif, yang
sangat tinggi. Feromagnetisme muncul pada besi murni, kobalt, dan nikel serta
paduan dari logam-logam ini. Sifat ini juga dimiliki oleh gadolinium, disprosium,
dan beberapa senyawa lain. Dalam bahan-bahan ini sejumlah kecil medan
magnetik luar dapat menyebabkan derajat penyearahan yang tinggi pada
momen dipol magnetik atomnya. Dalam beberapa kasus, penyearahan ini dapat
bertahan sekalipun medan pemagnetannya telah hilang. Ini terjadi karena
momen dipol magnetik atom dari bahan-bahan ini mengerahkan gaya-gaya yang
kuat pada atom tetangganya sehingga dalam daerah ruang yang sempit, momen
ini disearahkan satu sama lain sekalipun medan luarnya tidak ada lagi. Daerah
ruang tempat momen dipol megnetik disearahkan ini disebut daerah magnetik.
Ukuran suatu ranah biasanya bersifat mikroskopik. Dalam daerah ini, semua
momen magnetik disearahkan, tetapi arah penyearahannya beragam dari
daerah ke daerah sehingga momen magnetik total dari kepingan mikroskopik
bahan feromagnetik ini adalah nol dalam keadaan normal.
Apabila medan magnetik luar dikerahkan, batas-batas daerah tersebut
dapat bergeser atau arah penyearahan dalam suatu daerah dapat berubah
sehingga terdapat momen magnetik mikroskopik total dalam arah medan yang
dikerahkan tersebut. Karena derajat penyearahan itu terlalu besar bahkan untuk
medan luar yang lemah, medan magnetik yang dihasilkan dalam bahan ersebut
oleh dipol-dipol seringkali jauh lebih besar daripada medan luarnya.
Ciri-ciri bahan ferromagnetic adalah:
Bahan yang mempunyai resultan medan magnetis atomis besar.
Tetap bersifat magnetik sangat baik sebagai magnet permanen
Jika solenoida diisi bahan ini akan dihasilkan induksi magnetik sangat besar
(bisa ribuan kali).Permeabilitas bahan ini: u > uo ( miu > miu nol)
Contoh: besi, baja, besi silikon, nikel, kobalt.

3. Daftar Pustaka
Nanda Novita, 2015, Sifat Kemagnetan Bahan.
Https://Www.Scribd.Com/Doc/262735605/Sifat-Kemagnetan-Bahan.
Diakses Tanggal 24 Jun. 15