Anda di halaman 1dari 4

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian


Desain penelitian ini adalah studi kasus. Desain penelitian ini
mengeskplorasi 2 pasien yang terdiagnosis CVA nonhemoragi dengan defisit
perawatan diri di paviliun flamboyan RSUD Jombang, Klien diobservasi
selama 3 x 24 jam.
3.2 Batasan Istilah
Stroke (CVA) adalah gangguan peredaran darah otak yang
menyebabkan deficit neurologis mendadak sebagai akibat iskemia atau
hemoragi sirkulasi saraf otak (NANDA, 2013).
CVA nonhemoragi adalah tersumbatnya pembuluh darah yang
menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau seluruhnya terhenti. CVA
atau Stroke iskemik dibagi menjadi 3:
1) Stroke trombotik : proses terbentuknya thrombus yang membuat
penggumpalan.
2) Stroke embolik : tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
3) Hipoperfusion sistemik : berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian
tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.
Perawatan diriadalah kemampuan dasar manusia dalam memenuhi
kebutuhan guna mempertahankan hidupnya, kesehatannya dan
kesejahteraannya sesuai dengan kondisi kesehatannya (Mukripah &
Iskandar, 2012).
Peneliitian ini dibatasi pada pasien CVA nonhemoragi dengan defisit
perawatan diri di ruang paviliun flamboyan RSUD Jombang.
3.3 Subyek Penelitian
Subyek yang dilakukan pada penelitian ini adalah 2 klien dengan
diagnosis medis dan masalah keperawatan yang sama yaitu : Klien CVA

32

nonhemoragi dengan defisit perawatan diri pada serangan pertama, parese


sebelah kiri dengan usia 50 60 tahun dan jenis kelamin yang sama.
3.4 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian studi kasus ini dilakukan pada tanggal 18 Agustus 2015
sampai dengan 20 Agustus 2015 diruang pavilliun flamboyan RSUD
Jombang. Klien diobservasi 2 kali dalam sehari yaitu pada jam 09.00 WIB
dan jam 16.00 WIB selama 3 hari.
3.5 Pengumpulan Data
Pada sub bab ini dijelaskan tentang metode pengumpulan data yang
digunakan :
1) Wawancara (hasil anamnesis berisi tentang identitas klien, keluhan
utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu riwayat
penyakit keluarga, pengkajian 11 pola gordon. Sumber data diperoleh
dari klien, keluarga, perawat.
2) Observasi dan pemeriksaan fisik (dengan pendekatan IPPA = ispeksi,
palpasi, perkusi, auskultasi) pada sistem tubuh klien.
3) Studi dokumentasi dan angket (hasil dari pemeriksaan diagnostik dan
data yang relevan).
3.6 Uji Keabsahan Data
Uji keabsahan data dimaksudkan untuk menguji kualitas
data/informasi yang diperoleh sehingga menghasilkan data dengan validitas
tinggi. Uji keabsahan data dilakukan dengan :
1) Memperpanjang waktu pengamatan/tindakan.
2) Sumber informasi tambahan menggunakan triagulasi dari tiga sumber
data utama yaitu : Klien, keluarga, dan perawat.
3.7 Analisis Data

33

Analisis data dilakukan sejak peneliti di lapangan, sewaktu


pengumpulan data sampai dengan semua data terkumpul. Analisa data
dilakukan dengan cara mengemukakan fakta, selanjutnya membandingkan
dengan teori yang ada dan selanjutnya dituangkan dalam opini pembahasan.
Teknik analisis yang digunakan dengan cara menarasikan jawaban dari
penelitian yang diperoleh dari hasil interpretasi wawancara mendalam yang
dilakukan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Teknik analisis
digunakan dengan cara observasi oleh penelitian dan studi dokumentasi
yang menghasilkan data untuk selanjutnya diinterpretasikan oleh peneliti
dibandingkan teori yang ada sebagai bahan untuk memberikan rekomendasi
dalam intervensi tersebut. Urutan dalam analisis adalah :
1) Pengumpulan data
Data dikumpilkan dari hasil WOD (wawancara, observasi,
dokumentasi). Hasil ditulis dalam bentuk catatan lapangan, kemudian
disalin dalam bentuk transkrip (catatan terstruktur).
2) Mereduksi data
Data hasil wawancara yang terkumpul dalam bentuk catatan lapangan
dijadikan satu dalam bentuk transkrip dan dikelompokkan menjadi data
subyektif dan obyektif, dianalisis berdasarkan hasil pemeriksaan
diagnostik kemudian dibandingkan dengan nilai normal.
3) Penyajian data
Penyajian data dapat dilakukan dengan tabel dan teks naratif.
Kerahasiaan dari klien dijamin dengan jalan mengaburkan identitas
klien.
4) Kesimpulan
Dari data yang disajikan, kemudian data dibahas dan dibandingkan
dengan hasil-hasil penelitian terdahulu dan secara teoritis dengan

34

perilaku kesehatan. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan metode


induksi.
Data yang dikumpulkan terkait dengan data pengkajian, diagnosis,
perencanaan, tindakan, dan evaluasi.
3.8 Etik Penelitian
Dicantumkan etika yang mendasari penyusunan studi kasus, terdiri dari :
1) Informed consent (persetujuan menjadi klien)
Informed consent merupakan persetujuan untuk menjadi klien dan
pemberian informasi mengenai penelitian yang akan dilaksanakan,
manfaat yang diperoleh, resiko-resiko yang akan terjadi.

2) Anonimity (tanpa nama)


Anonimity dalam penelitian merupakan cara dari peneliti untuk
menghormati privasi sebagai responden. Peneliti dapat menggunkan
koding (inisial) sebagai pengganti identitas responden
3) Confidentiality (kerahasiaan)
Setiap individu memiliki hak-hak dasar termasuk privasi dan
kebebasan individu. Pada dasarnya penelitian akan memberikan akibat
terbukanya informasi individu termasuk informasi yang bersifat pribadi.
Dalam aplikasinya peneliti tidak boleh membuka rahasia klien.
4) Keterbatasan Penelitian
Setiap individu mempunyai respon yang berbeda-beda dalam
menerima asuhan keperawatan. Keterbatasan penelitian ini dapat terjadi
dalam memperoleh data pasien yang dikarenakan kondisi pasien atau
respon pasien yang kurang terbuka terhadap peneliti.

35