Anda di halaman 1dari 2

Reaksi Hopkins Cole

Triptofan dapat berkondensasi dengan beberapa aldehida dengan bantuan asam


kuat dan membentuk senyawa yang berwarna. Larutan protein yang
mengandung triptofan dapat direaksikan dengan pereaksi Hopkins Cole hingga
membentuk lapisan di bawah larutan protein. Beberapa saat kemudian akan
terjadi cincin ungu pada batas antara kedua lapisan tersebut (Anna Poedjiadi,
1994).
Poedjiadi, Anna. 1991. Dasar-dasar biokimia. Jakarta: UI press
http://www.edubio.info/2013/11/uji-hopkins-cole.html

Uji yang kedua yaitu reaksi dengan logam. asam amino yang merupakan
penyusun suatu protein dapat mengikat logam seperti Hg (merkuri klorida) dan
Pb (timbal asetat) dan logam-logam lain, reaksi ini ditandai dengan adanya
endapan putih. Pada reaksi ini, albumin ditambahkan dengan AgNO 3, CuSO4, Pb
asetat, HgCl2, dan FeCl3 . Setelah penambahan, terjadi perubahan daru bening
menjadi larutan dengan endapan. Hal ini disebabkan karena adanya kemampuan
protein atau asam amino untuk berikatan dengan ion logam di atas titik
isoelektriknya. Kemampuan ini disebabkan karena pada saat pH berada di atas
titik isoelektrik protein atau asam amino, maka ia akan bermuatan negatif
sehingga mampu mengikat ion logam yang bermuatan positif. Berdasarkan teori,
titik isoelktrik albumin adalah : 4,55-4,90 (titik isoelektrik adalah keadaan pH
dimana protein /asam amino memiliki jumlah muatan positif dan negatif yang
sama). Adanya pertambahan ion logam menyebabkan putusnya jembatan
disulfida dan ikatan kovalen S-S. Dengan kata lain, logam yang bereaksi dengan
protein akan memberikan endapan karena logam tersebut diikat oleh albumin
sehingga logam tersebut mengendap.
Ikatan yang amat kuat dari reaksi protein yang ditambahkan dengan logam
emutuskan ikatan jembatan garam, sehingga terjadi denaturasi, scara
bersamaan gugus COOH dan gugus NH2 yang terdapat pada protein dapat
breaksi dengan ion logam berat dan dapat membntuk senyawa kelat yang
mengendap.

UJI SAKAGUCHI
Author - panji tok Date - 9:26 PM biokimia

Advertisement

Uji Sakaguchi adalah uji kimia yang digunakan untuk mendeteksi asam amino arginin.
Arginin memiliki kelompok-R propil (3 metil) dengan gugus guanidin di ujungnya. Gugus
guanidin merupakan atom C yang mengikat N2 dengan ikatan tunggal dan mengikat N
dengan ikatan ganda. Gugus guanidin akan bereaksi dalam uji sakaguchi. Dalam kondisi

basa, alpha naphtol akan bereaksi dengan gugus guanidin dalam arginin yang telah
teroksidasi sodium hipoklorit, menghasilkan senyawa berwarna merah. Apabila protein
yang diuji dengan tes sakaguchi menunjukkan perubahan warna merah berarti dalam
protein tersebut terdapat arginin.
http://www.edubio.info/2013/11/uji-sakaguchi.html

Sebenarnya protein bersifat amfoter, bisa bereaksi dengan asam atau


basa. Namun lebih mudah bereaksi dengan suasana basa, selain itu
agar mudah untuk diamati. Dalam uji biuret diadakan dalam suasana
basa, supaya ion Cu2+ dari pereaksi biuret (dalam suasana basa) akan
bereaksi dengan polipeptida atau ikatan- ikatan peptida yang
menyusun protein membentuk senyawa kompleks berwarna ungu atau
violet (Hidayatullah, 2012).
Reaksi ini beraksi positif terhadap dua buah atau lebih ikatan peptida
tetapi negati terhadap asam amino bebas.