Anda di halaman 1dari 6

METODE

PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG
KANTOR TAHAP FINISHING DAN
SARANA LINGKUNGAN
PENGADILAN AGAMA KOTA
TASIKMALAYA

PT.
DAMAI

BAB I PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Metode Pelaksanaan Pekerjaan inidisusun berdasarkan, uraian yang
didapat didalam dokumen lelang paket pekerjaan PPEMBANGUNAN
GEDUNG KANTOR TAHAP FINISHING DAN SARANA LINGKUNGAN
PENGADILAN AGAMA KOTA TASIKMALAYA. Metode Pelaksanaan ini
dibuat untuk memenuhi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi didalam
mengikuti Pelelangan Umum Paket PENGADAAN SARANA DAN
PRASARANA DI LINGKUNGAN MAHKAMAH AGUNG.
Pelaksanaan pekerjaan akan dilaksanakan selama 180 (Seratus Delapan
Puluh) hari kalender. Dengan waktu pelaksanaan pekerjaan yang disediakan
hanya 180 (Seratus Delapan Puluh ) hari kalender yang terdiri dari 1 masa
bangunan utama dan beberapa bangunan penunjang. dengan item cukup
banyak, maka kegiatan pembangunan ini akan berjalan secara simultan dan
bertahap.
Semua tahapan pekerjaan gedung mempunyai metode pelaksanaan yang
disesuaikan dengan disain dari konsultan perencana. Perencanaan metode
pelaksanaan pekerjaan struktur didasarkan atas design, situasi dan kondisi
proyek serta site yang ada dalam data-data proyek. Data-datatersebut
merupakan data yang mempengaruhi dalam menentukan danmerencanakan
metode pelaksanaan gedung.
II. Data Proyek
1. Lokasi proyek
Lokasi pekerjaan PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP FINISHING
DAN
SARANA
LINGKUNGAN
PENGADILAN
AGAMA KOTA
TASIKMALAYA berada di JALAN LETNAN HARUN KOTA TASIKMALAYA.
2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari uraian Metode Pelaksanaan ini adalah untuk
menjelaskan secara garis besar uraian tahapan pelaksanaan pekerjaan dari
persiapan, pekerjaan struktur arsitektur, mekanikal & elektrikal, sarana dan
prsarana penunjang.

Juga menjelaskan pekerjaan utama dan pekerjaan penunjang, sehingga


dapat dilihat keterkaitan dari masing-masing pekerjaan maupun antar
pekerjaan terhadap spesifikasi yang telah disyaratkan. Dalam metode
ini juga akan digambarkan pelaksanaan pekerjaan yang mengutamakan
efektifitas biaya, mutu dan waktu.
3. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan pada proyek ini secara garis besar adalah sebagai
berikut :
Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan meliputi persiapan berbagai macam fasilitas yang
dibutuhkan dilapangan seperti : pembuatan pagar pengaman, pembuatan
papan proyek, pembuatan direksi keet dan berbagai macam alat
perlengkapan yang dibutuhkan untuk proses administrasi.
Mobilisasi dan demobilisasi berbagai macan alat berat, alat-alat pekerjaan
juga termasuk menyiapkan semua tenaga staff dan pekerja. Mobilisasi alat
berat harus diperhatikan lalulintas dilapangan dan di lingkungan sekitar
proyek. Hindari crossing antar kerdaraan.
Pengukuran lahan untuk menentukan titik-titik area pekerjaan area parkir
dan menentukan level ketinggian lapisan tanah disesuaikan dengan yang
direncanakan oleh konsultan perencana.
Pematangan lahan meliputi galian tanah (cutting) untuk pondasi dan
pengurugan lahan (fill) untuk peninggian permukaan lantai bangunan.
Pekerjaan Non Standard
a. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Jembatan
a. Pekerjaan Pengecatan
Pekerjaan Pagar Muka
a. Pekerjaan Dinding dan Plesteran
b. Pekerjaan Pengecatan

Pekerjaan Emplacement dan Area Parkir


a.Pekerjaan Galian dan Urugan
b.Pekerjaan Emplacement
Pekerjaan Gedung Utama
1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Arsitektur Lantai 1
a. Pekerjaan Dinding , Plesteran dan beton
b. Pekerjaan Rangka dan Penutup Plafond
c. Pekerjaan Lantai dan Dinding Keramik
d. Pekerjaan Kusen
e. Pekerjaan Pengecatan
f. Pekerjaan Besi dan Aksesoris
3. Pekerjaan Lantai 2
a. Pekerjaan Dinding , Plesteran dan beton
b. Pekerjaan Rangka dan Penutup Plafond
c. Pekerjaan Lantai dan Dinding Keramik
d. Pekerjaan Kusen
e. Pekerjaan Pengecatan
f. Pekerjaan Tangga Besi
Pekerjaan Lain Lain
a.Pekerjaan Pembuatan Ruang Genset
b.Pekerjaan Pos Jaga
c.Pekerjaan Pembuatan reservoir
d.Pekerjaan Interior
e.Pekerjaan Sanitair Plumbing ME Gedung Utama
f.Pekerjaan Tiang Bendera
g. Pekerjaan Canopy parkir
h. Pekerjaan Taman

BAB II METODE
PENYELESAIAN PEKERJAAN
Dalam melaksanakan Pekerjaan diperlukan Metoda Penyelesaian yaitu cara
pelaksanaan suatu pekerjaan agar selesai dengan baik dan waktu yang tepat sesuai
dengan rencana kerja ( Bestek ).
Adapun metode yang digunakan yaitu sebagai berikut :
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan persiapan merupakan pekerjaan persiapan awal yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan proyek. Sebelumnya segala izin yang dibutuhkan sudah diurus, time
schedule telah dibuat, dan kontraktor telah memiliki Shop Drawing. Pekerjaan
pendahuluan yang dilakukan dalam proyek ini meliputi :
1.Pekerjaan Mobilisasi dan Demobilisasi
Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/ mendatangkan peralatan, personil, dan
perlengkapan untuk melaksanakan semua item pekerjaan di lapangan, dan
mengembalikan pada keadaan yang diinginkan sesuai dengan gambar kerja.
Dalam Pelaksanaan Proyek ini Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan yang
dilakukan terdiri dari:
Genset
Theodolit/Waterpass
Pompa Air
Molen Beton
Stamper
Mesin las listrik
Mesin Potong Keramik
Alat Pertukangan Lengkap
Mobil Pick Up
Mobil Dump Truck
Scafolding
Mesin pemotong besi/bar cutter/kaca
Peralatan K3
Personil terdiri dari:
Site Manager
Pelaksana K3 Kontruksi
Pelaksana Arsitektur
Pelaksana Sipil
Pelaksana Mekanikal
Teanaga Terampil
Administrasi
Logistik
Demobilisasi
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pengembalian dan pemindahan peralatan yang
telah dipergunakan. Dan mengembalikan kondisi lapangan yang telah digunakan
sebagai tempat penyimpanan alat, barak pekerja, gudang, dan lain sebaginya
kembali ke kondisi awal.

3. Pembuatan Direksi Keet

Dalam pelaksanaan proyek ini Direksi Keet yang dibuat terdiri dari Kantor ukuran
5x10m, Ruang rapat Ukuran 4x4m, gudang ukuran 6 x 10m, barak pekerja ukuran
3x10m (2 Lantai), rumah genset, serta Toilet.
Untuk Ruang kantor dan ruang Rapat didalamnya dilengkapi meja, kursi, gambar
kerja, time schedule, struktur organisasi proyek, papan tulis, alat pemadam
kebakaran, buku tamu, buku direksi dan laporan harian proyek. Ruang ini
digunakan sebagai kantor sementara kontraktor dan dipakai sewaktu-waktu perlu
dilakukannya rapat kerja.

Barak kerja dibuat untuk tempat tinggal sementara tenaga kerja selama proyek
berlansung.

Gudang penyimpanan bahan ini dibuat untuk tempat bahan material yang sifatnya
untuk menjaga keselamatan dari bahan tersebut. Untuk Gudang penyimpanan
semen, tempatnya harus baik sehingga terlindung dari kelembaban atau keadaan
cuaca lain yang merusak. Lantai penyimpanan harus kuat dan berjarak minimal 30
cm dari permukaan tanah.

Gambar contoh gudang material