Anda di halaman 1dari 5

Tujuan dan Jenis Perlakuan

Panas
November 21, 2011Perlakuan Panas (Heat Threatment)Heat threatment, Perlakuan Panas

Perlunya perlakuan panas dilakukan adalah untuk mengurangi perubahan


bentuk pada saat dikerjakan atau setelah dikerjakan atau hasil suatu
konstruksi, merubah sifat-sifat bahan dan menghilangkan tegangan-tegangan
sisa.
Sebelum benda dikerjakan dilakukan perlakuan panas maka disebut
perlakuan panas awal sedangkan setelah benda dikerjakan disebut perlakuan
panas
akhir.
Beberapa jenis perlakuan panas adalah:

Perlakuan
panas
awal

Menghilangkan

Penormalan

Pelunakan

Pengerasan
Temper (Temperring)

dan

sesudah
tegangan

pengerjaan
sisa
(Normalizing)
(Annealing)
(Hardening)

1. Perlakuan Panas Awal (Preheating)

Perlakuan panas awal adalah pemanasan yang dilakukan sebelum benda


kerja tersebut dikerjakan lebih lanjut, misalnya sebelum dilakukan
pengelasan. Temperatur pemanasan awal adalah antara 30C 400C ( lihat
Diagram
Perlakuan
Panas).
Hal ini perlu dilakukan, karena pada waktu pengelasan akan terjadi panas
pada daerah pengelasan. Panas yang tinggi akan terpusat pada daerah
pencairan. Dengan bertambah jauh jaraknya busur akan berkurang panas
yang
terjadi.
Pemanasan dan pendinginan yang tidak merata (perubahan termperatur)

akan menyebabkan. berbagai pengaruh pada daerah pengelasan misalnya


keliatan,
tegangan
dan
sifat
logam
Iainnya.
Dengan memanaskan logam sebelum pengelasan akan mengurangi
perbedaan temperatur pada daerah pengelasan. Hal ini adalah salah satu
cara untuk mengatasi perubahan-perubahan pada logam yang dilas. Proses
ini
disebut
pemanasan
awal
(preheating).
Karena pemanasan sebelum pengerjaan akan mengurangi perubahan
temperatur maka tentu juga akan mengurangi perubahan bentuk akibat
tegangan yang terjadi karena pengaruh panas yang tinggi pada daerah las.

Tinggi
temperatur
pemanasan
awal
tergantung

Komposisi
kandungan
unsur
dan

Ketebalan
benda
Sumber panas yang terjadi pada saat pengelasan

pada

:
baja
kerja

Komposisi kandungan unsur dari baja akan menentukan kekerasan baja


tersebut. Misalnya baja karbon yang baru dilas dan kemudian didinginkan
secara cepat, maka dapat berakibat keretakan pada benda kerja tersebut.
Disini pemanasan sebelum pengenjaan diperlukan untuk memperlambat
pendinginan supaya tidak retak pada daerah yang dilas/dipanaskan.
Dengan semakin tebalnya bahan, maka semakin besar pula pengaruh
pendinginan dan dengan semakin tebalnya bahan maka semakin lama
pemanasan
awal
yang
dipenlukan.
Pemanasan awal pada bahan-bahan baja yang dipakai di industri manufaktur
sangat bervariasi. Untuk mengetahui temperatur pemanasan awal untuk
berbagal jenis dan ketebalan pelat adalah dengan cara melihat katalog yang
dikeluarkan
oleh
fabrik
pembuat
baja
tersebut.
Pemanasan awal ini juga sering digunakan pada pengelasan bahan-bahan
yang mudah retak dan susah untuk di las yakni untuk memperlambat proses
pendinginan.
2. Menghilangkan Tegangan Sisa (Stress Relieve)

Temperatur pemanasan untuk menghilangkan tegangan sisa ( stess relieve )

adalah berkisar 590C-670C (lihat Diagram Perlakuan Panas).


Pemanasan sesudah pengelasan sering dilakukan dalam dunia industri.
Besar temperatur tergantung pada jenis perlakuan panas. Pada dasarnya
tingginya temperatur untuk menghilangkan tegangan sisa adalah dibawah
temperatur kritis 723C, karena struktur baja tidak akan berubah dibawah
temperatur
723C.
Perubahan sifat baja akan terjadi apabila temperatur melebihi 723C dan
proses perlakuan panas dapat dilihat pada diagram perlakuan panas.
Apabila tegangan sisa dihilangkan maka tegangan yang tertahan oleh bagian
yang dingin sewaktu pengelasan akan hilang pula. Menghilangkan tegangan
sisa ini dilakukan pada berbagal jenis pekerjaan termasuk juga pada bejana
bertekanan dan ketel.

Langkah
kerja
menghilangkan
tegangan
sisa
:

Panaskan
benda
kerja
secara
bertahap
(
perlahan
)
Biarkan pemanasan benda kerja ini sesuai dengan temperatur yang tepat
dan
waktu
tertentu.
Dinginkan benda kerja secara perlahan.

Untuk menghilangkan tegangan sisa ini dan menentukan tinggi temperatur


dilakukan oleh operator perlakuan panas dan bukan oleh tukang las ini
dilakukan dalam dapur pemanas atau peralatan khusus untuk perlakuan
panas.

3. Penormalan (Normalizing)

Temperatur untu normalizing adalah 820C 980C (lihat Diagram Perlakuan


Panas)
Seluruh baja terdiri dan butiran-butiran halus. Bentuk dan ukuran dan butiranbutiran tergantung pada proses pendinginkan dan pengerjaan bahan tersebut,

Bentuk dan ukuran dan butiran sering mempenganuhi sifat bahan logam,
maka
proses
perlakuan
panaslah
yang
mengontrolnya.
Perubahan temperatur yang bervaniasi pada pengelasan akan menimbulkan
ukuran butiran yang tidak sama pada daerah pengelasan yang akan
mengakibatkan kritisnya benda kerja. Untuk mengatasi ini benda perlu
dinormalkan agar mendapatkan ukuran butiran yang sama. Bahan yang telah
dinormalkan akan mempunyai sifat yang merata dan Iebih liat.
Langkah
kerja
penormalan
:

Panaskan
baja
kira-kira
60C
diatas
temperatur
kritis.

Biarkan
beberapa
saat
supaya
pemanasan
merata.
Didinginkan dalam ruangan.
4. Pelunakan (Annealing)

Temperatur pemanasan untuk proses pelunakan suatu bahan ( annealing )


adalah berkisar antara 820C 925C (lihat Diagram Perlakuan Panas)

Pelunakan
logam
bertujuan
:
Melunakan bahan untuk bisa dibengkokkan atau dibentuk dalam keadaan
dingin
Supaya bahan dapat dengan mudah dikerjakan dengan mesin.
Pelunakan hampir sama dengan penormalan tapi proses pendinginan Iebih
lambat. Dengan pendinginan yang lambat akan menghasilkan ukuran butiran
lebih besar dan lebih lunak dibandingkan dengan bahan yang telah
dinormalkan.

Langkah
kerja
pelunakan

Panaskan
bahan
sampai
diatas
temperatur

Biarkan
beberapa
saat
supaya
pemanasan
Dinginkan dalam dapur secara perlahan
5. Temper ( Tempering )

:
kriitis.
merata

Temper adalah proses perlakuan panas lanjutan setelah proses pengerasan,


bertujuan untuk mengurangi kekerasan yang terlalu tinggi akibat pendinginan
yang cepat dan temperatur yang tinggi ( karena proses penyepuhan).
Temperatur tempering adalah berkisar antara 220C 390C (perhatikan
Diagram
Perlakuan
Panas).
Antara kekerasan dan keliatan adalah berbanding terbalik, di mana semakin
keras maka semakin tidak liat. Adalah hal yang penting untuk
menyeimbangkan kekerasan bahan dengan penggunaannya. Misalnya pahat
akan sangat keras setelah disepuh tapi akan mudah patah kalau kena
pukulan. Dengan proses temper akan mengurangi sedikit kekerasannya tapi
masih kuat untuk memotong besi yang lain dan juga mempunyai sifat liat
untuk
menahan
pukulan
pahu.
Proses temper dilakukan dibawah temperatur kritis (perhatikan Diagram
Perlakuan panas.