Anda di halaman 1dari 8

PERKULIAHAN

MODUL

KEWIRAUSAHAN 1
MODUL 4

SIKAP MENTAL BISNIS ORANG CINA

Fakultas
FEB

Program
Studi
Akuntansi

Tatap
Muka

04

Kode MK

Disusun Oleh

90029

Drs. Sugeng Baskoro, M.M

Abstract

Kompetensi

Menerapkan sikap bisnis orang


Cina yang memberi solusi
keuntungan bisnis anda

Modul IV

Mahasiswa diharapkan mampu


mempelajari cara-cara bisnis
orang cina yang memberi solusi
keuntungan bsnis kita

Menerapkan Sikap Mental Bisnis Orang Cina

Pengantar

Sepanjang sejarah sudah diakui akan peranan penting bisnis orang China
dalam perekonomian nasional baik menyangkut bidang industri maupun
perdagangan.

Belajar dari yang terbaik, tanpa harus mencari kesalahan merupakan salah
satu kunci untuk mencari kesuksesan ke depan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan bisnis orang China di dasari oleh
suatu budaya, seni, cara dan etika yang sudah puluhan tahun.

Kisah Sukses Pengusaha China

Billy Boen Top 5 Indonesia Youngsters 2010

Lahir : 13 Agustus 1978

Posisi : CEO Jakarta International Management

- CEO Jakarta International Consulting


- Director Rooling Stone Indonesia

Profile : Billy mengaku sebagai anak gaul, suka pesta dan bersenang-senang
dan katanya agak jauh dari buku pelajaran Im so far from that, Im a party
person Tetapi Billy adalah typical anak muda pekerja keras karena dalam
usianya yang belum genap 32 tahun dia sudah menduduki posisi puncak di
tiga entitas bisnis. Billy Boen pernah menjadi GM termuda di Hard Rock Cafe
se-Asia Pacific.

Contoh lain adalah Purwan Habibie Siswanto (pengusaha muda keturunan


China, kelahiran 1985) menyatakan bahwa:

Berwirausaha lebih dari sekadar bersenang-senang atau hobi. Dari


hobi makan, ia mencoba berbagai resep jajanan.

Sebagai pemilik P-Man Pisang Goreng Premium, yang sudah membuka


21 outlet di Jawa dan Kalimantan.

Mengapa harus berwirausaha pada usia yang seharusnya dinikmati


dengan keceriaan? ia menjawab, yang saya kejar sekarang ini lebih
menyenangkan daripada sekadar bersenang-senang sebagaimana
yang mereka pikirkan."

Dengan menekuni bisnisnya saat ini, pendapatan P-Man rata-rata Rp


15 juta hingga Rp 20 juta per bulan, atau setara dengan Rp 500 juta
setahun.

Pemuda ini pada Juni 2007 terpilih menjadi juara ketiga Bisnis
Indonesia Young Entrepreneur Award 2007.

Mengembangkan Sikap Mental Bisnis Orang China

Falsafah Bisnis China:

Untuk mencapai sukses orang China harus berdagang. Bekerja keras


dan berani membuka peluang usaha baru merupakan kunci
keberhasilan, dan hasil usaha berupa keberhasilan dan kegagalan
ditentukan oleh sikap, usaha dan keyakinan.

Berdagang dapat dijadikan sebagai hobi tetapi bukan untuk mengisi


waktu luang. Berdagang adalah pekerjaan yang serius dan bukan
pekerjaan ikut-ikutan.

Pengalaman berdagang diberikan kepada anak cucu supaya mengenal


ilmu berdagang sehingga mempunyai sikap mental yang matang dan
mempunyai kemampuan ketrampilan berdagang.

Keuntungan yang diperoleh sebaiknya tidak dibelanjakan. Keuntungan


tersebut harus digunakan untuk menambah modal kerja dan
melakukan investasi.

Orang China suka perdagangan yang memberikan keuntungan jangka


panjang dan berkelanjutan dalam waktu yang lama

Pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang
membuatnya bangkit kembali.

Budaya Bisnis China:

Orang China rela bangun pagi dan terus bekerja sampai malam hari
untuk mencapai keberhasilan, jadi tidak ada alasan bagi orang China
untuk tidak sukses jika mereka tekun.

Apabila orang China mengatakan akan berdagang, mereka biasanya


tidak akan berpikir panjang untuk melakukannya. Pengalaman dan
kemahiran tidak penting karena dapat dipelajari

Kegagalan pertama tidak dapat melunturkan semangat. Sebaliknya,


akan membuat lebih gigih. Kegagalan yang kedua dijadikan pelajaran.
Kegagalan ketiga menjadikannya lebih bijak. Kegagalan yang
berikutnya menguji kesabaran dan ketabahannya.

Apabila melibatkan diri dalam kegiatan perdagangan, kita harus


menetapkan tujuan untuk mendapatkan keutungan jangka panjang.

Budaya dagang China mengutamakan hal penting, siapa cepat siapa


dapat.

Mengembangkan Sikap Mental Bisnis Orang China

Sistem Bisnis China:

Orang China mengijinkan pelanggannya membuat pilihan sendiri tanpa


ada tekanan dari pemilik.

Sukses bisnis tidak menggunakan jalan pintas.

Pelanggan lama diberikan kebebasan dan pelayanan yang istimewa


sedangkan pelanggan baru diiming-imingi dengan potongan harga dan
kemudahan kredit.

Pekerja dalam sistem bisnis China adalah bagian yang tidak


terpisahkan dari entitas bisnis itu.

Seni Bisnis China:

Dalam dunia bisnis penuh dengan persaingan yang keras dan


dilakukan dengan berbagai macam cara. Oleh karena itu, pebisnis
harus mempersiapkan dirinya dengan seni bela diri untuk menghadapi
serangan dalam bentuk apapun yang kemungkinan akan datang.

Berbisnis memerlukan kecermatan atau ketelitian yang tinggi dan


bersikap fleksibel.

Seni berdagang China mengutamakan win-win solution.

Pebisnis harus rajin bekerja, ramah, dan menjadikan pelanggan mereka


sebagai saudara atau sahabat dekat.

Pebisnis harus memiliki daya tahan, mental dan jiwa yang kuat.

Rahasia Keberhasilan Bisnis China:

Beberapa faktor yang mendorong keberhasilan orang China adalah


banyaknya kemiskinan, perasaan kurang aman di tempat orang lain,
kemampuan bertahan hidup ditempat orang lain, tidak adanya pilihan
lain dan ajaran falsasah hidup konfusuisme.

Dalam sistem sosial orang China, anak laki-laki adalah ahli waris
keturunan. Salah satu cara menunjukkan penghormatan kepada orang
tua dan mengangkat derajat keluarga adalah menjadi kaya. Satusatunya cara menjadi kaya adalah melalui kegiatan perdagangan.

Uang jangan pernah dijadikan sebagai penghalang. Asal ada kemauan,


disitu pasti ada jalan, yang terpenting harus tabah dan sanggup untuk
hidup susah.

Etika Bisnis China:

Melarang penggunaan cara-cara kotor untuk menjatuhkan orang lain,


karena cara tersebut dianggap perbuatan yang terkutuk.

Pedagang dilarang mengganggu dan menjelek-jelekan kegiatan


perdagangan orang lain. Persaingan dibenarkan menurut nilai moral
dan pertimbangan kemanusiaan.

Pedagang tidak boleh terlalu kaku, namun sebaliknya perlu


memperbolehkan proses tawar menawar.

Cara Bisnis China:

Untuk dapat menjadi pedagang sukses, harus mendapatkan keyakinan


dari pelanggan.

Tidak boleh pelit mengeluarkan biaya tambahan untuk memikat hati


pelanggan.

Bekerja minimal 18 jam sehari

Harus fleksibel dan beradaptasi dengan kondisi yang ada

Tempat usaha harus mudah dikunjungi, dihubungi dan dicari, warna


cerah dan mudah parkir.

Tidak boleh semata-mata mengikuti pola pikirnya, tetapi mengikuti


perilaku, minat dan kehendak orang banyak.

Bekerja sendiri supaya dapat mandiri, memiliki daya juang dan


semangat tinggi serta pantang menyerah.

Cara Bisnis China:

Image dibentuk dengan pelayanan yang diberikan bukan pada gaya


dan kebaikan berpakaian

Lebih suka mempekerjakan sanak keluarganya sendiri untuk


membantu kegiatan perdagangan. Orang China suka menggaji orang
yang sudah mereka kenal dan mempunyai pertalian saudara daripada
mempekerjakan orang lain.

Akan merasa rendah diri jika mereka gagal hidup mandiri dan hanya
mendapat gaji sepanjang hidupnya. Selama mendapat gaji, selamanya
tidak akan menjadi kaya dan meningkatkan kedudukannya.

Sebagian keuntungan harus disimpan untuk mengembangkan kegiatan


perdagangan dan menghadapi kemungkinan apapun yang diluar
dugaan, sebagian digunakan untuk modal kerja.

Petunjuk Pelaksaan Kajian Kasus Bab 3 Bagian 1:

Dosen membentuk kelompok yang terdiri dari 5 mahasiswa

Setiap kelompok membahas kasus berikut ini: William Soerjadjaja:


Pendiri ASTRA, Ketulusan Taipan Panutan

Diskusi dilakukan diluar kelas dan laporan diserahkan kepada dosen


sebelum kuliah dimulai.

Dalam membahas gunakan pendekatan teori yang menyangkut


falsafah dan budaya China, sistem dan seni bisnis China. Serta cara
dan etika bisnis China.

Kemukakan hasil diskusi kelompok dalam form No. 2 yang tersedia

Waktu pembahasan 40 menit

Hasil pembahasan ditandatangani Ketua Kelompok dan Dosen

Setiap mahasiswa menilai anggota kelompok menggunakan form No. 1

Kajian Kasus : Persiapan Pribadi Pengusaha Muda

Petunjuk Pelaksaan Kajian Kasus Bab 3 Bagian 2:


1. Setelah melakukan dikusi kelompok, maka setiap kelompok melakukan
diskusi panel.
2. Dosen memimpin diskusi panel, setiap kelompok menunjuk salah satu
anggota untuk presentasi.
3. Waktu panel 40 menit.
4. Dosen bertugas mengendalikan pelaksanaan diskusi, membimbing dan
memberikan arahan dalam kesimpulan panel.
5. Hasil diskusi panel ditulis dalam form No. 3 yang tersedia dan
ditandatangani dosen dan ketua kelompok. Hasil panel disampaikan ke
dosen.
6. Ketua kelompok menilai aktivitas diskusi anggota kelompok pada form
No. 4 dan menyerahkan ke dosen.
7. Dosen memberikan kesimpulan dan pendapat akhir relevansi kasus
dengan materi perkuliahan.

Daftar Pustaka
1. Cooper A. C . S. A Alvarez dan AA Carera, 2006, EnterpreneunalStrategies
New Technologies in emerging Markets, Blackwall Puvlishing
2. Widarso W. 2005, Sukses Membangun Rasa , Grasindo, Jakarta Percaya Diri
3. Lambing P dan C.R . Kuehl 200, Enterpreneurship, Prentice Hall New Jersey