Anda di halaman 1dari 11

MODUL PERKULIAHAN

KEWIRAUSAHAAN 1
MODUL 8 :
MENGENALI PELUANG DAN MEMILIH JENIS USAHA

Fakultas
FEB

Program
Studi
Akuntansi

Tatap
Muka

09

Kode MK

Disusun oleh :

90029

Drs. Sugeng Baskoro, M.M

Abstract

Kompetensi

Memahami dan mengenali


sungguh-sungguh peluang yang
ada dalam memilih jenis usaha
yang hendak dijalani

Mahasiswa memiliki kompetensi


agar mampu mengenali peluang
yang ada dalam memilih jenis usaha
yang dijalankan

MENGENALI PELUANG DAN MEMILIH JENIS USAHA

Langkah-langkah Memulai Berwirausaha

1. Mengenali peluang usaha


Banyak peluang usaha yang sebenarnya ada di sekeliling kita, hanya saja ada
beberapa individu yang mampu melihat situasi sebagai peluang ada yang tidak. Hal
ini disebabkan faktor informasi yang dimilikinya Informasi memungkinkan seseorang
mengetahui bahwa peluang ada saat orang lain tidak menghiraukan situasi tersebut.
Akses terhadap informasi dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan hubungan sosial.
a. Pengalaman hidup.
Pengalaman hidup memberikan akses yang lebih mengenai informasi dan
pengetahun mengenai penemuan peluang. Dua aspek dari pengalaman hidup yang
meningkatkan kemungkinan seseorang menemukan peluang yaitu fungsi kerja dan
variasi kerja.

b. Hubungan sosial.
Sebuah langkah penting dimana seseorang mendapatkan informasi dari interaksi
dengan orang lain. Beberapa ahli menyarankan ketika seorang takut berwirausaha
secara sendirian, maka mengawali usaha secara kelompok adalah alternative. Oleh
karenanya, kualitas dan kuantitas dalam interaksi sosial akan lebih memungkinkan
individu akan membuat kelompok dalam berwirausaha. Informasi yang penting
ketika akan memulai usaha adalah informasi mengenai lokasi, potensi pasar,
sumber modal, pekerja, dan cara pengorganisasiannya. Kombinasi antara jaringan
yang luas dan kenekaragaman latar belakang akan mempermudah mendapatkan
informasi tersebut.

Beberapa sumber peluang usaha antara lain:


a. Perubahan teknologi
b. Perubahan kebijakan dan politik
c. Perubahan sosial demografi
2. Optimalisasi Potensi diri
Setelah mengenai peluang usaha maka harus dikombinasikan dengan potensi
diri. Keunggulan kompetitif apa yang saya miliki? Yang sering terjadi di masyarakat
kita adalah memilih usaha yang sedang trend saat itu. Hal ini sah-sah saja tetapi
ketika dalam proses perkembangan tidak membuat inovasi, maka akan sulit
bersaing. Counter HP di Yogyakarta merupakan bisnis yang menjamur dalam 3-4
tahun ini.
Jika mereka tidak mempunyai keunggulan kompetitif misalnya layanan purna jual,
harga yang bersaing, ataukah layanan secara umum baik, maka sulit akan
berkembang. Seseorang datang ke sebuah toko untuk membeli HP, sebagian besar
karena informasi yang telah didapatkan sebelumnya apakah dari mulut ke mulut
ataukah dari koran.
Hal ini sangat berbeda dengan ahli terapis untuk anak autis. Kenyataan
menunjukkan penderita autis meningkat di masyarakat, sementara layanan atau
terapis autis belum terlalu banyak. Keahlian khusus yang langka akan dicari orang
tanpa mempertimbangkan aspek lokasi usaha.
Usaha jasa berbasis pengetahuan (knowledge intensive service) merupakan satu
alternatif usaha yang memiliki keunggulan kompetitif. Biasanya mereka mendirikan
usaha misalnya konsultan keuangan, konsultan manajemen, konsultan enjinering
karena kemampuan pengetahuan yang dimilikinya. Oleh karenanya, model usaha ini
yang seharusnya dikembangkan dalam kewiarausahaan di Perguruan Tinggi.
Mahasiswa didorong untuk melakukan riset sesuai dengan bidang ilmunya untuk
memiliki pengetahuan baru dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain potensi diri dalam arti pengetahuan yang kita miliki, maka masih perlu
mengoptimalkan aspek motivasi dan kepribadian. Dalam karakteristik
kewirausahaan dari perspektif Psikologi maka dapat diperoleh gambaran ada
beberapa karakteristik yang mendorong kesuksesan usaha dan yang tidak.

Oleh karenanya,sejauh mana potensi psikologis anda mampu dioptimalkan dalam


memulai sebuah usaha?

3. Fokus dalam bidang usaha


Peter Drucker pakar dalam kewirausahaan menyatakan bahwa dalam dalam
memulai sebuah usaha atau inovasi dilakukan disarankan untuk terfokus dimulai
dari yang kecil berdasarkan sumberdaya yang kita miliki. Vidi catering di Yogyakarta
adalah salah satu contoh dimana pendirinya berlatar belakang sarjana teknologi
pertanian, jurusan pengolahan makanan. Memulai usaha rantangan untuk anak kost
karena tinggal di sekitar kampus, kemudian karena basic knowledge di bidang
pengolahan makanan, kemudian berkembang menjadi catering, hotel, dan sekarang
ini gedung pertemuan dan paket pernikahan (event organizer).
4. Berani memulai.
Dunia kewirausahaan adalah dunia ketidakpastian sementara informasi yang
dimiliki oleh yang akan memulai usaha sedikit. Oleh karenanya, sedikit agak
gila(overconfidence) dan berani mengambil resiko adalah sangat perlu dilakukan.
Lakukan dulu. Jalan dulu. Jika ada kesulitan, baru dicari jelan keluarnya.

MENGENALI PELUANG DAN MEMILIH JENIS USAHA


Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Banyak pengusaha yang mengawali usahanya dalam situasi yang serba sulit,
kondisi yang tidak pasti dan akhirnya frustasi atau bahkan hanya menunggu dan
tidak melakukan apapun. Meskipun memiliki uang yang cukup banyak sebagai
modal awal usaha atau modal kerja, belum tentu bisa memberikan jaminan akan
kesuksesan suatu usaha. Terlebih jika modal yang dimiliki pas-pasan, bahkan
mungkin tidak punya modal sama sekali. Hal ini tentu akan membuat kondisi
semakin sulit.

Kita tidak perlu harus membuat usaha yang terlalu muluk-muluk. Cukup
sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah mengevaluasi lingkungan
yang ada di sekeliling kita.

Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan


analisis SWOT.
a. Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku uang
mudah didapat, mudah di jangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan
lainnya yang dapat dimanfaatkan.

b. Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha
yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita tidak memiliki kekurangan
tertentu.
c. Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
d. Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus
hidup yang pendek, dan tidak terukur.

Banyak cara untuk melihat peluang yan terjadi di sekitar kita. Selama masih
ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang
dapat kita manfaatkan misalnya :

a. Mengenali kebutuhan pasar


b. Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.
c. Memadukan bisnis-bisnis yang ada.
d. Mengenali kecendrungan (tren) yang terjadi.

e. Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata


setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
Menggunakan asumsi-asumsi yang baru ) tidak baku.

Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat
antara lain :

1. Tentukan tujuan besar yang hendak dicapai


2. Buat daftar ide usaha
3. Nilai kemampuan pribadi
4. Pilih kriteria
5. Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
6. Nilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang melalui riset.
7.Tetapkan pilihan.

Cara Memulai Bisnis


Cara-cara yang dapat di lakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik
itu dilakukanya sendiri maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut :

1. Memulai bisnis baru


Terdapat tiga bentuk usaha yang bisa dirintis oleh anda :
a. Perusahaan milik sendiri, yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan di kelola sendiri.
b. Persekutuan (parthership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.

c. Perusahan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas


berdasarkan badan usaha dengan modal berupa saham.
2. Membeli bisnis yang sudah ada
3. Mengembangkan bisnis yang sudah ada
4. Memilih usaha franchise
Dibawah ini kiat memilih bisnis waralaba :
1. Kumpulkan seluruh informasi mengenai bisnis waralaba yang ada saat ini.
2. Pilihlah jenis usaha waralaba yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan
terbukti sukses dimana-mana.
3. Sebaiknya memilih bisnis waralaba disesuaikan dengan kemampuan keuangan,
minat, dan bakat.
4. Pastikan proses usaha waralaba tersebut dapat dialihkan dengan baik kepada
terwaralaba.
5. Jangan cepat percaya dengan angka-angka keuangan yang disodorkan oleh
perwaralaba.
6. Lakukan pengamatan dan penyelidikan di lapangan terhadap gerai-gerai yang
akan menjadi pilihan kita.
7. Bagi para peminat waralaba yang bermodal terbatas, sekarang banyak waralaba
lokal yang masih berskala kecil atau bahkan belum menerapkan system waralaba.
8. Bagi kita yang jeli dan memiliki naluri bisnis tajam, sebenarnya banyak potensi
usaha yang dapat dikembangkan secara waralaba.
Bidang Usaha dan Jenis-Jenis Badan Usaha
Beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula wirausahawan
baru adalah :

1. Usaha dibidang makanan atau kuliner.

1. Usaha pakaian atau perhiasan.


2. Usaha yang terkait dengan tempat tinggal.
3. Usaha pendidikan
4. Usaha yang terkait dengan rekreasi.
5. Usaha pendukung atau usaha yang mempermudah orang lain menjalankan
usaha.
Jenis usaha yang dapat dimasuki oleh para wirausahawan :
1. Pertanian
2. Pertambangan
3. Pabrikasi
4. Konstruksi
5. Perdagangan
6. Jasa keungan
7. Jasa perorangan
8. Jasa pendidikan
9. Jasa transportasi
10. Jasa pariwisata

Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan organisasi


bisnis adalah :
1 Kebutuhan modal
2. Risiko
3. Pengawasan

4. Kemampuan manajerial
5. Kebutuhan waktu
6. Pajak

Di bawah ini beberapa bentuk badan hukum usaha Indonesia dan beberapa
pertimbangan untuk dapat memilih salah satu diantaranya yang paling cepat :
1. Perusahaan perseorangan
Adalah merupakan perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu
orang saja. bentuk usaha ini memiliki karakteristik tertentu, seperti modal yang kecil,
jumlah tenaga kerja yang sedikit, terbatasnya keanekaragaman produk dan jasa
yang dihasilkan, dan penggunaan teknologi yang masih sederhana.

2. Persekutuan
Merupakan bentuk legal suatu bisnis yang dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk
mencapai tujuan bisnis. Pembentukan persekutuan ini biasanya berdasarkan
kontrak tertulis atau kesepakatan yang legal. Dalam persekutuan terdapat dua
macam kategori, yaitu sekutu umum dan sekutu terbatas.
Sekutu umum : yaitu sekutu yang terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha
sehingga memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas kewajiban usaha.
Sekutu terbatas : yaitu pihak partner tidak terlibat secara aktif dalam pengelolaan
usaha.
Pesekutuan (firma) : merupakan persekutuan yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih dengan nama bersama untuk menjalankan satu bisnis. Pembentukan firma
mengakibatkan tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas.
Persekutuan komanditer (CV) : merupakan suatu persekutuan antara dua orang
atau lebih yan memiliki tujuan bersama mendirikan usaha. Keanggotaannya terbagi

menjadi dua pihak yang memiliki tanggung jawab berbeda karena tingkat
keterlibatan dalam pengelolaan berbeda.
Persekutuan lainnya :
Usaha patungan ( join venture) : merupakan suatu kerja sama antara perusahaan
untuk saling memperkuat satu sama lain antara perusahaan yang melakukan kerja
sam tersebut.
Sindikat : merupakan kerja sama antara dua unit usaha untuk mencapai tujuan
tertentu secara spesifik.
Kartel : merupakan persekutuan perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian
untuk mencapai tujuan tertentu.
Holding company: terjadi apabila suatu perusahaan dalam kondisi yang baik secara
financial kemudian membeli saham-saham dari perusahaan lain.

3. Perseroan
Perseroan atau korporasi adalah suatu organisasi bisnis yang berbentuk badan
usaha hukum, dimana tanggung jawab dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik
modalnya.

4. Koperasi
Koperasi

merupakan

organisasi

ekonomi

rakyat

yang

berwatak

social,beranggotakan orang-orang atau badan hukum, sebagai usaha bersama


berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Daftar Pustaka

Longenecker Justin G, Moore Carlos W, Petty J. William ; Kewirausahaan :


Manajemen Usaha Kecil, 11th Edition, Salemba empat, Jakarta.
Meredith Geoffrey G. et al ; Kewirausahaan : Teori dan Praktek, Cetakan 6,
LM PPM & Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta, 2000.
Suryana Dr, MSi ; Kewirausahaan : Pedoman Praktis, Kiat dan Proses
Menuju Sukses, Edisi revisi, Salemba empat, Jakarta, 2003.
Zimmerer Thomas W., Scarborough ; Pengantar Kewirausahaan dan
Manajemen Bisnis Kecil, Second edition, Prenhalindo, Jakarta, 2005
Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda",
Salemba

Empat 2011, Jakarta (Universitas Mercu Buana)