Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Megajar merupakan salah satu tugas pokok profesi guru yang bersifat
komplek. Kompleksitas mengajar terlihat dari awal guru mengajar sampai proses
penilaian. Guru perlu membuat sebuah perencanaan tertulis dan tak tertulis.
Observasi merupakan suatu kegiatan penting dalam mengetahui secara
langsung bagaimana cara mengajar yang baik. Dengan demikian saya sebagai
mahasiswa Universitass Muhammadiyah Purworejo program studi Pendidikan
Teknik Otomotif melakukan observasi di SMK YPT Purworejo untuk memenuhi
tugas dalam bentuk laporan observasi kesiapan mengajar guru di kelas. Laporan
observasi ini disusun guna untuk memenuhi tugas observasi mata kuliah Micro
Teaching Lanjut. Denagan adanya observasi ini diharapkan dapat mengetahui
bagaimana kesiapan guru dalam melakukan pengajaran di kelas.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses pembelajaran di SMK YPT Purworejo ?
2. Bagaimana metode belajar yang efektif ?
3. Bagaimana kesisapan guru dalam mengajar yanag baik ?
C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui proses pembelajaran di SMK YPT Purworejo.
2. Mengetahui metode dan strategi pembelajaran yanag tepat.
3. Mengetahui kesiapan guru yang tepat dalam mengjar yang baik
D. Manfaat Observasi
Setelah melakukan observasi di SMK YPT Purworejo diharapkan kita
dapat memahami kesiapan guru dalam mengajar dan mengetahui bagaimana cara
mengajar yang baik serta mengaplikasikanya ketika kita menjadi guru dimasa
yang akan datang.
BAB II
HASIL OBSERVASI
A. Identitas Guru
1

Kec. Masa Kerja : 3 Tahun.  Metode Ceramah Yakni cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung oleh seorang terhadap peserta didiknya. S.Pd Alamat : Desa Sokowaten.Nama : Windu Jati Prasmoro. Guru Bidang Studi : Teknik Kendaraan Ringan. Pelaksanaan Observasi Tempat : SMK YPT Purworejo Kelas : X Teknik Kendaraan Ringan Jumlah Siswa : 20 Siswa Tanggal : 18 April 2016 Waktu : 12 : 45 – 15 : 45 WIB C. Puworejo. B. baik sebenarnya atau tiruan. Banyuurip. Kegiatan Pembelajaran Dalam kegiatan pembelajaran di SMK YPT Purworejo kelas X Teknik Kendaran Ringan metode pembelajaran yang di gunakan adalah metode ceramah di sertai dengan sarana proyektor dan metode demonstrasi.  Metode Demonstrasi Yaitu metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukan suatu proses. situasi. Kegiatan Pembelajaran Kelas X Teknik Kendaraan Ringan Mata Pelajaran : PDTM 2 . atau benda tertentu.

 Menerangkan Dan Pemberian Soal Kuis Guru menerangkan atau menjelaskan materi yang sebelunya telah di catat oleh peserta didik. Kegiatan Awal (15 Menit)  Membuka Pelajaran Guru memasuki ruangan dan menyapa dengan salam. guru memberikan soal di papan tulis bila peserta didik bisa menjawabnya peserta didik akan di berikan poin nilai tambahan 2.  Praktik dan Pemberian Tugas 3 .  Mempersiapkan Perlengkapan Belajar Mengajar Guru bersama peserta didik mempersiapkan buku buku pelajaran serta perlengkapan perlengkapan belajar lainya. 2. Dan apabila ada soal yang tidak bisa terjawab oleh peserta didik.  Absensi Peserta Didik Guru memanggil satu persatu peserta didik yang terdapat pada daftar absensi peserta didik. Guru memulai memotivasi peserta didik dan mengulangi materi belajaran sebelumnya. Kemudian setelah peserta didik paham akan materi yang di jelaskan guru. guru mengajak peserta didiknya berdiskusi untuk menyelesaikan soal yang tidak terjawab tersebut hingga peserta didik bisa memahami penyelesaian soal tersebut. Kegiatan Inti (150 Menit)  Mencatat Guru mulai membacakan teks yang terdapat pada buku panduan penggunaan alat ukur (Jangka sorong) sedangkan peserta peserta didik diperintahkan untuk mencatat.Pembahasan : Penggunaan Alat Ukur (Jangka Sorong) Durasi : 4 Jam (1X45 Menit) 1. Kemudian peserta didik memberikan balasan salam kepada guru serta membaca do’a sebelum memulai proses pelajaran.  Mengkondisikan Peserta Didik  Apersepsi Setelah perlengkapan belajar mengajar telah dipersiapkan dengan baik. Sehingga peserta didik jelas akan materi (Jangka Sorong) yang mereka tulis sebelumnya.

sedang. Guru menjadikan suasana yang lebih santai dan informal yang dilakukan oleh guru dengan cara menyapa setiap peserta didik yang mulai bosan ataupun mengantuk saat pelajaran. yang diukur meliputi kedalaman pasak. Kemudian di tambaha dengan humor-humor ringan. guru memulai memberikan tugas praktik kepada peserta didik satu persatu yaitu memberikan 3 benda kerja (kecil. maka berikut di kemukakan hasil dari observasi bahwa proses pembelajaran di kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK YPT Purworejo berjalan secara efektif dan 4 .Setela peserta didik memahami materi dan cara membaca ukuran pada jangka sorong.  Penutupan Pembelajaran (15 Menit) Guru mulai memerintahkan kepada peserta didiknya agar mengumpulakan hasil pengukuran praktik sebelumnya. Untuk menciptakan suasana yang demikian. sesaat sebelum memulai praktik guru memanggil 3 peserta didik (praktik bergantian) untuk melaksanakan pengukuran di barisan meja depan dengan di instrukturi oleh guru.besar) untuk dilakukan pengukuran menggunakan jangka sorong. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dan uraian yang telah di sajikan diatas. Sehingga peserta didik lbih termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran. diameter luar dan diameter dalam. Apabila peserta didik sudah melakukan pengukuran. Guru juga mampu mendekatkan dirinya dengan peserta didik baik dengan multidisiplinier dan pendekatan interdisiplinier. BAB III PENUTUP A. D. peserta didik diperintahkan untuk membuat laporan pengukuran yang sebelumnya telah peserta didik lakukan di kertas. selanjutnya guru dan peserta didik berdo’a bersama-sama berdoa untuk menutup pembelajaran dan diakhiri oleh salam penutup oleh guru sebelum peserta didik meninggalkan kelas. Deskripsi Proses Pembelajaran Menurut hasil observasi yang saya amati. saat proses belajar mengajar berlangsung guru mencitakan suasana belajar yang kondusif. Kemudian guru menyampaikan sedikit gambaran materi di perteuan yang akan datang.

model atau strategi yang tepat digunakan untuk suatu materi pelajaran di dalam proses pembelajaran.kondusif. Hal ini dikarenakan guru selalu mempertimbangkan metode. 5 . Sehingga peserta didik tidak merasa bosan dalam mengikuti pelajaran.