Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Maksud dan Tujuan


Maksud dari laporan Bentuk Lahan Karst ini adalah:
1. Dapat mengenali dan menjelaskan ciri-ciri bentuk lahan yang terbentuk
akibat aktivitas peluruhan gampingan atau karst berdasarkan pola kontur
pada peta.
2. Dapat mengenali bentang alam yang terbentuk dari bentukan lahan karst
pada peta topografi.
1.2.

Latar Belakang

Bentuk lahan Karst merupakan bentuk permukaan bumi yang dicirikan


dengan proses pelarutan batuan gamping oleh air hujan yang bersifat asam
akibat adanya depresi tertutup. Pada bentuk lahan karst, terdapat cekungan cekungan yang terbentuk oleh peluruhan - peluruhan gamping, bukit-bukit yang
khas, sungai-sungai di bawah permukaan, goa dan sebagainya. Pada daerah
bentuk lahan karst, didominasi oleh batuan karbonat sehingga mudah larut dan
rusak, namun pelarutan tersebut juga mendatangkan manfaat tersendiri untuk
kehidupan seperti kemampuan menyediakan udara, air, dan sumber pakan.
Oleh sebab itu, kawasan bentuk lahan karst perlu dipahami dan dikelola
dengan baik untuk potensinya dan meminimalisir kemungkinan buruk yang
terjadi mengingat sifat mudah larut yang dimilikinya.
BAB II
BENTUK LAHAN KARST
2.1 Dasar Teori
Bentuk lahan karst sederhana merupakan morfologi yang tercipta akibat
pelarutan batuan gamping oleh air hujan sehingga dapat membentuk bentukan
lahan baru seperti sungai bawah tanah, goa-goa khas, perbukitan akibat erosi
gamping dan lain sebagainya. Karst pada umunya dicirikan dengan adanya
depresi tertutup sehingga memiliki karateristik berupa cekungan - cekungan
IX-1

akibat pelaurat, bukit-bukit kecil akibat erosi gamping, sungai-sungai yang


terputus ke dalam tanah dan ditemukan adanya sungai bawah tanah, adanya
endapan sedimentasi berupa lempung yang berwarna akibat dari pelapukan
batugamping sebelumnya, dan permukaan yang terbuka akan nampak kasar,
runcing dan berlubang. Seperti yang sudah dijalaskan diatas, daerah bentuk
lahan karst memiliki perbedaan mencolok dari bentuk lahan lain yaitu dari
proses pelarutan batuangampingnya oleh air hujan. Akibatnya, menimbulkan
sisi positif dan negatif. Sisi positifnya yaitu dapat memberikan sumber
kehidupan seperti udara, air, dan sumber pakan. Namun sisi negatifnya adalah,
akibat adanya hujan yang terjadi secra terus-menerus menyebabkan poses
pelarutan batugamping semakin cepat dan akan mengubahn bentukan lahan itu
sendiri akibat erosi. Kawasan karbonat ini juga akan cepat rusak.
Bentuk lahan karst dibagi menjadi 2 yaitu bentuk lahan negatif dan
bentuk lahan positif. Bentuk lahan negatif yaitu bentuk lahan yan berada
dibawah permukaan akibat proses runtuhan seperti doline, uvala, dsb.
Bentuk lahan Negatif:
a. Doline adalah
b. Uvala yaitu gabungan dari uvala yang berbentuk cekungan ke atas.
c. Polje terbentuk dari reruntuhan beberapa goa dan berbentuk
ledokan ke atas.
d. Blind valley yaitu lembah bundu yang terdapat sungai di bawahnya.
Bentuk lahan positif:
a. Kygelkarst merupakan satu bentuklahan karst tropic yang didirikan
oleh sejumlah bukit berbentuk kerucut
b. Turmkarst merupakan bentukan positif yang merupakan sisa proses
solusional
c. Stalaktik dan stalakmit merupakan pembekuan dari gamping yang
terkena airhujan berbentuk kerucut ke atas dan ke bawah.
2.2. Pembahasan

IX-2

Pada peta daerah Situwa, terdapat bentuk lahan karst yang cukup
bervariatif yaitu K1, K2,K3,K5,K6 dengan penjelasan sebagai berikut:
A. K1 ( Dataran tinggi karst )
Dataran tinggi karst merupakan dataran yang dibentuk oleh karst dan
menghasilkan ketinggian. Namun, yang membedakannya dengan bentuk
lahan lain yaitu ketinggiannya memiliki kontur renggang
B. K2 ( Lereng dan perbukitan karstik terkikis)
Lereng dan perbukitan ini terbentuk oleh proses eksogen atau dari luar
bumi seperti pengikisan akibat longsoran, erosi, atau peluruhan pada
bukit karst oleh air hujan.
C. K3 ( Kubah Karst )
Kubah karst merupakan kubah yang berbentuk cembung ke atas dengan
isi karst didalamnya. Memiliki cirri khas pada bentang alamnya yaitu
kubah kubah yang banyak namun terpisah dan masih dalam 1 wilayah.
D. K5 ( Dataran alluvial karst )
Dataran alluvial karst terbentuk akibat air yang meluruhkan gamping
pada bukit karst terkumpul dalam suatu wilayah dataran rendah. Sungai
seungai tersebut dapat membentuk sungai bawah tanah pada goa goa
yang terebntuk dan terputus putus karena masuk ke dalam tanah.
E. K6 (Uvala, dolina )
Uvala merupakan gabungan dari beberapa dolina. Dolina yaitu cekungan
membundar yang tertutup akibat proses pelarutan pada gamping.

Pada penampang sayatan A-A dengan kedukan N122 oE dan N302oE


memotong bentukan lahan karst K1,K2,K5,K6 dengan sayatan dari rendah ke

IX-3

tinggi dan sedikit bergelombang. Bentukan lahan Karst yang dipotong yaitu
dataran tinggi kartst, perbukitan terkikis karst, dataran alluvial dan uvala, dolina.
Pada penampang sayatan B-B dengan kedukan N131 oE dan N211oE
memotong bentukan lahan karst K1,K2,K5 dengan sayatan hampir datar.
Bentukan lahan karst yang dipotong datara tinggi karst perbukitan terkikis karst
dan dataran alluvial karst.
BAB III
KESIMPULAN
1. Pada Daerah Situwa terdapat banyak variasi dari bentuk lahan karst
yaitu K1 (dataran tinggi karst), K2 (lereng terjal atau perbukitan karst
terkikis), K3(kubah karst), K5 (dataran alluvial karst), K6(uvala,
dolina).
2. Pada penampang sayatan A-A dengan kedukan N122 oE dan N302oE
memotong bentukan lahan karst K1,K2,K5,K6 dengan sayatan dari
rendah ke tinggi dan sedikit bergelombang. Bentukan lahan Karst
yang dipotong yaitu dataran tinggi kartst, perbukitan terkikis karst,
dataran alluvial dan uvala, dolina.
3. Pada penampang sayatan B-B dengan kedukan N131 oE dan N211oE
memotong bentukan lahan karst K1,K2,K5 dengan sayatan hampir
datar. Bentukan lahan karst yang dipotong datara tinggi karst
perbukitan terkikis karst dan dataran alluvial karst.

IX-4