Anda di halaman 1dari 19

PROPOSAL

SATUAN ACARA BERMAIN
TERAPI BERMAIN “MEWARNAI GAMBAR”
PADA ANAK USIA 3 TAHUN DI RS dr. SOEPRAOEN MALANG

Disusun:
FIPING MEIARSIH
14.1.086

2B KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN RS dr. SOEPRAOEN MALANG
2016

.

anak dapat menunjukan rasa percaya diri serta mengurangi kecemasan.00 . Jenis permainan Mewarnai gambar dengan pensil warna pada buku bergambar yang telah di sediakan 2. Karakteristik bermain a) Menurut isi: Skill play : melatih keterampilan anak dalam motorik kasar dan halus berupa memilih warna dan mewarnai gambar. Dapat mengeluarkan energi fisik dalam kemampuannya berpikir dan mewarnai gambar. Soepraoen Waktu : 09. Tujuan Khusus a. TUJUAN 1. Meningkatkan kemampuan berfikir dan konsentrasi anak dalam upaya memilih warna dan mewarnakan pada gambar. Tujuan Umum Setelah mengikuti program bermain. perawat dan orang tua.30 A. B. d. b) Menurut karakter social: Assosiatif play : bermain bersama dengan aturan tidak terlalu ketat. b.09. PERENCANAAN 1. . Membina sosialisasi anak dengan teman sebaya. stress dan kebebasan anak selama di rumah sakit 2. c.TERAPI BERMAIN Topic : Terapi bermain pada anak di Rumah Sakit Sub Topic : Mewarnai gambar Sasaran : Anak usia 3 tahun Tempat : Ruang Nusa Indah RS dr. Meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus dalam mewarnai.

Karakteristik peserta a) Usia 3 tahun b) Jumlah peserta: 4 orang 4. Metode: Demonstrasi 5. TATA LETAK D. Alat-alat yang digunakan a) Buku mewarnai b) Pensil warna c) Meja lipat C.3. OBSERVER FASILITATOR LEADER MODERATOR PESERTA MEJA LIPAT .

a. leader dan b. Adik-adik. kepada leader untuk tujuannya agar menjelaskan aturan adik-adik bisa bermain berkumpul dengan temanteman dan tetap bisa bermain walaupun sedang sakit dan agar adik-adik lebih 5 menit . Selamat pagiMenjawab salam kegiatan dengan adik-adik. mengucapkan salam.D. Menyiapkan alat-alat c. kita berkumpul tempat dan tujuan ditempat ini terapi bermain Mendengarkan untuk moderator melaksanakan memberikan waktu terapi bermain. Bagaimana kabar adik-adik hari ini? Masih semangat kan?? b Memperkenalkan diri. Perkenalkan adikanggota terapis yang adik nama kakakMendengarkan lain adalah fiping dan kakak juga membawa temanteman kakak yang lain. Fase orientasi a Moderator membuka a. Persiapan (pre interaksi) a. b. Ayo kakak-kakak perkenalakan diri masing-masing ya…. Menyiapkan ruangan b. RENCANA KEGIATAN No Fase kegiatan 1. Menyiapkan anak Kegiatan terapis Kegiatan sasaran Waktu Menata ruangan Ruangan dan anak5 menit Menyiapkan alatserta alat telah siap bermain dan anak berkumpul diruangan dengan membentuk lingkaran 2. Hari ini kontrak waktu. c moderator membuat c.

Tadi kakak-kakak sudah memperkenalkan . Nah adik-adik bebasuntuk mewarnai gambar apayang disukai dengan warnawarna yang juga adik-adik suka tapi adik juga akan di dampingi kakak-kakak yang lainnya. Adik-adik mau kan? Nah untuk bagaimana permainan yang akan kita lakukan akan di jelaskan dengan teman kakak ya. Kita bermain di sini selama 30 menit ya. Silahkan kak! d d. Adik-adik setuju? e. Nah untuk aturan mainnya kakak akan membagikan buku bergambar yang belum diwarnai dan pensil warna untuk adik-adik.dekat lagi ya sama kakakkakak perawat disini. Adik-adik hari ini kakak ingin Leader menjelaskan mengajak adikaturan bermain adik untuk bermain dan belajar mewarnaiMendengarkan gambar.

e Leader memberikan kesempatan pada masing-masing anak untuk memperkenalkan diri 3. sekarang giliran adik-adik. Leader memberi contoh diri. Begini caranya (berikan contoh) Memperhatikan c. adik . nama ingin mengenalpanggilan. memperhatikan kakak akan menjelaskan cara memainkan alat ini. coba dimulai dari adik sebelah kanan. ayo adik kenalkan siapa namanya kakak-Memperkenalkan kakak dan teman-diri meliputi nama teman yang lainlengkap. Kakak-kakak d. nanti adik-adik juga ikut mencobanya. Adek-adek. semuanya pintar!! (tepuk tangan) a. Perhatikan ya adik-adik b. umur. Ayo kakak kakak c. Leader meminta fasilitator membagikan alat bermain kepada peserta terapi bermain alatnya diberikan ke adek-menerima alat adeknya. Memotivasi klien 15 menit . Terapis mendampingi setiap anak mendampingi klien setiap anak saat bermain dan selalu ada saat klien membutuhkan e. biarpermainan adik-adiknya ikut mencoba juga d. Leader menjelaskan cara menggunakan alat permainan yang benar dan dibantu oleh coleader dan fasilitator b. a. …. Nahhdan alamat sekarang semua sudah memperkenalkan diri dengan bagus .

Terapis memberikan reward atau pujian atas keberhasilan peserta terapi bermain dengan bertepuk tangan bagaimana perasaannya setelah bermain. semuanya senang mewarnai gambar? c. coba kakak lihat siapa yang selesai duluan?? b. Bagaimana adikadik smua senang? Ayo semuanya sekali lagi tepuk tangan (tepuk tangan) adek-adek ini ada . Leader mengevaluasi secara subyektif dan obyektif dengan menanyakan perasaan masingmasing anak terhadap terapi bermain yang telah dilaksanakan c. Mengajak anak bermain untuk terus bermain.e. Dan sedikit mengajarkan kepada klien caranya bila masih kurang paham f. Adek-adek b. Terapis memperhatikan keadaan umum peserta terapi bermain 4 Penutup (1menit) a. amati kondisi umum klien f. Adek-adek sudahmemperhatikan selesai bermainnya?? Mari kegiatan kita akhiri ya. Akhiri kegiatan 5 menit a. agar tidak bosan dikamar.

meskipun tidak pernah dimasukkan sebagai salah satu dari ribuan bahasa yang ada di dunia. Leader menyampaikan terima kasih dan mengucapkan salam Adek-adek permainan hari ini selesai. Leader menyampaikan rencana tindak lanjut nanti alat permainanya boleh dibawah kekamar dan bisa bermain bersama orang tua atau kakaknya yaaa e. Nah. anak-anak . sekarang adik-adik boleh kembali ke kamar. Adek-adek d. Sebelum mengakhiri kegiatan kita sama-sama nyanyi dulu ya bersama sebelum adik-adik kembali ke kamar (nanyikan lagu sayonara”) LAMPIRAN MATERI 1. Melalui bermain. Konsep Bermain A. terima kasih sudah mau bermain bersama kakak. DEFINISI Bermain adalah dunia anak-anak sebagai bahasa yang paling universal. karena semuanya senang mewarnai gambar . e. kakak kasih bintang ya buat adik-adik.hadiah dari kakak semuanya kakak kasih bintang. d.

menjadi eksis di lingkungannya.dapat mengekspresikan apapun yang mereka inginkan. FUNGSI BERMAIN 1. belajar berkomunikasi dengan lingkungan. Bermain adalah kegiatan yang dilakukan sesaui dgn keinginanya sendiri dan memperoleh kesenangan. Hal tersebut dapat dicontohkan sejak lahir anak yang telah dikenalkan atau dirangsang visualnya maka anak di kemudian hari kemampuan visualnya akan lebih menonjol . Melalui bermain akan semakin mengembangkan kemampuan dan keterampilan motorik anak. B. 2012). bermain adalah pekerjaan atau aktivitas anak yang sangat penting. 2011). Bermain juga menjadi media terapi yang baik bagi anak-anak bermasalah selain berguna untuk mengembangkan potensi anak. emosional dan sosial dan bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain. kemampuan kognitifnya. Membantu Perkembangan Sensorik dan Motorik Fungsi bermain pada anak ini adalah dapat dilakukan dengan melakukan rangsangan pada sensorik rangsangan ini anak dapat sekitarnya aktifitas sebagai contoh bayi dapat dan motorik mengeksplorasikan dilakukan melalui alam rangsangan taktil. yang dapat menurunkan stres anak. melakukan apa yang dapat dilakukan. Menurut Nasution (cit Martin. 2010). dan mengenal waktu. Bermain adalah cerminan kemampuan fisik. menyesuaikan diri dengan lingkungan. 2009). melalui kontak dengan dunia nyata. anak akan berkatakata. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa bermain adalah: “Kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak sehari-hari karena bermain sama dengan kerja pada orang dewasa. menjadi percaya diri. serta suara (Wong. intelektual. dan masih banyak lagi manfaat lainnya (Martin. belajar mengenal dunia dan meningkatkan kesejahteraan mental serta sosial anak. 2009).audio dan visual melalui rangsangan ini perkembangan sensorik dan motorik akan meningkat. Bermain dipandang sebagai ekspresi insting untuk berlatih peran di masa mendatang yang penting untuk bertahan hidup (Nuryanti. jarak. belajar memnyesuaikan diri dengan lingkungan. (Foster.

anak mau .seperti lebih cepat mengenal sesuatu yang baru dilihatnya. pada usia toddler anak sudah mencoba bermain dengan sesamanya dan ini sudah mulai proses sosialisasi satu dengan yang lain. Meningkatkan Kreatifitas Bermain juga dapat berfungsi dalam peningkatan kreatifitas. dimana anak mulai belajar menciptakan sesuatu dari permainan yang ada dan mampu memodifikasi objek yang akan digunakan dalam permainan sehingga anak akan lebih kreatif melalui model permainan ini. sebagai contoh dimana pada usia bayi anak akan merasakan kesenangan terhadap kehadiran orang lain dan merasakan ada teman yang dunianya sama. kemudian pada usia prasekolah sudah mulai menyadari akan keberadaan teman sebaya sehingga harapan anak mampu melakukan sosialisasi dengan teman dan orang 4. memahami bentuk ukuran dan berbagai manfaat benda yang digunakan dalam permainan. Hal ini dapat terlihat pada saat anak bermain. 5. Demikian juga pendengaran. apabila sejak bayi dikenalkan atau dirangsang melalui suara-suara maka daya pendengaran di kemudian hari anak lebih cepat berkembang di bandingkan tidak ada stimulasi sejak dini. 2. seperti bermain bongkar pasang mobil-mobilan. mampu belajar warna. maka anak akan mencoba melakukan komunikasi dengan bahasa anak. Meningkatkan Sosialisasi Anak Proses sosialisasi dapat terjadi melalui permainan. Membantu Perkembangan Kognitif Perkembangan kognitif dapat dirangsang melalui permainan. mampu membedakan khayalan dan kenyataan. Meningkatkan Kesadaran Diri Bermain pada anak akan memberikan kemampuan pada anak untuk ekplorasi tubuh dan merasakan dirinya sadar dengan orang lain yang merupakan bagian dari individu yang saling berhubungan. kemudian bermain peran seperti bermain-main berpura-pura menjadi seorang guru.sehingga fungsi bermain pada model demikian akan meningkatkan perkembangan kognitif selanjutnya. 3. mampu memahami obyek permainan seperti dunia tempat tinggal. jadi seorang anak. menjadi seorang ibu dan lain-lain. menjadi seorang bapak.

antara lain: a) Membuang ekstra energi. b) Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh. iri hati dan kedukaan. j) Kesempatan untuk mengikuti aturan-aturan. 7. D. dan juga ada beberapa permainan yang memiliki aturanaturan yang harus dilakukan tidak boleh dilanggar. e) Berkembanghnya berbagai ketrampilan yang akan berguna sepanjang hidupnya. membandingkan dengan perilaku orang lain. MANFAAT BERMAIN Manfaat yang didapat dari bermain. MACAM . Bermain mengamati/menyelidiki (Exploratory Play) . 6. seperti tulang. i) Kesempatan untuk bergaul dengan anak lainnya. k) Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya. hal ini dapat dijumpai anak sudah mampu belajar benar atau salah dari budaya di rumah. otot dan organ-organ. Bermain aktif Pada permainan ini anak berperan secara aktif. g) Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada disekitar anak. di sekolah dan ketika berinteraksi dengan temannya. mengingat bermain dapat menghibur diri anak terhadap dunianya. h) Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan. d) Anak belajar mengontrol diri. c) Aktivitas yang dilakukan dapat merangsang nafsu makan anak. Mempunyai Nilai Moral Pada Anak Bermain juga dapat memberikan nilai moral tersendiri kepada anak. Mempunyai Nilai Terapeutik Bermain dapat menjadikan diri anak lebih senang dan nyaman sehingga adanya stres dan ketegangan dapat dihindarkan.MACAM BERMAIN 1. Bermain aktif meliputi : a. kekuatiran. f) Meningkatnya daya kreativitas. C. kesenangan diperoleh dari apa yang diperbuat oleh mereka sendiri.belajar mengatur perilaku.

yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak. Motorik halus : gunting. meraba. d.menonton televisi dsb. c) Tidak ada kesempatan belajar dari alat permainannya. bola. dll. b) Tidak ada variasi dari alat permainan. 2. Bermain pasif Pada permainan ini anak bermain pasif antara lain dengan melihat dan mendengar. pensil. d) Tidak mempunyai teman bermain. mengocok-ocok apakah ada bunyi. Anak yang sakit tidak mempunyai energi untuk aktif bermain.Perhatian pertama anak pada alat bermain adalah memeriksa alat permainan tersebut. tali. sesuatu Contoh . balok. bola. bermain tali dan lain-lain. Permainan ini cocok apabila anak sudah lelah bernmain kebosanan aktif dan dan membutuhkan keletihannya. dll. mainan yang ditarik dan didorong. disesuaikan dengan usianya dan tingkat perkembangannya. Bermain fisik Misalnya bermain bola. serta berguna untuk : 1. Bermain drama (Dramatic Play) Misalnya adalah bermain sandiwara boneka. main rumah-rumahan dengan teman-temannya. Pengembangan aspek fisik. menekan dan kadang-kadang berusaha membongkar. Contoh alat bermain motorik kasar : sepeda. memperhatikan. mencium. c. Bermain konstruksi (Construction Play) Pada anak umur 3 tahun dapat menyusun balok-balok menjadi rumah-rumahan. b. Dalam kegiatan bermain kadang tidak dapat dicapai keseimbangan dalam bermain.mendengar cerita atau musik. . yaitu apabila terdapat hal-hal seperti dibawah ini : a) Kesehatan anak menurun.. trediri dari motorik kasar dan halus. E. untuk Melihat mengatasi gambar di buku/majalah. ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak. lilin.

2. 3. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIFITAS BERMAIN 1. bila anak sedang tidak ingin bermain. yaitu dengan pengenalan suara. G. buku cerita. 4. boneka. Tahap perkembangan Jenis kelamin anak Status kesehatan anak Lingkungan yang tidak mendukung Alat dan jenis permainan yang cocok atau sesuai dengan anak. Warna. Contoh alat permainan : buku bergambar. pensil warna. dan lain-lain. misal kotak pasir. dengan melatih berbicara. khususnya dalam hubungannya 4. majalah. 3. tape. Pengembangan dengan interaksi ibu dan anak. bentuk.Contoh alat permainan : buku bergambar. Sangat energik dan imaginative Mulai terbentuk perkembangan moral Mulai bermain dengan jenis kelamin dan bermain dgn kelompok Karakteristik bermain .2. ukuran. menggunakan kalimat yang benar. buku cerita. F. dll. dll. Karakteristik usia anak yang mengikuti terapi bermain (toddler/preschool/school) PRE-SCHOOL       Cross motor and fine motor Dapat melompat. aspek sosial. Contoh alat permainan : alat permainan yang dapat dipakai bersama. Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak. 2. Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.bermain dan bersepeda. Pengembangan aspek kognitif. Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit. radio. bola. 5. 4. Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil. TV. radio. Pengembangan bahasa. Jangan memaksa anak bermain. 3. sebelum meningkat pada keterampilan yang lebih majemuk. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM BERMAIN 1. 2. puzzle. tali. 5. keluarga dan masyarakat. dll.

d.buku dengan kata simple. c. f.kertas Drum. Anak dapat berinteraksi dengan sesama pasien dan perawat Anak dapat mengembangkan imajinasi Anak dapat mengembangkan kemampuan motorik halusnya Anak dapat meningkatkan kreativitasnya Anak akan mengungkapkan kegembiraan atau rasa senang Anak terlihat lebih rileks Anak kooperatif dengan perawatan dan pengobatan DAFTAR PESERTA TERAPI BERMAIN NO NAMA 1 2 3 4 ALAMAT TTD LEMBAR OBSERVASI NO KEGIATAN PESERTA 1 PESERTA 2 PESERTA 3 PESERTA 4 1 Mampu menyebutkan 2 nama lengkap Mampu menyebutkan 3 nama panggilan Mampu menyebutkan .truk.boneka. b.mobil. g. Assosiative play Dramatic play Skill play Laki-laki aktif bermain di luar Perempuan didalam rumah Jenis permainan yang sesuai untuk anak yang diajak terapi bermain Mainan untuk Pre-school      Peralatan rumah tangga Sepeda roda Tiga Papan tulis/kapur Lilin.     1.kapal terbang. EVALUASI YANG DIHARAPKAN a. e.

Sehingga apabila anak sakit dan dirawat di Rumah Sakit kita sebagai seseorang perawat harus mengupayakan pelaksanaan bermain dalam melakukan setiap tindakan keperawatan maupun sengaja memberikan kesempatan untuk bermain. 80 % anak mampu berkonsentrasi saat mewarnai gambar . 90 % anak mengikuti progaram bermain sampai selesai 2. diisi dengan tanda (√) Poin yang tidak dilakukan diisi dengan (-) sesuai kolom yang telah disediakan KESIMPULAN Bermain merupakan aktivitas yang sangat penting bagi anak karena bermain dapat mengatur kelangsungan perkembangan misalnya: sensori motorik. 9 kegiatan lingkungan Dapat melakukan permainan dengan baik Keterangan  Pada kolom peserta ditulis nama panggilan masing-masing peserta   terapi bermain Setiap poin yang dilakukan anak. kognitif. 90 % anak mampu memilih warna yang tepat dan mewarnai gambar 3. KRITERIA EVALUASI 1.4 umur Mampu menyebutkan 5 alamat Mengikuti 6 dari awal sampai akhir Bersikap baik kepada 7 teman Mampu menyebutkan 8 nama teman Kooperatif dengan terapis. teman. E. kreatifitas dan sosial.

.

Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain Pada Anak...... D.. N...... A... Edisi 1.) Mahasiswa (.... Jakarta: Salemba Medika.... Mengetahui..........) ...... (2005). (2009).................... A.. Jakarta: Salemba Medika Regina....... Pembimbing Praktek (......... A.. Hidayat. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak.DAFTAR PUSTAKA Adriana.... (2011)..... 120 Permainan Kreatif Untuk Menggali Kecerdasan Anak. Yogyakarta: Wahana Totalita Publisher..

Leader .Membuka pertemuan .Menggantikan posisi leader bila diperlukan c. Observer .Mengobservasi jalannya acara .Memberikan penilaian .Sebagai tempat bertanya leader dan coleader tentang kegiatan yang akan dilakukan Memberi petunjuk dalam acara supaya berlangsung baik d. Co.Sebagai pemandu jalannya acara .Deskripsi Tema a. Fasilitator .Membantu tugas dari leader . Leader .Mengatur setting tempat .Menutup kegiatan bermain b.Mengevaluasi dan umpan balik kepada leader dan co leader - .Memberikan saran dan kritik setelah acara selesai .Memimpin jalannya acara .