Anda di halaman 1dari 7

Definisi

Asma adalah gangguan inflamasi kronik saluran napas yang melibatkan banyak sel dan
elemennya. Inflamasi kronik menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan napas yang
menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat dan batukbatuk terutama malam dan atau dini hari. Episodik tersebut berhubungan dengan obstruksi jalan
napas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan.
Epidemilogi

235 juta orang di seluruh dunia terkena dampak asma dan sekitar 250.000 orang

meninggal per tahun akibat penyakit ini .
Negara-negara berpenghasilan menengah membuat lebih dari 80 % dari kematian

tersebut.
Asma merupakan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia

Klasifikasi Asma

Patogenesis .

Yang termasuk gejala yang berat adalah:  Serangan batuk yang hebat  Sesak napas yang berat dan tersengal-sengal  Sianosis (kulit kebiruan. . Foundamental four b. Paru :  Inspeksi : dinding torak tampak mengembang. takikardi. penderita lebih nyaman dalam posisi duduk. 2. Pemeriksaan Penunjang    Spirometer. diafragma terdorong ke bawah.  Auskultasi : terdengar wheezing (mengi). Gejala yang berat adalah keadaan gawat darurat yang mengancam jiwa. Peak flow meter X-ray dada/thorax. ekspirasi memanjang.  Perkusi : hipersonor  Palpasi : Vokal Fremitus kanan=kiri C. Sacred saven 2. Keadaan umum : penderita tampak sesak nafas dan gelisah. Anamnesis 1.Gejala 1. yang dimulai dari sekitar mulut)  Sulit tidur dan posisi tidur yang nyaman adalah dalam keadaan duduk  Kesadaran menurun Diagnosis a. Gejala awal berupa :  batuk terutama pada malam atau dini hari  sesak napas  napas berbunyi (mengi) yang terdengar jika pasien menghembuskan napasnya  rasa berat di dada 2. Pemeriksaan Fisik 1. Jantung : pekak jantung mengecil. 3.

yang digunakan setiap hari untuk menjaga agar asma tetap terkontrol . terutama untuk asma persisten. Medikasi 2. Metilsantin (teofilin) 5. Uji Hipereaktivitas Bronkus/HRB. yang sering disebut sebagai pencegah terdiri dari: 1. Glukokortikosteroid inhalasi dan sistemik 2. Pengobatan berdasarkan derajat Medikasi 1. Leukotriene modifiers 3. Kromolin (Sodium Kromoglikat dan Nedokromil Sodium) . Pengontrol. Agonis β-2 kerja lama (inhalasi dan oral) 4. Pengontrol adalah medikasi asma jangka panjang. Penatalaksanaan 1.  Pemeriksaan IgE.

2. Kortikosteroid sistemik 3. Antikolinergik (Ipratropium bromide) 4. Pelega terdiri dari: 1. Pelega adalah medikasi yang hanya digunakan bila diperlukan untuk cepat mengatasi bronkokonstriksi dan mengurangi gejala – gejala asma. Agonis β-2 kerja singkat 2. Metilsantin Pengobatan Berdasarkan Derajat .

. khususnya pasien yang penyakitnya ringan timbul pada masa kanak-kanak.  Prognosis baik ditemukan pada 50 sampai 80 persen pasien.PROGNOSIS.  Angka kematian cenderung meningkat di pinggiran kota dengan fasilitas kesehatan terbatas. .

berubah dari penyakit yang ringan menjadi penyakit yang berat seiring berjalannya waktu KOMPLIKASI a) Pneumotoraks b) Atelektasis c) Gagal nafas d) Bronkhitis e) Fraktur iga f) Dysritmia jantung g) Hipoksemia . Tidak seperti penyakit saluran napas yang lain seperti bronchitis kronik. asma tidak progresif.