Anda di halaman 1dari 1

Perkembangan Kain Ramah Lingkungan & Multi-fungsional

Para produsen garmen dan busana terkemuka internasional saat ini pun mulai
mengalihkan pandangannya terhadap kain-kain yang ramah lingkungan. Bahan
baku ramah lingkungan telah menjadi pilihan alternatif para pengguna. Beragam
produk tersebut menjadi pilihan utama, sehingga tidak heran jika pangsa pasar
produk tersebut di pasar internasional kian besar. Sesuai sifatnya, produk tersebut
tidak akan menimbulkan kerusakan bagi lingkungan. Victoria's Secret, H&M, Target
dan Nike adalah produsen apparel utama dunia yang sudah mulai memproduksi
beragam produk yang ramah lingkungan. Industri kain organis kini tengah
mengalami tren pertumbuhan yang luar biasa. Penjualan kain organis dunia
meningkat 100% dari tahun 2001 sampai 2005, dengan nilai mencapai US$.583
juta. Menurut perkiraan Organic Exchange, pada 2008 nilai penjualan bakal
menembus angka US$.2 miliar.
Nike adalah salah satu retail terbesar di dunia yang memproduksi kain katun
organik. Pada 2006, perusahaan tersebut telah memproduksi kain ramah
lingkungan lebih dari 52%. Untuk mempermudah orientasi buyer, kain yang terbuat
dari bahan-bahan alami yang ramah lingkungan dengan proses ramah lingkungan
pula mulai dipamerkan pada Interstoff Asia dengan mengambil tema logo daun
silver. Sekitar 60 perusahaan akan memamerkan produk mereka yang ramah
lingkungan pada pameran Spring 2007.
Sebuah stand akan secara khusus dirancang untuk men-display beragam kain
ramah lingkungan dengan tema "Eco-Textiles: Fabrics That Care". Tema ini akan
menjadi bagian dari forum tren pada pameran tersebut, yang memberikan
kesempatan kepada para buyer untuk melihat beragam produk ramah lingkungan
yang dipamerkan. Mereka juga akan memperoleh gambaran bagaimana tren di
masa datang. Selain itu akan digelar pula seminar yang dimaksudkan untuk
menginformasikan kepada para buyer mengenai bagaimana produk ramah
lingkungan diproduksi.
“Pendidikan dan informasi akan memainkan peranan penting dalam pertumbuhan
industri fashion,” ungkap Katy Lam, Director of Trade Fairs at Messe Frankfurt, yang
menjadi organiser Interstoff Asia Essential. “Keberadaan tekstil ramah lingkungan
masih relatif kecil, namun dari tren perkembangannya yang terus meningkat,
produk ini diperkirakan bakal terus tumbuh. Dalam seminar tersebut juga akan
dikupas mengapa konsumen saat ini mulai beralih ke produk yang ramah
lingkungan serta bagaimana ongkos produksinya relatif lebih mahal. Seminar ini
bertujuan menjawab permintaan konsumen yang membutuhkan produk ramah
lingkungan, khususnya di kawasan Asia,” ujar Katy Lam.