Anda di halaman 1dari 5

MATA KULIAH KRITIK ARSITEKTUR

Nama
: Hasna Jamilah
NIM : I0214045
Objek : Rumah Turi di Surakarta
Perspektif/aspek : Penerapan Konsep Eko-Arsitektur pada Rumah Turi
Sinopsis : Berdasarkan pengamatan awal, dapat dilihat pembangunan hotel
yang berwawasan lingkungan dan pemanfaatan potensi alam semaksimal
mungkin, sehingga dapat terjadi interaksi manusia dengan alam dan
berorientasi pada konservasi lingkungan. Dapat dilihat penggunaan tanaman
sebagai secondary skin pada bukaan yang berfungsi sebagai penyaring
udara, sun shading dan lain-lain.
Metode : ditentukan metode normatif dengan metode doktrin: yaitu dengan
membuktikan apakah elemen rancang bangunan sudah mengacu pada
prinsip-prinsip (teori) Eko-Arsitektur.
Penerapan Konsep Arsitektur Ekologis di Rumah Turi
Perkembangan industri pariwisata yang sedang marak digencarkan di
kota-kota di Indonesia, termasuk di Surakarta pun meyebabkan banyak
munculnya hotel – hotel berbintang sampai penginapan. Salah satu hotel
yang menarik dan tampak berbeda dengan konsep hotel di Kota Surakarta
adalah Rumah Turi, sebuah Penginapan dengan konsep Arsitektur Ekologi.
Rumah Turi terletak di Pusat Kota Surakarta, lebih tepatnya di Jalan Srigading
II 12 Turisari.
Konsep Ekologi yang ditawarkan Rumah Turi membuat para
pengunjung merasa seperti di rumah sendiri. Pengunjung pun berasal dari
berbagai kalangan, dari masyarakat sekitar yang sekedar bersantap ria di
restorannya, turis yang mencari tempat peristirahatan di sela liburan
mereka, mahasiswa arsitektur yang ingin mengkaji dan mempelajari ekologi
arsitektur pada rumah turi, hingga Rumah Turi juga kerap kali dijadikan
tempat workshop berbagai kalangan.
Menarik sekali, di tengah isu-isu Global warming yang tak hentihentinya dicari solusi terbaiknya, Rumah Turi mencoba menjawab isu
tersebut dengan menawarkan konsep Ekologi Arsitektur pada konsep
bangunannya, Eco Boutique Hotel disebutnya.
Ekologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari timbal balik antara
organisme satu sama lain dan antara organisme dengan lingkungan (Miller,
1975). Kini ekologi sendiri sudah merambah dan memasuki segala ranah

Arsitektur Ekologis menaruh perhatian pada unsur alam seperti udara. Dalam Arsitektur Ekologis terdapat perencanaan arsitektur yang dapat menjaga dan melestarikan lahan hijau yang mampu menyaring debu pada udara. untuk dapat mengurangi pemanasan global sehingga suhu bumi terjaga. Arsitektur Ekologis juga mengedepankan pembangunan berwawasan lingkungan dengan pemanfaatan potensi alam semaksimal mungkin. Pembangunan bukan hanya pada bangunan secara fisik tetapi perencanaan. seperti yang kita kenal dengan Arsitektur Ekologis. Arsitektur Ekologis sendiri memang muncul karena isu global mengenai pergusuran sumber daya alam (energy. Di tengah site dibuat sebuah sumur resapan yang . dimana dibagian depan site terdapat area parkir yang kemudian diberikan jarak dan dibatasi vegetasi sebelum masuk ke dalam halaman Rumah Turi. Massa pertama bangunan adalah sebuah restoran yang terletak di depan sebelah kiri barat site dengan rooftop terrace untuk segala macam keperluan. air. Pemberian vegetasi juga untuk meminimalisir polusi dari kendaraan masuk secara langsung ke Rumah Turi. tidak turut serta dalam menambah limbah padat. Rumah Turi terbagi menjadi tiga gubahan massa utama. di sebelah timur dan utara terdapat kamar-kamar yang dibuat dalam gubahan massa berbentuk L. seperti konsep Arsitektur Ekologis. flora dan fauna. bangunan dan lingkungan. perancangan dan pegelolaannya juga berkesinambungan terhadap lingkungan di sekitarnya. hingga menjadi bagian sebuah ekosistem ekologis dengan menghadirkan vegetasi pada arsitektur. tanah. cair dan gas. air. Konsep perancangan Arsitektur Ekologis berdasar pada keseimbangan alam. pola dan gaya hidup untuk mendukung keberlanjutan lingkungan terutama dalam pembentukan sikap baru dan interaksi manusia terhadap lingkungan. Arsitektur Ekologis muncul sebagai salah satu strategi pembangunan kawasan. Arsitektur Ekologis mengupayakan penyesuaian konsep desain dengan budaya. sumber bahan baku. material dan sumber daya alam lain) seperti pengubahan lahan terbuka hijau menjadi lingkungan binaan kemudian menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. Terdapat juga proses pendaur ulangan air untuk mengurangi pencemaran dan penurunan kualitas air. tidak memberikan dampak negatif terhadap alam. air dan material. Pengolahan sumber energi dengan tepat dan dapat dicapai dengan penggunaan sumber bahan baku dari alam tanpa mengeksploitasi. lingkungan. Perwujudan yang dapat kita temui dalam tata ruang dan lingkungan Arsitektur Ekologis yaitu minimnya konsumsi Sumber daya alam seperti energy. dan tidak memicu pemanasan bumi.ilmu yang lainnya termasuk arsitektur. pemanasan bumi dan perubahan iklim. sumber energi. Pemberian vegetasi yang bertujuan untuk memberi penekanan zona yang berbeda.

Hal lainnya yang menarik dari penggunaan material alam dalam bangunan ini menjadikan kekentalan pedesaan dapat kita temui di Rumah Turi. Perasaan kita yang dimanjakan dengan keserasian arsitektur dan alam pada Rumah Turi juga tak luput pada penggunaan bata. Sesuai dengan konsep perancangan dalam Arsitektur Ekologis. menciptakan kawasan penghijauaan diantara kawasan pembangunan demi memberikan sedikit sumbangsih paru-paru hijau di perkotaan. batu alam dan bahan bangunan alami dalam penerapan Arsitektur Ekologis di Rumah Turi. cat eksterior yang digunakan di Rumah Turi dibuat sendiri dari campuran acian dan tumbukan batu bata/genteng yang dirumbuk secara halus. dibiarkan tumbuh dengan arsitektur yang menyesuaikan keberadaan pohon tersebut. Vegetasi sendiri dibuat serasi dengan arsitektur di Rumah Turi. Pohon itu jugalah yang menambah rindangnya tapak dan bangunan disekitarnya. sehingga menghasilkan view yang ditawarkan pada Rumah Turi “menikmati alam di tengah perkotaan”. Cat dari olahan batu bata itu juga dapat menjadi penolak panas seperti halnya batu bata. Vegetasi di dalam tapak Rumah Turi bukan hanya terdiri dari vegetasi vertikal. Penerapan Arsitektur Ekologis dapat kita lihat sejalan dengan penggunaan material buatan sangat jarang sekali. Layaknya sebuah pohon besar yang dibiarkan tetap tumbuh di tengah tapak. Ditambah. Konsep Arsitektur Ekologis lainnya yang dapat kita jumpai pada Rumah Turi adalah Bukaannya. berpori dan memungkinkan udara masuk melalui pori-pori. Vegetasi vertikal ini juga difungsikan sebagai secondary skin bangunan yang juga berfungsi mengurangi radiasi matahari langsung dan befungsi sebagai penyaring udara. searah dengan konsep Arsitektur Ekologis dalam penghematan sumber daya alam. Bukaan jendela yang difungsikan sebagai sumber . Penggunaan material alami sendiri dimaksudkan untuk meminimalisir itensitas energi yang terkandung dalam bahan bangunan maupun yang digunakan saat pembangunan. terdapat juga vertikasi horizontal yang berfungsi untuk menangkap angin dan membantu pendistribusian sirkulasi udara menuju bangunan. Cat yang dapat menjaga subu udara untuk meminimalisir panas di dalam ruangan. Vegetasi juga dapat kita temui pada atap datar yang juga berfungsi sebagai tritisan lantai dasar dan berfungsi sebagai penghijau di lantai 1. kata salah seorang staff di Rumah Turi. hanya kaca dan baja ringan pada beberapa bagian di rumah turi dan dicat serasi dengan material alami.digunakan untuk mendaur ulang air. kayu. Penggunaan material alam yang kemudian di eksposlah yang arsitektur terlihat serasi dengan vegetasi. Vegetasi vertikal ini sendiri berfungsi sebagai penghijauan lahan tanpa memakan lahan yang banyak. Vegetasi vertikal menyapa kita begitu kita memasuki halaman depan Rumah Turi. Rumah Turi yang terletak di dalam gang di pusat kota Surakarta dapat mencuri perhatian begitu kita melewatinya.

melindungi bangunan dari angin. krepyak ataupun gorden rotan untuk meminimalisir cahaya panas. Walaupun begitu. dengan bukaan yang dibuat silang untuk mendapatkan penghawaan yang baik. Semua dihadirkan karena memperhatikan penyegaran udara secara alami demi menghemat banyak energi pada Rumah Turi. Daur ulang Air limbah juga dijadikan simpanan air disaat musim kemarau tiba. dan kemudian dipompa untuk dipakai kembali. Walaupun terdapat bukaan yang menghadap ke timur/barat. Konsep Arsitektur Ekologis yang terbuka terhadap alam dihadirkan dengan bukaan yang lebar. Sehingga air PAM hanya digunakan sebagai sumber air bersih di kamar mandi dan dapur. dan pengoperasian alat elektronik yang menggunakan sumber energi listrik dari PLN. Rumah Turi menghadirkan sun shading berupa vegetasi vertikal. Bukaan pada Rumah Turi juga difungsikan sebagai media penghantar penghawaan alami. yang kemudian air itu mengalami daur ulang dan penguraian limbah. Konsep Arsitektur Ekologis yang dapat kita jumpai lainnya adalah adanya daur ulang air hujan. Kita dapat menyapa alam dari semua ruang di Rumah Turi. Sebuah sumur resapan ditengah tapak menjadi bagian penting dalam proses daur ulang air ini. .pencahayaan pada restoran dan kamar dibuat menghadap utara/selatan agar tetap dapat menerima cahaya alami tanpa kesilauan karena lintasan matahari dari timur ke barat dinilai dapat menghantarkan kesilauan. Satu Konsep Arsitektur Ekologis yang belum dapat kita jumpai pada Rumah Turi adalah Zero Energy Building. sebagian energy masih dibantu dengan penggunaan ME (mekanikal elektrikal) seperti lampu. Air yang berasal dari sumur resapan kemudian dialirkan ke kolam di samping sumur resapan yang juga berfungsi sebagai tempat menampung air. terutama terhadap panas. Air daur ulang limbah inilah yang digunakan untuk menyiram tanaman yang ada di rumah turi. Dinding bangunan yang dicat dengan cat khusus dari batu bata menambah daya serap pada dinding dan menjaga suhu udara didalam ruangan sehingga dapat meminimalisir penggunaan energi buatan untuk penghawaan buatan. hujan. sedikitnya dinding massif. Namun. Meski dapat dikatakan Rumah Turi menerapkan Arsitektur Ekologis untuk menunjang bangunan ramah lingkungan dengan sebagian energi diperoleh dari sumber daya alam seperti dengan adanya solar energi yang digunakan sebagai pemenuhan air panas di kamar (solahat). air limbah dari kamar mandi dan dapur di Rumah Turi. Dinding dan atap dibuat berfungsi sesuai tugasnya. Rumah Turi sudah ikut berperan aktif dalam pelestarian lingkungan seperti tujuan awal Arsitektur Ekologis. dan bukaan yang lebar pada ruangan. Bukaan silang juga menjadi alat pengendalian panas dan lembab di dalam ruangan.

Wiwik. Sumber : Dokumentasi Pribadi Gambar 3. Bukan sebagai sumber pencahayaan alami dan penghawaan alami Sumber : Dokumentasi Pribadi Gambar 3. Setyaningsih. https://www.Gambar 1. Sumur Resapan yang diberi pembatas.com/ Abilawa.academia. 18 September 2015. Vegetasi Vertikal di Rumah Turi Sumber : Dokumentasi Pribadi Gambar 2. “Ekologi Arsitektur”.edu/7257304/ekologi_arsitektur_menuju_peranc angan_arsitektur_hemat_energi_dan_berkelanjutan. Penggunaan material alami yang dibiarkan terekspos Sumber : Dokumentasi Pribadi Referensi http://www. “EKOLOGI ARSITEKTUR :MENUJU PERANCANGAN ARSITEKTURHEMAT ENERGI DAN BERKELANJUTAN”. jagal. 23 Maret 2016. 2008. .rumahturi.